Target Baru

Buat teman-teman narablog yang mungkin beberapa hari ini singgah ke blog saya, dan menemukan kejanggalan tentang theme yang saban hari ganti, saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Itu semua dikarenakan, saya tidak tahu mau menulis apa di blog saya ini.

Benar-benar saya kehabisan bahan. Sama sekali (kecuali postingan soal Batman itu). Blog walking pun, tidak menghasilkan apa-apa. Biasanya, setelah mampir dari blog satu ke blog lainnya, saya langsung mendapatkan inspirasi. Tapi, kali ini tidak.

Sampailah pada akhirnya, saya mendapatkan “bahan” untuk saya tuangkan di blog sederhana ini.

Beberapa hari yang lalu, terlintas difikiran saya untuk mengangkat tema soal “Belajar Di Negri Orang”. Tapi, yang menulis bukan saya, melainkan beberapa teman saya. Kenapa bukan saya? Karena saya belum pernah menyicipi belajar di negri orang.

Yah, tak lain tak bukan, teman-teman saya itu adalah “penulis tamu” di sini.

Saya memberikan mereka tempat untuk berbagi kepada narablog sekalian tentang menimbah ilmu di negri orang. Kenapa mereka bisa sampai disana. Alasan apa yang membuat mereka ingin sekali kesana. Enak ga sih, hidup seorang diri di negara orang? Kesan-kesannya selama menempuh pendidikan disana seperti apa? Yah, pokoknya segala cerita yang berkaitan erat dengan “Belajar Di Negeri Orang”.

Menempuh pendidikan di luar negri merupakan cita-cita sebagian besar orang. Termasuk mahasiswa yang ngebet banget ingin kuliah disana. Minimal, pertukaran pelajarlah. Atau kompetisi tingkat mahasiswa untuk skala internasional.

Ditambah lagi, sebentar lagi seluruh masyarakat Indonesia akan menyambut HUT Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Saya menilai, teman-teman saya ini sama seperti pejuang jaman dulu yang susah payah berjuang demi kemerdekaan bangsa  ini. Berlebihan? Menurut saya, tidak.

Teman-teman saya ini berjuang juga lho, untuk mencapai keinginan mereka menempuh pendidikan di negara orang. Ada yang ditolak berkali-kali pada saat mengajukan proposal beasiswa. Ada yang dianggap “ga banget” pada saat mengurus visa di Kedutaan. Atau, ada yang berjuang mati-matian untuk menjadi juara disebuah kompetisi tingkat dunia demi nama bangsa Indonesia.

Duh, saya sendiri sampai bingung menyusun kata per kata untuk postingan ini.


Harapan saya sekarang sih, teman-teman saya ini bersedia membagi cerita mereka di sini. Di rumah sederhana ini.

Sudah teman-teman narablog tidak keberatan, ya. 🙂

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

11 comments

  1. pasti Ivan gak bakal ketinggalan nulis disini nih 😀
    semoga saya ikut terinspirasi deh, heuheu… gudluck buat program barunya..

    1. mau maksa dia untuk ikutan 😆

  2. Wuih. Sampe kehabisan ide nulis nih.

    Salam kenal. Ga saaar baca postingan temen-temennya soal belajar di luar negeri.

    1. doakan mereka mau ya, mas.

      salam kenal kembali.

  3. perjuangan mengejar pendidikan di negeri orang sepertinya ide postingan yang sangat menarik…ditunggu ya postingan-nya…salam sukses selalu 🙂

    1. salam sukses juga, pak 🙂

  4. mau kuliah keluar negeri… harus direncanakan dengan matang…. perlu persiapan yang banyak sekali…. semoga bisa tercapai cita citanya dan program ini sukses ya…

    1. terima kasih, mas. 🙂

  5. saya belum pernah ke luar negeri juga, semoga pejuang nya bertambah banyak, jauh lebih banyak dari bajak laut yang yang menggerogoti negeri ini…

  6. Adiiittt (*sambil telunjuk) saya juga sering banget gonta ganti theme blog :D. Oh ya berhub. nilai ijasah saya selalu pas-pasnya ga sanggup berjuang dg sesama pencari beasiswa, maka saya berjuangnya mencari jodoh ke negeri sebrang :D.

Tinggalkan Balasan