Manfaat Air Cucian Beras

Tanaman Melon (Dokumentasi Pribadi)

Kalau saya tidak salah, sekitar awal-awal puasa bulan Agustus lalu, saya sempat membaca kicauan @deelestari. Entah apa yang dibahas pertama kali, pokoknya yang kebaca sama saya adalah : ‘kalau habis mencuci beras, airnya jangan langsung dibuang. Itu bisa untuk menyuburkan tanaman’ (kurang lebihnya begitulah).

Saya sendiri yang membacanya sempat enggak percaya ‘masa sih, air bekas cucian beras bisa buat menyuburkan tanaman? Itukan udah kotor, apa tanamannya bakal tumbuh subur’ fikir saya kala itu. Setelah membaca kicauan itu, isenglah saya untuk mencoba, bener ga sih seperti itu!? Kebetulan, waktu itu ibu saya membeli buah melon. Setelah dikupas, saya minta ke ibu supaya bijinya jangan dibuang. Begitu juga ketika ibu mau masak beras, pas mau dicuci, saya kasih baskom supaya air cucian itu ditaroh dibaskom untuk saya pergunakan sebagai bahan uji coba.

Karena dikicauan Mbak @deelestari tidak cantumkan bagaimana cara kerjanya, alhasil, biji yang saya punya (*biji melon maksudnya), saya taburkan bebas di atas tanah bekas pembakaran sampah yang sudah saya rapikan di dalam pot berukuran kecil. Setelah biji itu saya taburkan, saya siramkan menggunakan air bekas cucian beras tadi.Β  Tidak hanya biji melon ini, beberapa tanaman yang ada di halaman rumah, saya siram dengan air bekas cucian beras.

Tiap hari, hal serupa saya lakukan. Mulai dari menampung air cucian beras sampai menyiramnya. Sampai-sampai, saya yang mencuci sendiri beras itu, biar airnya ga dibuang ke tempat lain. Maklum, ibu saya pelupa. Hehehe. Dihari pertama yang saya lihat adalah, bijinya sedikit terbuka. Dihari kedua, seperti ada yang nongol dari biji melon tersebut. Sampailah di hari ke 10, biji melon saya berbunga seperti yang ada di gambar. Wah, girang sekali hati ini. Ternyata uji coba saya berhasil. Saya jepret dan saya share ke @twitter dan saya jadikan Display Picture kontak BBM saya. Yang respon rata-rata semuanya sama. Mereka bilang ‘Dit, itu kalau rajin lo siram dengan air cucian beras, sebelum 7 bulan sudah lebat banget. Belum sampai setahun sudah berbuah kecil’. Idih, siapa coba yang ga seneng dibilang seperti itu. Termasuk saya TAG ke mbak @deelestari nya. Responnya, pun, kurang lebih sama.

Dodolnya saya, ketika air bekas cucian itu dipergunakan, saya nya sendiri tidak mencari tahu ada apa dibalik itu semua? Kok bisa, sih, air bekas cucian beras ketika disiram ke tanaman membuat tanaman tumbuh dengan cepat. Dan, jawabannya itu pun saya dapatkan secara tidak sengaja. Barusan saya follow twitter Indonesia Berkebun @idberkebun , saya buka website nya mereka dan saya temukan artikel tentang rasa penasaran saya itu. Berikut penjelasannya :

Sebelum menanak nasi, beras wajib di cuci terlebih dahulu dengan air bersih. Tujuan pencucian beras ini adalah untuk membersihkan beras seperti dari kulit yang terbawa, sisa gabah, serangga kecil pemakan beras, butiran kerikil yang terlihat atau kotoran lainnya. Setelah selesai mencuci beras, pada umumnya air hasil pencucian beras dibuang begitu saja karena air tersebut dianggap kotor akibat air cucian beras terlihat putih keruh dan membawa partikel halus yang menempel di butiran beras.

Air cucian beras sebenarnya sangat bermanfaat untuk tanaman. Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang berlimpah, yang dapat berfungsi sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman yang ramah lingkungan serta banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Β kandungan nutrisi yang ada pada air cucian beras di antaranya adalah karbohidrat berupa pati (85-90 persen), protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula dan vitamin yang tinggi.

Selain itu, Formulasi air cucian beras merupakan media alternatif pembawa P. fluorescens yang berperan dalam pengendalian patogen penyebab penyakit karat dan pemicu pertumbuhan tanaman (Yayu, 2011).Β Bakteri Pseudomonas fluorescens adalah Bakteri P. fluorescens yang mampu mengklon dan beradaptasi dengan baik pada akar tanaman serta mampu untuk mensintesis metabolit yang mampu menghambat pertumbuhan dan aktivitas patogen atau memicu ketahanan sistemik dari tanaman terhadap penyakit tanaman.

Oleh karena itu, maka air cucian beras hendaknya janga dibuang. Manfaatkan air beras untuk menyuburkan tanaman, caranya memanfaatkannya adalah sebagai berikut :

  • Setelah mencuci beras, tampung air cucian beras
  • diamkan 1-2 menit
  • manfaatkan botol air minum bekas sebagai media penampung air cucian beras (reduce & recycle)
  • siram air cucian tersebut ke tanah pekarangan ataupun pot tanaman

NB :

  • air cucian beras “hanya” disiramkan ke tanah, jangan terkena daun. Apabila terkena daun sering mengakibatkan permukaan daun terbentuk bercak-bercak putih yang dapat mengurangi kecantikan tanaman.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat

via : Indonesia Berkebun

Tapi sayangnya, saya harus mengulang menanamnya kembali. Tanaman saya yang sudah berumur lebih dari 2 bulan, menjadi santapan binatang kelaparan. Kucing. Yah, beberapa hari lalu, dia mengacak-acak tanaman saya itu. Dan saya, belum sempat mengambil foto ketika tanaman saya sudah berdaun lebat. Hiks. Sedih hati ini *allahh.. Lebay*

Pokoknya, saya harus menanam lagi. Biar air-air yang jatuh dari langit tidak menyebabkan banjir, biar air-air itu menyerap sebagaimana semestinya. Toh, tumbuhan yang saya tanam akan bermanfaat dikemudian hari. Caiooooooo !

Ayo teman-teman, dicoba juga.

 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

13 comments

  1. ternyata #postingbaru kita sama2 mengenai tanaman dan berkebun ya. Ayo berkebun, karena berkebun itu hore! πŸ˜€

    1. Justru karena terinspirasi dari postingan mu lah, postingan ini ada. Di tambah, tanaman gw itu di acak-acak sama kucing. Hiks *curhat*.

  2. hallo, salam kenal, terima kasih sudah mampir ke blog saya.

    Oya, yang pernah saya dengar air cucian beras ini bisa untuk menyiram tanaman anggrek biar cepat berbunga, saya pernah mencobanya tapi tidak terlalu terlihat hasilnya, hehe.

    1. Salam kenal juga, mas . Terimakasih sudah mampir juga πŸ™‚
      Kalau dulu nenek kakek saya nyiram tanaman bunga-bunganya mencampurkan micin ke dalam air, hasilnya sangat bagus πŸ™‚

  3. Jadi, apa perlu beras yang mau dimasak nggak usah dicuci aja biar kandungan vitamin dan nutrisinya nggak hilang? πŸ˜‰

    1. @Isnuansa, silakan dicoba, berasnya tdk perlu dicuci. Kalau saya sih kapok bbrp kali coba, hasilnya nasi bau debu, gak selera makan :-))) fyi di tempat tinggalku skrng berasnya sudah dalam kemasan2 plastik yg bolong2, klo mau masak tinggal masukin panci dan kasih air secukupnya.

  4. Saya juga melakukan hal sama pada pohon tomat, hasilnya buahnya buanyak, saya juga nanam bibit 3 jenis cabe sering disiram dg air cucian beras jadi subur.

    Btw bgm ya kalau saya mau daftar newlestter ke blog Adit? lihat2 dari atas ke bawah tidak ktemu feedburnernya πŸ˜€

    1. Horeeee.. Banyak juga bercocok tanam. Hasilnya gimana, mbak? Sharing2 yuk, mbak πŸ™‚

      Iya nih, mbak, wordpress saya lagi bermasalah πŸ™

      Terimakasih loh, mbak

  5. Hai Adit, barusan saya sdh daftar utk berlangganan blog kamu πŸ˜‰ idku glassmask πŸ˜€

    1. Terimakasih banyak, mbak. Aku juga sudah berlangganan. Horeee. Dapat temen baru dari Jerman πŸ™‚

  6. owwww, berarti saya salah nih, saya tahunya air bekas cucian beras bagus untuk tanaman, jadi biasanya saya siram langsung ke seluruh tanaman, pantesan daun daunnya jadi banyak bercaknya, hehehe, beginilah kalo nggak tahu, πŸ™‚ makasih penjelasannya ya mas

Tinggalkan Balasan