wisata murah pulau bintan

Pantai Lagoi Bay, Wisata Murah di Kawasan Elite Pulau Bintan

Sudah tepat memilih Pulau Bintan sebagai tempat memperoleh asupan vitamin sea selama berlibur di Kepulauan Riau (Kepri). Bintan benar-benar indah. Keindahan panorama yang selama ini saya lihat di televisi terpampang nyata di pelupuk mata.

Kepopuleran Pulau Bintan yang merangkak naik seiring nama Treasure Bay yang melejit nyaris ke pelosok negeri, membuat saya ingin sekali ke Bintan. Ditambah banyak omongan bahwa pulau yang berada di Semenjanjung Selatan Malaysia ini digadang-gadang bakal menggeser ketenaran pulau Bali.

Kepri memang bukan tempat yang asing buat saya. Saya pernah menghabiskan masa-masa awal pubertas di Tanjung Balai Karimun, salah satu pulau kecil di Kepulauan Riau yang berjarak kira-kira 83,5 km dari Batam dengan waktu tempuh perjalanan laut 1,5 jam. Namun, dikarenakan sudah 14 tahun tak balek kampong, jadi agak sedikit jiper mau mengeksplor Pulau Bintan seorang diri.

Saya pun langsung menghubungi Ahmad Adhikara. Anggota Paskibraka Nasional 2016 dari provinsi Kepulauan Riau yang tergabung ke dalam kelompok Arjuna, yang bertugas pada upacara pagi hari, di mana Nilam Sukma Pawening yang didapuk sebagai pembawa baki. Ahmad mau, tapi baru bisa di hari Kamis karena nggak mungkin cabut lagi sehabis izin selama satu minggu untuk mengikuti kejuaraan Taekwondo di Jawa Tengah. Tak masalah karena saya mesti balek kampong dulu ke Tanjung Balai Karimun.

wisata pulau bintan
Aha, ini Ahmad Adhikara (Paskibraka Nasional 2016) dan Dara (Paskibraka Provinsi Kepulauan Riau 2016) yang menemani saya mengeksplor Pulau Bintan.

Rabu sore, 20 September 2017, saya janjian sama Ahmad di Pelabuhan Telaga Punggur. Kami berencana menaiki feri terakhir tujuan Tanjungpinang. Saya menaiki feri pukul 01.00 siang dari Tanjung Balai Karimun ke Pelabuhan Harbour Bay Batam, supaya sampai di pelabuhan khusus penyebrangan ke Pulau Bintan itu tepat waktu. Jarak antar pelabuhan ini tidak dekat, tapi ini yang paling dekat. Kira-kira 30 km dengan waktu tempuh 45 sampai 60 menit menggunakan Grabcar.

Beruntung sore itu saya mendapat supir Grabcar yang ramah, yang tahu semua jadwal keberangkatan feri dari Telaga Punggur ke Tanjung Uban maupun Telaga Punggur ke Tanjungpinang. Perasaan yang semula cemas berubah jadi lebih santai.

Drama moda transportasi ke Pulau Bintan

Pagi hari itu kami harus buru-buru ke tempat wisata Pulau Bintan yang paling tersohor, yaitu pantai Lagoi Bay atau bahasa keren dari penduduk setempat adalah Lagoi Bay Beach.

wisata murah pulau bintan
“Gerbang” memasuki pantai Lagoi Bay di Pulau Bintan. Di sebelah tulisan Lagoi Bay, ada gembok cinta macam di Korea

Kami kesiangan keluar dari hotel. Baru pukul 09.00 pagi kami menuju pantai Lagoi Bay yang memakan waktu tempuh kurang lebih 60 menit menggunakan mobil dari tempat kami menginap di Tanjungpinang.

Kesiangan ini bukan karena Ahmad yang sulit dibangunkan, bukan juga saya yang baru bisa tidur sekitar jam 01.00 pagi, melainkan ada sedikit drama di moda transportasi yang akan kami gunakan.

Mula-mula Dara, teman Ahmad sesama anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2016, bersedia mengantar kami keliling Pulau Bintan. Kami pun sudah buat rencana, yaitu keluar dari hotel sekaligus check out pukul 05.00 pagi biar bisa melihat matahari terbit sambil goler-goler manja di pasir putih nan lembut pantai Lagoi Bay

Sore hari setelah Dara mengantar kami ke hotel, Ahmad sudah berencana menyewa mobil buat jaga-jaga karena takut Dara tak dapat izin dari sang mama. Dara sempat berujar saat mengantar kami ke hotel dari bandara bahwa dia baru sembuh dari sakit, dan di waktu yang bersamaan pula papanya sedang dinas di Batam. Sehingga kecil kemungkinan pembawa baki sore hari itu diizinkan jadi pemandu wisata kami keliling Pulau Bintan.

Ahmad sudah menghubungi rental mobil langganan papanya. Hanya saja sudah tutup, dan mobil baru bisa diantarkan keesokan hari pada pukul 08.00 pagi. Kami galau, gundah, dan memilih menyantap satu kilo gong-gong rebus, sotong tepung goreng, sotong bakar, dan seporsi capcai di Melayu Square supaya otak punya kekuatan menemukan jalan keluar. Bukan jalan keluar yang didapat,  kami malah tepar dalam keadaan kekenyangan.

kuliner pulau bintan
Dua menu berbahan sotong yang kami pilih untuk santap malam
kuliner pulau bintan
Jalan-jalan ke Kepulauan Riau, terlebih ke Tanjungpinang, tidak menyantap gong-gong sama halnya pergi ke Mekkah tapi enggak ke Kabah, sia-sia.
kuliner kepulauan riau
Biar nutrisi untuk tubuh terpenuhi harus ada sayur. Padahal kagak berpengaruh apa-apa

Sesudah salat Subuh Ahmad memberitahu bahwa Dara diizinkan mamanya menemani kami jalan-jalan. Namun, belum sempat kami merayakan kabar bahagia itu dengan sarapan seporsi nasi lemak dan epok-epok, Dara malah mengabarkan aki mobilnya kering.

“Mad, mobilku enggak bisa jalan,” seketika nafsu buat sarapan menurun drastis berganti dengan rasa kantuk yang mendadak muncul kembali setelah membaca pesan singkat dari Dara melalui kotak masuk di Instagram.

Wisata Murah di Tengah Resort Mahal Pulau Bintan

Papa Ahmad adalah malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan menyelamatkan liburan yang teramat singkat ini. Melalui sambungan telepon papanya Ahmad mengatakan, akan ada “taksi” atau semacam mobil sewaan yang akan mengantar kami keliling Pulau Bintan.

Kami segera turun ke bawah. Kami sampai di lobi langsung menyerahkan kunci dan mengurus proses check out. Tak lama dari arah belakang, seorang pria tua menegur kami sembari menyebut nama papanya Ahmad sebagai tanda bahwa dia tidak salah jemput orang.

“Mau ke mana dulu?”

“Jemput teman, Pak,” kata Ahmad. Adapun teman yang dimaksud Ahmad adalah Dara. Kami butuh sosok Dara di dalam rombongan itu. Kami mau Dara jadi pemanis di antara dua bujang lapuk selama perjalanan. Dara adalah centeng Tanjungpinang, sehingga liburan kami lebih terjamin karena dia bakal membawa saya dan Ahmad ke tempat wisata Pulau Bintan yang memang layak buat dikunjungi, dan tentu saja Instagram-able.

Adalah pantai Lagoi Bay yang kami singgahi untuk pertama kali. Menurut Dara, pantai Lagoi Bay merupakan satu-satunya pantai di kawasan elite Bintan Resort, Lagoi, yang bisa dijamah oleh semua lapisan masyarakat tanpa keluar uang supaya bisa masuk, alias gratis!

pantai di Pulau Bintan
Saya memang belum pernah ke pantai Kuta di Bali, tapi saya bisa menjamin pesona pantai Lagoi Bay di Pulau Bintan ini tak kalah apik.

Dari nama saja saya sudah bisa menebak kalau di Bintan Resort ini terdapat sejumlah penginapan dengan harga yang tak mampu dijangkau turis kismin interlokal macam saya ini. Sebut saja Bintan Lagoon Resort yang dibandrol Rp1.16 juta per malam, Banyan Tree Bintan yang tembus Rp10 juta, dan The Canopi Resort yang mana harga paling murah adalah Rp1,6 juta untuk satu malam. Harga itu untuk pemesanan pada 6 sampai 7 Oktober 2017 via situs Agoda.com .

Dulu pantai di Lagoi Bay ini disebut miniatur Singapura. Sebab, untuk bisa menikmati keindahan panorama dari pantai berpasir putih yang menghadap ke Laut Cina Selatan ini harus membayar menggunakan mata uang Dolar Singapura. Jarak antara dua pulau beda negara itu pun berdekatan. Namun, sudah sejak lama hal seperti itu tidak berlaku lagi.

Pantai Lagoi Bay Pulau Bintan

Pantai Lagoi Bay yang dapat dijamah manusia dari semua lapisan kasta ini berada di dalam Lagoi Bay Villas, yang masih tergolong resort mewah di kawasan Bintan Resort tersebut. Jadi, di kawasan ini ada tiga resort yang membebaskan pengunjung umum untuk masuk dan menikmati keindahan pantai yang terdapat di halaman belakang, salah satunya ini.

pantai di pulau bintan
Salah satu pengunjung yang akan mencoba mendayung Kayak di sekitar pantai Lagoi Bay.

Dari informasi yang saya baca, sudah satu tahun ini Pantai Lagoi Bay diresmikan sebagai pantai yang dibuka untuk umum. Jumlah pengunjung pantai ini pun terus bertambah setiap bulannya. Baik itu penduduk lokal, sekitar Kepulauan Riau, maupun dari luar kota kayak saya ini.

pantai pulau bintan
Pantai ini aman buat anak. Seperti ibu ini, yang membiarkan anaknya mandi di pantai, sementara dia menunggu sambil mengawasi di pinggir pantai
pantai pulau bintan
Anak dari ibu itu berhasil menangkap bayi ubur-ubur. Kata ibu itu, ubur-ubur ini tidak menyengat. Tapi, ini kan di Pulau Bintan, bukan Derawan yang ubur-uburnya dijamin tidak menyengat

Tidak banyak kegiatan yang bisa saya lakukan pada siang hari yang terik itu. Ada keinginan untuk berenang maupun snorkeling, tapi saya menyadari tak punya banyak waktu. Andai sesuai rencana, mungkin saya dapat melakukan itu semua.

Sebab, pengelola Pantai Lagoi Bay telah menyediakan berbagai kegiatan seru yang dapat kita jajal. Hanya saja, pengunjung harus merogoh kocek agak dalam untuk merasakan semua keseruan itu.

Harga yang terpampang di papan dekat loker penitipan tas sekilas tampak murah. Kisaran Rp25 ribu sampai Rp50 ribu untuk aktivitas ringan. Akan tetapi kalau kita sedikit jeli atau setidaknya lebih mendekat ke arah papan, akan terlihat tulisan “untuk 10 menit” di sebelah kanan harga.

Pengin juga merasakan naik ATV mengelilingi pantai Lagoi Bay, mendayung kayak (semacam kano) di atas air yang biru nan bersih, atau snorkeling meski saya rasa keindahan alam bawah laut di Pulau Bintan ini tak seindah Banda Neira.

pantai pulau bintan
Pengin juga menjajal ATV sambil mengelilingi pantai Lagoi Bay. Ya, apa daya, waktu terlalu singkat dan saya rasa juga tak cukup mengelilingi pantai ini hanya sebentar
pantai Pulau Bintan
Nah, buat kamu yang pergi sama pasangan tapi kamu malas main air, kamu bisa ngaso di bean bag ukuran besar ini. Ini disewain, lho. Harganya Rp10 ribu. Dapat bonus dada bidang kalau ada yang telanjang
pantai pulau bintan
Sedangkan bagi kamu yang pergi sendirian ke pantai Lagoi Bay, bisa menyimpan tas ke dalam loker ini dengan harga sewa Rp10 ribu. Jadi, kamu bisa main di pantai tanpa rasa khawatir dan kepikiran mulu sama tasmu

Boro-boro sempat melakukan itu, untuk sekadar duduk dan berjemur di bawah matahari saja tak sempat sama sekali. Saya, Ahmad, dan Dara pun menikmati panorama dan asupan vitamin sea pantai Lagoi Bay dengan cara berjalan kaki dari ujung ke ujung. Itu pun tidak sampai ujung banget.

Meski demikian saya menyukai pantai ini. Pantai Lagoi Bay memiliki pasir yang tak hanya putih, tapi juga padat sehingga bagi pengunjung yang sekadar ingin jalan di pinggir pantai tak takut jeblos gitu. Berlari pun mungkin aman dilakukan saking padatnya pasir tersebut.

pantai pulau bintan
Saya suka suasana pantai Lagoi Bay ini. Semoga satu hari nanti dapat main-main lagi ke Pulau Bintan, menginap di resort mahal itu, dan goler-goler manja di pantai itu

Jam menunjukkan pukul 11.00 siang. Masih ada tiga tempat wisata Pulau Bintan yang mesti kami datangi. Baru sebentar menikmati keindahan alam yang Tuhan ciptakan bagi masyarakat Kepulauan Riau ini, kami sudah harus cabut untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang itu.

***

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

18 comments

  1. *bersih-bersih sarang laba-laba*

  2. Kemaren ketemu temen yang habis dari Bintan juga…
    KUPENGEN KE SANA JADINYA!! Cakep banget ya?

    1. Cakep banget.

      Ke sana, kak, nanti aku kasih rekomendasi sewa mobil

  3. Kemaren ketemu temen yang habis dari Bintan juga…
    KUPENGEN KE SANA JADINYA!! Cakep banget ya?

    1. satu komentar lagi dapat gelas cantik kamu, kak. 😆

  4. aku kira kemaren dirimu jadi ke berau, ternyata ke bintan dan sekitar.. lihat di ig storiesnya tempat in emang apik buat liburan… duh semoga ada kesempatan ke sini.

    1. Open tripnya tidak bisa menyesuaikan dengan jadwal pesawatku, kak.

      Makanya langsung cabut ke Bintan…

  5. Itu maksudnya gimana : dapat bonus dada bidang bila ada yg telanjang?

    1. Siapa tahu ada pengunjung kayak di film-film Baywatch gitu, lumayan kan “pemandangan” seperti itu buat cewek-cewek yang lagi santai menunggu pasangannya berenang

  6. Belakangan ini aku sering banget sih liat orang-orang pada wisata ke Bintan.
    Tapi jujur, Bintan masih belum familiar di telingaku. Bahkan aku baru tahu loh 🙁
    Btw, ceritamu di spot-spot Bintan lainya ya.
    Ga apa apa kalo ada kendala di perjalanan karna dengan begitu bang Dito jadi punya cerita yang berkesan kan ? wakakak

    1. Yowes, habis dari Bintan aku ke Belitung, kamu sebaliknya… Habis dari Belitong ke Bintan. GImana? ha ha ha

  7. belum ngeh soal bintan nih. baca baca ini jadi ada kisi kisi soal tempat liburan

    1. Cus ke Bintan, kak

  8. Pantainya sepi yaaa, enak kalau buat maen-maen. Gak kayak sarden…

    1. Mungkin karena masyarakatnya lebih memilih ke “kota” untuk hangout

  9. Sedap yaaa kulinerannya….
    Pantai yang enak sih maunya memang gak ramai ya..

Tinggalkan Balasan