Ketika Jurnalis Kesehatan `Curhat` di Inul Vizta Sarinah

Berhubung di penghujung tahun 2013 acara kesehatan sudah mulai sedikit, saya dan teman-teman jurnalis dari media lainnya serta satu PR dari Soho, memutuskan untuk berkaraoke ria di Inul Vizta, Kamis malam kemarin. Bosanlah kalau ketemu mereka hanya di tempat kerja saja. Sesekali mencari suasana baru, seperti yang kami lakukan ini.

Karaoke sebenarnya ide dari Ninta, mantan jurnalis Detikcom yang pindah ke Majalah Ayah Bunda. Soalnya, semenjak Ninta di majalah, doi jarang banget bertemu saya, Ajeng, Helmi, Qalbi, dan Uno di lapangan. Gitu deh, ritme kerja di majalah ‘kan, berbeda banget sama yang di online.Β  Nah, kalau si Michael (PR Soho) ini, satu-satunya PR yang dekat sama kami dan kebetulan pula dia mau diajak bergaul. :p

Awalnya kami merencanakan untuk karaoke di tanggal 27, takutnya kalau di tanggal 26 mengganggu Ninta yang baru saja merayakan Natal. Tapi ternyata, malah Ninta enggak bisa di tanggal 27, dan dimajukanlah pada akhirnya di tanggal 26. Pun dengan tempat karaokenya. Rencana awal maunya di bilangan Setia Budi, tapi karena satu dan lain halnya, pilihan jatuh di Inul Vizta Sarinah.

Beruntunglah, Helmi dan Qalbi yang berasal dari Okezone, kantornya dekat sama Sarinah. Alhasil, merekalah yang nge-booking tempat karaokenya. Asyik! Thank you, coi.

Sebelum karaoke dimulai pada pukul 19:00 WIB, beberapa di antara kami sudah nongol di Sarinah dua jam sebelumnya. KFC menjadi tempat menunggu sebelum karaoke dilaksanakan. Lumayanlah, ada dua jam ngobrol-ngobrol centil sama Ninta, Ajeng, Uno, dan Mikhael.

Di antara kami, Nintalah yang paling banyak menyimpan `cerita` seru.Β  Ternyata, di kantor baru yang sekarang, Ninta yang merupakan perempuan Batak tapi fasih loga Sunda karena lama di Bandung, kabarnya sudah mendapatkan calon jodohnya di masa depan. Horay, Ninta sudah move on dari korlip-nya yang lama #digaplok

Ngobrol-ngobrol seru membuat kami tak menyadari bahwa jarum panjang sudah hampir mendekati angka 7. Itu pun tak akan berhenti, kalau misalnya Qalbi tak menghubungi kami dan memberitahu dia dan Helmi sudah sampai di Sarinah.

Baru hari itu saya karaoke Inul Vizta yang terletak di lantai 13 gedung Sarinah. Saya kaget ketika mengetahui keberadaan tempat karaoke itu. Bahkan saya juga menanyakan berulangkali dan butuh kepastian, apa benar Inul Vizta di lantai 13? Iya, saya rada-rada-gimana-gitu ketika tahu ada tempat karaoke yang berada di lantai 13. πŸ˜€

Helmi, Ajeng, Saya

Kesan saya selama karaoke di Inul Vizta itu adalah seru, asyik, nyaman. Pilihan lagunya banyak, sofa yang ada di ruangannya juga nyaman, enggak ribet ketika memilih lagu, dan petugasnya ramah banget. Satu yang pasti, mereka jago dalam mengambil gambar menggunakan kamera. :p

Namanya juga karaoke, ya. 1 persen doang benar-benar karaoke, 99 persennya sih, curhat. Apalagi kemarin itu. Yah, walaupun enggak kelihatan banget curhatnya, tapi tetap saja, mereka sedang curhat.

Sayang, karaoke malam itu hanya dua jam saja. Padahal lagi seru-serunya. Tapi, cukuplah, untuk kami melepas kangen ke Ninta. Seperti biasa, sebelum pulang kami foto-foto dulu. Kan kumpul-kumpul tak ada artinya bila tanpa foto-foto.

Rame (minus Michael)
Rame (minus Qalbi)
Tangsis (Ninta itu yang nongolon jarinya)
Rame dan muat

Kalau yang lainnya foto ramai-ramai butuh tongsis (tongkat narsis), kami tak memerlukan itu sama sekali. Percuma punya tangan yang panjang, kalau tak dapat dimanfaatkan. Jadinya, foto-foto malam itu menggunakan tangsis (tangan narsis) alias tangan saya πŸ˜†

Next, apalagi rencana kita, guys? Nonton, yuk? Kumpulin duitΒ  dulu lagi saja ya.. Entar kalau sudah terkumpul, kita bikin seru-seruan part two.

Sampai bertemu di lapangan lagi.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

14 comments

  1. *nyanyi lagu Padi*

  2. Nyanyi lagu Mantan Terindah.. *digampar adit dan ninta :))

  3. rada bete sama tempat ini, aq kan selalu bawa bekal minum.
    sama tempat ini kalau bawa minum sendiri (dan keliatan sama dia) dicharge donk.. :))

    1. Sama dengan mba lindaleenk… Pernah di charge seharga minuman air mineral karena ketahuan bawa sendiri. Padahal ga ada niat nyembunyiin juga.

      1. Kemarin sih ketahuan. Karena memang kita enggak tahu, dan enggak niat sama sekali. Cuma diambil saja airnya,enggak dikenakan charge.

        Soalnya kita akhirnya beli air di dalam πŸ˜†

  4. Acara yag asiik karaoke memang yak. Apa ndak ada seremnya gt di lantai 13 hihi rada rada

    1. Alhamdulillah sih tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan

  5. Asyik ya bisa ngobrol2 ketemu kolega yang jarang ketemu πŸ˜›

  6. wah menyenangkan sekali ya bisa seneng2 bareng temen di tempat karaoke

  7. Aihihihihi… acara seneng2 nya keren sekali. jadi kangen ngumpul bareng temen. *Padahal baru malam minggu kemaren*

  8. jadi inget teman 1 SMK, biasa ngumpul bareng, makan bareng, mandi bareng (eh :v)

    salam kenal dri saya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan