Maafkan Aku, Ini Pilihan Sulit

Jam sudah menunjukan pukul 12:06 WIB ketika saya memasukan kalimat per kalimat di dalam “rumah sederhana” milik saya ini. Sudah 4 jam lebih saya dihadapkan oleh pilihan sulit. Antara tega ngga tega, tapi ini harus tetap saya laksanakan. Ibu pernah berpesan kepada saya, ‘janganlah kau menjadi manusia egois, Nak. Jadilah manusia yang adil. Hidup akan terasa bahagia apabila kamu bersikap adil’.

Buktinya, malam ini saya masih bimbang atas pilihan saya. Saya takut mengecewakan mereka, saya takut mereka sedih. Saya ngga mau mereka beranggapan saya adalah manusia egois, manusia yang hanya memilih mereka yang baik. Saya tidak ingin mereka merasa didiskriminasikan. Sumpah, dari lubuk hati terdalam, maafkan saya.

Saya mohon, bantu saya, kawan. Bantu saya untuk menjadi manusia pemilih tapi tidak menyakiti pihak lain.

Bingung Memilih Yang Mana

Lihatlah mereka. Mereka butuh kepastian dari saya. Mereka ingin ketegasan dari saya, mana yang saya pilih ikut serta dalam perjalanan beberapa hari saya, esok hari.

Dari dulu, kegiatan seperti inilah yang paling saya benci. Saya tidak bisa memilih. Ingin rasanya memboyong mereka ikut serta dalam perjalanan saya. Tapi apa daya, tidak semua dari mereka layak diikutsertakan dalam perjalanan ini. Tapi, ada rasa sedih yang hinggap di hati saya apabila harus meninggalkan mereka.

Mereka marah, kenapa setiap kali dihadapkan oleh mereka, saya selalu memilih. Kenapa setiap dihadapkan oleh yang lain, saya bisa dengan yakin memilihnya.

Benda Ini Sudah Berusia 9 Tahun

Contohnya benda ini. Benda ini sudah berusia 9 tahun. Semenjak kelas 2 SMP, benda ini yang selalu menemani saya melakukan segala macam perjalan. Bisa dikatakan, dia sudah keliling Indonesia – walaupun bukan saya yang menggendonya.

Saya sudah terlalu nyaman sama benda satu ini. Dia kecil, imut dan menggemaskan. Walaupun kata sebagian orang ada baiknya dia dimuseumkan, saya tidak akan pernah melakukannya. Ngga tau sampai kapan akan bertahan, yang jelas hingga hari ini, saya tetap memilih dia.

Eliminasi Tahap Awal

Ini belum berakhir. Ibarat pencarian bakat, ini masih tahap pra-eliminasi. Belum fixed. Masih ada yang harus di saring lagi menjadi “12 besar”.

Saya benci packing ! Tapi saya tidak pernah benci berlibur.

Benar kata @radityadika ;

“Packing sesungguhnya adalah kegiatan yang menunjukan perbedaan kasta di antara baju – baju. Baju yang bagus akan ikut pergi, semntara baju yang jelek hanya bisa meratap dari balik lemari … “

Sekali lagi, maafkan saya. Saya tidak bermasuk membeda-bedakan kalian. Doakan saya, semoga saya bisa melakukan perjalanan lagi. Dan saya janji, yang belum kepilih sekarang, akan saya pilih kemudian hari.

—-

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

17 comments

  1. Romantis bener sama baju-bajunya, seolah baju punya perasaan.. 🙂

  2. shalat istikharoh mas, kalau memang dihadapkan pada pilihan sulit, hehe

    malah sok menasehati 😀

  3. semangat2 mas,..
    benar kata mas jarwadi, shalat istikharoh aja, 🙂

  4. astaga Dit, kirain bimbang kenapa
    mudahmudahan ngga ngambek yah yg ga kepilih 😀
    selamat berlibur! ditunggu oleholeh ceritanya 😀

  5. hahahahhaa.. aseeeeeeeemm, dhe kira milih apaan ee ternyata cuma milih baju.. rasanya pengen nyumputin baju2 kamu dit biar kamu gk lebay dilema seperti ini.. 😛

    sukses liburannya.. jangan lupa mampir Palembang yaa 🙂

  6. Huehehehe, iya, Rusa juga gitu. Rusa selalu galau kalau memilih yg mana yg harus dibawa. Dan selalu berubah2 kadang ada yg terpaksa dikembalikan ke lemari karena merasa tak cukup dan tak terlalu penting u/ dibawa 😀

  7. Hahahahha sudah serius bacanya, kirain soal teman gitu :).

  8. Bahasanya mantep mas, nanjep banget 😀
    Aih..soal packing itu emang ribet 😀
    Dan bener, baju / pakaian yang bagus2 saja yang dibawa, sementara yang biasa / jelek ditinggal, hahaha… 😆

  9. biasanya saya selalu lihat foto trip terakhir, jd baju apa yang saya bawa pada trip terakhir biasanya akan saya tinggal dengan kejam untuk memberi kesempatan pada yang lain dan untuk menunjukkan kalo baju saya bukan cuma itu-itu saja… hahahaha

  10. Hahahaha.. Makanya punya baju jangan banyak-banyak. Jadi susah kan milihnya.

  11. so sweet banget mas, selamat berjuang yah… semoga bisa ngasih pilihan yg tepat 🙂

    eh yg abu2 itu kalo ndak salah sajadah ya? jangan ampek ketinggalan kalo itu mas 🙂

  12. tetep, harus sedia tisu… 🙂 dilematis emang..

  13. Saya bisa merasakan perasaan baju2 yang ditinggalkan, semoga mereka diberi ketabahan ya… #terisak

    *ambil gulungan tissue yang ke-2*

  14. Saya juga nggak suka packing, tapi bukan gak suka karena bingung milih. Saya gak suka karena harus berat-berat bawa pakaian. Hehehee…

    1. Saya pun inginnya begitu. Tapi, saya bingung harus mencari ukuran saya ketika berada di satu daerah

Tinggalkan Balasan