Little Baghdad – Restoran Khas Timur Tengah di Pelosok Selatan Jakarta

Sekitar sebulan yang lalu, saya bersama keempat teman saya lainnya menjajal makanan di Little Baghdad, restoran khas Timur Tengah di pelosok Selatan Jakarta. Sebenarnya tak ada niat mau makan di restoran yang menurut saya sempit itu. Kalau karena tak kelaparan setelah ke resepsi sahabat, maka tak akan pernah saya ke tempat itu.

Little Baghdad Tampak Luar

Kami berlima memilih untuk duduk di area luar, supaya dapat menghirup udara bebas. Entahlah, untuk kondisi tempatnya, saya sudah males duluan.

Melihat tampang saya yang rada ogah-ogahan untuk terlalu lama di tempat itu, teman saya memberikan rekomendasi minuman yang katanya tempo hari, jika saya meminum itu, maka saya akan betah berlama-lama di tempat itu karena ketagihan akan minuman tersebut.

Little Baghdad ini sendiri tidak 100 persen menyediakan makanan a la Timur Tengah. Masih ada kok, makanan Western gitu. Kayaknya sih, pemiliknya paham betul kalau tak semua orang suka sama makanan Timur Tengah. Buktinya nih, masih tersedia menu burger di restoran tersebut.

Baghdad Burger

Kalau saya sendiri memesan seporsi Dajaj Mashwi dengan minuman sesuai dengan apa yang direkomendasikan teman saya, yaitu Akhriade Smoothie.

Dari segi rasa, tak ada yang begitu spesial dari makanan yang saya pilih. Hanya dua potong ayam, dengan saus yang terbuat dari tomat segar dan beberapa potong jamur, disajikan dengan kentang goreng. Entahlah, apa karena sudah sumok duluan melihat tempatnya, lidah saya jadi antipati gitu sama makanannya.

Dajaj Mashwi

Untuk minumannya, baiklah, saya menyerah. Akhriade Smoothie segarnya kebangetan. Benar-benar bikin adem. Perpaduan strawberry, ice cream vanila, membuat minuman itu menjadi minuman yang paling dicari oleh pengunjung setia Little Baghdad. Untuk yang diet, coba deh minum jus ini. Menurut saya sih, bakal ngenyangin banget. Saya saja begah.

Akhriade Smoothie

Selanjutnya, dua teman saya, Shindy dan Dana, memesan Shawarma Beef dan Kandahar. Shawarma Beef merupakan daging sapi cincang yang dibungkus dengan pembungkus makanan. Disajikan dengan mayonaise, irisan bawang yang dicincang, dan tidak lupa ditemani kentang goreng dan salad bergaya Timur Tengah.

Shawarma Beef

Kalau Kandahar merupakan nasi kebuli dengan dua potong ayam berukuran cukup besar dan empuk, dan disajikan dengan salad dan saus tomat segar.

Nasi kebuli Kandahar rasanya gurih. Saya suka dengan nasi kebulinya yang tidak begitu asin, dan berminyak.

Kandahar

Secara keseluruhan tak ada yang istimewa dari makanan yang ada di Little Baghdad tersebut. Cuma Akhriade Smoothies-lah yang menurut saya layak untuk direkomendasikan.

Andai saja saya tidak kelaparan setelah resepsi hari itu, maka saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di restoran yang terletaknya tidak strategis tersebut.

Ada pun harga makanan dan minuman di Little Baghdad , sebagai berikut:

  • Baghdad Burger : Rp 37.500
  • Shawarma Beef : Rp 39.000
  • Kandahar : Rp 46.000
  • Dajaj Mashwi : Rp 36.000
  • Akhriade Smoothies : Rp 27.5000
Little Baghdad
Tea House, Snack & Shisha
The Place U Can Unwind With Shisha
 Jl. Kemang I/72. Jakarta 12730. Telp. 62 21 7181944 – Fax 62 21 7181943

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

36 comments

    1. banget, kak. Kalau naik Kopaja riweh. naik kendaraan pribadi saja riweh, menurutku

  1. agak biasa ya dit

    1. menurutku, biasa banget. yang jawara cuma minumannya saja

  2. Di Little Baghdad kok makan burger to Diiiiittt? :))

    1. itu bukan aku yang makan, kak. tapi kawanku

  3. jadi inget tahun 2006 dulu pertama kali gw kesana ama temen-temen seangkatan Dit. Ternyata udah lama babget ya resto ini bertahan.

    1. oh, ya? Waktu itu bagaimana rasanya, Mas?

  4. Kalau lihat fotonya, sptnya kandahar enakk ya?, lainnya biasa saja :D.

  5. belum pernah kemang jadi tida tahu persisnya sebelah mana 🙂

  6. Nasi kebulinya kayanya porsinya dikit ya.. *apa gue yg rakus*

    1. memang sedikit kok, mas 😀

  7. eh, ini yang di kemang itu ya? yang “jalan kecil” itu kan?

    ternyata harga makanannya terjangkau-terjangkau juga.. #barutau

    1. yap, betul, mas. Harganya sih, memang terjangkau. tempatnya saja yang agak susak terjangkau

  8. Saya lebih suka Shisha Cafe, kak. Makanannya lebih otentik, rasanya enak, suasananya nyaman pun 😀

  9. Hmmm..
    Kemang? males ah, jauh. susah kendaraan (umum)nya :p

    1. ember. kalau ngga naik kendaraan sendiri dan rame-rame, ogah juga gw, Mas 😀

  10. Jujur aku belum pernah makan makanan kayak di atas (#Maklum kelamaan di Pelosok :D), Tapi kalo liat gambarnya , kayaknya cuma tertarik sama Kandahar. he he,

    1. yah, memang Kandahar yang masuk akal

  11. males klo kemang, muacet…. dan g ada angkutan kecuali taksi (–“)

  12. Makanannya seperti makanan western ya Dek….
    Aku suka tapi… asal gak terlalu mahal. Kalau mahal, aku pilih di restoran bagus saja sekalian…

    1. Ga western semua juga sih, kak. Ada Timur Tengahnya juga 🙂

      Murah meriah kok, kak

  13. Agak ilfil liat burgernya haha, masak ada burger di baghdad hehe… smoothienyaaa masaowooooohh, kliatannya enakkk

    1. yah, namanya juga restoran di Indonesia, Lid.

      Smoothie-nya memang enak, kok

  14. pingin smoothies nya ajaa…
    hehehhee

  15. dija mau kentang gorengnya Om…

    1. boleh, Dija.. sini, sini..

  16. ini makanan khas baghdad pasti mantap cuman kalo nasi nya dikit gx kenyang, jujur aku doyan makan loh..!!

  17. makanannya gak begitu istimewa amat ya dit
    kaya makanan di resto biasa
    tapi kalo kapan2 mau nraktir gapapa sih dit
    :p

Tinggalkan Balasan ke dani Batalkan balasan