makan babi di bali

Taubat 40 Hari Setelah Makan Babi di Bali

Mama mewanti-wanti saya untuk tidak makan babi di Bali. Beliau terus membicarakan hal itu setiap kali menelepon saya. Bang, ingat itu, kebanyakan warung makan di sana menyediakan babi. Kalau saja penugasan itu diberitahu jauh-jauh hari, abang akan mama bekali teri Medan, kalimat itu  yang selalu mama ulang-ulang.

Saya akui saya penasaran dengan rasa daging babi. Tidak lantas saya meniatkan untuk makan babi di Bali. Saya hanya berharap, kejadian mencicipi yang biasa disebut pork itu benar-benar tidak direncanakan, alias saya tidak tahu, biar tidak haram hukumnya.

Namun, setelah bercermin dari kondisi yang terjadi selama di Taman Safari Prigen, yang mana saya dan rombongan baru keluar dari “kandang” di malam terakhir, jadi rada tidak mungkin “kecelakaan” makan babi di bali benar-benar terjadi karena jadwal liputan di Bali Safari & Marine Park yang begitu padat.

restoran unik di bali
Pertama Kali Makan Babi di Bali di Tsavo Lion Restaurant Ini. Restoran dengan Bentuk Unik Seperti Rumah Tradisional dari Afrika yang Berbentuk Bundar dan Beratap Kerucut Tinggi, Memiliki Pelayanan yang Oke dan Makanan yang Enak.

Mana mungkin panitia menyediakan daging babi, pikirku. Panitia ‘kan tahu kalau mayoritas rombongan Safari Journalis Adventure adalah muslim. Tuhan memang baik. Tuhan punya cara sendiri agar saya tidak menimbun dosa lagi.

“Gek, maaf, itu yang jegeg makan adalah pork bacon,” tegur seorang perempuan berbaju cokelat dengan rambut semi sanggul. Perempuan itu adalah pelayan dari Tsavo Lion Restaurant, tempat para tamu hotel dan pengunjung Bali Safari & Marine Park memberi makan cacing-cacing di perut sambil melihat singa buas berkeliaran.

Sebentar. Kayak ada yang aneh dari kejadian barusan. Gek? Saya dipanggil gek sama pelayan Tsavo Lion Restaurant? Bukannya gek atau jegeg adalah panggilan untuk menggambarkan sosok perempuan yang seumuran? Tega. Sudah jauh-jauh ke Bali masih dikira perempuan. Padahal pas pipis masuk ke toilet cowok, lho!

tsavo lion restaurant bali
Ukuran Tsavo Lion Restaurant Ini Sudah Besar. Akan Tetapi, Atapnya yang Tinggi Membuat Restoran Ini Terlihat Semakin Besar dan Luas
restoran unik di bali
Bali Memang Tidak Pernah Kehabisan Tempat Makan yang Unik. Tsavo Lion Restaurant Ini Misalnya. Dinding Berlapis Batu Alam Gelap, Kursi dan Meja Terbuat dari Kayu, dan di Balik Area Dapur Itu Ada Toilet yang Mesti Hati-hati Ketika Masuk ke Dalamnya
restoran unik di bali
Daya Tarik dari Tsavo Lion Restaurant Ini Adalah Pengunjung Dapat Melihat Singa Bebas Berkeliaran. Termasuk di Dalam Kamar Mandi. Pas Pipis Dilihatin Singa Seperti Ini

Pelayan tersebut baru menghampiri di saat saya sudah memakan empat lembar bacon yang ternyata adalah daging babi. Sementara bacon yang saya ambil berjumlah lima lembar. Sisa satu engga saya makan karena sudah tahu kalau itu babi. Bhy!

Sayang sekali. Coba agak sedikit lebih lama, biar saya menghabiskan dulu pork bacon yang ada di piring tersebut.

Resmi makan babi di bali

Benar kata orang bahwa daging babi itu enak. Bahkan lebih enak dari daging rusa yang pernah dibawakan paman, hasil dari berburu di hutan bersama bosnya. Penikmat babi yang kebetulan sedang berada di Bali Safari & Marine Park, mesti coba pork bacon di Tsavo Lion Restaurant ini.

Saya tahu restoran yang berada di area yang sama dengan Mara River Safari Lodge menyuguhkan menu babi. Akan tetapi yang mereka suguhkan ke kami selalu menu yang halal-halal. Dan, kecelakaan makan babi itu terjadi saat makan siang prasmanan.

pengalaman makan babi di bali
Makanan yang Enak-Enak Ditambah Pelayan yang Cekatan Merupakan Nilai Lebih untuk Tsavo Lion Restaurant. Semua Hal Positif Itu “Menutupi” Satu Kekurangan Mereka, Harga Makanan yang Boleh Dikatakan Terbilang Mahal. Namun, Worth Itu, Bukan?

Cuaca di Pulau Dewata pada siang hari itu berada di kisaran 35 derajat celcius. Bisa juga lebih, saya kurang tahu persisnya. Matahari yang begitu terik, ditambah banyak tempat yang harus disinggahi untuk dijadikan bahan berita, membuat tubuh saya membakar banyak kalori dari biasanya sehingga rasa lapar datang terlalu cepat.

Begitu panitia mengumumkan makan siang di Tsavo Lion Restaurant telah tersaji rapi dan kami diperbolehkan makan sebelum ramai pengunjung, saya bergegas ke sana dengan terlebih dulu mencari air putih. Bukan lemak saja yang terbakar, cairan di dalam tubuh saya seakan tak bersisa setelah berjalan kaki lebih dari seribu langkah di siang yang terik itu. Baju basah karena keringat seperti basah karena kecebur adalah secuil tanda bahwa saya benar-benar butuh cairan.

tsavo lion restaurant
Foto Ini Diambil Saat Sarapan. Dan, Pelayan Ini Juga yang Memberitahu Saya Bahwa Bacon yang Saya Santap Saat Makan Siang Adalah Pork. Dengan Begitu, Resmi Sudah Makan Babi di Bali.

Setelah kerongkongan basah dan merasa sedikit lega, saya mengambil piring lalu jalan pelan-pelan memutari meja tempat makanan disajikan. Di saat kebingungan menentukan makanan untuk disantap menyergap, mata saya malah tertuju pada bacon yang diletakkan di antara daging ayam dan sosis sapi. Saya ambil lima lembar, saya makan satu-satu, masih sambil memutari meja tersebut.

Lagi asyik mengunyah lembaran bacon yang keempat, tiba-tiba pundak saya disentuh oleh seorang pelayan yang memberitahu bahwa itu adalah pork alias daging babi.

Keinginan lo makan babi di Bali telah terwujud, Dit.

Disuruh taubat 40 hari setelah makan babi

Mama belum tahu soal ini. Orang pertama yang saya beritahu adalah si Kawan. Dia tidak langsung menceramai dan mengklaim perbuatan saya itu salah. Respons pertama yang dia tunjukkan adalah ketawa. Ketawa mendengar saya yang agak panik, padahal makan babi di Bali termasuk keinginan saya sejak lama.

tsavo lion restaurant
Restoran yang Berada di Tempat Konservasi Terakreditasi Level A Ini Pada Dasarnya Menyuguhkan Makanan yang Enak Rasanya dan Banyak Porsinya. Lihat Saja Spageti Ini, Porsinya Banyak.

Kok takut? Bukannya itu yang lo mau?, kata dia. Iya. Mula-mula saya maunya masa bodoh, karena itu murni ketidaksengajaan dan ketidaktahuan saya. Namun, saya mendadak jiper setelah dua orang teman di rombongan “menakuti” saya dengan perkataan bahwa salat saya selama 40 hari tidak diterima. Saya harus benar-benar taubat agar Tuhan mengampuni kesalahan saya itu.

“Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan karena jahil,” kata dia. Jahil? Jelas-jelas makan babi itu tidak disengaja. Belum sempat saya balas perkataannya, si Kawan melanjutkan omongannya lagi.

“Jahil itu termasuk lupa dan tidak sengaja,”.

“Gue lupa ayat pastinya. Pernah dengar ada Ustad yang mengatakan, jika makan babi karena sebab tertentu, kayak lo begini, diizinkan dan dimaafkan dan tidak ada dosa bagi pemakannya,”

Mendengar itu, saya balik ngusilin dia. “Tapi, benar, lho, kata orang-orang kalau daging babi itu enak. Pantes warung lapo di dekat Gedung MPR/DPR selalu ramai, memang enak banget. Belum pernah coba, kan?”

makan babi di bali
Menu Makanan yang Tersaji di Tsavo Lion Restaurant Beragam. Dari Asian sampai Western yang Dibandrol dari Harga (kalau tidak salah) Rp90 ribu.

Malam itu si Kawan memberikan banyak contoh terkait tidak haram hukumnya seorang muslim ketika makan babi. Khusus untuk kejadian yang menimpa saya, adabnya lebih kepada karena tidak sengaja.

“Tapi lo langsung kumur-kumur, kan?,” tanya dia.

“Engga. Keburu lapar. Pas diberitahu kalau ternyata itu daging babi, yasudah, aku taruh piringnya, cari piring lain dan mengambil makan yang lain. Harus kumur-kumur?,”

“Katanya begitu. Kalau memang tidak tahu dan tidak sengaja, memang tidak haram. Hanya yang perlu lo lakukan adalah mencuci mulut dari sisa-sisa daging babi yang masuk,” kata dia lagi.

tempat makan babi di bali
Tak Perlu Khawatir Bakal Makan Babi di Bali. Tidak Selalu Seperti Itu. Di Tsavo Lion Restaurant Ini Ada Juga Menu Ayam dengan Sayuran Seperti Ini

Saya lega sehabis cerita dengan si Kawan. Di saat orang lain sudah terlanjur menghakimi, dia berusaha untuk menenangkan dengan cara-cara sederhana begini. Saya nyaman bercerita banyak hal karena pengetahuan dia, termasuk soal agama, lebih tinggi dari saya.

Mama mungkin baru mengetahui saya makan babi di Bali setelah membaca postingan ini. PR banget ini mengatakan rahasia yang sudah tersimpan cukup lama.

NB : semua foto yang ada di postingan ini merupakan buah karya Anggit Benardi (@abe_benardi)

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

33 comments

  1. mbok gek dito, lain kali yuk makan babi guling lagi di denpasar. menggenapi 80 hari mencari tambatan hati. loh…:)

    btw, gpp kok kalo ga th. lain x jgn diulangi lagi yak:)

    1. Mau panggil mbok atau gek, Mas Dik? Konsisten… mau yang tua apa yang muda. 😆

      Ya, tergantung… Kalau engga tahu kan enggak dosa :p

  2. Duh Geg Adit, memang jangan main ambil aja lho. Namanya restoran internasional so pasti pakai babi. Potongan bacon babi itu khas jadi biasanya udah aware…
    Harus dimandikan kembang jg keknya Dit….

    1. Sumpah, kak, engga ada tulisan atau pemberitahuan gitu kalau itu bacon babi. Lagi sepi pula…

      Makjang, perlu kali mandi kembang, Kak.

      *mandi kembang*

  3. kenalin aku sama anggit ya ka, biar aku bisa difoto kek kamu itu hahaha…

  4. Saya juga pernah makan sosis babi. Dan beneran ga tau 😂
    Di hotel pas sarapan dan ga baca namanya pas ngambil. Enaaaak, enak bgt.
    Pas mau ngambil lg kageeet itu tulisannya pork.
    Seperti Mas Dito, aku langsung tuker piring dan ga nafsu makan lagi hehe. Akhirnya ngambil buah deh.
    Beneran ga sengaja dan ga baca.
    Sekarang klo prasmanan gitu kudu teliti baca namanya. Ga mau salah lg.

    1. Tergantung prasmanannya di mana dulu, Kak. Kalau kira-kira aman, cuek aja 😆

      Sosis babi enak?

  5. Jadi udah cukup rasa penasarannya, yah, Kadit. 😀 Inget-inget aja makanannya babi ituh jorok, udah gitu kandangnya bauk.. Hahaha. Jadi bikin ga senapsaran lagi. *kayaknya hewan ternak gitu semua kali ya

    Aku dulu sering liat sih cara ngasi makan babi gimana. Semua sisa makanan kita dikumpulin terus dicampur dedak. Trus kalau siang hmm.. “wangi” banget dari kandangnya. :’)) Klo liat kandangnya, becek-becek gimana gitu. Wkwkw.

    1. sudah enggak penasaran lagi 😆

      HELDA KENAPA NGOMONGNYA GITU? JADI ENEG BENERAN

      1. Biar nggak selera lagi, Kak Dit. Cukup aku ajah yang mamam. :’))))

        1. Dasar.

          Sini, pancake durian

  6. hehe seru makan babinya kak… sayang gak abis.

    kata temen2 nonmuslim sih emang enak. cuma mereka selalu wanti2 juga kalo ada yang jual mie ayam babi di beberapa lokasi…

    1. Iya, kalau mie babi gitu memang banyak yang memberitahu. Tapi beneran ini teledor banget 🙁

  7. Kabar baiknya, akhirnya bisa nyicipin babi. Dan kabar buruknya, dipanggil “Gek. wkwkwkwk. Semoga tobatmu diterima-Nya. Amin ya rabbal alamin. hehehe

    1. MAS ADIIIIII!

      Aminn ya Allah AMIN!

  8. Apa yang terjadi kalo tau semua barnag di sekeliling dia ada campuran babi???

  9. Wkwkwk

    Udah ah, itu aja komennya 😂

  10. Sebelum nemu blognya ini, sempat liat link postingan ini di grup jalan-jalan 🙂

    1. Aku engga gabung grup jalan-jalan padahal 😆

      Salam kenal, Mas Ahmad!

  11. kalo ak nyaris..
    penjualnya malah ngasih tau klo pake daging babi..
    andai g diingetin mungkin udah sempet nyoba 😀

    1. Wah… nyaris ya, Kak. Coba deh cobaaaa…

  12. Hehehe..yang lucu dipanggil jegeg.. 🙂

  13. kata temann saya daging babi itu enak mas , tapi alhamdulillah gak bikin saya penasaran sih. waktu di bali atau makan dimanapun juga selalu bertanya dulu sebelum menyantapnya. Tapi untuk kasus mas adit sepertinya di maafkan dehh , beneran enak ya mas?? sampe abis 4 lembar gitu baconnya hahahhaa..

    btw ini taubat 40hari nya ngapain ya?? kok yg aku baca diatas hanya kumur-kumur aja ya setelah tau makan daging b2..

    1. Jadi, begini lho, kak Endah…

      Sewaktu saya tahu kalau ternyata yang saya makan itu adalah daging babi, saya langsung menghentikannya, dan mengambil menu yang lain.

      Teman-teman yang berada di belakang saya, yang tahu kejadian itu, langsung menakuti-nakuti saya dengan “Wah, salat lo selama 40 hari engga diterima. harus taubat sungguh-sungguh lo,” begitu lho, kak 🙂

  14. ehm.. enak ya? 🙂 btw salut sama mbak pelayan yang sigap kasih tahu kalau itu bacon babi. eh, sigap apa telat sih? udah lembar ke empat, muehehee

    1. Datang di waktucyang sangat tepat mbak pelayannya, kakak.

  15. jangan.. jangan udah makan lawar juga di bali?
    enaknya di bali, mereka ga tersinggung kalau ditanya mana yang halal dan haram.

    aku nyaris kena.

    1. Nyaris kena di mana? Cerita

  16. Kocakk haha, iya kalo di hotel gede kudu teliti baca petunjuk atau nanya2..

Tinggalkan Balasan