Medan Trip #2 : Istana Megah Itu …

Sudah sampai di Medan, sudah sholat di Mesjid Raya…tapi, belum menginjakkan kaki ke Istana Maimoon? Duh, sia-sia banget tuh, jalan-jalannya.

Makanya itu, daripada jalan-jalan saya yang saya sendiri tidak pernah tahu kapan akan kembali ke sana lagi, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk singgah ke Kerajaan Melayu Deli itu.

Selepas melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Raya, saya bersama Phadel, langsung bergegas ke Istana yang terletak di Jl. Bring Katamso — yang secara letak tak jauh dari Mesjid Raya.

Istana yang memiliki luas 2.772 M² ini dari luar terlihat begitu megah. Hanya saja, siang itu kemegahan Istana yang sudah berdiri selama 2 abad ini terlihat kusam.

Benar saja, ketika saya mendekati Istana Maimoon dan berusaha mencari pintu masuknya, yang saya dapati banyak tembok yang cat-catnya mulai mengelupas. Tidak hanya itu, rerumputan di halaman Istana, pun sudah meninggi.

ISTANA MAIMOON

Sepertinya, bukan timing yang pas untuk saya menjelajahi Istana Kesultanan Deli ini. Pasalnya, ketika saya mencoba untuk masuk ke dalam Istana, sedang melakukan banyak perbaikan. Di setiap sudut Istana, banyak pekerja yang memaku, mengecat, dan melakukan kegiatan perbaikan lainnya.

Salah Satu Pekerja

Tidak hanya itu, ketika saya masuk ke dalam Istana dan diharuskan membayar uang masuk sebesar Rp. 5.000 , ada 1 ruangan yang malah dipakai oleh sekelompok orang untuk mengadakan arisan. Damn. Saya kaget bukan main. Istana yang seharusnya dijadikan objek wisata, malah dijadikan tempat untuk arisan.

Satu Sudut Istana Yang Juga Sedang dalam Tahap Perbaikan

Karena saya sendiri bingung apa yang ingin saya lakukan siang itu, saya pun memilih untuk keluar dan bergegas menuju mobil yang siap mengantarkan saya untuk berwisata kuliner. Sebelum masuk ke dalam mobil, saya sempatkan sebentar untuk bercengkrama bersama anak-anak yang asik bermain di halaman Istana.

Areng Banget!
Ireng !

Lucu melihat ulah mereka yang asik bermain becek. Saya panggil mereka, dan saya ajak saja untuk berfoto. Mau tau apa reaksi mereka?

“Bang, bagi uanglah. Kan udah foto bareng. Tak gratis foto sama kami. 5rb saja pun jadi”.

Gubrakkk! Dasar bocah tengil, kecil-kecil sudah “menjual diri sendiri”. Ha ha ha .. Saya sodorkan saja uang 10rb ke mereka sambil berkata

“Jangan dipakai untuk beli rokok, ya”. Jawaban yang saya terima cukup membuat saya terharu. “Tidak, bang.. Uang ini kami masukin celengan untuk uang beli buku”.

— SINGKAT CERITA —

Hari Minggu (hari ke 3), selepas menghadiri acara pernikahan keponakan ayah, kami sekeluarga menyempatkan diri untuk ke Istana Maimoon. Soalnya, pas hari pertama saya ke Istana, tidak dibarengin kedua orang tua serta adik saya.

SINGGAHSANA RAJA

Untuk hari ke-2 ini cukup membaiklah ketimbang sebelumnya.

Untuk hari ke-2 ini, kami dapat menyaksikan pertunjukan Live Music yang memainkan lagu-lagu khas Melayu. Oia, salah satu pemain musiknya, kalau dilihat dari samping mirip Iko Uwais, lho. #penting.

Pemain Musik

Warna kuning yang menghiasai Istana itu memberi kesan mewah.

Oia, ternyata pengunjung juga bisa menyewa busana khas Melayu Deli. Yaitu, Teluk Belanga dan Baju Kurung. Harga sewanya ga mahal, kok.. hanya Rp. 20.000/busana. Dengan busana ini, kita bisa bergaya layaknya Raja serta Ratu Kerajaan. Berfoto disetiap sudut Istana yang didirikan oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah ini, pun tampak beda.

Tinggi Banget Ya, Gw !?!
Keren, ‘kan?

Saya sendiri merasakan sensasi tersendiri ketika memakai busana itu. Percaya atau tidak, ketika saya memakai baju itu, tingkat kegantengan saya naik 60% dari biasanya. *dikeplak*.

Ungu Itu Membuat Gw Berisi

Jujur, saya kangen memakai busana teluk belanga seperti ini. Padahal dulu, saya sering dibuatkan baju seperti ini setiap kali Hari Raya Aidil Fitri.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

28 comments

  1. hehehehe asyik nih… bisa ada fasilitas coba baju juga ya… lebih keren dari kraton jogya… perlu dikunjungi biar bisa naik 60% juga kegantengannya…

    anak kecil minta uang… untung yang kasih ikhlas ya…

    1. Keraton Jogja bisa seperti ini juga, mas? Mau nyoba ! Kemarin ke Yogyakarta takut mau nanya2 gitu

  2. Tralala…. cuma mau ngespam blognya adit… wauakakaka… *biarin yg penting jadi yg pertama comment 😛

  3. Comment lagi… hmm kamu suka ungu dit?! *warna janda… LOL
    Sumpah tuh foto tinggi bet…
    Btw suka ama foto yg bareng anak2… 🙂

  4. Apus aja dit yg sblmnya :))
    Ini baru beneran komen setelah baca :))
    1. ruangan dipake arisan itu slh satu cara tempat tersebut bs tetap ada dit.
    Kadang pemerintah daerah kan sudah tdk peduli dgn objek2 wisata, alhasil uang pemeliharaan gedung dsbnya cuma diperoleh dari tiket masuk yg notabene pasti ga cukup. Jadi wajar itu salah satu jalan mempertahankannya walau bkn cara yg terlalu baik.

    2. Awalnya suka ama fotonya bareng anak2 cuma setelah baca… o_O minta ditempeleng banget bocah minta duit walau katanya buat beli buku, tapi namanya bocah palingan dijajanin ciki 😛

    3. murahnya sewa baju… >.< dan tetep komentarin tinggimu dan warna yg kamu pake… Jadi kamu suka ungu dit?! *warna janda dit?! LOL

    1. Biarin deh, warna janda… yang penting janda keren. #dikeplak

  5. horeee Adit ntar kalo nikahan pake adat & baju gituan donk berarti? bagus!
    btw, itu jaket biru donker, jaket kesayangan yak? :p

    1. Insya Allah, iya 🙂 *ini kenapa bahas nikah? #EH *

      Jaket? Iya, kesayangan 🙂

  6. Wew…
    Jalan2nya di Medan masih berlanjut ya Mas

  7. eh, btw kalau masuk situ harus pake baju adat ya Bang?

  8. Kalau sewa busananya, ada fotografernya, atau kita bisa potret sendiri Dit?

    1. Boleh foto sendiri, boleh difotoin lalu dicetak. Bebas. Foto lalu cetak ada biaya tambahan 10rb, kak

  9. OOT dikit: ini mesti kalo cari referensi bacaan, nemu tulisan saya tentang istana ini. 😀

    Itu topi bikin kamu makin tinggi aja, padahal udah kayak galah. 🙂

    1. Mbak, galahnya jangan diikut sertakan napa!? Hiks :'(

  10. wakty aku ke Maimun dulu aku ditawarin juga nyewa baju itu.. tapi aku gak mau, takut nanti disangka sultan beneran… hahahaha

    1. aturan coba aja, bang. siapa tau dilirik permaisuri.

  11. Asiiik, bisa arisan juga di istana keren begini. Ayo..kocok bang…

  12. Istana Maimun apa Maimoon sih yang bener, Mas?
    Itu dalam tahap perbaikan kok malah buat arisan, hadeuuhh!

    1. Nah, itu dia mas. Aku sendiri bingung. Ha ha ha +))

  13. Aku suka banget arsitekturnya Masjid Al Mashun…
    *komen gini padahal isi postingannya tentang istana maimun*
    Eh iya tambah ganteng tuh mas *bagi seratus ribuuu
    Oiya, Pancorannya di sebelah mana?

    1. Aku di ILP Centre, say. Kopdar, yuk. Japrikan nomor kamu dong, Un

  14. Pengen deh ke Medan lagi, dulu sekali aja ke Medan dan masih belum wisata kuliner 😀

    1. Ayo kak, Popon.. Ke Medan lagi. Aku bersedia menemani. Asal dibayarin . Hahaha =))

  15. nice trip report. semoga kapan-kapan saya bisa maen ke Medan dan mampir ke sini 🙂

  16. Makjang! Matrek kali anak-anak kecil itu. Udah tahu duit dia…..
    Tapi Dit, bisa jadi Istana juga mencari uang tambahan dari menyewakan tempat untuk arisan. Lumayan kali untuk biaya pemeliharaan.

  17. Sayang,… istana ini tidak seperti istana2 di Jawa yang terawat rapi. Saya rasa bukan karena tak ada bantuan dana,… tapi mungkin masing2 keturunan masih meributkan ‘satu’ kursi itu. Eh, itu sih menurut saya 😀

Tinggalkan Balasan