Nama

Apa maksud dan tujuan sepasang orang tua memberikan nama anaknya sebuah nama Negara ternama? Ter-inspirasi kah atau butek enggak ada nama lain? Atau biar dikata keren? Ntahlah, cuma mereka dan Tuhan yang tahu.

Salah satunya Wulan Guritno. Artis satu ini ngasih nama anaknya, London. Yess. Anak ke dua Wulan Guritno namanya London. Panggilan kerennya “Baby L”. Ga ngerti deh kenapa Wulan ngasih nama anaknya London? Apakah karena dia blasteran sono atau ter-inspirasi melihat para penjaga semacam satpam yang memakai topi panjang seperti di film Mr. Bean itu? Itu lho, penjaga istana yang diem aja, sampai-sampai dikerjain sama Mr. Bean juga ga marah sama sekali. Tapi itu kan cowok, masa Wulan mau anak ceweknya tegap kayak gitu. Haha, asli ini analisa asal dari gw.  Atau ter-inspirasi karena melihat jam raksasa, Big Ben, biar anaknya kelak kalau sudah besar bakalan menjadi wanita yang on-time? Lagi-lagi ini analisa ngasal. Oooo mungkin doi mengagumi sosok Ratu Elizabhet 2. Kalau memang kagum, kenapa enggak ngasih namanya Elizabhet? Kan lebih keren ketimbang LONDON. Iya kan? Bener enggak!? Pilih nama Elizabhet atau London?

Gw berdoa deh, semoga Wulan enggak masukin anaknya ke sekolah lokal. Tau sendiri anak-anak sekolah lokal pada ga mau ribet manggil nama temennya. Ga kebayang kalau anaknya Wulan dipanggil sama temen-temennya disekolah lokal.

“Don, sudah ngerjain PR belum? Aku lihat duong” ceplos seorang temannya.

Atau

“Lon Lon, aku lihat tugas kamu dong..”

Buahahaha,  si London pun meradang!

“eh kamu jangan panggil aku DON dong. Aku kan cewek bukan cowok. Kamu juga jangan panggil aku LON, emangnya aku Lontong” ucap si London kesal.

“lalu aku manggil kamu apa dong?” Tanya seorang temannya serius

“panggil aku Baby L” kata London

“apa!?! Baby L? Kalau baby baby bala-bala boleh enggak?” ledek teman-temannya.

Gw jamin ini anak pasti langsung pindah sekolah.

Dan gw pikir cuma Wulan doang yang ngasih nama anaknya sebuah nama Negara. Ternyata ada yang lain.

Kemarin gw ikut sama ibu ketemu teman-temannya. Seperti biasa, kalau reunian selalu ada yang bawa anak, walaupun itu hanya reunian kecil-kecilan. Ada 1 diantara sekian banyak teman ibu yang masih mempunyai anak bayi. Pas ditanya siapa nama bayinya, gw sempet keseleg dan hampir me-muncratkan minuman yang gw minum.

“lucunya, siapa namanya sayang?” tanya seorang teman ibu

“Kanada Ayu Lestari, tante” jawab ibu si bayi.

Whats!? Kanada? Serius? Mukanya engga ada tampang blasterannya sama sekali kok dikasih nama Kanada” ucap gw dalam hati.

Ternyata eh ternyata, Kanada itu sebuah singkatan nama ibu dan bapaknya, bukan ter-inspirasi dari Negara yang terkenal dengan sistem Monarki Konstitusional-nya itu. Damn! Keren sih kalau memang namanya Kanada. Daripada London. Masih anggun panggilannya, Nada. Itupun kalau mereka blasteran, sayangnya tidak. Hehehe, ups! Sorry bukan maksud menghina. Untung itu bayi lucu, pipinya gembil. Dan ternyata, Kanada itu singkatan dari Kamil dan Nanda. Hmmm.. Boleh lah singkatannya. Masih ada toh, di tahun 2011 ini ngasih nama anak singkatan dari nama kedua orang tuanya, gw pikir sudah hilang ditelan jaman seiring berkembangnya Android di Indonesia.

Mungkin diluar sana tanpa sepengatahuan gw, banyak yang ngasih nama anaknya, nama sebuah Negara di Dunia. Mungkin saja ada yang namanya Afrika. Hmmm… Mungkin juga ada anak diluaran sana yang namanya Japan, Amsterdam, Aussie atau mungkin Sidney. Eh bentar, ada deng yang ngasih nama anaknya Sidney. Cut Tary deh kalau enggak salah. Negara-negara sana memang keren-keren sih. Tapi, adakah yang orang tua yang memberikan nama anaknya, INDONESIA. Kalau masalah ter-inspirasi, bukankah Indonesia lebih kaya alamnya dan isi bumi lainnya ketimbang Negara lain. Apakah tidak cukup meng-inspirasi kebanyakan orang tua? Kalau ada sepasang orang tua memberikan nama anaknya dengan nama Indonesia, gw janji bakal nraktir orang tuanya di Pizza Hut. Serius. Keren kan kalau ada yang ngasih nama Indonesia. Pasti banyak dipuji.

“wah, pasti orang tua anak ini cinta Indonesia” “keren, nasionalis banget ibu bapaknya. Salut” puji sebagian orang.

Tapi terlepas dari itu, bagaimana pun juga, nama adalah sebuah doa. Mungkin itu adalah Doa yang tersembunyi dari kedua orang tua itu untuk anak-anaknya kelak. Siapa tahu kan Wulan Guritno mau anaknya kalau udah besar memimpin seperti Ratu Elizabhet. Atau temennya ibu, mau anaknya besar seperti kota Kanada yang men-damaikan hati dan perasaan. Dan juga Cut Tary, yang mendoakan anaknya kelak kalau dewasa menjadi wanita yang indah dipandang setiap orang. Siapa tahu.  Ya kita doa kan sajalah.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

Tinggalkan Balasan