Uang yang Harus Dibawa Saat ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Jelang tutup tahun 2015 tercetus wacana piknik di Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk. Hitung-hitung pemanasan sebelum piknik di tempat yang jauh. Karena satu grup berisi orang sibuk, yang setiap kali punya rencana liburan bareng selalu gagal, #sePIKajedulu untuk obrolan kali ini.

Peserta piknik hanya bertambah satu orang. Dua orang urung ikut karena punya urusan masing-masing. Tanggal memang sudah ditentukan sejak awal. Sebab, menunggu semuanya bisa keburu Taman Wisata Alam Mangrove pindah ke Bekasi. Ke Pantai Indah Kapuk saja malas-malasan apalagi ke Bekasi? Tapi saya yakin, satu hari nanti kami bisa liburan bersama.

Cukup sulit mencari informasi lengkap tentang tempat ini. Situs resmi yang tertera di akun Facebook `Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk` tidak dapat diakses. Setelah baca banyak ulasan, ternyata tebakan saya benar, bukan cuma saya yang keliru dan sulit membedakan nama-nama tempat yang ada di kawasan mangrove tersebut.

Pertama, Suaka Margasatwa Muara Angke, berada di seberang Kompleks Ruko Mediterania Pantai Indah Kapuk. Tidak dibuka untuk umum, lebih dikhususkan sebagai kawasan konservasi. Mau ke sana harus meminta izin terlebih dahulu ke pihak pengelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI. Kedua, Hutan Mangrove Jakarta, yang dikelola langsung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tidak banyak yang bisa dinikmati di sini. Ketiga, Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Inilah tempat yang banyak diomongin orang-orang. Taman yang dikelola pihak swasta ini yang boleh dikunjungi. Taman ini juga yang sering disebut dengan Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk.

Taman Mangrove di  sini hampir sama dari taman-taman mangrove yang pernah saya kunjungi. Tiga belas tahun lalu di Kepulauan Seribu, dan tahun lalu di Kalimantan, waktu uji jaringan bersama IM3 Ooredoo.

Menurut sebagian orang, Taman Wisata Alam Angke Kapuk adalah tempat liburan murah bagi penduduk Jakarta. Tapi tidak bagi saya. Setidaknya, kita harus menyediakan uang sebesar Rp 200 ribu. Bahkan, jika calon pengunjung minim informasi mengenai tempat dan akses menuju ke sini, bisa-bisa mereka mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta. Berikut rinciannya;

  1. Biaya masuk Rp. 25.000 per orang.
  2. Wisatawan dilarang bawa makanan. Dua ratus meter dari pintu masuk ada kantin yang menjual minuman dan makanan kecil, tidak makanan besar seperti nasi Padang atau warteg. Harga sebotol minuman di kantin itu mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 15.000. Saking panasnya, kita butuh lebih banyak cairan supaya tidak dehidrasi. Berarti, harus beli (minimal) dua botol minuman. Belum lagi makanan ringan yang tidak cukup satu bungkus. Untuk makanan dan minuman saja, kita harus mengeluarkan uang Rp 30.000 sampai Rp 50.000 (tergantung kapasitas perut).
  3. Ongkos paling murah menuju Taman Wisata Alam Angke Kapuk adalah Rp 10.000 (untuk pengguna tiga moda transportasi: Commuterline, lalu naik Trans Jakarta, tukar lagi naik angkot). Sedangkan untuk mereka yang malas panas-panasan karena selama di sana juga bakal panas-panasan, memilih naik taksi. Ongkos taksi saja kurang lebih Rp 150.000 (dari Bintaro) belum sama uang TOL.
  4. Kali-kali mau menanam mangrove bakau besar, bakau merah/slindur, tancang, atau mangrove jenis sia-sia macam yang dilakukan perusahaan swasta, pengunjung harus mengeluarkan uang sebesar Rp 150.000 apa Rp 250.000
  5. Ingin mengelilingi keseluruhan area menggunakan boat, cukup membayar tiket seharga Rp 300.000 (kapasitas enam orang) atau Rp 400.000 (kapasitas delapan orang) selama 20 menit.
  6. Mau menikmati suasana romantis di tengah danau bersama pasangan atau selingkuhan, bisa menyewa sampan dayung dengan harga sewa Rp 100.000 selama 40 menit.
  7. Kalau niat ke sini untuk foto-foto saja, pastikan si fotografer jago memotret pakai gawai. Pastikan juga kamera gawai itu memiliki resolusi yang tinggi. Jangan mimpi bakal mendapat foto-foto bagus menggunakan SLR atau kamera pocket, kecuali kalau kamu memang mau bayar Rp 1 juta. Iya, bawa kamera profesional harus bayar SATU JUTA RUPIAH.
  8. Ongkos pulang menuju rumah kita pukul rata saja seperti saat pergi ke sana, Rp 150.000.
  9. Sedangkan pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, ada tambahan uang parkir sebesar Rp 10.000

Jika ditotal jumlah uang yang harus disediakan untuk liburan ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk sebesar Rp 1.835.000. Masih mau bilang liburan murah? Booo, dua minggu lalu si Kawan dapat tiket ke Aceh lebih murah dari harga itu.

TIPS TERHINDAR DARI PENGELUARAN SEBANYAK ITU

Tentu tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu, dong? Tips dari saya ini mungkin bisa membantu kamu mengeluarkan uang tidak lebih dari satu juta rupiah.

Pertama, pastikan ke sana ramai-ramai bukan seorang diri. Minimal berdua sama pacar atau ramai-ramai seperti kami. Dengan begitu, kamu bisa menghemat banyak pengeluaran.

Banyak Keuntungan Jika Pergi ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk Beramai-ramai

Kedua, bawa saja makanan dari rumah meski ada larangannya. Di pintu masuk, pengelola menyediakan tempat penitipan barang. Kamu bisa menitip bawaanmu di sana. Kalau pergi ramai-ramai, apalagi masing-masing orang bawa tas, bisa menyembunyikan makanan dan minuman yang bisa kamu bawa ke dalam.

Makan Siang yang Kami Bawa Kemarin

Kemarin masing-masing dari kami membawa makanan dan minuman. Karena cukup berat jika harus dimasukkan ke dalam tas, beberapa kantong plastik kami titipkan saja. Item penting seperti air mineral, kami simpan di tas masing-masing. Kami juga berhasil membawa masuk plastik berisi makanan. Caranya, saat salah satu dari kami menitipkan barang, sisanya masuk saja langsung. Jalannya santai jangan gerasak-gerusuk. Kebetulan juga satu petugas yang mengecek tiket kami ada yang baik. Dia memberi kode untuk bawa saja makanan ke dalam.

Tempat Makan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Begitu jam makan siang, ambil barang bawaanmu lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang tak jauh dari tempat penitipan itu. Ruangan berisi meja dan kayu antik digunakan para pengunjung untuk bersantai. Tempatnya memang sedikit panas dan banyak sekali kucing. Tenang saja, kucingnya dikasih tulang juga diam kok. Tidak perlu repot-repot memberinya kartu kredit, jam tangan, atau kendaraan mewah supaya senang.

Ketiga, beramai-ramai dapat menghemat biaya menaiki boat untuk mengelilingi Taman Wisata Alam Angke ini. Karena bertujuh, kami menyewa boat bermuatan 8 orang. Harganya Rp 400.000 dibagi 7. Masing-masing hanya membayar Rp 57.000. Pesan saya, pikir dua kali sebelum sewa boat. Tidak ada hal menarik yang bisa kalian lihat. Hanya mangrove di sisi kiri dan kanan, sampah, dan biawak yang sedang beristirahat. Nakhoda boat tahu betul lokasi para biawak tersebut.

Siap Menjelajahi Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Ramai-ramai Selalu Seru
Menaiki Perahu Cukup Bayar Rp 100 ribu

Keempat, ongkos pergi dan pulang jadi lebih murah. Naik GrabCar, ongkos PP cuma Rp 200.000 sudah sama TOL. Masing-masing cukup membayar Rp 30.000 . Tidak kepanasan, tidak juga tukar-tukar moda transportasi.

Bagaimana dengan foto-foto? Semua foto hasir jepretan menggunakan kamera gawai milik Mbak Ana dan Rendra. Tapi, kami sempat kok foto-foto menggunakan kamera SLR punya Qalbi. Kalian juga bisa foto-foto menggunakan SLR tanpa mengeluarkan uang sebesar itu. Taruh kamera di tas biasa. Melintaslah di depan penjaga tiket seperti tidak bawa apa-apa. Kalau kalian santai, petugas tidak akan reseh mengecek isi tas yang kalian bawa. Hindari bawa tripod atau monopod. Di beberapa spot, akan terlihat lebih indah jika difoto menggunakan SLR. Jadi sayang sekali sebenarnya.

PERHATIKAN BEBERAPA HAL

  1. Kenakan pakaian yang nyaman. Baju yang menyerap keringat (lengan panjang tapi bukan kemeja) dan celana yang sedikit longgar. Pakailah sepatu flat bukan sepatu hak tinggi, sepatu boots, sepatu pantofel, dan sandal jepit. Carilah alas kaki yang bagian bawahnya sedikit empuk. Jika tidak, kalian akan merasa seperti berjalan di atas batu-batu pijat refleksi.
  2. Pakai sunblock, topi yang lebar, dan kacamata. Paparan sinar matahari langsung di siang hari tidak membuat kulit jadi bagus, justru sebaliknya.
  3. Perbanyak minum atau makan buah yang mengandung banyak air, seperti semangka atau apel. Biar tidak dehidrasi. Jangan banyak-banyak juga, takutnya beser. Keberadaan WC cukup jauh.
  4. Yang bawa anak, pastikan anak dalam genggaman. Jembatan yang terbuat dari mangrove ini tidak terlalu rapat. Banyak paku juga. Hati-hati.
  5. Kalau kamu pergi sama pacar atau selingkuhan, pastikan dalam keadaan baik-baik saja. Jangan lagi berantam. Di beberapa titik ada tempat yang tidak layak dikunjungi oleh mereka yang sedang marahan atau menyimpang dendam.
  6. Kalau bisa, pergi ke sini jangan terlalu siang. Pulangnya bakal sore. Dan Pantai Indah Kapuk adalah daerah macet.

 

INFORMASI LENGKAP MENGENAI TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK

  • Alamat Kantor: Jl. Loka Indah 4B, Warung Buncit, Jakarta Selatan
  • Telp: 08158030933 — 021-290333055
  • Email: twaangkekapuk@yahoo.com
  • www.jakartamangrove-resort.com

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

15 comments

  1. Yosh! Beres baca semuanya. Mahal ya bokk ternyata. Btw itu kucingnya kucing apaan? Mau jam ama mobil mewah.

    1. Kucing Sarinah, Mas Dan 😆

  2. mahal banget ya…1.8-an 🙁
    banyak itu

  3. Aku sebel sama tempat ini, melarang bawa makan minum tapi di dalam penjual makan/minum terbatas banget. Alasannya agar pengunjung gak nyampah? Ya solusinya sediakan tempat sampah dan tulisan2 reminder untuk buang sampah di tempatnya.
    Thanks loh tipsnya ternyata bisa makan di sebuah ruangan di dekat tempat penitipan 🙂

    1. sama-sama kak Sabai

  4. Wooh begitu toh … Sampai sekarang belum kesampaian kl ke sinii …

    Baru kali ini baca kata ‘gawai’ .. kirain apa, ternyata … huahaha 😀

    1. Pikir-pikir lagi aja Moth, kalau mau ke sini

  5. Banyak nyamuk ngak disana ???
    kayak nya seru piknik rame2 dan bawa bekel 🙂

  6. Tipsnya bagus. Tapi tolong jangan biasakan kasih tulang ke kucing ya, karena itu bisa membuat mereka tersedak. Kalau kita sedang tidak ingin membagi daging yang sedang kita makan, jangan kasih tulang juga ke mereka. Maaf kalau lancang. Hehe.

  7. Om, kalo nemu kucing bagus disitu boleh dibawa pulang nggak yah?
    Itu perahu sampan sewanya 100.000 gak dapet sewa pelampungnya yah om?

  8. ありがとう😉👍🎶

  9. bisa di suap nggak tuh pengawasnya supaya bisa bawa masuk kamera dan makanan?
    Mahal banget kalau harus bayar buat kamera DSLR dan makanan? nggak logis sama sekali harus bayar 1 juta cuman buat photo..

  10. Maharani y bok lau bajetnya mpe cgitu 😔

Tinggalkan Balasan