Kopi Selasar, Surga Kopi dan Makanan Enak Dengan Harga Murah

Satu lagi tempat baru yang saya singgahi saat menghabiskan waktu libur ke kota Bandung, yaitu Kopi Selasar. Coffee shop ini berada di teras Selasar Sunaryo Art Space. Berhadapan dengan penggunungan dan bukit plus udara yang dingin, bikin para pengunjung betah berlama-lama di sini, termasuk saya dan teman-teman.

Belum lagi harga dari semua makanan dan minuman yang murah banget, tentu tidak jadi masalah jika harus pesan lagi supaya tidak diusir. Andai Kopi Selasar dengan suasana yang sama ada di Jakarta, terlebih di Selatan atau Pusat, sudah pasti saya jadikan ‘tempat kerja’ ke dua. Selesai liputan bukannya balik ke kantor, malah nangkring di sini.

Di bawah itu ada aula terbuka bagi siapa yang mau bikin acara dengan konsep out door. (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

Karena sering baca review-an mengenai tempat ini, saya girang begitu tahu Selasar Sunaryo Art Space masuk dalam daftar tempat yang bakal dikunjungi. Seharusnya destinasi pertama rombongan jurnalis Pepsodent ke sini, namun diundur karena kami baru sampai di Bandung pukul 04:00 sore. Maka itu, baru ke sini pas sebelum pulang ke Jakarta.

… Enam jam saja dong ke Bandung. Macam mudik awak kemarin!

Individu introvert seperti saya (kamu percaya ‘kan kalau saya introvert) yang tidak suka suara bising dan maunya menyendiri, atau buat kalian yang mau ajak kencan selingkuhan, kalian yang mau curhat dari A sampai Z, Kopi Selasar adalah surganya.

Eh, nggak juga deng. Tergantung kapan datangnya. Kalau siang dan di hari kerja mungkin iya jadi surga. Tapi kalau malam hari, terlebih hari Sabtu, mungkin jadi neraka buat saya. Ya, intinya ini surga buat pecinta kopi.

Siang itu Kopi Selasar masih sepi. Kami berisik pun tidak ada yang protes :p (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

 

Tempat sesunyi, sedingin, dan setenang ini memang paling enak digunakan untuk curhat. Hasil pantuan kemarin sih begitu (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

 

Nyaman, kayak hati perasaan. Bawaannya susah move on (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

 

Ada perpustakaan juga. Sayangnya hari itu lagi ditutup. (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

Kata si Kawan, dulunya tempat ini hanya menyajikan kopi saja. Belum ada tuh spageti, hot dog, tom yam, lasagna, dan makanan yang lain. Tapi sekarang, melihat banyak anak nongkrong yang tidak selalu suka sama kopi, Kopi Selasar jadi menjual makanan ringan sampai yang berat.

Memang juara kelas dari tempat ini adalah kopi-kopinya, termasuk dua kopi yang kami pesan kemarin: chococcino ice cream dan kopi selasar, kopi hitam ada latte art-nya ditambah jahe yang ditusuk di bambu. Rasanya seperti dipeluk Will Smith, pekat namun menghangatkan. *digampar*

Minuman yang ada di sini. Yang juara kelasnya Kopi Selasar, yang di tengah itu. (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

Makanan di sini nggak kalah nikmat. Saya nggak takut makan banyak meski lagi program pengurangan kadar lemak dan berat badan. Apa itu diet? Diet cuma serangkaian huruf yang terdiri dari D, I, E, dan T. Lagi pula diet bukan berarti tidak makan, toh? Diet yang benar adalah membakar lebih banyak kalori dari yang kita masukkan, yes? Ha ha ha ha.. Sok-sokan, padahal hari itu dan keesokan harinya tidak olahraga sama sekali, dan begitu dicek kadar lemak naik satu persen. *sad*

Habisnya, selain rasa makanan seperti nasi goreng, tom yum, spageti tuna, dan spageti irisan cabe rawit yang saya lupa namanya yang memang enak banget, semua itu gratis. Masa iya saya menyiakan kesempatan itu? 😆

Semuanya enak. Saya pesan Tom Yum tanpa nasi, karena sudah berencana comot-comotin semua makanan yang dipesan. Kecuali hot dog, lagi tidak makan daging (Kopi Selasar/ADIITOO.com)

Yang patut diacungi jempol, si empunya tempat tidak takut membandrol semua menu makanan dan minuman dengan harga yang terbilang murah. Boleh disebut murah dong, kalau ‘bonus’ yang didapat adalah pemandangan bukit Parijs Van Java yang melegenda, pegunungan sekitar kota Bandung, meja dan kayu terbuat dari kayu, colokan di mana-mana, dan pepohanan besar yang menambah kesan teduh?

Kalau tidak salah, harga minuman kisaran Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Sedangkan makanan dari Rp 30.000 sampai Rp 70.000

Belum lagi ada galeri seni yang menjadi ‘inti’ dari tempat ini. Ada juga ruang pameran, amphitheater, aula diskusi, tempat pementasan di alam terbuka yang semuanya dibuka untuk umum sejak 1998. Seperti galeri pada umumnya, pengunjung Selasar Sunaryo dilarang memotret, hanya boleh melihat saja.

Saya dan si Kawan berencana ke Bandung lagi untuk satu urusan. Mungkin akan singgah ke Kopi Selasar di Selasar Sunaryo Art Space untuk kedua kalinya. Mau coba menu lainnya.

Kopi Selasar di Selasar Sunaryo Art Space (Blend your coffee with an artistic environmant!)
Jl. Bukit Dago Pakar Timur No. 100, Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat

NOTE: Tidak ada angkutan umum, lebih baik kendarai mobil sendiri, taksi, atau Gojek

Telp. 022-2507939 Fax: 022-2516508
Jam buka:
Senin – Kamis : 11:00 s/d 18:00
Jumat – Minggu : 11:00 s/d 22:00

 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

29 comments

  1. Ke sini lagi, yukkkkk! Terimakasih Pepsodent dan RnR 😀

  2. Gw udah pernah ke Selasar Sunaryonya tapi lewat doang di kopi selasarnya. Waktu itu ujan dan tampias di mana-mana euy.

    1. Kemarin sih sudah banyak yang ditutupin atasnya, jadinya ndak kehujanan. Pas menuju mushola doang kali yah

  3. Wow ini sekompleks dg museum patungnya pak sunarya bukan? Pengen kesana tp belum kesampaian..

    1. Yoih. Ke sana dong, Mas KW. Liputan 😛

  4. liat foto pertama, saya pikir itu di Ciwalk, ternyata bukan hehe

  5. Aku dong, 4 tahun kuliah di Bandung tapi gak pernah kesampaian ke Selasar Sunaryo, apalagi Kopi Selasarnya. Kapan duh yaaa bisa ke sini :)))

    1. Habis si Mas suami aja kak ajak ke sini.

  6. Mantap pisan nih tempat dan suasananya. Dingin Bandung membuat makanan & minuman disini jadi makin enak.

  7. Ini di Dago Pakar deket sama Kopi …. duh saya lupa itu nama coffee shop di sana yang pernah dikunjungi…

    1. Ayo, ayo, diingat lagi Mas Febri 😆

  8. kelihatan cozy banget tempatnya 😀

  9. menurutku makanan nya biasa banget, tempat nya juga super biasa, kecuali ya ada amphiteather nya itu. selebihnya, not worth to go there.

    1. Jadi yang rekomendasi menurutmu di mana, Fan? Mau ke Bandung lagi, euy

  10. Waahh, kayaknya enak nih mas. Hujan2 ngopi sambl liatin pemandangan.

    1. Hooh. Pemandangan yang ciamik

    1. Mongo. Boleh lho saya diajak :p

  11. Wah belum pernah ke sini. Padahal ownernya bokapnya temen. Hahaha *ditabok Oom Sunaryo*

    1. Wah, Om Brad, bilangin om Sunaryo dong kok bisa bikin karya-karya bagus seperti di galerinya.

  12. halaman yang ada rumputnya itu mengingatkan sama rumah gue di Bogor. HAHAHAHA

    KAK ADIT, AJAKIN JALAN-JALAN DONG

    1. Ke rumahmu di Bogor, yuk!?

      Itu, sudah kuajak. #laluditampar

  13. Wah, Ima malah baru tau kalo kopi di Selasar Soenaryo enak. Saya mah sering kesitu buat nonton pertunjukan teater doang, abis itu duduk2 ngobrol dan pulang, hihiii… lain kali harus coba, ah.

  14. sebenarnya kalau dibandingkan tempat-tempat ngopi lain di Bandung yang nggak kalah enaknya , kopi selasar harganya lumayan sih..well, harga memang relatif sih ya, tapi Bandung memang surganya makanan enak dan murah, makanya semakin padat oleh turis domestik terutama orang Jakarta. Nice sharing btw 🙂 Silakan mampir ke Blog saya kalau mau tau info tempat ngopi di Bandung yang enak lainnya 🙂

Tinggalkan Balasan