Kaburnya Seorang Imam Sholat

via: GOOGLE

Sebagian mungkin sudah pada tau, pahala menjadi seorang Imam dalam sholat berjamaah itu sungguh luar biasa. Apalagi kalau menjadi Imam di mesjid, Subhanallah sekali.

Syarat untuk menjadi seorang Imam, pun, tidak sulit dan tidak bertele-tele. Semua kaum lelaki yang sudah dewasa, sudah bisa menjadi Imam. Pantas atau tidaknya, bercerminlah kepada diri sendiri. Toh, syarat sah untuk menjadi seorang Imam adalah orang yang shalatnya sah. Kalau kita menilai shalat seseorang dan kita bilang shalatnya sah, maka kita boleh menjadi makmum dibelakangnya.

Pahala sudah dijamin oleh Allah SWT. Tapi, kebanyakan dari kita suka “menolak” bila diminta menjadi seorang Imam. Alasannya sepele, baca Al-Fatiha nya belum lancar, lah dan surat pendek yang dihafal rata-rata itu-lagi-itu-lagi. Termasuk saya. Kalau pas sholat jamaah di mesjid mau dimulai, saya memilih qomat supaya tidak menjadi Imam. Kan, kalau sudah qomat tidak boleh menjadi Imam.

Selama ini, setiap kali kita menolak menjadi Imam, banyak orang yang menjadi Imam dan mereka lancar-lancar saja. Tandanya, kita tidak salah memilih Imam.

Tapi, bagaimana jadinya kalau kita salah memilih Imam?? Jeddaaaarrr! Itulah yang terjadi tadi di musholla tempat saya melaksanakan sholat Maghrib berjamaah (bukan maksud ingin pamer, lho–catet!)

Tidak seperti biasanya, hari ini, musholla hanya diisi oleh kami kaum muda. Yang tua sepertinya masih terjebak dalam rutinitas sehari-hari di kantor, alhasil tidak bisa berjamaah seperti biasanya. Seperti yang saya bilang, ketika selesai adzan dan beberapa telah selesai melakukan sholat sunah, banyak dari kami yang posisi berdiri masih dibelakang. Berharap tidak ada yang memilih satu diantara kami untuk menjadi Imam.

Karena semuanya menolak, salah satu dari kami akhirnya menarik 1 jamaah pria untuk menjadi Imam (*yaialah pria, masa wanita). Dari gelagatnya, kok saya kurang yakin ya sama orang ini. Tapi saya enggak boleh suudzon. Sudah menolak menjadi Imam, malah menghakimi seseorang yang dipaksa untuk menjadi Imam.

“Harap luruskan dan sempurnakan saf-nya” katanya ketika mau memulai sholat. Alhamdulillah, sekarang saya yakin sama dia karena ucapannya barusan.

“Allahu Akbar”.

“Allahu Akbar” jamaah mengikuti.

Kurang lebih 1 menit kemudian, kok dia belum mulai baca Alfatiha juga. Yang ada difikiran saya “Ooo.. Barangkali doa Iftitahnya beda. Barangkali dia dari kalangan Muhammadiyah”. Soalnya, ketika saya bersekolah di Muhammadiyah dulu, ada beberapa bacaan dalam sholat yang berbeda antara NU dan Muhammadiyah.

“Bismillahhirrahmanirrahim.. Alhamdulillah Hirrobil’alamin..Walladollinnn” sang Imam mulai membaca Al-Fatihah.

“Aminnn…”

Taraa, ketika membaca surat An-Nas, sang Imam terlalu banyak lupanya. Lebih banyak Jamaah yang menolong dia membaca surat An-Nas ketimbang dia.

Nah, pas rukuklah semuanya dibikin heboh.

“Allahuakbar” menandakan untuk ruku’.

FYI, ketika jamaahnya ruku’. Sang Imam perlahan-lahan keluar dari posisi dia sebagai Imam. Merasa ada yang aneh, salah satu dari jamaah membuka suara “Allahuakbar” penanda berdiri dari posisi ruku’.

Semua jamaah kaget, begitu melihat kedepan, sang Imam sudah tidak ada. Ternyata dia kabur dan lari dengan kencangnya.

Iya lho, semuanya kaget dan tidak percaya.

Ternyata salah milih Imam. Dan dugaan dari kami ternyata benar.

“Duh, tadi itu gue ga yakin sama dia. Soalnya beler gitu mukanya” kata salah satu jamaah bernama Indra.

“Yah, sama. Tapi masa iya gue larang. Lagian, kalian juga sih, ga ada yang inisiatif menjadi Imam” ucap Udin yang dari nadanya mulai saling menyalakan.

“Dia itu dari sore sudah tidur-tiduran disini. Tadi sore sih, sekitar abis Ashar gue lihat dia tidur” Bang Jo tukang bangunan yang sedang membangun perumahan yang ada disebelah musholla.

Yaudah, mau gimana lagi. Imamnya kabur, masa iya sholat dibubarin juga. Akhirnya, mulai deh banyak yang rebutan jadi Imam. Dan sholat diulang lagi. Karena berdebat, sholat pun diulang 30 menit sebelum memasuki waktu Isya.

Ugh, besok-besok ga boleh salah milih Imam. Kalau perlu, inisiatif sendiri untuk menjadi Imam.

 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

26 comments

  1. hihih,, jadi imam kan ga gampang kk.. πŸ˜›

  2. wah, imam ko ga tau ayat sich? :a

    1. Kan kami tidak tahu kl ternyata orang itu ga bisa apa-apa. Hihihi *malu* X_X

  3. jadi imam memang menanggung semua jamaah tapi kalo sampe kabur pas shalat itu mah mengerikan… untungnya pas gak sujud…. hehe

    1. Itu dialah mas, kita juga shock. Makanya ini jadi pembelajaran buat saya (dan semua). Besok2 inisiatif lah menjadi Imam.

      Terimakasih mas sudah mampir πŸ™‚

  4. Wah, baru tahu nih, ternyata ada juga imam yang nekat seperti itu…

    Bikin ngakak nih πŸ˜€

  5. wah, saya sendiri takut untuk menjadi imam shalat, padahal bisa dibilang cukup memenuhi syarat.

    saya jarang sekali menjadi imam shalat, kecuali semua jamaah adalah wanita dan anak anak dan sayalah satu satunya laki laki πŸ™‚

  6. Ya Allah…. Kok bisa ya kejadian kyk gitu…. Kayak di cerita-cerita dalam komik aja, hehe….

    Dulu saya juga pernah dapat cerita dari teman. Suatu ketika dia hendak shalat berjamaah, diimami oleh temannya. Saat itu kalau nggak salah shalat Ashar, dan sang imam sempat salah karena dia membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek dgn suara yg keras, hehe….

  7. Ya ampun,, bisa separah itu yak.. klo dikantor mah ada cowok satu di musolah langsung dijadikan imam deh. dan semuanya alhamdulillah gak pernah salah πŸ™‚

  8. Hihihi, pertama dalam sejarah saya sebagai Muslim mendengar imam kabur hihihi… Mungkin saking groginya banyak bacaan yang salah baca.

  9. Saya sebenarnya pengen jadi imam salat di manapun kapanpun, tapiiiii selama ada orang yang lebih tua, bukankah orang yang paling tua yang harusnya jadi imam? πŸ™‚

  10. kacau banget imam bisa kabur gitu
    ga ada tanggung jawabnya sama jamaah
    wkwkwk…

  11. dosa besar ntu si imamnya. ngebuat makmumnya tersesat πŸ‘Ώ

    1. Salah makmumnya juga, sih, kenapa nolak jadi Imam. Hhehe πŸ™‚

  12. waduh, kirain cuma cerita…. nggak taunya benaran… wkwkwkw

  13. Merasa ada yang aneh, salah satu dari jamaah membuka suara β€œAllahuakbar” penanda berdiri dari posisi ruku’. >>> ???

    Bacaan untuk berdiri dari Ruku (i`tidal) yang benar adalah Sami`ALLOOHU liman hamidah

    kelihatan kl jama`ah yg membuka suara penanda berdiri dari posisi ruku` tsb jg blm paham ttg sholat…

    oleh krn itu ayoo saudara2ku SEMANGAT utk tekun mengaji kepada ustadz,kyai,habaib yg sholeh `alim wal `alamah, kl yg berkaitan dgn sholat ada dalam bab ilmu Fiqh, mulai dari kitab fasholatan,safinah annajaah, fathul mu`iin, minhajul qowim, i`aanatut tholibin, dlsb…karena beribadah tanpa ilmu maka sia2lah ibadah kita……………..

  14. Thank for info.

  15. kalimat yang ini “Ternyata dia kabur dan lari dengan kencangnya” sungguh ironis lantas tindakan aditoo apa ? mengulang solat dengan imam yang baru nya sapa waspada salah lagi heheh.

Tinggalkan Balasan