Hari Pertama Seleksi Paskibraka Nasional 2016 pun Dimulai

Saya tidak punya persiapan khusus untuk meliput seluruh rangkaian Diklat Paskibraka Nasional 2016. Paling hanya diminta untuk lebih awas supaya saya bisa menghasilkan konten berita yang dapat mendatangkan banyak pembaca. Kantor juga tidak mau tahu bagaimana caranya, saya harus menjadi orang pertama yang mendapatkan informasi penting selama di Cibubur. Kalau saya masih pengin uang di tabungan ada yang mengisi setiap bulan, jangan sampai berita soal Paskibraka Nasional 2016 kebobolan dari media lain.

Saya kira jalanan di Kamis pagi, 21 Juli 2016, bakal macet. Tidak tahunya malah sunyi banget. Saya jadi menyesal sudah buru-buru berangkat dari kantor menuju PP-PON Kemenpora Cibubur tanpa sarapan terlebih dahulu. Saya jadi kepagian sampai di tempat Seleksi Paskibraka Nasional 2016 yang mana seleksi itu sendiri baru dimulai kira-kira pukul 09.00 pagi.

Mobil sedan warna oranye yang membawa saya sudah terparkir di halaman Wisma Soegondo. Namun, saya belum mau turun karena panitia seleksi Paskibraka Nasional 2016 belum ada yang datang. Saya hanya melihat lima orang tukang bersih-bersih sedang menyapu, mengepel, dan mengelap kaca dari masing-masing ruangan yang akan digunakan untuk daftar ulang, tempat istirahat panitia, tempat istirahat para pembina, tempat istirahat para pelatih, dan ruangan khusus bagi jurnalis.

Setelah menunggu kira-kira selama 30 menit, seorang wanita berbadan agak sedikit gemuk dan mengenakan jilbab warna hitam, masuk ke dalam Wisma C yang merupakan ruangan untuk daftar ulang. Satu menit kemudian, wanita itu keluar lagi dengan membawa empat lembar kertas berisi 136 nama Calon Paskibraka Nasional 2016 dari 34 provinsi untuk ditempel di kaca.

Saya pun turun dari mobil. Meninggalkan sebungkus roti bantal keju Sari Roti yang tadi saya beli di supermarket dekat dengan gedung PP-PON. Saya pengin melihat nama-nama yang tercantum di kertas itu. Barangkali ada anak pesohor atau anak orang penting yang pernah terjadi pada 2006 atau 2007.

“Gila, rata-rata yang dikirim dari SMA Negeri unggulan,” kata saya dengan suara yang tertahan di dalam mulut sehabis membaca asal sekolah dari seluruh Calon Paskibraka Nasional 2016.

Fifiyen dan Dea Langsung Menggeret Koper ke Dalam Wisma Soegondo Sebelum Mereka ke RSON untuk Tes Urine dan Rekam Jantung. Mereka Siap Mengikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2016

Boleh dibilang hampir 90 persen berasal dari SMA Negeri 1. Zaman saya, SMA Negeri 1 merupakan sekolah menengah atas yang mempunyai reputasi cukup bagus. Siapa yang berhasil masuk ke situ langsung mendapat “cap” anak pintar. Maklum, syarat untuk bisa masuk ke SMA Negeri 1 adalah rata-rata nilai harus (minimal) 7,5 sampai dengan 8. Tes yang harus diikuti calon murid jumlahnya segambreng. Omong-omong, apakah reputasi SMA Negeri 1 masih sebagus zaman saya dulu atau tidak?

“Maaf, apakah daftar ulang sudah dimulai,” tanya seorang bapak yang baru saja menepuk pundak saya. Bapak itu ternyata pendamping para Calon Paskibraka Nasional 2016 dari Kalimantan Selatan. Fifiyen Gafuri, Verena Dea, Abu Assadiki, dan Akhyel merupakan rombongan pertama yang melakukan pendaftaran ulang. Baru setelah itu, disusul perwakilan dari Sulawesi Barat yang terdiri dari Vebri, Cece, Chandra Gunawan, dan William Emanuel.

Tampang si Chado Serius Banget. Sementara Tampang William Cengok Begitu. Mereka Calon Paskibraka Nasional 2016 dari Sulawesi Barat
Alif, Dinda Awliya, Muhammad Rival Hidayat, dan Amira Merupakan Calon Paskibraka Nasional 2016 dari Yogyakarta. Mereka Menunggu Antrean Pendaftaran Ulang

PP-PON Cibubur yang semula sepi mendadak jadi ramai. Saya pernah merasakan suasana yang sama persis ketika mengantar mama dan papa masuk ke asrama Haji satu tahun yang lalu. Ada yang diantar menggunakan mobil keren dan ada pula yang diantar menggunakan angkutan kota. Provinsi NTB memilih sewa angkot trayek Pasar Rebo-Bekasi untuk mengantar Biyan, Loly, Romzy, Umairah, dan para pendamping ke PP-PON yang berada di Jalan Raya Jambore Nomor 1, RT 008/07, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Rombongan Loly dan Biyan Baru Sampai di PP-PON Kemenpora Cibubur. Mereka Siap Mengikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2016

Calon Paskibraka Nasional Jalani Pemeriksaan Urine dan Rekam Jantung

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah menyiapkan sejumlah kegiatan. Sesuai dengan ketentuan yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 065 tahun 2015. Tim penilai yang berasal dari pihak independen seperti TNI, Polri, Akademisi dari Perguruan Tinggi, Tenaga Medis, dan Jurnalis akan memilih sepasang pelajar dari masing-masing provinsi untuk bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara.

Sementara Calon Paskibraka Nasional 2016 yang tidak terpilih akan langsung dikembalikan untuk dilatih supaya dapat menampilkan yang terbaik saat bertugas di tingkat provinsi.

Seluruh Calon Paskibraka Nasional 2016 Harus Jalani Pengukuran untuk Pembuatan Baju Latihan dan PDU Jika Mereka Terpilih Sebagai Paskibraka Nasional 2016

Sesudah pengukuran PDU dan seragam untuk latihan, siswa dan siswi diminta untuk menaruh tas dan koper di Wisma Soegondo, kemudian langsung menuju Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) untuk menjalani pemeriksaan urine di bawah pengawasan Badan Nasional Narkotika (BNN).

Pemeriksaan urine harus dilakukan hari itu juga. Panitia memang sengaja tidak menunda agar tidak ada satu orang Calon Paskibraka Nasional 2016 yang punya kesempatan untuk berbuat “curang”.

Pasti Akhyel dan Abu Kurang Minum, Deh. Warna Urinenya Gelap Begitu. Salah Satu Seleksi yang Harus Dilalui Calon Paskibraka Nasional 2016

Melihat warna urine dari masing-masing peserta seleksi, saya perkirakan bahwa hari itu mereka kurang minum. Hanya satu sampai lima persen yang warna urinenya benar-benar bening. Sementara yang lainnya berwarna kuning gelap. Beruntung bukan urine yang mengeluarkan aroma bau atau urine berwarna merah. Bisa-bisa nilainya berkurang hanya karena urine yang luput dari perhatian mereka.

Itu Urine Milik Sebagian Calon Paskibraka Nasional 2016. Ewwww… Baunya Begitu, Deh.

Masih dari lokasi yang sama, seluruh peserta seleksi Paskibraka Nasional 2016 juga menjalani rekam jantung. Untuk tes yang satu ini di bawah tangung jawab tim medis Rumah Sakit Olahraga Nasional. Hasil rekam jantung mereka akan diberikan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mengetahui apakah jantung mereka sehat atau tidak.

Sewaktu saya meminta izin masuk ke dalam ruangan tempat para peserta melakukan rekam jantung, saya melihat si Oten sedang diperiksa. Saya lupa apa nama alat itu dan bagaimana pula cara kerjanya.

Hayo, Buat Kalian yang Mau Ikut Paskibra, Pastikan Jantung Dalam Keadaan Sehat ya. Soalnya, Salah Satu yang Akan Dilakukan Saat Seleksi Paskibraka Nasional adalah Rekam Jantung

“Kalau yang saya lihat, jantung anak ini sehat. Bekerja dengan baik. Kayaknya, anak ini rajin olahraga. Ketahuan kok mana anak yang rajin olahraga sama yang tidak. Namun, yang bisa memastikan bukan saya, melainkan dokter spesialis penyakit dalam,” jawab seorang petugas yang memeriksa kesehatan jantung Calon Paskibraka Nasional 2016 dari Jawa Tengah.

Peserta Seleksi Paskibraka Nasional 2016 Saling Berkenalan

Peserta yang masih mengantre untuk melakukan rekam jantung diharuskan menunggu di dalam aula yang berada di lantai empat. Selain mengisi form yang diberikan panitia, masing-masing dari mereka diminta sama kak Wahyu untuk saling berkenalan. Bagaimana juga, peserta yang dinyatakan lolos sebagai Paskibraka Nasional 2016 akan “dikurung” selama satu bulan tanpa komunikasi dengan dunia luar. Mereka akan digojlok, dididik, dilatih, bahkan dihukum pun bersama-sama. Tentunya semua ini untuk kebaikan mereka di hari itu, hari esok, bulan esok, dan 30 tahun yang akan datang.

Gurat bahagia dan sedih tampak begitu jelas di wajah masing-masing peserta seleksi Paskibraka Nasional 2016. Bahagia karena bisa berkenalan dengan orang baru. Sebentar lagi mimpi mereka menjadi seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka akan segera terwujud. Namun, mereka pun tidak dapat menyembunyikan rasa gugup dan tidak siap untuk berpisah dari orangtua. Apalagi masing-masing pendamping sudah mengingatkan mereka untuk segera menghubungi orangtua masing-masing. Sebentar lagi ponsel milik mereka akan ditahan.