Tak Mau Sakit Hati, Jangan ke Taman Jomblo

Fenomena Taman Jomblo dan segala gebrakan yang dibuat oleh sang Wali Kota, membuat saya harus kembali menginjakkan kaki di Kota Kembang, Bandung.

Rasa penasaran membuat saya bertanya-tanya, bagaimana sih bentuk dari taman jomblo itu? Apa yang datang jomblo semua? Dan di mana letaknya? Ternyata, taman fenomena satu ini terletak persis di bawah jembatan Pasupati.

Walaupun saya baru beberapa kali ke Bandung, tapi saya cukup hapal bagaimana kondisi di bawah jembatan Pasupati sebelum taman jomblo dibuat. Kumuh, itulah komentar saya menggambarkan bagaimana kondisi tersebut.

Duh, dulu saya tidak habis pikir, bagaimana bisa, Bandung yang terkenal dengan gaulnya, mempunyai satu daerah yang sampahnya bisa dikatakan sangat banyak. Selain sampah, entah berapa jumlah pengemis dan anak jalanan yang berkumpul di sana.

Tapi itu dulu. Sekarang? Beda kondisi, euy! Tangan dingin sang Wali Kota, Ridwan Kamil, mampu membuat tempat yang dulunya kumuh jadi tempat yang sedap dipandang mata.

Dalam sebuah perbincangan singkat antara saya dan Emil, dia mengatakan bahwa sebenarnya di Bandung itu banyak ruang negatif yang dapat dibenahi dan dipercantik, salah satunya jembatan Pasupati tersebut.

Dan soal kenapa dinamakan Taman Jomblo, kang Emil sendiri malah nggak kepikiran untuk menamakannya demikian. Nama itu sendiri tercetus, ketika dia baru ngeuh tempat duduk yang ada di sana tergolong single seat. Yasudah, akhirnya tema untuk taman itu ‘jomblo’.

Penampakan Depan Taman Pasupati

Awalnya saya pikir yang datang jombloers semua. Ternyata tidak, saudara-saudara! Malah menurut saya, yang jomblo main-main ke Taman Jomblo, justru bikin nambah hati ini sakit.

Bayangin, dong, elo ke taman jomblo berharap menemukan mereka yang senasib dan sepenanggungan, malah menemukan mereka-mereka yang asyik pacaran dan mesra-mesraan. Sakit hati, ‘kan? Sama!

Saya malah syok, ketika mengetahui banyak pasangan yang malah mesra-mesraan di taman itu. Bangke! Justru dengan bangku ‘single seat’, membuat sebagian pasangan merasa lebih intim dan romantis. Yaialah, mereka bisa pangku-pangkuan. Apes!

‘Dalaman’ Taman Jomblo
Nah! Ini pacaran 🙁

 

Buat para jomblo cewek sih enak, kalau di taman jomblo nggak bisa tebar pesona karena banyak lelaki yang membawa pasangannya, bisa melipir ke taman skateboard, yang letaknya masih satu area dengan taman jomblo. Soalnya, banyak juga remaja Bandung yang menghabiskan waktu bermain skate di sana. Lah, yang cowok bagaimana nasibnya? Pikir saja sendiri.

Lebih asyiknya lagi, di Taman Jomblo kita tidak hanya bisa haha-hihi-huhu saja, tapi bisa juga internetan. Kalau yang kayak gini, cocok buat yang jomblo. Akses internetnya juga tergolong cepat, lho!

Ke depannya, masih di area yang sama, Ridwan Kamil bakal membangun Taman Lampion, biar Bandung semakin terang dan berwarna. Gilalah bapak bodor satu ini, idenya bejibun. Dan sepertinya bukan tipikal pemimpin yang NATO (no action talk only), tapi benar-benar action tanpa banyak ngomong.

Selain Taman Jomblo, Taman Skateboard, masih banyak taman-taman lainnya yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Kayak Taman Fotografer, Taman Lansia, Taman Bunga, dan taman-taman lainnya. Asyiklah pokoknya.

Makanya, kalau ke sana jangan lupa untuk mampir ke taman ini. Ya, walaupun sebenarnya tidak ada yang menarik-menarik amat. He he he.

Taman Skateboard
Anak ini mahir banget mainnya
Cihuy

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

17 comments

  1. Penasaran sama taman-taman lainnya

  2. jadi kamu sakit hati setelah kesana dit?

    1. Gimana ya jawabnya? 🙁

  3. Jadi inget dulu sebelum dijadiin taman, bawah kolong jembatan pasupati itu memang ga kepakai, tempatnya luas, dulu kalau ga salah ada yang makai buat parkir gitu.

    Karena cuma nama doang dan ga ada aturannya, ga semua yang datang jomblo sih, kecuali yang punya blog ini. Hhahaha

    1. Buat parkir, iya.. Buat gelandangan, iya. Plus sampahnya yang nauduzubillah banyaknya.

      Kan berharap yang datang jomblo semua nggak papa, dong? *cubit Diana*

  4. *batal ke Bandung nyari jodoh di taman Jomblo* Itu bangkunya dari apa sih?

    1. blok-blok yang kokoh gitu. Apa sih itu namanya. Lupa. #dikeplang

  5. Wah, objek wisata tambahan ini selain floating market, braga culinary night and so on..

    1. Braga Culinary? Nggak direkomendasiin, sih. Padat! Banyak copet

  6. dulu kayaknya space kosong gitu doang deh di bawah pasupati itu. waktu lewat situ beberapa minggu yang lalu kukira memang jadi single seat, makanya diberi nama taman jomblo eh ternyata malah bisa jadi tempat mesra-mesraan ya, dit? hahahaha

    *pukpuk adit*

    1. Sebagai umat yang tidak mengerti perasaan orang lain, memang melakukan itu. Hiks. *bersandar di pundak Kak Kitin*

  7. Semarang kita buat juga ah, barangkali walikotanya mau buat… 😀

    1. Ayo, Mas, dibikin

  8. jadi sebenarnya sama aja kek taman biasa ya dek? apa donk istimewanya?

    1. Istimewa ada pada namanya, dan cara si Wali Kota mempromosikannya.

  9. Hahah…. bangkunya satu-satu tapi ternyata akal bulus tetap jalan ya. Dipakai pangku-pangkuan, ga beres tuh.

    1. Ya, gitu deh, kak 😆

Tinggalkan Balasan