Review Film Bebas : Film Adaptasi Terbaik, Suwer!

Suatu siang di bulan Februari 2019, saya dan Jeko, salah seorang teman di kantor, bergunjing soal secarik foto yang diunggah Mira Lesmana di Instagram. Tampak di dalam foto tersebut sejumlah pemain film muda yang bakal terlibat di proyek terbaru Mira, yang disinyalir akan mengadaptasi film box office Korea Selatan berjudul Sunny (2011). Waktu itu Mira masih merahasiakan kalau judulnya adalah film Bebas.

Film Bebas, Bebas, Review Film Bebas, Film Sunny

Mira baru ‘membocorkan’ judul film tersebut di sekitar bulan Maret, saat produser Ada Apa dengan Cinta? ini menggunggah sebuah foto yang kali ini bersama artis-artis kawakan seperti Marsha Timothy, Baim Wong, Susan Bachtiar, Indy Barends, Widi Mulia, Tika Panggabean, dan Dea Panendra.

Sunny boleh dibilang salah satu film favorit yang tak pernah bosan untuk saya tonton berkali-kali. Saya juga sudah menonton Sunny versi Jepang (Our Hearts Beat Together) dan Vietnam (Go Go Sisters). Entah mengapa berat sekali untuk mengatakan bagus. Sunny tetap yang terbaik!

Hal tersebut yang membuat saya agak memandang remeh ketika tahu yang terlibat di film Bebas adalah orang-orang yang ada di foto Mira itu.

“Jangan-jangan yang jadi Suji (tokoh cewek paling cantik di film Sunny) Amanda Rawles? Lalu yang jadi Han Joon-ho (tokoh cowok paling ganteng) si Giorgino Abraham? Malesin enggak, sih?,” kata saya ke Jeko. Memang dasar warganet, suudzon duluan.

Namun, pikiran jelek itu hilang ketika Mira Lesmana menggunggah foto Riri Riza tengah bersama pemain film Bebas muda berseragam SMA. Kali ini saya mantap dan yakin bahwa mereka itu pemeran utamanya. Bagi penonton film Sunny pasti bisa langsung menebak artis-artis muda itu bakal jadi siapa di film Bebas. Kecuali, satu orang, Baskara Mahendra.

Film Bebas, Review Film Bebas, Bebas, Film Sunny

“Kok ada cowok? Soalnya di foto yang kemarin ada Baim Wong juga,” kata saya.

“Mungkin di geng versi Indonesianya ada cowok kali, Kak. Menyesuaikan culture di sini,” kata Jeko.

“Bisa jadi, sih,” kata saya lagi.

Semakin tak sabar saya untuk menyaksikan film Bebas.

Film Bebas Dibuat Se-Indonesia Mungkin

Beberapa bulan kemudian, Mira Lesmana akhirnya memperkenalkan siapa saja tokoh di film Bebas. Ada Kris (Sheryl Sheinafia dan Susan Bachtiar), Vina (Maiizura dan Marsha Timothy), Jesika (Agatha Pricilla dan Indy Barends), Gina (Zulfa Maharani dan Widi Mulia), Jojo (Baskara Mahendra dan Baim Wong), dan Suci (Lutesha dan versi dewasa dirahasiakan).

Para pemain sudah diumumkan, tapi tetap saja ada rasa penasaran yang mengganjal di hati. Kenapa yang dipilih jadi Vina harus Maiizura, bukan Michelle Ziudith? Secara, ya, Michelle ini menurut saya lebih mendekati karakter cewek yang ternyata mengidap diabetes di film Sunny, baik dari wajah maupun gestur. Selain itu, Michelle lebih dikenal sebagai pemain film ketimbang Maiizura yang saya tahu kalau dia itu jebolan ajang The Voice Indonesia. 

Lalu, Lutesha. Why Lutesha? Apalagi peran yang bakal dia bawakan adalah gadis paling cantik satu sekolah, populer, dan juga seorang model. Engga ada yang lebih cakep? Nah, versi dewasanya siapa dong? Yang mirip sama dia memangnya ada? Happy Salma? Atiqah Hasiholan? Oh, jangan-jangan Hannah Al Rashid. Sebab, dandanan Lutesha ini mirip sekali Meriam Bellina. Dan, Hannah selalu disebut cocok jadi Meriam Bellina kalau ada produser yang mau membuatkan film tentang artis watak tersebut.

Namun, balik lagi, Mira Lesmana dan Riri Riza adalah pasangan duet maut yang tidak pernah salah memilih pemain untuk film-filmnya. Jadi, saya yakin sekali para pemain film Bebas ini sudah melewati berbagai pertimbangan dan penilaian, sampai akhirnya mereka yang dipilih. Begitu juga dengan peran cowok paling ganteng, saya pikir bakal diberikan ke Jefri Nichol, ternyata ke Kevin Ardillova.

Singkat cerita, muncul teaser film Bebas. Tak lama berselang yang dinanti-nanti pun nongol, trailer-nya. Ya, Tuhan, tambah tak sabar untuk segera ke tanggal 3 Oktober 2019. Dari trailer-nya saja sudah mesem-mesem sendiri, ketawa geli, dan sedih. Apalagi saat menonton filmnya secara utuh? Bisa-bisa saya nangis kejer.

Nonton Duluan Film Bebas

Tawaran untuk menonton duluan film Bebas datang dari kak Popon. Tanpa ba-bi-bu, saya terima tawaran tersebut.

Tuh, kan, nangis. Iya, saya menangis bahagia begitu filmnya habis. Selesai nonton, rasa-rasanya pengin sekali memeluk Mira Lesmana, yang juga hadir pada kesempatan itu, dan membisikkan ‘Mbak, terima kasih sudah mengadopsi film favorit saya dengan sangat baik sekali’ ke telinganya.

Saya hapal di luar kepala alur cerita film Sunny. Namun, tangan dingin Mira Lesmana dan Gina S Noer berhasil menyulap skripnya menjadi cerita yang jauh lebih menyenangkan, dan relate sekali sama kehidupan di Indonesia.

Gaya berpakaian geng Bebas SMA, cara ngomongnya mereka, kehidupan yang diperlihatkanbenar-benar Indonesia banget.

Harus saya akui, ada beberapa bagian di film Bebas yang memang tidak senendang, selucu, atau sesedih di Sunny. Akan tetapi, kejeniusan Mira Lesmana dan Gina S Noer bisa menempatkan yang lucu dan sedih itu ke bagian yang lain.

Lucu dan sedihnya pun engga tanggung-tanggung, cuy! Pas adegan yang lucu nih, rahang sampai sakit. Tak disangka-sangka, pemain yang semula saya pandang sebelah mata, bisa mengeksekusi adegan lucu tersebut secara sempurna. Gokils!

Sedangkan adegan sedih dan patah hatinya, ya, mohon maaf, pemirsa, pipi saya sampai basah. Adegan dan soundtrack-nya bisa ngepas banget gitu.

Seperti yang saya tulis di atas, Mira Lesmana dan Rizi Riza memang tidak pernah salah dalam memilih pemain. SAYA SUKA BANGET TEKTOKAN GENG BEBAS REMAJA. Menyenangkan sekali melihat mereka berinteraksi. Bikin saya terbahak-bahak dan geli sendiri.

Untuk geng Bebas dewasa sendiri di awal-awal memang enggak seasyik yang remaja. Maklum, ceritanya kan mereka sudah terpisah lama dan baru ketemu lagi setelah puluhan tahun. Menurut saya wajar kalau mereka baru panas di akhir-akhir.

Interaksi geng Bebas remaja sama keluarganya juga bagus. Terutama Vina dan keluarganya, TE OO PE BE GE TE. Sunda pisan euy! Adegan Suci ngebentak ibu tirinya juga bagus. Asyiklah pokoknya mah. Asli.

Film Bebas Bertabur Bintang

Film berdurasi 120 menit bertabur bintang. Dari yang peran utama, peran pembantu, sampai peran yang ‘numpang lewat’ adalah pemain-pemain bagus semua.

Setidaknya, enam orang yang bukan pemeran utama ini benar-benar mencuri perhatian saya.

1. Darius

Walaupun nongolnya pas adegan bangun tidur, pamit mau dinas, dan ketiduran di mobil, gantengnya enggak pudar. Bangun tidur saja cakep doi! Apalagi habis mandi, yekan?

2. Oka Antara

Om-om anak tiga ini pesonanya pun tak pudar meskipun munculnya cuma seuprit di akhir. Cocok sih doi memerankan karakter tersebut.

3. Sarah Sechan

SEMBAH! SEMBAH! SEMBAH! Sarah Sechan gelok. Enggak bakal sepecah itu kalau peran tersebut tidak jatuh ke tangannya.

4. Dea Panendra

TOLONG KEPADA PARA PRODUSER UNTUK MEMBERIKAN FILM KEPADA DEA. T O L O N G!

Enggak paham lagi sama cewek ini. Walaupun perannya bukan yang utama, tapi dia bisa mencuri perhatian penonton untuk suka sama aktingnya. Love you, Dea! Semoga sehabis film Bebas ada film yang menempatkan kamu sebagai pemeran utama.

5. Jefri Nichol

Harap tenang, gaes! Dedek Nichol muncul kok di film Bebas. Memang cocok peran tersebut untuk bocah ini. Tengilnya dapat, nakalnya apalagi, pas beneur! Tanpa karakter Nichol, film Bebas terasa hambar.

6. SI ITU TUH

Yang ini nggak boleh dibocorkan. Pokoknya, ini artis bisa jadi siapa saja. Nah, di film Bebas, dia lagi-lagi menunjukkan bahwa dia memang artis serba bisa jadi siapa saja.

Film Bebas, Adaptasi Terbaik

Pada 1995, tahun yang menjadi latar dari film Bebas, saya masih duduk di bangku kelas 2 SD. Dan itu pun di Medan.

Saya tidak tahu bagaimana kehidupan remaja SMA pada zaman itu, terlebih reanak SMA di Jakarta.

Meski demikian, saya dapat menikmati suasana tahun tersebut yang disuguhkan lewat film Bebas ini.

Kalau lagu-lagunya sih di luar kepala semua, karena diracuni mama. Dan semua lagu di film Bebas, bikin penonton bawaannya mau sing a long sambil joget-joget saking familiarnya.

Menurut saya, film Bebas merupakan film adaptasi terbaik selain Sweet 20.

Terima kasih banyak Mira Lesmana, Riri Riza, Gina S Noer, dan semua yang terlibat di proyek film Bebas ini. Terima kasih CJ Entertainment mempercayakan film Sunny untuk diadaptasi sama duo gelo ini. Saya bahagiaaaa sekali. Terima kasih juga sudah menciptakan karakter Jojo yang dimainkan dengan sangat apik sama Baskera Mahendra.

Satu lagi film bagus yang muncul di tahun ini. Ingat, film Bebas BUKAN JIPLAK film Sunny, melainkan adopsi. ini merupakan proyek kerja sama resmi, enggak asal jiplak.

Yang masih bilang jiplak, saya doain Anda punya jodoh.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

Tinggalkan Balasan