Ridho Andriansyah : Terpuruk Karena Tifus, Kembali Semangat Berkat Dukungan

Delapan orang Calon Paskibraka Nasional 2016 Putra duduk di dekat tangga menuju kursi penonton di lapangan Mabes TNI Cilangkap. Wajah mereka agak pucat. Mereka belum diberi izin untuk mengikuti tes Kesemaptaan pertama, yaitu lari keliling lapangan selama 12 menit, sampai petugas medis menyatakan mereka dalam keadaan baik-baik saja. Tekanan darah mereka tinggi sekali. Kalau dipaksa lari, bisa-bisa mereka pingsan, yang akan memengaruhi nilai keseluruhan tes yang sudah dan akan mereka kerjakan.

Di antara mereka terdapat sosok Ridho Andriansyah, Paskibraka Nasional 2016 dari Lampung. Berkenalan dengan Ridho pun sekadarnya saja. Sebatas meminta keterangan siapa nama dan dari mana dia berasal untuk keperluan penulisan berita. Waktu itu masih sulit untuk menghapal semua nama Calon Paskibraka Nasional 2016 karena yang digunakan sebagai identitas diri mereka adalah nomor dada dan nomor punggung.

Coba Cari Keberadaan Ridho Andriansyah, Paskibraka Nasional 2016 dari Lampung

Sejauh saya mengenal Ridho, boleh saya katakan bahwa dia adalah sosok remaja yang menyenangkan. Ada saja ulah yang dia lakukan selama di lapangan bersama teman-teman Arjuna dan Bima yang lain. Ridho juga tergolong penghuni Desa Bahagia yang suka bangun pagi. Bahkan lebih pagi ketimbang Duhe. Tempo masih di Cibubur, Ridho tidak banyak cerita tentang kesehariannya, maupun suka dan duka yang sudah dia lewati sampai akhirnya lolos sebagai Paskibraka Nasional 2016 Putra mewakili Lampung.

Kira-kira bagaimana kabar terbaru Ridho, cowok kelahiran Bandar Jaya, 5 November 2016, setelah menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara, empat bulan yang lalu? Simak obrolan saya bersama Ridho berikut ini. Tentu semua percakapan yang saya tulis sudah melewati proses editing.

Dho, boleh tanya-tanya? Mau bikin profil kamu untuk saya taruh di blog?
Pasti yang mau dibahas soal status! (asli, ini anak PEDE BANGET)

PEDE BANGET!
Halah. Setiap yang berhubungan sama saya, pasti yang kakak singgung soal status melulu (Iya, sih. Ha ha ha)

Dih, ge-er kamu. Kita mulai, boleh?
Boleh!

Paskibraka Nasional bagi seorang Ridho adalah…
Suatu hal yang sangat berharga dan membanggakan karena itu menjadi sejarah hidup saya. (standar!)

Membanggakan? Memangnya harus menjadi seorang Pasnas dulu agar bisa bikin bangga orang lain?
Iya, tidak harus, kak. Namun, hal yang saya maksud membanggakan itu karena peluang, kesempatan, dan rezeki ini hanya datang satu kali seumur hidup, kak. Dan juga saya bangga karena usaha saya tidak sia-sia. Usaha agar bisa menjadi seorang Paskibraka Nasional itu tidaak gampang. Mulai dari ketinggalan pelajaran untuk latihan mingguan, belajar buku PSI yang tebal banget, dan banyak yang harus dipersiapkan. Dari ratusan sekolah dan ribuan anak sekolah setiap Provinsi, cuma satu yang akan dipilih. Jelas itu membanggakan bagi saya. Saking bangganya sampai menangis waktu itu.

…Berikan tepuk tangan buat Ridho, teman-teman!

Apa yang pengin Ridho tunjukkan ke orang-orang dengan terpilihnya Ridho sebagai Paskibraka Nasional 2016?
Sebenarnya tidak ada yang pengin saya tunjukkan. Ikut alur saja, kak.

Alur yang bagaimana, Dho?
Bagaimana, ya, menjelaskannya. Ya, begitulah, pokoknya, kak.

Oke, tak masalah. Kemudian, dari sekian banyak tes, mana menurut Ridho yang paling berat? Yang membuat kamu merasa “Ah, kayaknya nggak bakal lolos” karena saking susahnya…
Sudah pasti fisik. Soalnya, saya baru benar-benar mengeri Paskibra itu di bulan Maret, kak. Di situ ada senior Paskibraka Nasional tahun lalu. Dia menceritakan tahap-tahap apa saja yang harus dia lalui dan tes-tes apa saja. Dari situ saya baru mengerti bahwa fisik sangat diperhatikan. Sementara tes kabupaten bulan April. Jadi, dalam waktu satu bulan, saya mempersiapkan fisik, dan itu susah banget. sampai-sampai kena gejala tifus. Dua hari sakit badan, turun tujuh kilogram. Padahal badan sudah ideal. Begitu sembuh, susah banget bukan menggemukannya lagi, kak.

Berat badan saya turun dari 66 kilogram menjadi 59 kilogram.

Nah, yang membuat kamu yakin bisa lolos seleksi Paskibraka Nasional apa? Kalau kamu sendiri sempat tidak yakin karena masalah tes fisik itu?
Yang paling membuat saya yakin adalah dukungan-dukungan, terutama dari orangtua, senior, dan yang paling utama adalah pelatih. Saya merasa yakin bisa lolos karena saya dilatih sama para pelatih yang hebat. Pelatih yang membantu saya PBB, membentuk fisik saya, dan menyuruh saya belajar buku-buku apa saja yang harus dipelajari.

Dan yang paling bikin saya optimis adalah motivasi, kak. Saya jadi optimis karena dari 2013 sampai 2014, Kabupaten saya selalu mengirimkan perwakilan buat mengikuti tes Pasnas. Maka saya jadi semangat, karena saya merasa dilatih oleh para pelatih yang sukses.

Kan waktu seleksi statusnya jomlo, dukungan dari orangtua yang paling Ridho, apa? BENER, kan, jomlo?
Yang paling saya ingat, perjuangan orangtua saya, yang mana mereka rela jari-jarinya bengkak karena membuatkan saya tiang pull up, siap mengantar ke sana dan ke sini, pokoknya banyak sekali, kak.

Emang jomlo. Bodo, ah. Sebenarnya, karena saya jomlo, saya bisa begini. (Cih, sok-sokan kamu, Dho)

Kata teman-teman Pasnas Putra, kamu itu sulit sekali dibangunkan. Pelor. Teledor juga. Pas mau pulang saja hampir ditinggal. Bagaimana itu?
Ih, tidak ah, kak. Saya sama Duhe saja seringan saya yang bangun duluan. Kalau tempo hari ketinggalan, karena Pak Asdep itu. Pas mau masuk kamar (malam hari di hari terakhir Diklat Paskibraka Nasional 2016) saya tanya ke beliau, dan dia bilang yang Lampung naik bus jam 03.30 WIB. Jadi, waktu Duhe siap-siap, saya santai saja. Tahu-tahu Arnaldi datang dan bilang kalau Lampung berangkat pukul 02.30 WIB. Mana di Bandara Pak Asdep mengoceh terus. (Sokorin kamu, Dho!)

Tempo Hari, Seluruh Anggota Paskibraka Nasional 2016 Mengikuti Kelas “Kecantikan”. Eh, si Ridho sama Adit Banten Malah Tidur

Oke, oke, selanjutnya, kamu harus jawab jujur. Sebutkan dua nama Paskibraka Nasional 2016 Putri yang menurut kamu cantik?
Duh, ujung-ujungnya yang ditanya beginian. Saya jawab, tapi jangan berpikir kalau saya suka dan naksir sama mereka, ya. Takutnya slek sama teman-teman lain yang mungkin suka sama dua nama yang akan aku sebut ini.

Yasudah, cepatan jawab. Siapa?
Nana dan Tugek Tia

Oh. Nana dan Tugek Tia. Kenapa?
Ya, tidak bisa dijelaskan, kak. Cantiknya mereka bikin adem kalau dilihat, kak. (Wah, maksud kamu, Nana dan Tia seperti kulkas dua pintu?)

Dho, bagaimana tanggapan kamu, soal beberapa followers @arjunabima2016 yang bilang kalau kamu ganteng? Kamu itu idola banget, deh. Banyak juga yang suka sama kamu.
Ya, alhamdulillah. Seenggaknya ada peluang ganti status. Wkwkwk (Ketawa model begini cara bacanya bagaimana, sik? Wakakaka? Wekawekawekaweka? atau Wekwekwekwek?)

Pret! Terakhir. Bagi tips dong buat penerus kamu. Terutama yang berasal dari satu Kabupaten denganmu agar mereka bisa melaju ke seleksi Paskibraka Nasional dan terpilih menjadi Pasnas kayak kamu?
Pertama dan paling utama, jangan terobsesi jadi Paskibraka Nasional. Kalau rezeki, tidak akan ke mana, kok. Meski begitu harus tetap mempersiapkan diri, terutama fisik. Kemudian, aktif ikut kegiatan Paskib dan organisasi sosial karena Insha Allah dari situ kita bisa kenal sama pelatih-pelatih yang bisa melatih dan memberikan pengalaman yang sangat berpengaruh dan membantu di tes Paskibraka nantinya. Itu saja deh, kak.

Oke, terimakasih atas waktunya. Jadi, kamu beneran tidak ada perasaan sama sekali dengan dua perempuan yang kamu sebutkan namanya itu?
Tidak (histeris). Di Lampung sudah ada. Tunggu saja akan aku upload fotonya. (OKE, Dho, kami tunggu!)

Ridho Andriansyah
Paskibraka Nasional 2016 dari Lampung

Tempat dan Tanggal Lahir : Bandar Jaya, 5 November 1999
Hobi : Main basket dan main gitar
Motivasi : Ingin membanggakan orangtua
Nama orangtua : Tabi’i dan Sopiana