resepsi kahiyang ayu dan bobby nasution di medan

Banyak Jalan Menyelinap ke Resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution

Kantor mengirim empat orang karyawan meliput resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan, Sumatera Utara, selama tujuh hari. Saya yang baru pulang dari Malang dan Vietnam, bersama tiga rekan yang terdiri dari satu jurnalis News, satu jurnalis foto, dan satu jurnalis video, harus membuat laporan secara terperinci mengenai persiapan pemberian marga Siregar untuk Kahiyang, sampai acara puncak yang didahului prosesi Kirab pada Minggu, 26 November 2017.

Penugasan ini tanpa persiapan yang matang. Penunjukkan siapa saja yang akan ditugaskan dilakukan secara tertutup. Tahu-tahu saya dipanggil menghadap meja bos, baru di situ saya diberitahu bahwa akan dikirim ke Medan.

Penugasan yang mendadak itu sama kayak waktu saya diberi mandat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan anggota Paskibraka Nasional 2016 selama satu bulan di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur, tahun lalu. Harus mau, harus siap, dan jika mau menolak tugas tersebut harus punya alasan kuat serta masuk akal. Kalau alasan menolak perintah karena tidak mampu, tidak bisa, dan takut harus siap gigit kuku karena uang jajan tambahan yang selalu cair di setiap bulan April, tidak bakal masuk.

resepsi kahiyang ayu di medan
Tim Senasib Sependeritaan di Resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Enggak nyangka kalau bakal dikirim sama mereka.

Tim yang dikirim ke Medan masih belum tahu bisa masuk atau tidak ke tempat resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Pemberitahuan akan hal itu baru diumumkan di hari Rabu, dua hari sebelum pesta adat dimulai. Itu juga tidak semua bisa masuk. Masing-masing media hanya satu atau dua orang saja yang dapat akses masuk.

Biarpun kami dapat akses masuk, bukan berarti bisa bebas masuk ke lokasi inti tempat acara berlangsung. Wilayah yang kami sebut Ring Satu itu merupakan daerah kekuasaan teman-teman jurnalis yang sehari-hari mangkal di Istana Negara. Kami-kami ini, paling hanya di area depan dekat pintu masuk tamu-tamu penting dan area B yang meliputi gapura, tenda tempat Gondang Sambilan dimainkan, dan air mancur buatan untuk prosesi pengesahan bahwa Kahiyang dan Bobby tidak lagi berstatus lajang.

jurnalis di resepsi kahiyang ayu di medan
Teman-Teman Jurnalis yang Dikirim ke Resepsi Kahiyang Ayu di Medan. Sama Nasibnya, Harus Punya Banyak Akal Supaya Bisa Masuk ke Dalam.

Kemungkinan kami untuk bisa masuk memang amat kecil. Belum lagi dari kantor yang memang tidak menerima undangan resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan. Setahu saya, rata-rata petinggi media hanya diundang saat resepsi di Solo saja.

Akan tetapi pihak kantor mau, agar kalau bisa salah satu di antara kami ada yang bisa masuk, bagaimana pun caranya. Matehok, Inang!

Bertemu Bou Baik Hati

Kami yang pada rencana semula akan diterbangkan di hari Rabu, sudah di Medan dua hari lebih cepat. Pihak kantor bilang, supaya kami punya banyak waktu buat menggali semua informasi mengenai acara ngunduh mantu, seperti persiapan, gambaran Suasana Bandara Kualanamu Jelang Kedatangan Presiden Jokowi ke Medan, dan mewawancarai vendor-vendor yang dipilih Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.

Sayang, untuk poin yang terakhir, saya dituntut untuk kerja lebih keras mencari sendiri informasinya karena pihak media centre kurang informatif. Hal-hal mengenai Riasan Secepat Kilat Kahiyang Ayu di Medan yang Justru Dapat Pujian, Menakar Harga Pelaminan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Medan, atau Sederhananya Makanan Acara Ngunduh Mantu Jokowi saya peroleh dengan mencari tahu sendiri.

Sore hari sebelum sempat merebahkan badan sejenak, kami bergerak menuju kediaman salah seorang paman Bobby, yang menjadi pendamping ibunya mengganti posisi almarhum ayahanda tercinta.

Kami ke sana setelah mendapat izin dari paman Bobby yang lain. Setelah agak sedikit memelas, beliau menyuruh saya dan tim langsung ke rumah yang akan dijadikan lokasi buat prosesi adat pemberian marga Siregar untuk Kahiyang Ayu.

resepsi kahiyang ayu di medan sangat sederhana
Bou-Bou Baik Hati yang Menolong Saya Selama Liputan Resepsi Kahiyang Ayu di Medan

Tuan rumah menyambut kedatangan kami dengan ramah. Pria berkacamata itu tampak sibuk membantu pekerja menata meja dan kursi yang akan digunakan oleh para tamu. Ia kemudian meminta izin untuk mandi sebentar sebelum wawancara. Saat menunggu itu, saya berkenalan dengan salah seorang kerabat dari keluarga besar Bobby Nasution. Saya memanggil perempuan berjilbab itu dengan sebutan Bou.

Perkenalan itu membawa saya pada kesempatan emas. Beliau yang ternyata (setelah mengobrol panjang lebar) adalah besan dari sahabat si papa, mau membantu saya supaya bisa masuk ke acara pemberian marga keesokan hari. Juga memberikan saya undangan supaya bisa masuk ke pesta adat Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di hari Jumat dan Sabtu.

Wawancara dengan si empunya rumah selesai. Dari hasil wawancara itu saya jadi tahu kalau Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan Jalankan 7 Prosesi Adat dan Pesta Adat Tidak Akan Ada Jika Kahiyang Ayu Tak Bermarga Siregar.

Ketahuan Paspampres di Acara Pemberian Marga

Semalam Bou berpesan, kalau saya mau masuk ke dalam rumah tersebut bersama dia, harus datang sebelum jam 07.00 . Menurut Bou, jam segitu pengamanan sudah diberlakukan dan bakal ketat banget. Hanya keluarga besar, seperti Bou dan suami saja yang boleh masuk.

Saya bangun saat adzan Subuh berkumandang. Saya sudah bilang ke teman-teman, kemungkinan saya akan duluan ke lokasi acara. Mobil yang sudah kami pesan untuk delapan hari akan berangkat dengan mereka. Sementara saya memilih naik Grab motor. Pagi itu saya belum sempat sarapan. Dalam keadaan perut kosong, pengemudi ojek malah memilih jalan-jalan yang rusak dan ngebut pula. Saya nyaris muntah begitu turun dari motor.

Saya tiba di lokasi acara pemberian marga pukul 06.30 pagi. Situasi saat itu, Pasukan Berbatik Sudah Berjaga di Lokasi Ngunduh Mantu Kahiyang Ayu, puluhan aparat apel pagi, dan tentu saja para jurnalis yang sudah berdiri di titik teraman dan ter-oke untuk mengambil gambar. Dari dalam rumah, pekerja yang saya jumpai tadi malam melakukan pengecekan ulang, dan sejumlah orang dari pasukan pengamanan Presiden sedang memasang mesin detektor.

Bou di mana? Kok tidak tampak wajahnya? Atau jangan-jangan sudah di dalam rumah? Mati, gue, bisa-bisa buyar semua rencana semalam.

Posisi Bou masih di rumah saat saya telepon. Dia baru ke lokasi acara kira-kira jam 08.00, karena harus ke kantor terlebih dulu untuk absensi. Kabar itu tidak membuat saya lega sama sekali, karena percuma saya juga tidak bisa masuk.

Bou datang tiga puluh menit sebelum Kahiyang Ayu-Bobby Nasution dan keluarga besar sampai di lokasi acara. Bou bilang akan diusahakan saya bisa masuk, setelah semua Tamu Kahiyang yang Tampil Kompak dengan Busana Khas Tapanuli Selatan masuk.

Tidak lama, Kahiyang Ayu yang Tampil Cantik dengan Kebaya Pink di Acara Pemberian Marga tiba di lokasi bersama para rombongan. Kumpulan Emak Rela Masak Lebih Pagi agar Bisa Lihat Kahiyang Ayu langsung histeris begitu sang pengantin perempuan turun dari mobil.

pakaian di resepsi kahiyang ayu di medan
Sejak pagi saya berdiri di titik yang hampir tidak tersentuh oleh siapa pun. Ternyata, posisi ini paling enak buat mengabadikan saat-saat Kahiyang turun dari mobil. Ini difoto pakai kamera ponsel, bermodalkan tangan yang panjang. Ini rangkaian dari resepsi Kahiyang Ayu di Medan.

 

 

biaya resepsi kahiyang ayu di medan
Hallo Mbak Kahiyang, kata saya. Sapaan saya itu dijawab oleh sang mempelai perempuan, Hai, jawab dia sambil melambaikan tangannya. Momen ini beberapa saat sebelum pemberian marga, yang masih menjadi bagian dari Resepsi Kahiyang Ayu di Medan

Benar, saya bisa masuk lewat pintu belakang dengan bantuan Bou. Bou bilang ke pihak pengamanan kalau saya keponakan beliau. Setelah berhasil masuk dan duduk sebentar, saya masuk ke dalam rumah yang sudah dipenuhi para Raja Adat lewat pintu dapur.

Dasar manusia tidak sadar diri. Sudah tahu badan paling mencolok, malah nimbrung saat teman-teman dari Ring Satu mengabadikan kedua mempelai yang lagi duduk di pelaminan setelah Kahiyang Ayu Sah Bermarga Siregar. Hal bodoh lain yang saya lakukan adalah malah sempat-sempatnya mengetik situasi yang terjadi di dalam. Gerak-gerik ini rupanya diketahui Paspampres. Bodoh lu, Dit, bodoh.

pesta adat di resepsi kahiyang ayu
Sungguh, Begitu terlihat pancaran cinta dari mereka di Hari Pemberian Marga tersebut. Kahiyang, si Putri Jawa, resmi bermarga Siregar. Ini baru pemberian Marga, sementara prosesi adat dalam rangkaian resepsi Kahiyang Ayu di Medan masih panjang

Paspampres mengintrogasi saya. Dia tanya saya bisa masuk dari mana. Saya bilang kalau saya jurnalis juga yang kebetulan tamu di acara itu karena datang bersama Bou. Paspampres yang tidak sempat saya tanyakan namanya itu tidak marah sama sekali. Beliau bersikap sopan, yang membuat saya merespons dia dengan sopan juga.

Paspampres cuma bilang, kalau memang hari itu saya datang sebagai tamu, sebaiknya sebagai tamu saja jangan melakukan liputan apa-apa karena tidak enak sama teman-teman yang lain.

Setelah semua selesai, Paspampres mempersilakan saya untuk kembali ke rombongan tamu dan menyantap makanan yang tersedia.

Ha ha ha … Geli sendiri kalau mengingat kejadian itu.

Masuk ke Lokasi Resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution

Semenjak kejadian itu saya jadi agak lebih hati-hati. Sebenarnya, ada satu orang yang resek banget. Paspampres itu bisa sampai tahu karena laporan dari satu orang yang menyebalkan ini. Teman-teman jurnalis lain serentak menganggap dia musuh, karena dia ini menyulitkan gerak pemburu berita.

Saya dong diikuti sama dia saat masuk di acara adat hari terakhir. Mau foto-foto atau sekadar memvideokan jadi agak sulit. Padahal saya masuk pakai undangan resmi. Ih, menyebalkan.

kirab resepsi kahiyang ayu di medan
Kereta Kencana yang Membawa Pasangan Pengantin Tiba di Lokasi Acara. Resepsi Kahiyang Ayu pada Hari Minggu Diawali dengan Kirab

 

pesta adat di resepsi kahiyang ayu di medan
Inilah Puncak dari Resepsi Kahiyang Ayu di Medan. Entah Harus Bagaimana Menggambarkan Kebahagian yang Terpancar dari Wajah Kahiyang. Ia Tak Terlihat Capai Sama Sekali. Tampak Sangat Menikmati Semua Acara Adat Batak.

Mungkin karena dia kelelahan mengikuti saya yang entah ke mana-mana, padahal mau makan doang, sosok yang gayanya melebihi Paspampres ini pergi juga. Baru deh saya bisa bergerak mengabadikan beberapa momen penting, yang langsung saya kirim ke kantor.

Pesta Adat yang dilakukan semalam suntuk, yang diakhiri dengan menari tortor selesai. Tinggal resepsi. Sayang, Bou tidak ada undangan buat resepsi. Alamak!

Saya tiba-tiba teringat sama pembina Paskibraka Nasional 2016. Beliau ini adalah mantan Paskibraka Nasional 1994 dari Sumatera Utara, yang kebetulan bermarga Nasution. Pas curhat di grup, kalau saya butuh bantuan supaya bisa masuk, tahu-tahu kak Irma ini bilang kalau dia punya undangan resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Beliau berhalangan hadir, bentrok sama persiapan 40 harian almarhum papa tercinta.

jan ethes di resepsi kahiyang ayu
Selain Kedua Mempelai, Satu Sosok yang Paling Mencuri Perhatian di Sepanjang Resepsi Kahiyang Ayu adalah Jan Ethes, Anak dari Selvi Ananda dan Gibran. Gerak Gerik Bocah Laki-laki Ini Mampu Mengundang Histeris Warga

 

jan ethes di resepsi kahiyang ayu
Jan Ethes di Keramaian Rombongan Tamu VVIP yang Akan Memasuki Lokasi Resepsi Kahiyang Ayu di Medan. Foto Ini Diambil dari Halaman Ruko Sebelah yang Dibatasi Dedaunan yang Lumayan Tinggi

Undangan itu saya ambil di rumahnya. Kak Irma cuma pesan satu “Suvenirnya buat aku”. Ha ha ha… Baik, tidak masalah, yang penting aku bisa masuk.

Lagi-lagi ketemu sama sosok menyebalkan ini. Kali ini saya masa bodoh, melintas saja di depan mukanya dia sambil memperlihatkan undangan yang saya pegang. Berhubung pada acara puncak itu yang datang ribuan orang, dia jadi enggak resek dan memilih melipir entah ke mana.

undangan resepsi kahiyang ayu di medan
Undangan Resepsi Kahiyang Ayu dan Pesta Adat yang Saya Dapatkan dari Orang-orang Baik, yang Bersedia Menolong Saya.

Sialan, fokus saya jadi ke mana-mana saat masuk ke resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Saya dapat undangan buat jam yang siang sampai sore. Nah, jam-jam ini adalah jam-jam akan berakhirnya pesta dan di atas panggung yang nyanyi grup band idola mama, Amigos. Bawain lagu Batak yang nge-beat, yang membuat seluruh tamu bergoyang.

Saya yang enggak mau ketinggalan keseruan itu, malah nimbrung ikutan goyang. Sialan, sialan, sialan. Pas mau udahan, tahu-tahu Nia Daniati naik ke atas panggung dan menyumbangkan lagu. Lagu yang dia bawakan saya hapal dong. Malah sing a long bukannya liputan.

Ha ha ha … Duh, Gusti, maapkan saya. Gagal fokusnya bukan karena makanan, tapi karena musik.

Resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution Selesai

Sungguh menyenangkan bisa meliput resepsi Kahiyang Ayu-Bobby Nasution bersama tim yang tidak pernah bekerja sama sebelum ini. Kami memang sekantor, tapi selama ini jarang bersua karena bekerja sesuai desk masing-masing. Namun, selama di Medan, kami yang berbeda ini dituntut untuk saling bekerjasama dan bersinergi agar menghasilkan sebuah berita mengenai pesta adat sang anak dan menantu Presiden Jokowi, yang enak dibaca, dilihat, ditonton, serta layak diserbaluaskan.

wartawan di resepsi kahiyang ayu di medan
Makan Malam Setelah Selesai Meliput Rangkaian Resepsi Kahiyang Ayu di Medan. Ada pun yang Menjadi Sponsor adalah Puti. Ha ha ha. Semoga Keseruan Kayak Begini Terulang Kembali.

Di sana juga kami menjadi sebuah tim yang sepenanggungan dan dituntut untuk kompak, tahu berkoordinasi, dan berkomunikasi sesama tim.

Kami juga berterimakasih untuk Reza, kontributor kantor untuk wilayah Medan, yang sudah membantu meringankan kerja kami. Terima kasih teman-temanku. Kita liputan yang jauh, yuk!

 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

1 comment

  1. Apakah tahun depan masih di tempat ini atau justru sudah pindah?

Tinggalkan Balasan