Piknik Para Penggila Buah di Kampung Budaya Sindangbarang

Saya tidak begitu hapal nama-nama tempat wisata di Bogor selain Kebun Raya Bogor (KBR), Taman Safari, Sentul, Taman Wisata Gunung Pancar, dan Taman Rekreasi The Jungle. Saya pun jadi penasaran sama Kampung Budaya Sindangbarang begitu dapat ajakan piknik fruitaholic di sana.

Jumat dua minggu lalu editor saya geleng-geleng kepala melihat saya yang sudah selesai mengerjakan stok tujuh berita untuk hari Sabtu. Habis saya mau piknik sama Sunpride di Kampung Budaya Sindangbarang, jadi semua tugas harus dirampungkan di hari Jumat.

Peserta piknik Fruitaholic Sunpride. Silakan dipilih!

Kampung Budaya Sindangbarang adalah salah satu tempat wisata tidak jauh dari Jakarta dan cukup mudah dijangkau. Keluar TOL Sentul belok ke kanan, melewati terminal bus Baranangsiang, ke arah kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), lalu coba tanya warga sekitar karena saya lupa gara-gara ketiduran.

Saya tentu happy sekali diajak piknik sama Sunpride ke tempat wisata sejarah seperti Kampung Budaya Sindangbarang di Bogor ini. Apalagi piknik hari itu bisa dibilang piknik sehat. Bayangin saja, selama perjalanan kami diberi camilan buah-buahan Sunpride.  Ada nanas, pisang, apel, dan pepaya. Saya memilih pisang, tinggal hap!

Makan apa pun harus dihayati, kan? Termasuk makan buah pisang dari Sunpride

Disambut pemain angklung Gubrak

Bogor hari itu cukup padat. Tampak kendaraan roda empat dengan plat B yang siap memadati tempat wisata yang paling sering didatangi warga Jakarta. Sementara itu rombongan baru berangkat dari fX Sudirman sekitar pukul 07.30 pagi, jadi telat sampai di sana. Yang sampai duluan malah rombongan tim Sunpride.

Satu yang menarik ketika sampai di Kampung Budaya Sindangbarang adalah cara penduduk di sana menyambut para tamu. Ada pertunjukan seni angklung gubrak yang dibawakan ibu-ibu para baya. Angklung yang dipakai berukuran cukup besar. Tinggi aklung sama tinggi tubuh para pemainnya hampir sama. Nenek yang sedang joget bersama saya itu orangnya kagetan dan latahan. Dia pemimpin di grup ini.

Disambut pemain angklung gubrak

Pak Ukad, orang tua yang dimuliakan di kampung situ bilang kalau permainan angkung gubrak berukuran besar itu tidak hanya untuk menyambut tamu saja tapi juga mengiri ritual tanam padi yang telah menjadi tradisi turun temurun di sana.

Penduduk di Kampung Budaya Sindangbarang percaya alunan merdu yang membahana dari angklung gubrak dapat menyuburkan tanaman (padi).

Tujuan piknik di Bogor

Ajakan piknik datang mendadak. H min tiga apa H min dua gitu. Saya yang memang belum ambil cuti untuk sekadar piknik sudah pasti tidak akan menolak. Siapa tahu habis dari Bogor bakal diajak ke Lampung, right?

Sunpride tentu punya alasan mengajak kami piknik di Bogor. Seperti kata Marketing and Communication Sunpride, kakak Luthfiany Azwawie, piknik fruitaholic Minggu itu bertujuan menyegarkan kembali jiwa dan raga kami dan mereka. Enam hari berteman gawai pintar dan komputer, beri kesempatan tubuh untuk rileks, menikmati alam yang segar agar oksigen di tubuh bekerja sempurna.

Ngobrol-ngobrol santai dulu

Pun ada alasan memilih Kampung Budaya Sindangbarang sebagai tempat piknik. Karena Sunpride punya satu komitmen yang terus mereka pegang, peduli situs warisan budaya yang ada di Indonesia. Produk Indonesia harus cinta sejarah di Indonesia.

Dari obrolan santai itu juga saya jadi tahu bahwa Rejuve, jus sehat favorit saya, masih saudaraan sama Sunpride. Pantas harga satu botol Rejuve tidak murah, menggunakan buah-buahan Sunpride, toh. Pantas segar dan tidak boleh diminum lama-lama. Buah yang digunakan pasti, tanpa bahan pengawet pula. Ngomong-ngomong, saya dapat banyak voucher Rejuve, lho. *kipas pakai voucher*

Kegiatan yang dapat dilakukan di Kampung Wisata Sindangbarang

  1. Mengunjungi Situs Batu Karut dan Batu Kursi

Poin kedua yang membuat kegiatan super menyenangkan ini pantas disebut piknik sehat adalah turis kudu hiking kalau mau melihat situs bersejarah yang ada di Kampung Wisata Sindangbarang.

Saran saya buat turis cewek, pakai sepatu yang nyaman ketika digunakan jalan jauh. Jangan teplek apalagi hak tinggi karena elo bukan mau mangkal. Pakai celana panjang bukan jeans. Jangan pula celana pendek atau rok pendek yang ketat pula, karena elo bukan gadis kampung yang mendadak kaya raya di kota lalu sedang balik kampung. Lagipula banyak nyamuk dan serangga.

Seperti saat mau ke Batu Karut, batu berukuran besar yang belum jelas berasal dari mana (peninggalan alam atau buatan tangan manusia), kami harus melewati jalan setapak, tanjakan yang lebar antara sisi kanan dan kiri tidak lebih lebar dari badan saya, lalu ketemu jalan besar yang masih mengharuskan kami untuk jalan kaki dan menanjak.

Saat peserta piknik Fruitaholic melihat situs Batu Karut dan Batu Kursi

Kemarin mau naik ke atas Batu Karut, biar kayak pasukan Laskar Pelangi yang sedang berdiri di atas batu berukuran besar di tepi pantai pulau Belitung. Tapi nggak boleh sama Pak Ukat. Nanti jatuh, kata beliau.

Sesudah foto-foto di Batu Karut, jalan kaki dilanjutkan ke situs Batu Kursi. Jarak dari Batu Karut ke Batu Kursi sebenarnya cukup dekat jika berjalan di jalanan lurus. Ini terasa jauh karena lagi-lagi harus menanjak. Sebagai anak fitnes tidak boleh menyerah jalan kaki dengan rute kayak begitu. Harus buktiin bahwa tubuh kita benar-benar fit. Jangan ngomong anak fitnes kalau turun ke bawah pulang memilih naik motor. Ih.

Pak Ukat mungkin tahu kalau turis lokal yang datang hari itu tidak semuanya fit. Jadi tidak semua situs disinggahi. Cuma dua saja. Habis dari situ kami balik ke tempat semula untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan selanjutnya.

  1. Menangkap ikan

Minum satu botol jus segar Rejuve untuk mengembalikan cairan yang hilang rupanya tidak cukup mengenyangkan. Belum ada 15 menit sudah lari ke meja makan untuk menyantap nasi putih, tahu dan tempe goreng, sambal ikan teri, dan lalapan. Sumpah. Nikmat banget. Habis makan mau jalan lagi saya siap.

Paling enak dan paling pas kalau habis makan siang di atas bale-bale yang terbuat dari bambu dan dikelilingi pepohonan adalah tidur siang. Kenyang bikin malas gerak. Tapi kalau nggak gerak nanti gendut. Kalau gendut nanti pacar marah. Kalau pacar marah susah dibujuk.

Tangkap ikan saja rebek banget pakai kantong plastik segala

Kami menyanggupi tantangan menangkap ikan di lumpur. Ikan ada 10 ekor tapi yang muncul itu lagi itu lagi. Saya cukup sulit mengimbangi badan setiap kali mau jatuh gara-gara terperosok di kolam lumpur. Dan saya paling nggak bisa kalau disuruh menangkap ikan atau memegang hewan apa pun dengan tangan kosong. Setidaknya tangan dibalut sarung atau minimal plastik kresek.

Aquarius itu mudah banget menyerah. Gara-gara gagal melulu menangkap ikan, saya pilih naik, bersih-bersih kaki, balik ke bale-bale ambil anduk, dan mandi. Yang masih bertahan di kolam Ochoy dan Aryan.

  1. Bikin orang-orangan sawah

Sudah capek melakukan beragam aktivitas yang menguras energi, di penghujung piknik para fruitaholic belajar bikin orang-orangan sawah. Beberapa berhasil tapi saya yang termasuk gagal. Belum apa-apa sudah menyerah. Kayaknya gara-gara kegedean jari jadi sulit merajut jerami yang telah disediakan.

Ya sudah, ujung-ujungnya menjadi mahluk yang berusaha mengagalkan peserta lain untuk tidak membuat orang-orangan sawah dari jerami.

Pulang bawa banyak buah-buahan

Piknik di Kampung Budaya Sindangbarang harus berakhir. Jam di tangan masing-masing seperti memberitahu jika tidak pulang sekarang maka kemungkinan besar sampai di Jakarta akan malam hari (gara-gara macet).

Aryananta Razki dinyatakan sebagai pemenang konten kontes #buahpastisunpride . Aryan pantas menang. Video yang katanya dibuat H-1 sebelum kontes resmi ditutup memang unik dan Cuma Aryan yang kepikiran membuat video kayak begitu. Sedangkan Mbak Nunik Rachmawati sebagai pemenang live tweet. Selama nggak ada Mbak Rere, keberuntungan berpihak ke yang lain. 😆

Para pemenang mendapat parcel berisi buah-buahan Sunpride. Yang nggak menang, boleh ambil sebebas-bebasnya buah yang ada di sana. Dan ternyata jumlahnya lebih banyak daripada yang menang. 😆

Pulang piknik disakui buah-buahan Sunpride
Supaya masyarakat Kampung Budaya Sindangbarang Bogor selalu sehat

Nuhun Sunpride telah mengajak saya piknik ke Kampung Budaya Sindangbarang. Kalau tidak, mungkin informasi saya mengenai tempat wisata di Bogor tidak akan bertambah. Terimakasih juga Mas @romlindonesian untuk semua foto-fotonya

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

10 comments

  1. Publish juga tulisan ini. *buang peluh*

  2. Hahaha kirain udah publish kemarin-kemarin… ??

    1. Belum, Choy. Cari waktu yang pas untuk update.

  3. niceeee!!! Seru banget pikniknya! Sayangnya aku gak diajaaak… hehehehe… 😀 😀
    kaosnya kuning2 tampak segeeeer!

    1. Cc: tim Sunpride..

      Seru banget, kak. Kurang lama saja waktunya 😆

  4. Selama nggak ada Mbak Rere, keberuntungan berpihak ke yang lain – aku suka kalimat ini :)))))

    1. Betul, kan? #gimana

      *digeplak Mbak Rere*

  5. Yang aku gak jadi ikut, hihihi… :p

    1. kamu sibuk anget sih

  6. begini ni yang dinamakan pikinik yang berkualitas, semua moment dapat ilmu, kebersamaan, keceriaan, ihh enak bngt dah

Tinggalkan Balasan