Maafin Kakak Dik Sudah Berbohong Pada Kalian !

Di lingkungan tempat saya tinggal ini, perbandingan antara yang seumuran dan anak-anak (usia di bawah 12 tahun), paling banyak justru anak-anaknya. Saya mau main sama yang seumuran, cara bergaul mereka tak sejalan dengan saya. Alhasil, saya hampir ga pernah bergaul sama yang seumuran. Jangankan bergaul, kenal nama aja, enggak.

Anehnya, anak-anak kecil ini tahu nama saya. Dan, ga sungkan-sungkan mengajak saya main. Ada beberapa kejadian yang membuat mereka tak sungkan-sungkan mengajak saya untuk bermain, atau sekedar mengobrol.

Lama mereka kenal dan mengobrol sama saya, tak pernah sama sekali mereka menyinggung soal badan. Entah ada angin apa, tiba-tiba beberapa bulan yang lalu, mereka melontarkan pertanyaan seperti ini. “Kak, kok kaka tinggi banget, ya? Aku kalah tingginya sama kaka!”. Eh, kok, tiba-tiba mereka bertanya seperti ini. Saya yang kala itu menganggap pertanyaan mereka adalah candaan, saya pun menjawabnya sambil cengengesan. “Makanya, makan yang bener, rajin makan sayuran dan minum susu”. Lalu mereka bertanya lagi “Susu apa, kak? Aku minum susu danc**. Tapi, aku ga tinggi kayak kaka”. Dodolnya saya, saya jawab balik “Susu bende**, dong! Nanti kamu tinggi kayak tiang benderanya”. Dengan polosnya, mereka mengiyakan. Lalu berkata lagi “Oooo.. Gitu ya? oke, nanti aku suruh ibu beli susu bende**”

Saya fikir, obrolan tempo hari hanya akan dijadikan angin lalu sama mereka. Eh, ternyata sebagian dari mereka nanggepinnya serius. Keseriusan mereka saya ketahui dari ibu, yang secara kebetulan mendapatkan laporan dari para ibu anak-anak tersebut.

“Bang, tadi mamanya si anu cerita ke mama, kalau si anu tiba-tiba doyan makan sayur dan kekeuh minta dibelikan susu bende**. Katanya, itu saran dari kamu!”. Saya yang ketika itu lagi menyantap masakan ibu, tiba-tiba berhenti dan ketawa sejadi-jadinya. “Serius, Ma? Yaampun, abang jawab itu bercanda kaleeeee. Abang fikir mereka bercanda. Umur mereka sama abang kan, beda. Nanti juga kalau umur mereka bertambah, tinggi mereka akan bertambah juga!”. Lalu mama cerita lagi “Lagian kamu juga, sih.  Kamu aja tinggi bukan karena minum susu. Yah, memang sih, kamu doyan sayur dan minum susu. Tapi, tinggi kamu itu bertambah karena faktor keluarga dan karena efek badan kamu yang mengurus!”.

Aduh, sumpah. Saya mendengar cerita mama jadi ketawa geli sendiri. Anehnya, orang tua mereka ga memberi penjelasan yang lebih ilmiah. Jelasin kek, kalau dari segi umurnya aja sudah beda. Jelasin juga, sewaktu-waktu mereka juga akan mengalami pertumbuhan. Tapi, saya bersyukur. Bersyukur karena memang mereka punya niat untuk hidup sehat. Hidup sehat dengan cara makan yang benar, konsumsi sayuran, dan minum susu. Untuk usia-usia mereka, mereka butuh asupan gizi, bukan? 4 sehat 5 sempurna harus mereka dapati.

Terlepas dari mampu tidaknya orang tua membeli susu, anak-anak itu harus mendapatkan yang terbaik untuk tubuh mereka. Saya rasa mampu. Kalau memang orang tuanya peduli akan tumbuh kembang anak, pastinya segala cara akan mereka tempuh. Sebagai contoh, hentikan kebiasan merokok. Uang untuk membeli rokok, bisa alihkan untuk membeli susu anak, bukan? Toh, saya menyebut merk susunya yang harganya masih bisa dijangkau, kok.

Dik, maafkan kakak ya, sudah berbohong pada kalian. Tapi, kakak salut kalau kalian sedari kecil sudah terbiasa mengkonsumsi sayur. Sayur itu enak, kok. Semoga kelak, kalian bisa lebih tinggi dari kakak. Eh, tapi jangan, deng. Jangan tinggi-tinggi banget. Kasihan orang di sekitarmu, nanti dangak. #curhat

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

35 comments

  1. Kalau ingin tinggi, minum susu bendera, kalau ingin kekar/gemuk, minum susu bear brand

    1. Bear Brand aku konsumsi kalau aku pas sariawan, Oom 😀

  2. Susu bende itu apa sih? beneran gue nggak ngerti..hehehe

    1. oh ya,sorry,nggak perhatikan dua ** setalah kata bende..hehehe

  3. Gubrakkkkkk wakakakakakakkaakkaka… asli ngakak gue bacanya, lagian bang anak2 kecil itu beneran polos kok jadi main percaya aja hahaha.. untung gak ditanya “bang kok ganteng, makan apa ya?”

    1. Nah, itu dia, Lid. Untung saja mereka ga bertanya seperti itu. kalau iya, matek gue !

  4. Kak…aq mau tinggi…8cm lg aja gitu 😐

    1. berenang yang rutin, cici Lionda! :p

  5. Aih jadi inget dulu waktu masih kuliah dan sering pulang sore, ada anak-anak tetangga yang suka nanya-nanya gitu juga 😀

    Paling enggak, mereka jadi termotivasi makan sayur dan minum susu, Dit 🙂 it’s a nice influence I think.

    1. ya, hikmah yang bisa saya ambil itu. syukurlah kalau mereka jadi rajin makan sayur. toh, itu untuk mereka juga 😀

  6. tapi dirimu itu tingginya luar biasalah mas… saya aja kalah tingginya.. makan apa sih 🙂 susu bendr*** besok saya minta ibu saya beliin deh 🙂

  7. kayak iklan aja, tumbuh ya ke atas bukan ke samping 😀

    1. itu iklan susu lain :p

  8. kak, aku mau langsing gimana kak?

    1. coba ubek-ubek artikel saya yang lain, teh :p

  9. Kudu minta dibayar nih ama produsennya susu **ndera Dit. Hihihi.
    Sayur emang enaaak tapi anak kecil biasanya ga suka. Hebat deh udah bisa memotivasi mereka buat makan sayur. 😀

    1. aku maunya juga gitu, Mas. andai mereka baca, aku pasti minta bayaran #muree

  10. bohong nggak sengaja tapi bawa efek bagus … nah itu masuk bohong kategori apa ya…
    tapi pasti ibu2nya jadi pada seneng

    1. saya pun tak tahu 😆

  11. Dedek Diana dong, minum ASI sampai cantik. 🙂

    1. aku mau ketemu dedek Diana, dong ! 😀

  12. yang penting anaknya mau makan sayur. itu yang bkin ibunya seneng Dit..

    1. betul sekali, bang

    1. hahahaha … 😆

  13. Nasihat dari seorang kakak lebih diperhatikan anank kecil ketimbang nasehat ibunya untuk makan sayaur :).

    1. padahal bukan kaka kandung 😀

  14. Klo cewek jangan tinggi amat.. ntar susah cari cowok yg lbh tingginya 😉

  15. sajian informasinya sungguh interaktif dan teraktul semoga bermanfaat untuk semuanya

  16. Thanks you . Your words makes me feel so good today. Grettings

  17. Hhhha saya sampai tertawa – tawa sendiri setelah membaca artikel anda,,, terimakasih pak artikelnya sangat menarik sekali

    sukses selalu

  18. oh gituh ya.. oke pa terimakasih telah ngasih kabar kepada saya. he

  19. iya benar berbohong itu juga perlu. 😀

Tinggalkan Balasan