Melihat Sejenak Keindahan Ujung Genteng

Dari zaman kuliah dulu, saya sering mendapat ajakan teman-teman untuk berlibur ke Ujung Genteng. Tapi, sayangnya kala itu saya tidak pernah mau, dan selalu saja menolaknya. Alasannya sih, cuma satu, capek! Capek karena saya harus duduk berlama-lama di atas motor!

Empat tahun berselang, akhirnya saya menginjakkan kaki di ujung Selatan kota Sukabumi, Jawa Barat itu. Fiuhhhh… Nyampe juga di sana.

Pergi ke Ujung Genteng Minggu pagi sekitar pukul 06:00 WIB, sampai di tempat penginapan yang ada di sana sekitar pukul 07:30 WIB malam. Total perjalanan hari itu sekitar 13,5 jam.

Mobil yang berisikan saya dan beberapa jurnalis dari Jakarta, menggunakan mobil jenis ELF. Itu tuh, mobil yang biasa digunakan travel Jakarta – Bandung – Jakarta. Sedangkan rombongan dari Bandung, menggunakan bus besar. Rutenya, tim kami memilih untuk tidak melalui rute yang melewati Pelabuhan Ratu. Alasannya, karena cukup jauh.

Saya sendiri tidak tahu, apakah akan sama waktunya bila hari itu kami tidak singgah ke beberapa titik selama beberapa saat.

Contohnya saja, persinggahan pertama saya, di Kampung Cigauk. Di sana, kami diperlihatkan lokasi yang akan dijadikan tempat wisata Geopark yang akan dinikmati 4 tahun lagi.

Kampung Cigauk terletak di Desa Taman Jaya, Ciemas, Sukabumi. Kampung Cigauk memiliki potensi alam yang melimpah ruah. Sayang, potensi alam ini kurang diminati wisatawan yang sering ke sana, karena banyaknya faktor X. #alah

Daerah yang menjadi lokasi Geopark itu bernama Paninjauan. Tempatnya itu luas banget. Sangking luasnya, di satu daerah terdapat tiga desa, plus satu laut nan cantik, yaitu laut Plangpang.

Itu tuh, lokasi Geopark-nya

Menurut ketua Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI), Endang Sutisna, minimnya orang yang berwisata ke sana karena jalanannya yang rusak parah. Serius, jalanan ke sana itu rusaknya parah banget. Tak jarang kami yang ada di dalam mobil, harus kejedot beberapa kali, karena guncangan akibat jalan rusak itu.

Tak jauh dari Desa Taman Jaya, terdapat kawasan Ciletuh yang dikenal sebagai daerah yang memiliki bebatuan berumur paling tua di Pulau Jawa. Sehingga, menjadikan tempat itu unik dan langka secara geologis, dan tidak ditemukan di tempat lain.

Tampak Dari Kejauhan

Endang mengatakan kepada kami, ada 3 curug di situ. Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Puncak Manik. Semuanya unik dan indah, dan memiliki bebatuan yang umurnya sudah jutaan tahun.

Namun sayang, hari itu kami tidak bisa ke tempat itu, karena jauh dan sore.

Habis dari situ, kami melanjutkan perjalanan, tapi persinggahan selanjutnya ini hanya untuk makan sore. Dan makan sorenya adalah kambing.

Oia, salah satu teman saya, cewek, makan sate kambing sampai 20 tusuk. Enggak tahu deh, melampiaskannya ke mana. #eh

Setelah menempuh perjalanan, sampailah saya ke penginapan di Ujung Genteng, penginapan Pondok Hexa malam harinya. Sayang, saya tidak bisa melihat indahnya pantai yang ada di sana. *nangis*

FYI, Pondok Hexa ini penginapan yang cukup rekomen. Tempat tidur nyaman, bersih, dan pilihannya banyak. Harganya, seperti tidak terlalu mahal serta beragam. Tapi, saya tidak tahu apakah ini berlaku untuk semua tipe atau tidak, yang jelas pas di Pondokkan saya, minim colokkan.

Mau nyolok laptop, hape, power bank, dan barang elektronik lain tidak bisa banyak-banyak, dan harus bergantian. Ish. Gengges!

Setelah mendapatkan kamar dan beberes, niatannya sih, mau tidur. Tapi, gagal! Saya harus melakukan wawancara, dan menggarap beritanya. Niat tidur jam 10, diundur jadi jam 2 pagi. 😆

Senin, 16 September 2013

Baru saja mata ini terpejam, saya sudah harus membukanya lagi untuk melanjutkan tugas negara. Melihat teman sekemar yang masih pada tidur, saya memutuskan untuk mandi dan menguasai kamar mandi. Lumayan, hampir 1 jam saya di kamar mandi. (Jangan tanya ngapain saja saya di kamar mandi, ya? :p )

Selesai mandi dan sarapan (gagal OCD), saya membawa kaki ini menginjak pasir putih nan lembut yang ada di sana. Subhanallah, pantainya cukup indah, bersih, dan hari itu anginnya kencang sekali. Enggak ada sampah pula. Lagi, lagi, saya tidak dapat menikmati suasana pantai terlalu lama, karena harus bertugas.

Gak Ada yang Fotoin, Foto Sendiri :p

Hari itu ada peletakkan batu pertama untuk pembangunan Puskesmas Wisata Ujung Genteng. Acara ini dihadiri oleh Deddy Mizwar selaku Wakil Gubernur Jawa Barat, Band Wali, dan beberapa pihak terkait.

Puskesmas Wisata ini dibangun untuk para wisatawan yang tengah berlibur di sana. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti meninggal karena diterjang ombak, maka dibangunlah Puskesmas Wisata ini.

Puskesmas Wisata buka setiap hari, dan tidak mengenal hari libur Nasional. Sabtu Minggu juga harus tetap buka, karena di hari itu banyak wisatawan yang hadir ke sana.

Dedy Mizwar Meletakkan Batu Pertama
Penanaman Pohon

 

Selesai dari peletakkan batu, saya lanjut ke acara pengobatan gratis gitu, deh. Setelah berbincang dengan para dokter yang memeriksakan kondisi para masyarakat di sana, didapatkan hasil bahwa masyarakat di sana masih banyak yang mengidap gizi buruk, dan penyakit jantung 🙁

Tapi sih, paling banyak gatal-gatal. Penyakit itu ada, karena kebiasaan buruk masyarakat di sana yang doyang memakai handuk yang sama, dari satu badan ke badan lainnya.

Oia, hari itu juga ada pemberian vaksin Flubio gratis ke masyarakat Ujung Genteng. Pemberian vaksin ini dilakukan, agar masyarakatnya senantiasa sehat, terhindar dari penyakit berbahaya.

Selesai semuanya, akhirnya saya dapat beristirahat dengan arti sebenarnya. Sangking capeknya, niatan untuk jalan-jalan muterin pantai pun gagal. Sumpah, mata ini sungguh berat untuk ditahan terlalu lama. Akhirnya, saya mendaratkan pantat dan badan saya ke kasur nan empuk di tempat penginapan. Lumayanlah, bisa tidur 2 jam.

Sekitar pukul 03:00 siang tim Jakarta dan Bandung jalan beriringan untuk pulang. Pas pulang, kami hanya singgah satu kali (untuk sholat dan makan), dan melalui rute yang melewati Pelabuhan Ratu. Ternyata, pas pulang lebih cepat daripada pas pergi.

Tepat jam 11:30 malam, saya sampai di Jakarta, dan masih ada taksi untungnya. Untungnya lagi, taksinya baik, ketika saya tertidur, dia membangunkan saya.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

34 comments

  1. Bagus ya Ujung Genteng ini. Semoga kapan-kapan bisa mampir sini.

    Adit aku gak diajakinnnn 🙁

    1. Ah, kamu enggak ajak aku ke Pulau Seribu waktu liputan 🙁

        1. namanya juga teman, Van. Berantem itu wajarlah

  2. hore akhirnya ada edisi jalan-jalan meski tugas negara hahaha… ditunggu yang beneran liburan om…

    *masukin ujung genteng ke daftar wajib kunjung*

    1. Tunggu saya, ya 🙂

  3. ke Ujung Genteng setaun yang lalu, malah ga ditulis sama sekali di blog.. bhahahahahahak

    1. Makchic. Hmmmm…

  4. elo ke ujung genteng dan gak motret sunrise nya?
    sayang bener..

    1. Dikata sudah kecapekan duluan. Ish. *toyor Helga*

  5. jika akses jalan ke ujung genteng nyaman tentu makin banyak wisatawan yang datang….:)

  6. Curiga jalannya gak dibenerin emang karena supaya orang yg datang ke sana dikit, jadi gak diobok-obok ama wisatawan. 😛

    1. Tapi akhirnya dibenerin juga, kak –*

  7. Itu supir taxi bangunin karena sudah saatnya bayar taxi kan?
    Lumayan juga ya 13,5jam perjalanan. Udah bisa sampai ke Jogja tuh kalau naik KA.

    1. Iya, kalau naik KA sudah sampai Yogyakarta itu. Jalan-jalan ke sono yuk, kak?

  8. Wuiihh.. jauh bener yak perjalanannya.. harus difikirkan matang matang kalau mau kesana >_<

    1. Iya. Kalau mau, sewa helikopter saja, Nie :p

  9. 13,5 jam? Baaaah, duduk 8 jam di pesawat aja saya udah encok apalagi 13,5, hahaha…
    Nggak kebayang capeknya kayak apa 😀
    Tapi gak apa sih kalo capeknya terbayarkan dengan keindahan alan Ujung Genteng.
    Btw, ternyata masih banyak ya masyarakat kita yang mengalami gizi buruk. Tragis bener.

    1. 8 jam kan nonstop, masih bisa tiduran. 13,5 jam di bus, bisa turun dulu kalau pegal, cuma memang susah tidur 😀

      Iya, tragis mengetahui hal itu. Masih banyak yang gizi buruk

    1. Honeymoon? #Okesip

  10. Aku dulu sama isnuansa mau hanimun yang entah keberapa kali itu rencananya ke Ujung Genteng tapi karena jalannya ajrut-ajrutan jadinya ga jadi deh, trus melipir ke sukabumi kotanya..
    Keren juga selfportraitnya, Dit. 😀

    1. entar saja, Mas.. Empat sampai 5 tahun lagi.

      Heheheh.. Terimakasih!

  11. Kok ke Sukabumi aja lama banget sampe 13,5 jam??
    kayaknya ke Semarang aja cuma 8 jam an deh… masak sukabumi lbh jauh dr semarang??

    1. Ini Sukabumi ujung, dan perjalanannya memang cukup memakan waktu.

      Ini juga kalau naik kereta mungkin cuma 4 jam

  12. gimana Pondok Hexa sekarang ?? kangen pengen nginep disitu lagi

    1. Karena belum tahu sebelumnya, ya asyik sih sebenarnya. Cuma gitu deh

  13. Wah, sekarang perjalanan ke ujung genteng 13 jam lebih to dit?
    Dulu sepertinya aku kesana cuman 7-8 jam. :'(

    1. Iya, mas. Jalanannya rusak parah. Dan kebetulan, beberapa kali berhenti untuk istirahat.

  14. Kok yang komen udah pada kesini semua ya. Aku kapan 🙁
    Tapi kok kayaknya enak ya jadi reporter, kerja sambil jalan-jalan. Aku mau..

  15. Alamnya indah sekali. Semoga tetap terjaga.
    Lalu kalau geopark dibangun akan memberi manfaat buat masyarakat banyak? Saya gak yakin…

  16. Wah enaknya kerja sambil jejalan hehehe. Saya juga belum pernah nih ke Ujung Genteng, jadi kepingin. Bagus ya pantainya.

    Fotonya kurang banyak Dit, foto alam nya lhooooo 😛

  17. bicara ujung genteng. tak elok kalo gak bicara mengintai penyu menyimpan telurnya pada malam hari. plus kontur pantai yang nyaman untuk ngecrik. 🙂

Tinggalkan Balasan