Nostalgia Nasi Lemak Kopitiam Oey

Terhitung tahun 2003 saya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta yang sebelumnya selama 3 tahun saya habiskan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Riau, untuk bersekolah.

Selama tinggal di pulau yang penduduknya tidak banyak itu, ada beberapa hal yang sangat saya kangenin ketika saya sudah tidak berada di pulau itu.

Salah satu faktor yang membuat saya kangen akan pulau itu adalah makanannya. Dan, salah satu makanannya itu adalah nasi lemak.

Nasi lemak ini sebenarnya sama seperti nasi uduk. Hanya saja, ketika saya mencoba nasi uduk di Jakarta, kok rasanya ada yang beda sama nasi lemak di Riau.

Perbedaan itu mungkin terasa di ikan bilisnya kali, ya. Tapi, tapi, tapi, ada perbedaan mencolok kok, antara nasi lemak Riau sama nasi uduk Jakarta, terutama di rasa nasinya.

Karena saya rindu akan nasi uduk khas Riau, berburulah saya di beberapa tempat makan di Jakarta yang menawarkan nasi lemak sebagai menu handalan. Tapi, tak ada satu pun yang pas di lidah saya. Semuanya terasa sama saja.

Akhirnya, saya pun merasakan ada satu nasi lemak yang rasanya sangat mirip sama nasi lemak yang sering saya makan di Riau. Yaitu, nasi lemak di Kopitiam Oey!

Nasi Lemak Kopitiam Oey!

Serius. Nasi lemak ini benar-benar mirip dari segi rasa sama nasi lemak Riau. Bukan hanya saya saja yang mengatakan demikian, tapi kedua orangtua, adik, dan beberapa teman saya di Riau yang sedang berada di Jakarta dan saya ajak makan di situ, semua mengatakan sangat mirip.

Bedanya, kalau yang versi kopitiam oey, ada tambahan ayam dan ikan teri, bukan ikan bilis. Sambalnya pun beda.

Ikan Teri Nasi Lemak

Kalau yang di Kopitiam Oey! sambalnya sedikit dan terkesan pelit. Dan, sepertinya sambalnya itu dibelender, bukan diuleg.

Yah, intinya nasi lemaknya sama seperti nasi lemak di Riau, deh.

Soal harga, relatif murahlah. Sekitar Rp 25.000 ,-

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

8 comments

  1. betul sekali, nasi uduk ala malaysia begitu kali ya… makanan khas melayu… kalau yang di resto memang terkesan pelit.. hiks…

  2. eaaaaa malem-malem lembur disuguhin foto yang enyak-enyak… hyaahhh… indomi mana indomi????

  3. Kenapa namanya nasi lemak Dit? apakah nasinya dimasak dengan minyak, mentega atau lemak? *penasaran :D.

  4. yaelah Dit, dari dulu aku pengen tau nasi lemak itu macem mana, ternyata mirip nasi uduk toh? itu nasinya yang dimasak pakai santan dan dikasih garam, sehingga rasanya gurih kan?
    aku kira banyak lemaknya, sempat gimanaaa gitu bayanginnya 🙁

    25 ribu itu mahaalll… eh tapi itu di resto enak sih ya, jadinya keliatan murah 😀

  5. Kalau nasi lemak itu ingetnya malaysia deh. gak ada nasi putih disana.. hmm..

  6. Eaaaaa. Udah lama aja nih postingan. Maafkan barusempat mampir.
    Menciba nasi lemak baru yang di singapur sono Dit. Karena kalo di Jakarta lebih milih nasuk uduk. Lebih terbiasa rasanya..

  7. Kopitiam Oey itu bukannya punya Bondan top markotop ya?
    nasi lemak 25rb hemm mayan mahal hahaha.

  8. Nasi lemak sama nasi uduk itu emang beda rasanya, tapi sama-sama enak kok. Belum pernah nyobain nasi lemak ala Riau, seringnya makan nasi lemak ala Semenanjung Malaya. Jadi penasaran…

Tinggalkan Balasan ke RedCarra Batalkan balasan