Kesakralan Itu Mendadak Luntur

Tepat pukul 18.30 WIB dan saya sedang berada di rumah sanak keluarga, tiba-tiba ayah menelepon dan memberitahukan bahwa 2 anak tetangga – dengan orang tua yang berbeda – ditemukan mengapung dan sudah tidak bernyawa di salah satu empang yang berada di dalam komplek perumahan yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Setelah berunding antar 2 keluarga, akhirnya diputuskan, bahwa ke dua anak kecil yang masih berusia 3.5 tahun harus dimakamkan malam ini juga.

Aneh, di saat para pelayat hadir dengan pakaian yang semestinya, terselip beberapa pelayat – wanita – yang dengan santainya hanya memakai celana pendek dan baju yang kalau dilihat dengan seksama tidak pantas dan tidak layak dipergunakan untuk melayat.

Tidak hanya sampai disitu, ketika ke 2 mayat dimasukan ke liang lahat dan semua pelayat khusyuk membacanya doa untuk mereka, tiba-tiba hape salah satu pelayat berbunyi dengan kerasnya. Mending kalau hanya nada biasa, ini nada dering yang dipakai adalah Alamat Palsu-nya Ayu Ting Ting.

Sayang seribu sayang, kesakralan di upacara pemakaman harus luntur karena nada dering hape salah satu pelayat. 🙁

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

14 comments

  1. turut berduka cita, kalau boleh tau meninggalnya karena apa ya?

  2. Turut berduka cita…
    Kalau soal meninggal sih itu bukan kuasa kita, tapi saya lebih berduka cita lagi tentang kesakralan yang hilang itu…

    1. Yah, benar sekali. Kalau soal maut, itu sudah takdir Tuhan. Yang saya sedih, adab berpakaiannya itu 🙁

  3. turut berduka cita, mungkin memang hati orang2 itu adalah hati mereka yg belum terbuka. jadi kurang merasa legowo seharusnya lebih menjaga sikap.

  4. turut berduka cita 🙁
    miris ya betapa ada beberapa gelintir orang yg tdk bisa menjaga sikapnya, mudahmudahan kejadian itu yg dituangkan di tulisan kamu ini bisa jadi pengingat kita semua untuk selalu menghargai dan menjaga sikap kita ya Dit 🙂

  5. Hmmm, masih 3,5 tahun kenapa nggak dijagain sama orang tuanya ya? Turut berduka. 🙁

    1. yang 1 orang tua nya pedagang yang 1 buruh kuli. Jadi ya begitu, Mbak. Sudah biasa dilepas

  6. Itu namanya gak tau adat/adab berpakaian ya Dit. Jangan-jangan pergi kondangan pun pakai baju renang. Aneh saja kelakuanorang sekarang.
    Turut berduka cita untuk adik kecil itu semoga mendapatkan tempat di sisi Allah SWT.

    1. Mungkin karena di “kampung” kali ya, bang. Jadi turun temurun begitu.

  7. Pertama, saya turut berduka atas berpulangnya kedua anak kecil itu.

    Kedua, tentang wanita “aneh” itu; jaman sekarang memang banyak orang2 yang tidak bisa menempatkan diri dan menyesuaikan diri terhadap situasi yang ada. Melayat kok pake pakaian ke mall.

  8. Masya Allah, ada orang yang begitu, ya… 😡 *marah*

    Jangan2 mereka berpikir “ah, cuma anak 3,5 tahun..” Astaghfirullah… Saya su’udzon… 😥

    1. Bukan baru kali ini aja kok, Sop. Sudah beberapa kali saya perhatikan, mereka sama seperti itu 🙁

  9. yach… menyepelekan masalah besar dan membesarkan masalah kecil… udah kebiasaan manusia…

Tinggalkan Balasan