Semalam di Balikpapan

“Liburan ke Balikpapan kok cuma sehari? Kamu baru akan merasakan berada di Balikpapan ketika tiga hari di sana. Kalau cuma sehari, apa yang bisa kamu lakukan?”

… Biarin, kapan lagi bisa ke sana kalau bukan sekarang? Ini `kan mumpung dibayarin. Masalah menikmati atau tidaknya selama di sana karena waktu yang singkat, itu urusan belakangan. Ya, anaknya ngeyel dan nggak mau rugi, sih :p

Atas ajakan seorang kakak, Senin dan Selasa kemarin saya habiskan di Balikpapan, kota yang kata orang bersih, indah, aman, dan nyaman. Apakah demikian adanya? Untuk kali ini, 99 persen saya harus menyetujuinya. Bow, dari langit aja keindahan kota ini sudah terlihat banget, dan itu berlanjut ketika kaki menginjak tanah di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau biasa disebut dengan Bandar Udara Sepingan Balikpapan.

Memang, sih, mengetahui waktu kedatangan di Balikpapan yang cukup siang, sudah  dipastikan tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Tapi, tak apa-apa.. Toh, beberapa jam di sana saja sudah dapat menikmati keindahan dan tatanan kota yang begitu rapi.

Namun, bukan berarti tak ada hal yang dapat dikeluhkan dari Kota Balikpapan ini, lho. Pertama macet dan yang kedua kurangnya kesadaran sejumlah individu untuk tidak buang sampah sembarangan di sungai yang airnya mengelilingi Hutan Mangrove di sana.

Sama halnya seperti Jakarta, di beberapa titik di Balikpapan kemacetan kerap terjadi. Di jalanan Jakarta yang masih tergolong lebih besar dari Balikpapan saja kita suka BT begitu tahu harus berhadapan dengan macet, apalagi di Balikpapan yang jalanannya tak begitu lebar.

Biasanya, sejumlah hal akan saya lakukan ketika berada di mobil sendiri atau taksi yang sedang kejebak macet. Mulai dari tidur-tidur ayam, dengerin musik di gadget, ngobrol sama orang yang menyetirnya, mainan media sosial, atau nge-Youtube.

Paling ngeselin itu lagi nge-Youtube tapi jaringannya nggak stabil. Lagi nonton satu video yang seru banget, eh jaringannya nggak stabil, ini sih ngeselin banget. Buat pembaca blog ini yang berada di sana, tenang, saya ada solusinya.

Baru-baru ini Indosat melakukan drive test atau uji jaringan terbaru Indosat 42 Mbps di kota Balikpapan. Kegiatan modernisasi jaringan ini dilakukan di 23 kota di Indonesia, dan Balikpapan salah satu di antaranya.

Kepala Divisi Optimalisasi Jaringan Indosat, Joko Riswadi yang ikut dalam rombongan itu mengatakan bahwa jaringan terbaru ini merupakan hasil modernisasi jaringan perusahaan secara nasional dengan menerapkan teknologi terbaru, yaitu; U900 dan DC-HSPA+ yang mampu memberikan kecepatan maksimal dengan kualitas sinyal lebih baik di dalam dan di luar ruangan.

Modernisasi, jelas Joko, base transceiver stasion (BTS) yang diperbaharui antara lain dengan teknologi terbaru, dan mengurangi penggunaan listrik namun mampu memberikan jangkauan lebih luas dan kuat.

Siang itu Joko bersama rombongan membuktikannya. Menggunakan bus yang telah dilengkapi dengan televisi dan internet (tentunya), kata-kata itu pun dibuktikan. Bus bergerak menuju lokasi-lokasi rawan macet. Sepanjang perjalanan itu, Joko mengakses situs Youtube dan memutar satu video berkualitas HD. Hasilnya, kecepatan maksimal dari jaringan terbaru 42 Mbps itu adalah 20,5 Mbps.

Uji jaringan ini dilakukan dengan melakukan download dan upload file ke Youtube dengan kecepatan rata-rata mencapai 5,9 Mbps yang berjalan mulus tanpa buffering. Sayang, video yang diputar adalah film Transformer, coba Fifty Shades of Grey pasti lebih seru :p

Dalam kesempatan itu juga, Joko menjajal fitur baru berupa HD Voice. Dengan adanya fitur ini, pengguna Indosat yang berada di seluruh Indonesia, khususnya di Balikpapan, dapat merasakan kejernihan suara ketika menelepon. Menariknya, fitur HD Voice yang mereka hadirkan ini satu-satunya fitur suara jernih yang mengantongi sertifikat dari asosiasi GSMA di Indonesia. Ini merka dapatkan akhir Februari 2015 kemarin.

Oia, meski macet, kendaraannya tertib dan jarang sekali saya mendengar sahutan suara klakson.

Selama uji jaringan ini, mata saya tidak bisa fokus pada satu titi. Di satu sisi harus melihat ke depan di mana uji coba dilakukan, di satu sisi lagi mata ini tak bisa lepas memandangi apa yang tersaji di luar jendela.

Kurang lebih satu jam saya dan teman-teman media dibawa mengelilingi kota Balikpapan. Sesudahnya, kami dibawa untuk mengelilingi hutan mangrove yang ada di sana. Tapi, itu akan saya ceritakan di postingan berikutnya bersamaan dengan nikmatnya makan kepiting di Balikpapan :p

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

4 comments

  1. Ditunggu ajakan uji coba jaringan terbaru di kota lainnya :p

  2. Aku juga mau diajakin kak, jadi kapan aku diajak ?????
    Balikpapan makan kepiting soka enak banget

    1. Keren deh Dit, postingannya. Aku sendiri belum pernah ke Balikpapan….
      Tapi aku setuju, kalau nge-YuTub itu kalau lambat rasanya gak enak.

      Mungkin Adit bisa ikutan jalan juga dengan Cumi… 😀

  3. ada orang balikpapan nih ,salam kenal

Tinggalkan Balasan