Yogyakarta #1 = Berkah Jumat

Tepat tanggal 2 Februari 2012 yang lalu, saya memutuskan untuk bertolak ke Yogyakarta selama beberapa hari. Tidak ada niatan sama sekali untuk liburan, malah agenda liburan ke Yogyakarta adanya di bulan Juli 2012. Dengan menggunakan pesawat, jarak tempuh Jakarta – Yogyakarta yang hampir 600 KM itu, pun, tidak berasa sama sekali. Alhamdulillah hari itu penerbangan ke Yogyakarta tidak mengalami kemunduran dan benar-benar tepat waktu. Awalnya sempat panik, takut mengalami delay. Secara saya berangkatnya jam 12 siang. Lagian, kalau sempat pesawat yang saya pergunakan mengalami delay, rasa tidak enak pun akan singgah di diri saya terhadap orang yang sudah dengan ikhlas mau menjemput saya.

Tepat pukul 14:05 WIB, pesawat yang saya gunakan mendarat dengan sempurna di bandar udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Di sana, sudah ada salah dua teman tumblr yang sudah menunggu kedatangan saya; Ratna dan Dhedet. Awal bertemu mereka sempat kik-kuk, sih, secara ini untuk pertama kalinya kami ber-3 bertemu secara langsung. Kan, selama ini kami hanya bertegur sapa di tumblr.

Karena sampai Yogyakarta sudah sore hari, niatan untuk mencari penginapan, pun, dipercepat. Setelah tanya sana-sini penginapan di sekitar UGM, tak satu, pun, ada yang cocok sama saya. Sekalinya ada yang cocok, malah mahal. Kalau saya ke Yogyakarta nya ber-2, mungkin lain lagi ceritanya. Akhirnya, saya meminta izin ke Dhedet untuk bermalam di rumahnya selama beberapa hari, dan alhamdulillah di respon baik oleh Dhedet (terimakasih banyak, Dhet)

Ngga tau, deh, apa jadinya kalau saya tidak kenal sama mereka. Mungkin akan terlontah-lontah saya selama di sana.

Yogyakarta hari itu – dan sudah beberapa hari – mengalami musim yang sama persis seperti di Jakarta, musim hujan. Bedanya, di Jakarta walaupun hujan akan masih terasa panas, di sana, untuk pertama kalinya saya benar-benar merasakan yang namanya menggigil. Mungkin ini faktor berkurangnya lemak dalam tubuh saya. Sesampainya di rumah Dhedet di kawasan Bantul, saya langsung bersih-bersih, sholat dan tidur.

Keesokan paginya, Dhedet memberi kabar bahwasanya salah satu rekan sesama anggota ESQ yang berasal dari Bali meninggal dunia. Mungkin untuk warga Yogyakarta sendiri, pas tanggal 3 Februari 2012 membaca surat kabar lokal yang mengangkat berita ditemukannya 2 mayat yang terjatuh dari berbatuan di kawasan Pantai Selatan? Nah, kalau baca dan tau beritanya, saya, Dhedhet dan beberapa rekan ESQ lainnya melayat si korban di daerah Wates, Kulon Progo, 45 menit dari Yogyakarta.

Selepas menyolatkan jenazahnya, Pak Edhie Wicaksono, rekan Dhedhet yang merupakan ketua Reps. ESQ Jogja mendapat telepon dari salah satu petinggi di daerah Wates. Sesampainya kami di kantor beliau, ternyata beliau mengajak kami untuk makan siang. Berhubung jam belum menunjukan waktunya makan siang, jadilah kami hanya duduk-duduk santai di salah tempat makan yang mempunyai tagline “BELUM MAU PULANG KALAU BELUM MENGHABISKAN SEMUANYA” (intinya begitulah, saya juga lupa). Tapi faktanya, semua menu yang kami pesan di nyatakan HABIS! Padahal tempat makan itu bukan tempat makan 24 jam dan baru saja buka. Mending ngga usah buka aja kalau memang pada habis, emosi. Niatan awal untuk ngemil, sirna begitu saja. Nyebelin.

Karena hari itu adalah hari Jumat, kami yang merasa dirinya pria harus menunaikan kewajiban untuk sholat Jumat berjamaah. Jadilah kami balik ke kantor asal dan melaksanakan sholat Jumat.

Oia, kebetulan pas saya ke Yogyakarta, selain musim hujan, di sana juga lagi musim durian. Uwoooo.. Mendengar ajakan makan durian di salah satu pasar di daerah Wates, pun, saya terima dengan dada yang lapang. Kabarnya, durian yang terkenal di Yogyakarta adalah durian mentega. Saya sendiri sebagai penikmat durian, belum pernah merasakan durian jenis ini. Ternyata rasanya enak banget. Parah. Ingin rasanya nambah dan minta bungkusin untuk dibawa pulang, tapi apadaya, hasrat itu harus dikubur dalam-dalam. Gila, masa nebeng malah maruk, ngga boleh itu.

Pak Edhi dan Pak Widi Memilih Durian

Eits, wisata kuliner tidak sampai di situ, loh. Lagi-lagi Pak Widi menawarkan makan siang – makan yang benar-benar makan bukan cemilan semata – kepada kami di daerah Pantai Jatimalang, Jawa Tengah. Jelas, tawaran seperti itu tidak boleh di tolak, khususnya untuk saya yang pendatang. Apalagi ketika mendengar kata seafood, hasrat untuk cepat-cepat sampai dan makan siang, pun, tidak dapat di bendung.

Perjalanan dari Kulon Progo ke Pantai Jatimalang tidak memakan waktu lama, hanya 30 menit. Begitu sampai, mata ini langsung dihadapkan oleh hamparan lautan dan angin yang begitu syahdu. Teringat akan kehidupan beberapa tahun lalu di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Begitu membuka jendela kamar, angin pantai langsung menyapa dengan indahnya. Jadi kangen sama suasanya di Riau *brb hunting tiket*

Pantai Jatimalang – Jawa Tengah

Seperti rencana awal, ke tempat ini niatan kami adalah untuk makan siang. Tak jauh dari pantai ini, ada 1 warung yang menjadi langganan Pak Widie yang sudah menyiapkan beberapa menu untuk kami santap siang itu. Lumayan, ada kepiting dan udang goreng tepung. Tanpa ba-bi-bu-be-bo, kepiting dan udang siap kami santap sampai titik kuah penghabisan. Alhamdulillah, saya tidak terkena penyakit alergi seafood, jadi kalau makan itu berasa sangat nikmat. Terimakasih banyak Ya Allah.

Nyak enyak enyak
Udang Goreng Tepung

Perut kenyang hati, pun, senang. Selepas makan siang, kami semua harus berpisah. Beberapa rombongan melanjutkan kerjanya dan beberapa rombongan lainnya, harus bergegas pulang ke Yogyakarta. Ya Tuhan, ternyata kalau melayat dengan niat ikhlas walaupun tidak mengenalnya sekali, pun, berkah yang di dapat sungguh luar biasa.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

16 comments

  1. Jangan makan terus, Dit. Ntar gemuk lagi lho 😀

    1. Insya Allah enggak, bli. Saya makannya emang bener-bener lagi lapar perut bukan lapar mata

  2. Kayaknya saya jadi tergiur untuk makan nih setelah membaca postingan ini. Entah karena apa, mungkin karena ceritanya di sini tentang makanan, ya?

  3. Baca tulisan Adit, liat duren, kepiting, udang goreng tepung, jadi pengen pulanggggg ke Indonesia, laperrrr :D.

  4. your post is nice.. 🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. 🙂

  5. postingan yang sangat menarik 🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. 🙂

  6. nah menginap di rumah teman itu solusi terbaik mas, hehe sayang kemarin ngga bisa menemanin jalan2 di yogya 😀

    btw judul posting ini provocatif: berkah melayat 😀

    1. Yah, kan tetep ndak enak, Mas. Apalagi baru ketemu di dunia nyata. Mungkin kalau temen lama, ndak masalah.
      Haha .. Iya ya, Mas? Iya juga, sih, judulnya terlalu gimana gitu. Terimakasih atas masukannya, mas 😀

  7. Kok makanannya enak2 ya? 🙁
    Aih..pas siang gini jadi ngiler deh 🙁
    Ayo, tanggung jawab!
    Seporsi udah goreng tepungnya juga gak apa 😆

  8. curiga pulang dari Jogja, berat badan adit balik ke asal… wkwkwkwk

  9. Sebagai pecinta durian yang udah nyicipin Durian Malang, Durian Jogja, Durian, Palembang, Durian Lampung, Durian Riau dan Durian Medan.. buatku pemenangnya adalah DURIAN MEDAN! :p hihihi

    Itu kepiting kenapa dis situ ituuu? Harusnya pindah perutku :))

Tinggalkan Balasan