Snorkling Pertama di Pulau Berbentuk Tubuh Buaya

Bila boleh jujur, Padang tidak pernah masuk ke dalam list salah satu daerah di Indonesia yang harus saya kunjungi. Habisnya, mendengar omongan banyak teman yang mengatakan kalau Padang gitu-gitu saja, jadinya saya menyampingkan kota Padang. Apalagi pas mendengar kalau masakan Padang di kota aslinya tidak seenak yang ada di Jakarta.

Kalau memang seperti itu, buat apa saya ke sana? Apa yang bisa saya nikmati? Jam Gadang, doang? Apalah artinya jalan-jalan tanpa makanan enak, bukan? — pikir saya

Namun, ketika Orang Tua mengajak saya dan sejumlah jurnalis untuk bergabung dalam OT Trad Novation Goes to Padang pada Minggu di bulan ke-10 2014, rasa penyesalan pun terjadi.

Sebab, saya diajak untuk mengunjungi satu pulau bernama Pulau Pagang, yang mana orang Padang sendiri ada yang tidak tahu pulau itu dan juga tidak pernah ke sana. Padahal, Pulau Pagang itu cantiknya bukan main! Indah banget. Masih perawan dan masih bersih.

Di pulau yang hanya berjarak 12,7 kilometer dari Kota Padang, wisatawan dibuat terkesima dengan panorama yang tersaji, baik yang ada di dasar maupun di bawah laut. Pulau Pagang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Untuk bisa sampai ke pulau yang dari kejauhan berbentuk seperti tubuh seekor buaya, saya dan rombongan harus terlebih dahulu ke Pantai Carolina. Nantinya, wisatawan akan dibawa menggunakan kapal kayu berkapasitas 30 orang dan akan menempuh perjalanan selama dua jam. Semua itu tergantung dari kondisi ombak.

Setelah salah seorang pemandu wisata dari Losmen Carlos bernama Michael memerintahkan kami untuk mengenakan pelampung sebagai pengaman, dengan cepat kami pun memenuhi ruas kapal agar perjalanan dapat dilakukan segera.

Jarak tempuh Pantai Carolina menuju Pulau Pagang hampir sama dengan waktu tempuh Jakarta-Singapura. Namun, di sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan dengan keindahan laut Teluk Bayur. Asli, tsakep boooo!

Setelah foto-foto, ngobrol ngalur ngidul, tiduran, kapal kayu yang membawa rombongan OT Trad Novation tiba di Pulau Pagang. Pulaunya sepi. Tak ada bangunan semacam penginapan di sana. Hanya ada gubuk bambu yang dijadikan tempat berteduh atau tempat untuk menyiapkan makanan bagi wisatawan.

Biru banget, kan?
Awannya
Welfie

Pulau dengan luas 10 hektar memiliki pasir pantai yang halus dan memesona, seakan kaki berjalan di atas tepung putih. Halus banget. Maka itu, dianjurkan untuk melepas alas kaki sebelum turun dari kapal kayu.

Air laut di pulau yang diapit dengan Pulau Sironjong, Pulau Pemutusan, dan Pulau Sikuai berwarna hijau dan biru. Di pantai itu, aktivitas yang dapat dilakukan adalah snorkling dan bermain banana boat. Pilihan saya jatuh pada snorkling. Kalau mau main banana boat, di Ancol pun bisa! *padahal belum tentu juga mau*

Michael dan timnya tak begitu saja melepas para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam bawah laut. Mereka akan memberitahukan titik-titik mana saja yang banyak ikannya. Saya yang mencoba pertama. Dan benar saja, alam bawah lautnya indah banget, ikannya juga banyak. Terumbu karangnya juga masih terawat dengan baik.

Anak ikan dan induknya
Cantik-cantik kan, ikannya?

Bagi yang awam seperti saya, Michael menyarankan untuk snorkling di kawasan `pinggir`. Sedangkan yang sudah mahir, akan dibawa ke bagian tengah, yang jauh lebih indah.

Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan setiap momen bersama ikan-ikan kecil, Michael menyediakan foto bawah laut secara gratis, karena sudah termasuk ke dalam paket yang ditawarkan Losmen Carlos.

Oia, bagi yang memilih bermain banana boat, akan diajak mengeliling Pulau Pagang sebelum dihempaskan ke laut. Katanya yang nyoba sih, pemandangan keseluruhan di Pulau Pagang benar-benar indah. Nggak nyangka kalau di Sumatera ada tempat seindah itu.

Birunya air laut
Banana boatnya siap

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

14 comments

  1. Akhirnya di-update juga blognya. :))

    1. Iya, Mich. Gara-gara blog tempo hari eror, jadinya baru sempat sekarang

  2. Menariiiiiik!! Eh ada paket murah untuk ke sana ga? Jadi pengen ke Padang lagi. xD

    1. Waktu itu nanya harga di Losmen Carlos ini, harganya Rp 250 ribu per orang. Sudah paketan.

  3. Sebetulnya wartawan yang baik harusnya begini, nulis berita ngeblog juga iya, dobel manfaat hihihihi~

  4. Cakeepppp tempatnya.
    Lihat air birunya agak-agak serem ya rasanya….

    1. Iya, kak. Aku aja agak jiper. Tapi karena sudah terbiasa dengan air laut, jadi yah nyantai aja

  5. postingan ini bikin mupeng to the max campur iriiiii :))

    1. Kak, ah.. Ke sana yoklah kita

  6. sering lihat fotonya tapi nggak tahu tempatnya dimana baru tau dari postingan ini

  7. Rasanya pengen snorkling juga… tapi lum pernah sama sekali…

  8. Pemandangan dan air lautnya fresh banget, keren!

Tinggalkan Balasan