Tasya Nabilah : Punya Tekad yang Kuat Harus Diwujudkan

Profil dua orang anggota Paskibraka Nasional 2016 Putra sudah ada di blog ini. Rayhan Aditya dari Aceh dan Ridho Andriansyah dari Lampung.

Sementara untuk yang putri, baru ada Cut Aura doang. Supaya seimbang dan si pemilik gelar Ratu Pelor ada temannya, saya ulas mengenai Tasya Nabilah, Paskibraka Nasional 2016 dari Bengkulu.

Kemarin malam, Tasya saya paksa untuk mau saya ulik-ulik, saya tanya-tanya, dan saya kepoin. Kalau Tasya menolak, saya pastikan rambut panjangnya yang hitam, yang harus dipotong demi tugas negara, akan lama baliknya.

Meski punya kemiripan nama, bukan berarti Tasya Nabilah, Paskibraka Nasional 2016 yang berada di tim Arjuna, memiliki hubungan darah dengan Nabilah JKT48. Saudara jauh, bukan. Adik kakak juga bukan.

Tasya Nabilah juga tidak pernah menjadi seorang penyanyi cilik. Kalian yang lahir di zaman Primus Yutisio masih dipercaya menjadi pemeran utama di beberapa judul sinetron, mungkin pernah mendengar atau tahu tentang sosok anak perempuan yang mengaku seorang gembala sapi, tapi takut gelap, dan anak ini bakal senang banget kalau musim liburan tiba. Sosok anak perempuan itu bukan Tasya Nabilah. Ingat, bukan Tasya Nabilah, melainkan Tasya Kamila. Terdengar mirip, tapi mereka adalah dua orang yang berbeda.

Tasya Nabilah Itu yang Baju Biru Rambut Panjang. Ini Di Saat Tasya dan Seluruh Calon Paskibraka Nasional 2016 Outbound Menunggu Pengumuman

Oke, pembukaannya sudah cukup, ya. Sudah boleh dimulai, kan? Mohon dibaca baik-baik. Ambil hikmahnya jangan ambil pacar orang lain. Kecuali kalau kalian saling sayang, jadian, lah. Kalau bisa putusin dulu yang lama, baru jadian lagi. Oke, oke, saya salah. Demi Tuhan, saya tidak sedang curhat.

Catatan penting buat kamu. Semua percakapan yang saya tulis ini sudah melewati proses editing.

Tasya, sebelum sampai di titik ini, pernah punya mimpi untuk menjadi seorang Paskibraka Nasional 2016? Kalau iya, kenapa dan kalau tidak, apa sebenarnya mimpi terbesar seorang Tasya Nabilah?
Iya, kak, aku dari kecil pengin banget jadiĀ  Pasnas. Waktu kecil, suka menonton upacara 17-an di teve. Waktu itu, melihat kakak-kakak Pasnas mengibarkan bendera merah putih kelihatannya keren banget. Jadinya pengin juga.

Karena masih kecil, jadinya belum tahu apa-apa, kak, masih labil, lah. Terus, orangtuaku bilang kalau kelak mau melihat aku mengibarkan bendera di Istana juga. Ya, aku iya-iyain saja.

Terus, waktu SMP, ada ekstrakulikuler Paskibra di sekolah, kemudian aku teringat pesan orangtuaku waktu itu, kak. Jadinya aku gabung Paskibra, deh.

Waktu SMA baru mengerti Paskibra itu apa. Dari situ aku bertekad banget buat jadi Pasnas karena pengin buat orangtua bangga, pengin mewujudkan permintaan mereka. Alhamdulillah lolos, bisa jadi Arjuna Bima 2016. Ini termasuk mimpi terbesar aku juga, kak.

Dengan gelar Paskibraka Nasional 2016 yang Tasya sandang, merasa memikul beban berat, nggak? Secara tidak langsung, segala tindak dan perbuatan kamu bakal dilihat orang. Beban-beban seperti apa yang kamu rasakan banget?
Nggak terlalu sih, kak. Yang penting sikapnya dijaga saja. Kalau dilihatin orang, itu pasti.

Seperti yang kakak bilang tadi, kalau di tempat umum, mungkin kita harus sedikit jaga sikap, jangan terlalu cengengesan.

Termasuk beban di sekolah? Misal,”Duh, nilai aku harus bagus. Kalau jelek, nama Pasnas juga yang jelek.”
Nah, itu juga, kak. Apalagi yang semester ini banyak ketinggalan jadi harus mengejar mata pelajaran yang tertinggal.

Lantas, bagaimana Tasya menyikapinya? Sempat “hampir mau mati” tidak mengejar ketertinggalan itu?
Kalau itu aku harus gerak cepat, kak. Kita cari apa saja tugas atau ulangan yang ketinggalan, terus kalau ada waktu kosong, dikerjakan tugasnya biar kelar. Kalau ketinggalan materi, harus banyak-banyak belajar sendiri, apalagi materi yang sudah lewat, kalau kurang mengerti aku tanya ke teman.

Pelajaran apa yang sulit banget kamu kejar?
Matematika peminatan, kak. Soalnya lebih ribet menurutku.

Koreksi kalau aku salah… Katanya, kamu ini siswi percepatan?
Iya, kak, tapi waktu SMP.

Lalu, lalu, setelah balik ke Bengkulu, hal apa yang bikin kamu susah move on dari Cibubur? Atau Tasya itu tipikal anak yang… hmmm… ya, sudah, lah, toh nanti bakal kumpul-kumpul lagi?
Waktu itu sempat memutar CD yang kak Adit kasih. Terus jadi teringat sama Wisma, sama teman-teman, dan semuanya. Jadi galau lagi. Terus kalau flashback lihat foto-foto waktu di asrama. Pengin banget bisa kumpul lagi.

Jujur, ya, siapa Pasna Putri dan Putra yang semula kamu tidak suka, eh malah jadi suka dan jadi teman?
Kalau Putri, waktu masih tes, aku sama Rara diam-diaman, kak. Soalnya, Rara orangnya pendiam kalau belum kenal. Eh, waktu sudah mulai Diklat Paskibraka Nasional 2016, jadi menempel terus sama dia.

Kalau Putra, si Adit dan Ulla. Awalnya tidak kenal, tidak pernah teguran juga. Pas kenal, mereka berdua kocak.

Rara di mata Tasya adalah teman yang seperti apa?
Asyik. Kadang suka lucu sama kelakukannya, kak.

Ketika kamu diminta untuk memilih salah satu dari Rara, Jennifer, dan Gloria, kamu bakal memilih siapa?
Kayaknya Rara, kak. Soalnya klop banget sama dia.

Saking Dekatnya Tasya dan Rara, Paskibraka Nasional 2016 Putri dari Lampung, Makan pun Tak Bisa Jauh

Tasya menilai diri sendiri sebagai sosok yang?
Mungkin sosok yang bertekad kuat. Karena kalau sudah punya tekad sama sesuatu, sebisa mungkin akan aku kejar, kak.

Contohnya?
Waktu tes kelas akselerasi itu, kak. Awalnya orangtuaku kurang setuju aku ikut kelas percepatan tapi aku memaksa pengin ikut tes dan akhirnya lulus juga. Alhamdulillah.

Sudah adakah cowok yang mendekat? Atau jangan-jangan memang sudah ada? Kriteria cowok idaman Tasya yang seperti apa? Secara, Tasya ini sudahlah cantik, pintar, tinggi, Pasnas pula.
Hmmmm… Tidak tahu, kak. Wkwk (YA TUHAN. ANAK-ANAK INI KALAU KETAWA KENAPA HARUS WKWK, SIK?) Cowok idaman kalau bisa yang lebih tinggi dari aku, terus orangnya asyik, dan nyambung kalau mengobrol sama aku.

Tasya pernah terpuruk? Kapan dan karena apa?
Kayaknya belum, kak.

Kamu kan bakal jadi pelatih. Kamu mau jadi pelatih yang kayak bagaimana?
Menjadi pelatih yang tegas saja sama Capasnya. Toh, kita juga bagi ilmu sama mereka.

Pesan dan saran untuk penerusmu yang akan jadi Calon Paskibraka Nasional?
Semangat terus. Di tangan kalian merah putih akan berkibar lagi pada 17 Agustus 2017 nanti. Jadi tunjukkan yang terbaik.

Tasya Nabilah
Paskibraka Nasional 2016 Bengkulu

Tempat dan Tanggal Lahir : Bengkulu, 3 November 2000.
Asal sekolah : SMA Negeri 5 Bengkulu
Hobi : Membaca dan berenang
Motivasi : Ingin bersilaturahmi dengan teman-teman dari seluruh Indonesia
Nama orangtua : Drs Syaifuddin dan Vista Veronita