Mimpi Punya Badan Oke dan Rumah Sendiri

Tidak terhitung sudah berapa mimpi saya yang telah terwujud. Meski untuk menjadikannya nyata kudu merasakan tidak enaknya dulu. Termasuk dipandang sebelah mata oleh orang lain, karena mimpi kita dianggap terlalu muluk-muluk. Contoh kecilnya menurunkan berat badan.

Tamat SMA saya pengin melanjutkan pendidikan jurnalis. Setidaknya saya mau mengambil jurusan broadcast saat UMPTN. Namun, orangtua saya melarang, karena bagi mereka tamatan jurnalis tidak ada masa depannya.

Baik mama maupun papa inginnya saya mengambil ilmu komputer. Atau pilihan berikutnya, kuliah apa saja tapi sambil coba-coba CPNS. Kalian pasti tahu alasan orangtua dulu yang ngotot sekali anaknya harus menjadi PNS, kan?

Oke, saya ambil jurusan itu. Saya kuliah selama lima tahun, berusaha menyukai bidang ilmu komputer yang merupakan dambaan kedua orangtua saja. Karena jauh di seberang pulau, mereka tak tahu kalau anaknya ini nyambi jadi asisten dosen laboratorium Wirausaha.

Di saat teman-teman sejawat magang di laboratorium sesuai jurusan, saya malah menyebrang ke jurusan lain. Bosan kali bo ketemunya lu lagi lu lagi. Kalau di ekonomi kan ada penyegaran.

Pun setelah tamat. Saya pernah mencoba menjadi IT di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan. Bertahan hanya tiga bulan. Saya bukan tipikal anak yang suka duduk diam di atas kursi, memerhatikan layar komputer berjam-jam, dengan suasana kantor yang hening.

Saya putuskan untuk resign, bahkan pernah cabut tanpa minta gaji karena saking buteknya, dan mencoba peruntungan di dunia jurnalis setelah menganggur sebulan.

Ini mimpi saya. Setelah tahu anaknya jadi jurnalis, orangtua saya nggak bisa berbuat apa-apa. Pada akhirnya mereka sadar, dunia kerja itu nggak bisa dipaksakan. Anaknya harus nyaman melakukannya, tentunya didukung oleh kedua orangtunya.

Tidak terasa sudah lima tahun saya menjadi jurnalis. Ada keinginan buat pindah aluhan ke televisi atau public relation gitu. Belum dapat yang pas saja. Barangkali kalian punya info, kabarin saya, plis!

Mimpi Diet

Kejadian pahit ini saya alami medio 2008 atau 2009. Merasa sudah mulai sesak, keinginan untuk mendapatkan pujaan hati jadi terhambat, saya pun keceplosan pengin kurus. Saya pengin diet. Saya mau berat badan turun dan saya jadi langsing.

Kalian tahu apa respons teman-teman saya? Hampir semuanya menertawakan saya. “Kalau punya mimpi, yang relevan saja, nggak usah tinggi-tinggi. Karena kalau jatuh, sakit” begitu kata mereka.

Aquarius paling nggak bisa disepelakan seperti ini. Paling sebal diremehkan, seakan-akan tidak punya kemampuan, kemauan, dan tekad untuk mewujudkannya.

Mereka nggak salah juga sebenarnya. Saya sendiri memang sulit banget mengontrol yang namanya makan. Nasi Padang saja pernah saya jadikan camilan.

Lambat laun perubahan terjadi pada tubuh saya. Perut yang semula buncit banget, perlahan mengempes. Jadi lebih rajin olahraga pagi. Dan, lebih bisa mengerem keinginan untuk makan makanan tidak sehat.

Berkat tekad, kemauan, dan keyakinan bahwa saya mampu melakukannya, berat badan saya pun turun banyak.

Sekarang, mimpi yang sedang saya usahakan untuk diwujudkan, punya body macam Adinia Wirasti. Lengannya kekar tapi nggak kelihatan kayak atlet. Perut six pack kayak nggak kotak-kotak amat. Nggak perlu kayak Ade Rai, takutnya saya gila karena setiap hari harus makan putih telur, angkat beban muluk, dan katanya ditambah suplemen. Bisa bokek saya.

Mimpi punya rumah

Seiring usia yang terus bertambah, kemauan pun semakin banyak. Mimpi punya rumah salah satunya.

Ini masih sekadar mimpi. Saya pengin kalau suatu hari nanti menikah, mengadakan akad dan resepsinya di rumah sendiri. Masalah makanan, tinggal pakai katering. Mau makanan ringan ala-ala tendaan kalau di gedung, panggil saja tukang bakso, mie ayam, bakso malang, atau tukang jualan lainnya yang seliweran di depan rumah.

Kebetulan banget Bank CIMB Niaga baru saja memperkenalkan brand promise terbaru bertajuk FORWARD.

Rabu, 5 April 2017, saya diundang menghadiri peluncuran CIMB Niaga FORWARD di kawasan SCBD, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung selama dua jam dan dipenuhi gimmick menarik, menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Presiden Direktur CIMB, Niaga Tigor M Siahaan; Titi Kamal dan Maudy Ayunda yang didaulat menjadi brand ambassador. Titi Kamal untuk FORWARD Your Future. sedangkan penyanyi muda berbakat satu itu untuk FORWARD Your Dreams.

 

Saya yakin sekali banyak perempuan muda di luar sana punya mimpi yang sama seperti Maudy Ayunda. Punya paras rupawan, suara bagus, otak yang encer, dan kekasih yang tampan.

Kembali ke brand promise bertajuk FORWARD ini. Menurut Tigor, brand promise yang baru ini CIMB Niaga ingin menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkembang, dan maju bersama nasabah dengan senantiasa memenuhi kebutuhannya.

Katanya, nasabah merupakan prioritas utama yang membuat perusahaannya dapat terus berkembang sejak pertama kali berdiri pada 1955.

FORWARD secara garis besar merupakan transformasi dari brand promise CIMB Niaga sebelumnya, Inovasi Dari Hati, yang fokus pada keinginan dan kemampuan perseroan dalam berinovasi untuk memenuhi kebutuhan perbankan nasabah.

Melalui FORWARD, CIMB Niaga ingin menjadi top of mind di masyarakat dengan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasabah di setiap jenjang kehidupan mereka dan mengambil peran perbankan dalam membantu nasabahnya meraih mimpi-mimpinya.

NB: Untuk gambar fitur meminjam foto milik Showbiz Liputan6.com

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

2 comments

  1. semoga mimpinya segera terwujud ya. Aminnn

  2. wah sama ini mas mimpi saya .. saya jg berharap nanti bisa punya perut rata aja udah senang mas.. maklum sekarang one pack kayak gunung haha..
    kalau rumah, saya mimpinya pengen punya rumah sendiri di jogja aja

Tinggalkan Balasan