The Not-So-Amazing Life Of @aMrazing

Kalau diingat-ingat, terakhir kali membeli buku baru itu sekitar 5 bulan lalu. Kesini-sininya, saya absen membeli buku karena bingung mau beli buku apa, dan kapan mau baca tuh buku?

Akhirnya, kemarin saya memutuskan untuk membeli beberapa buku baru untuk saya baca, dan saya masukan ke list gerakan pinjam meminjam buku yang sudah lama saya jalankan.

Nah, salah satu buku baru itu adalah buku milik selebtwit kenamaan Indonesia. Dialah, Alexander Thian. Atau, lebih dikenal dengan nama @aMrazing.

Sebelumnya, saya sudah menikmati tulisan-tulisan haters Agnes Monica ini Alex di buku The Journeys 1 dan Cerita Sahabat. Dan, semuanya saya suka.

Jangankan bukunya, kicauan-kicauan serta gibah-gibahnya di twitter aja saya suka *cari muka, biar diajak syuting bareng anak-anak BLINK* :p

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing. 

“Meributkan yang tak penting, menyepelekan yang penting”

Buku yang berisi 218 halaman ini mampu mengaduk emosi si pembacanya. Mulai dari tertawa terbahak-bahak sampai rahang sakit banget. Sampai-sampai, tanpa sengaja si pembacanya menitikan air mata. Eh, itu sih, yang saya rasakan, ya. Tau deh, kalau yang lain 😀

#TNSALOA (singkatan dari judul bukunya) berisikan tentang kisah-kisah yang dibawa Alex ketika masih bekerja di konter handphone di salah satu mall yang terletak di pinggiran kota Jakarta.

Alex bercerita soal para pengunjung konternya yang memiliki sifat, serta tingkah pola super ajaib.

Mulai dari seorang bapak berkemeja ijo lumut berkalung rantai kapal yang super-duper ngotot dan kekeuh dengan pendiriannya bahwasanya lagu yang berjudul “My Heart Will Go On” adalah lagu milik Maria Kere (inget, lho, Mariah Kere. Bukan Mariah Carey) bukan milik Celine Dion yang memang dialah penyanyi aslinya. Somplak. Bener-bener somplak. Ada ya, orang seperti itu? Ajaib 😆

Ga hanya bapak itu yang memiliki kelakuan super ajaib. Ada juga pengunjung Alex lainnya yang ngga kalah ajaibnya.

Salah satunya, seorang cewek ABG yang dandanannya bak personel girlband Korea, yang ternyata penyuka lagu-lagu dangdut koplo Pantura ketimbang lagu-lagu Beyonce, Gwen, dan Britney Spears. Lebih parahnya lagi, dari tas ABG itu, didapati kondom bekas Ona Sutra. KONDOM BEKAS, saudara-saudari. Dan, Alex pun tanpa sengaja menyentuh barang menjijikan itu. Ewwwww.. Kamseupay ! Dasar, rakyat jelata. 

Tapi, tapi, tapi, narablog sekalian. Isi bukunya Alex ngga melulu berisi hal-hal yang menjijikan yang mampu mengocok perut, kok. Ada juga beberapa cerita di buku ini yang mengharu biru. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Diantaranya:

DUMMY SEHARGA DUA JUTA

 “Nggak ada gunanya marah sama penipu atau orang yang jahat sama kita. Rezeki setiap orang sudah ada yang atur (halaman: 56) “

Arrrrggggghhhhhhh .. bagian ini berhasil membuat air mata jatuh dari mata indah saya. Bagian yang menceritakan seorang bapak yang memiliki seorang anak yang menyandang autisme ini, benar-benar menyayat hati ini.

Bayangkan saja. Seorang bapak yang berniat memberikan handphone canggih yang amat diingankan oleh anaknya –yang bernama Rama– malah ditipu mentah-mentah.

Pak Soni, nama bapak ini. Pak Soni membeli handphone yang diingankan anaknya kepada seorang yang tak dikenalnya sama sekali dengan harga DUA JUTA RUPIAH. Pada saat Pak Soni ingin mengisi beberapa lagu ke dalam handphone ini di konternya Alex, baru diketahui bahwasanya hape itu adalah hape dummy.

Njritttt.. Miris !

Di bagian ini juga, diceritakan bagaimana istimewanya seorang Rama (yang menurut orang lain anak seperti Rama ini membawa dampak buruk) adalah seorang anak yang benar-benar istimewa.

Saya masih ngga habis fikir, sama orang yang menganggap bahwasanya seorang anak yang menyandang autisme diakibatkan oleh kesalahan orang tuanya. F*CK ! Rasanya ingin sekali jedot-jedotin kepala orang yang berkata seperti itu.

Bener, deh, anak yang menyandang autisme itu punya keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Sebagai contohnya, ya Rama ini. Bayangkan saja, Rama yang masih dikategorikan anak-anak, hafal semua lagu milik Queen. QUEEN.

Bahkan, Rama pun hafal betul setiap lirik dari lagu-lagu tersebut. Saya aja yang udahh umur segini ga hafal-hafal 🙂

Ah, saya jadi kangen sama adik-adik seperti Rama ini yang pernah saya temui waktu di acara Walk 4 Autism & Autism Expo 2012. *koh Lexi, temui gue sama Rama, dong! Plissss*

Sebenarnya sih, masih banyak kisah-kisah seru dan mengharu biru yang ingin saya bagikan kepada para narablog sekalian. Tapi, ada baiknya kalau kalian langsung ke toko buku terdekat, dan beli buku ini. Baca, deh.

Saran saja, bacanya jangan di angkutan umum, ya. Biar ketawa dan ngakaknya lebih puas gitu, deh.

Yang bisa saya pelajari dari buku Alex ini, adalah janganlah menilai orang lain hanya dengan melihat penampilan luarnya saja. Ngga bisa dipungkiri, kerjaan yang paling enak ada nge- judge orang lain. Everybody judges everybody (halaman: 111).

Homo Homini Lupus, manusia adalah serigala untuk manusia lain. Kita sudah terbiasa menilai orang berdasarkan penampilan luarnya. Kalau pada pandangan pertama udah ga bikin sreg, kita akan menganggap rendah orang tersebut. DALEM !

Saya sendiri bingung mau memberi nilai berapa ke buku yang kelihatannya sederhana tapi menyimpan cerita-cerita yang kaya akan pesan-pesan moral di dalamnya.

Oia, Lex, ngga ada rencana mengajak Pinkan Mambo turut serta di sinteron mu? Saran aja, sih. Hahaha *ditapuk Koh Lexi*

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

32 comments

  1. horeeeee ! blog nya update lagi

  2. Horeeee!!!
    Aku kehabisan ┻━┻ ︵╰(°□°)╯︵ ┻━┻

    1. pesen aja di toko buku online, kak. semacam kutukutubuku.com atau bukukita.com

  3. kalau aku akan bilang homo luden (dari judul bukunya yang seperti memainkan sesuatu)

    selamat malam mas 🙂

  4. tumpukan buku yang belum dibaca masih banyak… 🙁

    1. sini, pinjamkan ke aku 🙂

  5. Hooooreee….. *eh kenapa ikutan teriak ya*
    Kapan-kapan nyari ah di toko buku, dulu sempet ngefolo akun ini tapi kemudian unfolo, eh folo lagi, eh unfolo lagi dan sampe akun twitternya (sayah) ga aktip lagi.

    1. Mas Dani kenapa ga aktif lagi di twitter? aktif, dong.

  6. aku mau donk pinjam buku ini Dit *kedipin sebelah mata*
    sama “Kicau Kacau Penulis Galau : Indra Herlambang”
    sama “Cado – Cado Kuadrat Dokter Muda Serba Salah : Ferdiriva Hamzah”

    haha apa pula ini pinjam langsung 3 :)) boleh?
    untuk email alamatnya, menyusul yah, booking dulu.
    makasih Adiitoo 🙂

    1. send aja alamatnya di kontak ya, Pur. gpp 🙂

  7. ini buku referensi untuk sukses jualan pulsa ya . #eh 😆

      1. Adit kamu jualan pulsa juga? aq dulu juga jualan pulsa ko. Walau untungnya kecil cuma seribuan tp klo tiap hari ada 10 org teman yg beli wahhh lumayan banget toh, dan sekarang saya tinggal terima bonus2nya saja tiap hari krn donlen2 saya rajin melanjalankan usaha pulsanya ;-).

        1. iya, aku jual pulsa dari semester 1. buat tambahan jalan-jalan #songong 😆

  8. Asik, selebtwit bacaannya ya bukunya selebtwit jugak. 🙂

  9. hahaha.. menarik , sejuta pengalaman di konter hp , recom nihh

    1. recomm banget !

      1. hehehe.. aku udah baca bukunya dit, emang si alex lucu banget , gaya penulisannya juga berkarakter… hehe

  10. ini mirip seperti bukunya indra herlambang ya… wah memang beli buku biasanya tidak dibaca.. tapi kalau saya tetep aja beli… mpadahal masih banyak yang tetap terbungkus plastik rapih tidak terusik..

    akhirnya update juga nih… sudah kerja sob…?

    1. aku pinjem mas, buku-buku yang belum sampean baca.

      Kalau Kicau Kacau Indra Herlambang “banyak tempat” dan “banyak massa”

  11. Udah lama denger neh buku.. tapi isinya sepertinya sejenis kicau kacau atau kening gt kali yak? kening aja udah hampir setahun blm selesai aku baca.. Hihihi..

    Tapi setuju sm mas gie deh 😉

  12. beda sih.

    Kalau Kening 70% kisah hidup Fitri Tropica + surat menyurat untuk orang tua dan kisah lainnya.

    beda sama kicau kacau. kalau kicau kacau, banyak tempat, banyak masa, dan sunggulah beda.

    SETUJU APA?ishhhhh *tujes-tujes*

  13. Nice review Dit. Aku pinjemlah bukunya, malas beli…..alias mo hemat.

    1. yang nulis buku ini ada di bawah loh, kak. 😆

  14. Aaakkk pengen beli. Aku suka tulisannya Alex, bagus-bagus kalo di Cerita Sahabat.

    Aku juga tweet-tweetnya, kecuali ttg Agnes Monica. Aku kan FANS AGNES MONICA GARIS KERAS 😀

    1. buahahaha .. aku tahu itu, Rusa. kamu pasti ga suka kalau dia lagi bahas Agnes.

      cara menulis Alex, asik

  15. Terima kasih reviewnya, Adit.

    *baca komen-komennya*

    *mengernyitkan kening*

    Kok pada kepengin pinjam ….

    :))

    1. wah, Alex ngomen postingan ini. BANGGAH.

      marahin aja, Lex, marahin. #runrunsmall

  16. jadi terinspirasi cerita tentang orang2 yang main di warnet 😮

    1. ayo, segera dibikin. nanti kasih aku. nanti aku review.

Tinggalkan Balasan