Pempek Megaria dan Kenangan Indah di Masa Lalu

Sudah sejak lama saya mengetahui kalau di Megaria ada pempek (yang konon kabarnya) terenak di Jakarta. Tapi, memang belum ada kesempatan saja untuk membuktikan omongan banyak orang itu.

Sampai pada akhirnya, sekitar dua bulan lalu, saya berhasil mencicipi pempek yang ada di sana, dan membuktikan apa yang selama ini orang berikan kepada saya.

Mampir ke sini juga tanpa disengaja. Pulang liputan dari RSCM sekitar pukul 19:00 WIB, teman-teman wartawan lainnya mengajak  saya untuk menghabiskan waktu sejenak di Megaria.

Awalnya kami sempat panik dan hampir kecewa mengetahui kedai pempek yang (dulunya) berada di bagian depan tutup, sedang direnovasi. Begitu kami tahu kalau kedai pempeknya pindah ke bagian belakang, rasa kecewa tersebut buru-buru kami kubur.

Kedai yang pindah di bagian belakang ini bangunannya cukup luas. Soalnya gabung sama Bakmie Megaria dan ada rujaknya juga. Malam itu, suasana di sana cukup ramai, bahkan sangat ramai.

Berhubung di tempat liputan tidak mendapatkan makan malam, rasa lapar yang saya rasakan pun semakin menjadi. Daripada keburu enggak napsu, mending langsung pesan saja.

Niatnya juga makan pempek, ya sudah pasti makannya pempek, walaupun ada bakmie di situ.

Ada pun pempek yang saya pesan di antaranya pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek tahu, pempek kulit, dan pempek kapal selam yang kecil. Ha ha ha ha *khilaf*

Pempek Kapal Selam dan Kulit
Pempek mini

‘Enak. Ikannya berasa’ itulah komentar saya ketika mencicipi pempek di sana. Ya, selama ini saya makan pempek di Jakarta, ikannya kurang berasa, yang berasa cuma tepungnya doang. Pun dengan cukanya, enggak terlalu asam dan pas banget rasanya ketika dimakan bersamaan dengan pempeknya.

Gimana, ya, menjelaskannya. Pokoknya, tekstur dari pempeknya empuk banget, tidak berminyak, lembut, tidak amis. Ah, benar-benar enak, deh. Apalagi, minumnya itu es kacang merah. Nyes. Enyak, enyak, enyak.

Oia, satu lagi, rujaknya juga enak! Buahnya segar dan banyak macamnya. Sambal kacangnya, bikin ketagihan. Apalagi kalau rujaknya habis, dan bumbunya dicampurkan dengan pempeknya, duh, sumpah enak!

Rujaknya itu lho!

Sangking enaknya, pempek Megaria benar-benar bikin saya ketagihan. Setelah malam itu, di hari-hari selanjutnya, kalau lagi liputan di sekitar Senen atau Salemba, pulangnya wajib nongkrong di sana. Ha ha ha.

Kata teman-teman wartawan yang senior, pempek Megaria ini dulunya tempat kencannya para wartawan. Terlebih untuk wartawan kesehatan dan News. Yang kesehatan liputan di RSCM, sedangkan wartawan News-nya liputan di gedung PPP, rumah Wamenkes, Balai Kota, dan tempat lainnya yang ada di daerah sana. Maka itu, Megaria merupakan tempat bersejarah bagi perjalanan cinta buat segelintir jurnalis.

Btw, redpel saya juga gitu. Katanya, dulu dia dan suaminya sekarang kalau kencan di sana. Sedangkan saya, belum menemukan cinta yang pas untuk diajak kencan di tempat itu. Ha ha ha.. 😆

Kembali ke soal pempek di Megaria. Untuk harganya sendiri cukup murah, bahkan murah banget kalau dibandingi sama harga pempek yang ada di mal-mal.

  • Harga pempek kapal selam dan lenjer : Rp 15.000
  • Harga pempek yang kecil-kecil : Rp 3.500
  • Rujaknya : Rp 16.000
  • Es kacang merah: Rp 15.000
Pempek Megaria
Kompleks Bioskop Megaria, Jl. Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat
Senin sampai Minggu: 10:00 sampai 22:00 WIB

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

18 comments

  1. Kopdar Pempek, yuk?

  2. Yuk kopdar pempek di Megaria! 😀

  3. Oh ternyata megaria itu tempat bersejarah.. :))

    1. Kata wartawan senior 😆

  4. Kangen megaria deh. Lama gak ke sana. T.T

    1. Ke sana lagi, gih. Entar beliin aku pempek ya

  5. Jadi kapan kopdar pempek?

    1. Nah, kapannya tanya kak Chika yuk, kak.

  6. aduh, pengen makan pempek.. udah lebih dari 2 bulan ga makan pempek.. 🙁

    1. Cari dong Mas di Jepang. Hahahaha

  7. bentuk pempeknya kok ga meyakinkan bol?
    itu gak pake cuka? cuma pake bubuk ajah?

  8. megaria dimana sik? *jeng-jeng!

  9. Kok ngeri ya penampakan yang pakai daging itu…

  10. Megaria rasanya gak seenak duluuuu.. Huhuhu.. Kalo dulu tuh lebih keringetan makannya karena tempatnya yang sempit dan entah deh.. apa karena aku yang udah nyoba tempat2 lain yang lebih enak ya? Jadi kesannya si pempek megaria ini degradasi. :))

  11. Sejak pindah kursusan ke jalan imam bonjol, pasti 2 minggu sekali main kesana sama teman sekelas. selalu rusuh =)), tapi bener sih mpek-mpeknya enak dan murah. jadi bisa kalo mau pesan porsi nambah dan tak tahu malu *lah*

  12. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pempek.
    pempek adalah makanan khas palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Bumbu pempek yang berwarna hitam kecoklat-coklatan yang biasa disebut cuka atau cuko dalam bahasa palembang.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Informasi Seputar Indonesia

Tinggalkan Balasan