Walk 4 Autism & Autism Expo 2012

“I may have been born different and misunderstood from birth, but I know there is a place for me, somewhere in this universe.”

– Alyson Bradley –

Sebulan yang lalu, Muhammad Bening – teman tumblr saya – mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Singapura mengatakan, kalau iya akan berkunjung ke Indonesia di bulan Mei ini dalam rangka mengikuti program Forum Indonesia Muda 2012 yang berlokasi di Cibubur. Berhubung dia akan cukup lama di Jakarta, dia pun mengajak saya beserta teman-teman tumblr lainnya seperti Fitri , Asti, dan Ikhma untuk meet-up.

Eh, kebetulan, sebulan yang lalu saya pun habis mendaftarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam acara Festival Walk 4 Autism & Autism Expo 2012 yang diselenggarakan berkat kerja sama Yayasan Autisma Indonesia bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Saya pun mengajak yang lain termasuk Bening untuk turut andil dalam acara ini. Alhamdulillah, mereka semua mau. Jadilah, acara Walk 4 Autism iniΒ  dijadikan ajang meet-up untuk kami ber-4.

Festival Walk 4 Autism & Autism Expo 2012 diadakan dalam rangka menyambut hari kepedulian autisme dunia dan kampanye peduli autisme 2012. Acaranya dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2012. Tema yang diangkat untuk tahun ini adalah “Aku Ada di Antara Kamu“. Bertempat di Epiwalk, kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta , serangkaian acara dalam festival ini dilaksanakan.

1. Jalan Bersama

Sesuai namanya, Walk 4 Autism, acara ini pun dibuka dengan kegiatan gerak jalan santai. Gerak jalan santai dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan dibuka oleh MC kondang, Farhan. Pesertanya yang hadir dalam acara ini banyak banget. Selain dari keluarga yang mempunyai anak-anak penyandang autisme, gerak jalan santai ini pun diikuti oleh orang awam macam saya dan para relawan yang berasal dari berbagai kalangan.

Ada pun rute gerak jalan santainya dimulai dari depan Otel Lobby-Β  keluar komplek Epicentrum – Rasuna Said – Muter gedung Granadi lalu muter lagi RS MMC dan masuk lagi ke dalam area Epiwalk .

Sepanjang gerak jalan, saya dibuat terkagum-kagum oleh para orang tua dari adik-adik penyandang autisme ini. Mereka penuh sabar mengejar-ngejar anak mereka yang lari kesana-kemari. Seperti yang kita ketahui, kalau penyandang autisme ini sedikit lebih aktif. Ditambah pula, acara itu berlangsung disepanjang jalan yang disisi kanannya ada jalur untuk busway yang senantiasa lewat setiap saat.

Pas gerak jalan santai itu, kami semua bertemu sama sosok adik lucu nan menggemaskan. Namanya, Babay. Hmmm.. Diperkirakan usia Babay ini antara 3 sampai 5 tahunan. Boleh dikatakan, dari sekian banyak adik-adik penyandang autisme yang ikut serta, Babay ini termasuk yang paling anteng. Waktu teman saya Fitri ingin mengabadikan gambarnya, dia langsung pasang aksi gitu.

Babay

Oia, ada 1 momen dimana saya ingin menampar salah satu relawan yang bertugas memunguti sampah di sepanjang area gerak jalan. Mereka itu kan, relawan. Tapi, kenapa candaan mereka masih membawa-bawa autis? Kronologisnya begini.

Teman saya : mas, mau buang sampah, dong!

Relawan A : ooo, silahkan, mbak.

Teman saya : maacih..

Relawan A : cama-cama.

Tiba-tiba saja temannya yang sesama relawan nyeletuk : busyet, kayak autis lo ngomongnya !

Errrrr….

2. Hand Printing

Setelah gerak jalan usai dan kembali ke kawasan Epicentrum, acara selanjutnya sudah menanti kami semua. Yaitu, hand printing. Hand printing adalah mencetak ribuan telapak tangan baik besar maupun kecil sebagai tanda dukungan terhadap para penyandang autisme di Indonesia (khususnya).

Pas hand printing ini, ada baby yang baru berusia beberapa bulan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan menggunakan baju kaos berwarna biru dan mengenakan topi kuning putih, adik kecil ini dibantu ibunya mencetak telapak tangan kecilnya di atas spanduk putih yang terbentang.

Berasa Ngiklan

Ketika hendak balik ke barisan selesai melakukan hand printing, saya melihat Mas Farhan sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi swasta. Yang lucunya, mic yang dipakai oleh mbak wartawati untuk mewawancarai Farhan, dirampas oleh salah satu adik yang langsung sok-sok-an berperan sebagai pewawancara. Hehe. Bener-bener lucu melihat adik itu memegang mic dan seakan-seakan menjadi wartawati.

Ga hanya itu, dibeberapa tempat saya melihat para orang tua asik bercengkrama sama anak mereka. Uh, momen-momen seperti ini jarang sekali saya temukan. Seru melihat para orang tua melakukan aktifitas bersama anak-anaknya. Rasa sayang yang mereka tunjukan benar-benar patut diacungi jempol. Mereka sabar banget.

3. Autism Expo

Selepas melakukan hand printing, semua peserta diajak masuk ke dalam area Epiwalk. Di dalam sudah tersedia banyak stan dan panggung hiburan. Ah, pas di dalam dan melihat adik-adik penyandang autisme, lagi-lagi saya dibikin terkagum-kagum oleh mereka.

Tuhan itu benar-benar adil. Adik-adik ini mahir sekali dalam memainkan alat musik. Plus, ada diantara mereka yang jago nyanyi.

Pertama-tama, ada 2 orang adik yang beraksi memainkan piano dan yang satunya lagi menjadi vokalis. Lagu yang dibawakan adalah lagunya Armada. Nyihihi. Mereka ternyata hafal lagunya Armada.

Kedua, ada yang bermain biola sambil membawakan lagu milik Kla Project yang berjudul Yogyakarta.

Tak hanya itu, ada juga yang solo performance membawakan lagu milik Tompi.

Tiba-tiba saya menciut. Sampai sekarang, saya tidak mahir memainkan alat musik seperti mereka. Benar-benar salut dan mereka pantas mendapatkan banyak tepuk tangan dari para hadirin yang memenuhi ruangan tersebut.

Terakhir, sebelum saya dan teman-teman memutuskan untuk isi perut, saya menyaksikan 1 adik penyandang autisme menyanyikan lagu berjudul Wonderful World milik Louis Amstrong. Arrrggghhhhh.. Suaranya bagus banget. Envy envy envy. πŸ˜€

Saya bersyukur ikut berpartisipasi dalam acara ini. Saya benar-benar bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada saya. Saya belajar banyak dari adik-adik ini. Saya belajar bagaimana caranya memperlakukan orang lain. Dan, saya belajar untuk menghargai orang lain. Tentunya saya belajar, Tuhan itu benar-benar adil. Dibalik kesempurnaan mahluknya, pasti ada kekurangan di dalamnya. Begitu juga sebaliknya.

Saya lantas befikir. Seharusnya, yang sering bercanda menggunakan kata-kata AUTIS, ikut serta dalama acara ini. Biar mereka berfikir, pantas ngga, sih, AUTIS dijadikan bahan candaan?

Buat para orang tua, terimakasih ya, sudah menjaga adik-adik itu dan menyayangi mereka sepenuh hati. Saya tahu itu berat banget. Tapi saya yakin, Tuhan tidak tinggal diam atas apa yang telah kalian berikan untuk adik-adik itu.

Buat yang lain, mulai detik ini, STOP menggunakan AUTIS dalam candaan kalian, ya. Plisss. Mereka sama kok seperti kita. AUTIS itu bukan penyakit. Apalagi penyakit yang menakutkan. Jadi, jangan pernah jauhin mereka.. Rangkul mereka.

Note : Tulisan berwarna biru saya dedikasikan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap saudara-saudara saya yang menyandang autis. Dan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang autisma.

Bentuk kepedulian ini penting, karena penyandang autis juga harus diberi tempat dan kesempatan yang sama seperti masyarakat lainnya.

Photo taken by : Fitri Safira, Astie Pradita, Enggar Baskoro.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

27 comments

  1. Kemarin saya kesel banget sama orang yang bikin status di facebook, katanya anaknya autis main gadget. Saya mention eh dia malah marah.. Belum sadar dia kali..

    1. ya ampun, miris banget. Mungkin dia belum banyak tahu kali ya, mas, tentang autisme ini πŸ™‚

      1. Katanya sih, itu kan cuma kiasan. Duh, capek saya bedebat sama orang begituan..

  2. autisme,, perlu di dukung seperti ini.. acaranya yang banyak, agar kita semua bisa sadar dan mengerti benar benar mengenai anak autisme… ayo dong kapan kapan ajak saya kesana… salam.

    1. iya, kaka. Kalau acara Walk 4 Autism sendiri diadakan setahun sekali. Tapi biasanya, suka ada acara sejenis dilaksanakan. Tapi penyebaran beritanya tak seheboh acara tahunan.

      saya pun pengen mempelajari autisme lebih jauh lagi πŸ™‚

  3. di Solo sendiri 3 minggu lalu juga mengadadakan acara serupa mas, yang diselenggarakan oleh JCI (junior chamber international) chapter solo..

    1. Wowww.. salut. Salam buat “mereka” ya mas, kalau mas ikut acaranya πŸ™‚

  4. Yup, autis bukan bahan olokan… kebetulan punya banyak temen yang anaknya penyandang autis.. jadi sering dapet kisah mereka yang luar biasa membesarkan anak-anak mereka.

    1. ajak-ajak ya kalau mau ketemu mereka lagi πŸ˜€

  5. Acceptance is what being different is truly about πŸ™‚ Hand-printing-nya keren. Salam kenal πŸ˜€

    1. Terimakasih. Salam kenal dari Ciputat, kaka πŸ™‚

  6. Sebuah event yang menarik, di sini kita bisa jadi lebih dekat dengan para penyandang autisme yang lebih banyak didominasi oleh anak-anak. Wow, thumbs up pokoknya…

    1. iya, Dany. Makasih, ya. Kembali ngeblog lagi, ya?

  7. Acaranya bagus Dit. Saya setuju banget STOP gunakan kata “Autis” buat joke πŸ˜‰

  8. seneng deh liat liputan acaranya Adit yg so wow ini πŸ™‚
    iya, mungkin yang ikut acara itu masih sebagian kecil dari masyarakat yg punya keluarga autis dan “peduli serta merangkul” mereka.
    Semoga yang lain juga mampu berlaku bijak terhadap anak autis.
    mereka hanya sedikit BERBEDA. dan mungkin mereka justru LEBIH dari kita di beberapa bidang πŸ™‚

    1. Setuju. Makanya aku bilang, Tuhan itu adil. Tak ada yang sempurna semua mahluk ciptaan-Nya πŸ™‚

  9. Wow acaranya keren ya, padahal dekat rumah saya lho. Moga kita menjadi orang-orang yang senantiasa bersyukur ya.

    Nice posting bro πŸ™‚

  10. Soal candaan yang membawa-bawa autisme, memang sering kali kita dengar di sekeliling. Mungkin relawan pemungut sampah itu udah kebiasaan kali ya, nyebut kata itu, jadi waktu dia membantu kegiatan untuk anak-anak penyandang autis-pun, dia masih belum sadar diri. πŸ˜†

    1. Saya pun mikirnya begitu, Mbak Is. Karena terbiasa dan mereka belum mengenali lingkungan sekitar 100%. Makanya, candaan seperti itu masih kebawa.

  11. Wow. Great action deh Dit.
    I wish I can join someday…. memang tak mudah menjadi orang tua dari anak berkebutuhan khusus. Tapi punya anak itu kan bukan pilihan, mereka adalah gifted…. sudah seharusnya kita mengurusnya dengan penuh sayang.

    1. Oke, one day you must join with me. Ajak Vay, ya. Entar Ve nya aku ubek-ubek pipinya.

      Setuju.. Kita harus mengurus anak kita seperti apapun keadaannya.

      #HidupVay

  12. waah, saya ketinggalan infoo nih, padahal pengen bgt ikut acara ini kemarin..oiya kebetulan saya kaka dari penyandang autisme, percayalah, mereka memberiku pelajaran ttg bagaimana artinya hidup.. mohon izin share blog ini di facebook boleh?

    1. Hai Dinda, salam kenal dari saya, ya?

      Kamu serius kaka dari adik penyandang autisme? Titipkan salam saya untuk adikmu ya, Dind.

      Jaga dia ya, Dind.. sayangi dia. Aku angkat topi untuk mereka. Aku bangga bisa bercengkrama dan kenal lebih dekat sama mereka.

      Silahkan, Dindaaa. Dengan senang hati. Tahun depan ikut serta, ya πŸ™‚

  13. wah, adit sungguh peduli dengan isu-isu sosial y, keren πŸ™‚

  14. semoga semakin banyak generasi yg cerdas qalbunya seperti Adit… salam kenal…saya ibunya Amr, 8 th, penyandang autisme

Tinggalkan Balasan