[KUATOO] Nikmatnya Waffle D’Brussels

Berawal dari janjian saya bersama 2 orang sahabat saya, Tazy dan Ikhma, di Grand Indonesia, akhirnya kami bertiga pun sepakat untuk menyicipi es krim di Magnum Cafe “House Of Chocolate”.

Sebenarnya ngga niat-niat banget ingin ke Magnum Cafe. Sebelumnya kami mempunyai pendapat kalau es krimnya bakal sama seperti es krim Magnum yang ada di swalayan. Ditambah pula, Tazy berpendapat kalau es krim coklat di Belgia lebih enak ketimbang di sini. Yah, Tazy sudah setahun ini memang menetap di Belgia, jadi dia sudah merasakan kenikmatan es krim dan coklat Belgianya langsung.

Setelah sempat nyasar (ternyata GI guede juga. Buktinya gue nyasar. Pret!) untuk mencari keberadaan cafe fenomenal ini, akhirnya kami pun menemukan cafe yang terletak dibagian West Grand Indonesia.

“Apa-apaan ini, antrian mau masuk kafe ini panjang banget!” celetuk saya yang kaget melihat antrian sore itu.

Palang tanggung, sudah sampai di sana, pakai acara nyasar kalau mengurungkan niat hanya karena antrian.

“yaudah, ga papa, antri, yok” ajak saya.

Ngga lama setelah kami mengantri, datanglah 3 sosok pria dan 1 wanita yang mukanya sungguh familiar. Ternyata, eh, ternyata, pria-pria itu adalah personel boysband.

“Idih, ini mau masuk kafe atau mau masuk dunia fantasi, sih” celetuk salah satu personel ini.

Setelah menunggu sekitar … Hmmm … 5 , eh, bukan. Hmmmm .. 30 menitan, akhirnya saya dan 2 sahabat ini, pun masuk ke kafe yang terbagi 2 antara outdoor dan indoor.

Rombongan saya dan rombongan boysband itu kebagian di indoor. Kaget juga, sih. Pasalnya, ketika kami masuk banyak meja dan kursi yang kosong. Tapi, kenapa harus pakai antri segala???

Ngomongin soal ruangannya sendiri, cukup besar, cukup rapi, dan cukup unik. Penataan meja-mejanya pun bagus. Interior dan hiasan-hiasan yang dipakai, pun cukup keren.

Setelah cukup melihat-lihat sekilas ruangan itu, kami pun memesan beberapa item untuk kami cicipi.

 Ternyata yang dijual di Magnum Cafe bukan hanya es krim sahaja #barutahu. Tapi, ada menu-menu lain yang sepertinya enak-enak. Salah satunya yang saya ngeh akan keberadaannya adalah Sphagetty.

Kalau saya sendiri memesan Waffle D’ Brussels, Tazy memesan Rainbow Ice, dan Ikhma memesan segelas minuman yang saya lupa apa namanya!

Waffle D’ Brussels

Kenapa saya milih ini? Karena ada strawberry dan pisang. Yah, saya suka 2 buah itu. Untuk rasa sendiri, enak. 2 Es krim magnumnya ngga bikin gigi sakit. Ga bikin eneg (kalau makannya pelan-pelan). 2 Wafflenya sendiri empuk. Coklat batangannya pahit, saya suka. Karamelnya enak banget.

Pada saat punya saya ini dicicipi Tazy, Tazy bilang “Enakan ini ketimbang yang di Belgia. Bisa dibungkus dibawa ke Belgia, ga?”. Nah!!

Harga? Kalau harga, sebanding lah dengan apa yang disajikan. Cukup Rp. 39.000 an.

Red Velvet

Red Velvet ini pilihannya Tazy. Kalau dilihat dari gambar sih, red velvet ini terdiri dari es krim magnum dan cake. Menurut yang mesen, yang enak dari red velvet ice and cake ini adalah coklatnya.

Kalau bagi saya yang menyicipi sedikit cake -nya, cakenya lembut. Cuma krimnya rada bikin eneg, ya.

Red Velvet ini dibandrol dengan harga Rp. 40.000 ,-

Nah, kalau pesanan Ikhma yang satu ini saya tidak apa namanya dan saya juga tidak tahu berapa harganya. Hahaha 😆

“Lalu Dit, siapa boysband yang baris di belakang elo?”


Ah, pasti kalian para ababil-yang-selalu-jejeritan-ketika-melihat-mereka-manggung tahu nama boysbandnya itu.

Mereka adalah *drumroll* *bunyiingong* SM*SH.

“Yah, lalu, lalu, lalu, siapa yang nyeletuk seperti itu, Dit?”

“Cari tahu aja sendiri!!”

Secara keseluruhan, saya sangat suka sama tempat, penataan, dan makanan yang tersaji di Magnum Cafe “House Of Chocolate” ini.

Saran saja. Mbok ya kalau masih kosong ngga usah pakai waiting list plus ngantri seperti itu. Lain kasus kalau misalnya secara keseluruhan penuh. Kenapa? Para pelayannya takut kelabakan. Ya, ga boleh gitu, dong! Kaki kan, pegal!

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

28 comments

  1. Wuih. Temennya seleb ya? *lempar confetti* hehehehehe.

    Eh seriusan itu di dalem banyak space kosong? Saaah satu strategi marketing juga kali ya..

    1. apeeeuuuu. sopo yang temennya seleb?? mungkin kali, ya. tapi, jangan gitu juga 🙁

  2. Kalau sepi kenapa harus pakai antri? Biar eksklusif seperti mau masuk ke club malam high class kali ya, seperti di film2 luar? Anw aku belum pernah ke Magnum sekalipun, malas mengantri hanya untuk “demi”….

    1. aku pun mikirnya seperti itu, kak. dia mau bikin seperti night club gitu. sigh.

      itu sekali aja, kok. besok ngga lagi-lagi

  3. Langsung berhitung kalori *du du du*
    Hahahaha

    1. itu aku langsung lari senayan lho, kak

  4. belum pernah ke sana. belum pengen karena ya gitu deh. jauh bener dari rumah. hahahah..

    1. *gandeng simbok*
      *tos perut*

    2. minta supirin Mas Ale, Mbok

  5. AKU LAPAR BACA GINIAN *iya lah ya, jam makan siang dan belum makan gini*

    Eh btw.. boysband atau boyband ya… *nyam*

    1. boys kan artinya banyak. hahaha *ga mau kalah*

      jadi yang bener apa, Kak?

  6. Adit kamu minta tanda tangan & foto bareng boysband nya ga? :D. Spt komentar Eka, brp kalori tuh?, makan setengah jam, dietnya seminggu hehehe.

    1. ga pake diet. selesai makan langsung lari 😆

  7. aduh aduh aduh…
    *kekep dompet

    1. *minta duit sama suaminya*

  8. Waaaahhh… aku yg cafe barunya blm pernah.. klo yg lama seh udah.. tapi rmang suasananya dengan menunya udah beda deh sepertinya..

    Ntar ah klo udah gak ngantri lagi aku mau nyobain 😀

    1. kayaknya bakal ngantri terus deh, Niee

    1. Iri kenapa, toh?

    1. minta foto bareng aja :p

  9. Aq udah pernah ke Magnum Cafe..dan semua menunya sukaaaaaaaaa

    1. dan kamu ga traktir aku, kak? FINE! #dramadimulaidisini

  10. Dateng sekali-kalinya ke Magnum Cafe waktu loncingnya yang pertama tahun lalu. Dulu sih dengan kata kunci magnum cafe, nomer 1 blogku, entah sekarang.

    Daaann, aku makan satu es krim aja eneg langsung pusing, lhoo…

    1. beda deh, Mbak Is.

  11. Hemm.. Wafeell… I love wafeeeeel! 😀
    Anyway ini Magnum Cafe yang baru dibuka lagi ya? Pernah nyobanya cafe yang lama. Enakenak semua lho makanannya. Heran. *gak berbayar*
    Jadi, kapan kita bersua? 🙂

    1. iya, yang baru buka, kak.

      tenang, berbayar pun tak apa. emang enak, sih #fakta.

      yuk, kita bersua. *lihat kalender* *atur jadwal*

  12. coba di surabaya ada, pasti rela gw samperin nih dit! Penampilannya emang bener-bener bikin ngiler. Tapi tunggu minggu depan, semoga ada reviewan tentang gelatto dan waffle di blog gw 😀

Tinggalkan Balasan