jelajah gizi 2017 Malang

[Jelajah Gizi 2017 Malang] Perkenalkan, Kami dari Sekte Pengabdi Ketan

Trip ke Malang baru-baru ini amat membekas di hati saya, karena berbeda dari kunjungan yang pertama dan kedua. Perjalanan selama tiga hari pada pertengahan bulan Oktober, membawa saya pada pengalaman baru, yaitu menjadi salah satu petualang Jelajah Gizi 2017.

Mula-mula saya agak ragu menerima ajakan itu, oleh karena saya nyaris tidak mengenal para pemenang. Hanya dua atau tiga nama yang familiar di kuping saya.

Namun, setelah mempertimbangkan bahwa kesempatan serupa belum tentu ada tahun depan, dan selagi belum ada rencana apa-apa setelah cuti selama enam hari ke Kepulauan Riau dan Pulau Bintan, saya terima tawaran itu.

jelajah gizi 2017 malang
Peserta Jelajah Gizi 2017 dari Jajaran Senior. Ada Jurnalis Senior dan Ada pula Blogger Senior (Dok Nutricia Sarihusada)

Para petualang gizi akan diajak menjajaki setiap sudut dari tempat menarik di Kota Malang, sambil mengeksplor ragam olahan lokal yang sarat kandungan gizi. Masih sedikit yang tahu bahwa kota terbesar nomor dua di Jawa Timur, yang termahsyur akan keindahan gunung dan hawa sejuknya, kaya sumber makanan dari pertanian dan peternakan yang berpotensi dikenal dunia.

Sesuai dengan temanya, From Local to International.

Peserta Jelajah Gizi 2017 tidak sama dengan tahun-tahun kemarin. Saya kira sama, karena selama tiga tahun kemarin, peserta yang mengikuti program tahunan Nutricia Sarihusada yang bertujuan mengeksplorasi keanekaragaman makanan daerah tertentu ini, adalah blogger atau influencer yang barang tentu tidak asing buat Maha Besar Netizen. Mereka ini yang bikin saya iri maksimal.

Dari rasa iri itu, tumbuh bibit sebuah tekad untuk mengikuti lombanya di tahun 2016. Api semangat semakin berkobar setelah saya mendengar, Jelajah Gizi pada tahun itu ke Manado. Saya optimis bisa menang mengingat tema yang diusung adalah menu makanan sehari-hari di rumah.

Baca juga: Ditaksir Instruktur Snorkeling di Taman Laut Bunaken

Namun, api yang sudah menyala itu pelan-pelan padam karena ternyata yang mengadakan lombanya adalah kompetitor tempat saya bekerja. Bhy!

Petualang Gizi Habis dari Kebun Apel, Memetik Beberapa Buah yang Sudah Layak Petik, Lalu Menyantapnya (Doc Nutricia Sarihusada)

Tulisan mengenai kenikmatan sarapan dengan menu kepiting telur dan gulai kepala ikan, yang rampung kurang dari dua jam, tidak jadi saya ikut sertakan. Tidak juga saya turunkan agar bisa kalian baca.

Agak riskan jika saya tetap ikut. Saya tidak mau ada drama lagi. Sudah cukup tiga tahun yang lalu dan jangan sampai terulang lagi. Meskipun kasus yang dulu dan sekarang berbeda.

Pengabdi Ketan Siap Terima Tantangan Selama Jelajah Gizi Malang

jelajah gizi malang 2017
Pada Semangat Beneur. Ini Masih Tahap Pendekatan, Belum Saling Ceng-Cengan (Dok Nutricia Sarihusada)

Panitia memberitahu bahwa peserta Jelajah Gizi 2017 akan bermain banyak gim, bersama kelompok maupun perorangan. Panitia juga akan menilai keaktifan peserta dari unggahan di Instagram.

Informasi yang sampai ke saya mengenai gim itu masih terlalu pagi. Masih banyak pula peserta yang belum sampai di Bandara Halim Perdanakusuma. Jadi belum tahu bakal membentuk kelompok dengan siapa saja.

Baru Ardi sosok yang saya kenal. Itu pun nggak banyak ngobrol. Pagi hari itu, lelaki fashionista yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk menyaksikan banyak pagelaran busana, baik level nasional maupun internasional, tampak bemuram durja, panik, dan pusing entah berapa keliling gara-gara ada sedikit masalah dengan pekerjaannya.

Baca juga : Pekerja di Bitung Juga Mau Kaya

Setelah kami disuruh menunggu sambil sarapan di sebuah kafe dekat pintu masuk kepergian, kemudian muncul Firsta, Adit, dan disusul Kahfi yang berhasil mengembalikan mood Ardi dengan segala rayuan, ledekan, dan hinaan, di situ baru muncul ide buat bikin kelompok. Kami sepakat menjadi satu kelompok.

Namun, ada perasaan takut bakal terpisah saat seluruh peserta diajak bermain gim pembuka di sebuah pondomo di Kebun Apel, Kota Batu.

jelajah gizi di malang
Suasana Mulai Memanas. Di Sini Kami Berlima Mulai Terpisah. Deg-degan. Pokoknya, Kami Harus Berlima Sepanjang Jelajah Gizi Malang Dilaksanakan (Dok Nutricia Sarihusada_

Gim yang biasa dimainkan kalau lagi outbound kantor dipakai untuk menentukan kelompok. Kami langsung menyusun siasat agar tidak melenceng dari rencana awal. Aha! Kami berhasil. Kami tetap satu kelompok.

Gim yang pertama akan dimulai di Museum Angkut. Ada sejumlah tugas yang sudah menanti, untuk kemudian kami jadikan konten di Instagram masing-masing. Beruntung sekali, Firsta, Adit, Kahfi, dan Ardi rela feed Instagram mereka bakal sedikit berantakan selama beberapa hari ke depan.

jelajah gizi sarihusada
Lima Kelompok Telah Terbentuk. Kami Tidak Jadi Terpisah. Hore. Masing-Masing Kelompok Diberikan Syal Sebagai Penanda (Dok Nutricia Sarihusada)

Sesi pertama ini seluruh peserta adalah pesaing kuat. Mereka bukan pengguna Instagram sembarangan. Lebih rapi feed Instagram mereka ketimbang seragam sekolah kids zaman now. Namun, kami tidak takut.

Bahagia itu sesederhana ini. Menemukan teman seperjalanan yang sama-sama bocor merupakan hal paling menyenangkan.

Upaya kami meraih juara pertama pada Jelajah Gizi 2017 akan dimulai sebentar lagi.

Bikin Konten Instagram di Museum Angkut

jelajah gizi malang 2017
Mewakili Seluruh Peserta Jelajah Gizi 2017 Malang. Begini Tampang Kami Setelah Larian-larian di Museum Angkut (Dok Kahfi Dirga Cahya)

Tidak mudah bikin konten Instagram di Museum Angkut. Museum berisi alat transportasi yang pertama dan terbesar di Asia ini, memiliki luas entah berapa hektare, yang terbagi dalam 7 zona dengan koleksi moda transportasi yang beragam. Sementara peserta Jelajah Gizi 2017 hanya diberi waktu sebentar.

Tugas untuk tim Pengabdi Ketan adalah mencari toko obat Tiongkok Tek Sing Tong.  Toko ini tidak berada di area mobil-mobil, melainkan di area belakang yang biasa dilewati para pengunjung dari zona hall utama ke zona Hollywood.

Pengabdi Ketan adalah tim yang anti bikin konten asal-asalan. Anti juga sekadar gaya tanpa ada konsep. Menentukan konsep, sudut pengambilan gambar, dan keterangan foto yang bercerita, merupakan tantangan buat kami. Seru. Semua harus kebagian peran.

jelajah gizi 2017
Berhubung Tidak Mungkin Semua Foto Dimasukkan, Jadi Foto Ini Saja yang Dipublish. (Dok Kahfi Dirga Cahya)

Karena dengan seperti ini, semua anggota tim akan mengeluarkan ide kreatifnya, saling tukar pikiran, dan hal-hal lain yang memang semestinya dikerjakan bersama-sama. Hasil akhirnya bisa dilihat di sini.

Jadi kalau kami keluar sebagai pemenang, hadiah tersebut bisa dinikmati bersama-sama. Dan kalau memang harus kalah, kalah ini pun karena hasil dari keputusan bersama.

Foto-foto selesai. Beberapa foto yang kami anggap layak telah diunggah ke sosial media masing-masing.

Waktu terus berjalan. Sementara kami masih berada jauh di area belakang karena tujuan berikutnya berada di area keluar.

Sebelum keluar, tim Pengabdi Ketan sempat foto-foto di sejumlah area, seperti zona Istana Buckingham. Area ini berisi koleksi mobil kuno dan mobil-mobil produksi Inggris, yang konon menjadi moda transportasi pribadi Ratu Elizabeth 2.

jelajah gizi di kota malang
Foto Wajib Kalau ke Museum Angkut. Ala-ala Foto Keluarga Istana. Mbuh Istana Mana (Dok Kahfi Dirga Cahya)

Untuk sampai zona Istana Buckingham, peserta Jelajah Gizi harus melewati zona edukasi, yang menampilkan sejarah alat transportasi dari masa ke masa, yang luas areanya mencapai 900 meter persegi.

Mumpung lagi di area ini, mending foto keluarga dulu sama Ratu Elizabeth II di singgasananya.

Jelajah Gizi Kuliner Khas Kota Malang

jelajah gizi makanan malang
Peserta Jelajah Gizi 2017 Ditugaskan Mencari Kuliner Khas Malang di Area Belakang Museum Angkut. Yeay. Rasanya Enak.

Masih di Museum Angkut. Seluruh peserta yang telah menyelesaikan tantangan yang pertama, harus segera keluar, karena panitia sudah menunggu di zona Pasar Apung untuk memberikan tantangan berikutnya.

Tantangan kedua ini yang paling kami tunggu-tunggu. Terutama cacing-cacing di perut yang bringasnya mengalahkan pendemo anti Ahok.

Pengabdi Ketan harus mencari beberapa jenis makanan untuk disantap, yang kemudian diunggah ke Instagram. Jenis-jenis makanan itu terdapat di puzzle yang harus kami susun dulu.

jelajah gizi malang 2017
Dinner Romantis Ceritanya. Yang Satu Makan Cwie Mie, Yang Satu Lagi Tahu Telur. Keduanya Sama-sama Mengandung Nilai Gizi yang Baik untuk Tubuh Kita.

Makanan khas Malang yang harus kami cari adalah menjes, cwie mie, dan tahu telur. Dari tiga jenis makanan itu, hanya cwie mie dan tahu telur yang masih tersedia, sedangkan menjes sudah habis. Namun, Kahfi berhasil merayu ibu-ibu penjualnya supaya mau menggoreng menjes yang tersisa.

Rayuan Kahfi benar-benar maut. Kirain cuma Ardi yang bisa manut, ibu-ibu penjual menjes pun bisa luluh.

Menjes ini gorengan khas Malang. Kami menyebut gorengan ini oncom gagal. Pada dasarnya, camilan yang paling enak jika disantap saat lagi panas-panasnya ini terbuat dari kedelai.

Akan tetapi, untuk menjes dengan tekstur agak kasar atau biasa disebut menjes kacang, terbuat dari kedelai hitam atau ampas tempe. Ada pula yang mengolahnya dari campuran kacang, kedelai, serat singkong, dan bungkil tempe. Sedangkan menjes halus, terbuat dari ampas tahu dan ampas kelapa.

Tantangan pertama dan kedua dari panitia Jelajah Gizi 2017 berhasil kami kerjakan. Pengabdi Setan itu tim paling optimis. Jadi kami merasa yakin bahwa penilaian untuk tantangan ini akan tinggi.

Peserta Jelajah Gizi Lari-larian di Labirin Coban Rondo

jelajah gizi di malang
Sebelum Permainan Dimulai, Seluruh Peserta Jelajah Gizi 2017 Diminta Foto Keluarga Dulu

Pengabdi Ketan ditempatkan di satu villa yang sama.  Villa di Jambuluwuk Batu Resort ini memiliki tiga buah kamar. Satu kamar di lantai atas dan dua buah kamar di lantai bawah. Ruang tamu, dapur, dan pintu masuk ada di lantai atas juga.

Bentukan villa yang seperti ini, yang membuat panitia menempatkan peserta perempuan gabung sama peserta laki-laki, biar aman.

Pengabdi Ketan sudah bangun sejak adzan Subuh berkumandang. Ardi juga sudah nyemplung ke kolam renang. Tentu bukan buat berenang, melainkan foto ala-ala. Selesai Ardi basah-basahan, kami lanjut sarapan duluan karena aktivitas di hari itu tak kalah padat.

jelajah gizi 2017 seru
Seus Ardi Pagi-pagi Sudah Foto Ala-ala. Ini Masih Jam 05.30 Tapi Kayak 06.30 . Villanya Asyik Buat Ramai-Ramai, Pas Banget Jelajah Gizi 2017 Bermalam di Sini

Kegiatan hari kedua main gim di Coban Ronde. Tantangan di tempat ini bikin otak dan kaki semaput bersamaan. Pertama, kami main tebak manfaat nutrisi. Kami berhasil menjawab semua pertanyaan, meskipun bukan kelompok yang pertama kali berhasil.

Permainan yang kedua adalah tebak makanan. Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi lagi-lagi kami menang. Nah, pas di labirin ini, saya rasa semua anggota tubuh minta ampun karena dipaksa kerja.

jelajah gizi 2017 ke malang
Pemanasan Dulu Biar Otak dan Kaki Engga Kaku (Dok Nutricia Sarihusada)
jelajah gizi di malang 2017
Yak, Otak Peserta Jelajah Gizi 2017 Mulai Bekerja. Main Tebak Gizi Ini Gampang-gampang Sulit. Seringkali Ketuker Fungsinya
jelajah gizi ke malang 2017
Gim Tebak Nama Makanan. Yeay, Pengabdi Ketan Berhasil Menebak Banyak Nama.

Tugas masing-masing kelompok Jelajah Gizi 2017 adalah mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan panitia. Masuk ke labirin dengan tanaman hijau setinggi dua meter itu, tidak lantas langsung menemukan jawabannya. Di dalam labirin itu hanya berisi clue yang harus kami pecahkan. Mampus enggak?

Tidak ada yang tahu di mana panitia meletakkan clue-clue tersebut. Untuk memudahkan permainan, satu orang dari masing-masing tim harus jadi pemandunya. Mereka akan naik ke atas menara, untuk kemudian berteriak, mengarahkan timnya ke titik-titik tempat clue itu berada.

jelajah gizi 2017 jawa timur
Pertanyaannya Terdengar Mudah, Tapi Mencari Jawabannya Itu Lho, Bikin Otak Peserta Jelajah Gizi Pusing dan Bingung
jelajah gizi 2017 malang jawa timur
Petualang Jelajah Gizi 2017 Siap-siap Masuk ke Dalam Labirin. Satu Orang yang Menjadi Pengarah Sudah Berada di Atas Menara

Permainan tidak semudah itu. Pengarah dilarang menyebut kanan, kiri, depan, belakang. Petunjuk itu harus diganti sebuah kode. Kode bebas mau apa saja.

Kami sepakat memilih kode cucok-meong-drop-shay. Cucok (kanan), meong (kiri), drop (maju), shay (mundur). Matik!

Bukan main heboh gim di labirin ini. Masing-masing pengarah meneriakkan kode, sedangkan tim yang berada di bawah harus pasang kuping baik-baik. Pengabdi Ketan berhasil keluar dari labirin dengan membawa empat clue. Saya, Firsta, dan Ardi membiarkan Kahfi dan Adit memecahkan clue tersebut. Kami berhasil. Menurut panitia, hanya dua kelompok yang bisa memecahkan clue tersebut.

Saingan terberat kami adalah tim Bakoel Apel.

Demo Masak sama Chef Revo

jelajah gizi tahun 2017
Gim Terakhir Sekaligus Penentu Akan Segera Dimulai. Hasil dari Seluruh Nilai Akan Menentukan Kelompok Mana yang Keluar Sebagai Juara pada Jelajah Gizi tahun ini

Sampailah kami di gim terakhir sekaligus penentu. Masih dari kawasan Coban Ronde, tapi agak menjauh beberapa meter dari labirin dan turun cukup jauh ke bawah.

Tantangan terakhir adalah masak. Kami diminta masak satu menu yang terlebih dulu didemokan oleh Chef Revo. Chef Revo ini berumur 14 tahun, dan dia adalah finalis Masterchef Junior. Walaupun masih brondong dan bau minyak telon, Revo jago sekali dalam hal urusan dapur.

Menu makanan yang harus kami racik adalah rawon steak. Masakan ini sesusai tema Jelajah Gizi 2017, membawa makanan khas Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi, setaraf internasional.

Tantangan terakhir ini lumayan bikin jiper. Kalau di tiga tantangan sebelum ini berhasil kami selesaikan tanpa drama, di gim penentu ini malah drama banget.

Sebelum kompetisi dimulai, kami masih bisa senyum semringah, padahal dalam hati agak-agak bingung harus bagaimana.

Dari kami berlima, hanya Adit yang menyimak dan melihat langsung Chef Revo masak. Sementara kami, ngadem di pojokan sambil bergosip, membicarakan satu sosok yang Ardi demen.

Drama pun dimulai. Saya, Adit, dan Firsta kelimpungan harus melakukan yang mana dulu. Membelah kluwak jadi dua lalu dihaluskan menggunakan blender dulu, atau cincang bawang putih dan bawang merah sampai halus untuk kemudian ditumis? Drama semakin menjadi-jadi saat Ardi dan Kahfi turun tangan.

Drama selama tantangan memasak masih berlanjut. Kluwak yang sudah dihancurkan sudah dioleskan ke daging sapi. Tidak semua, sisanya akan digunakan saat proses memasak.

jelajah gizi 2017 rawon steak
Mulai Pusing, Sis. Ini Apa Dulu yang Harus Dilakukan? Lupa, Blas.
jelajah gizi 2017
Kahfi dan Seus Ardi Turun Tangan Membantu. Dramanya Selesai! Oh, Jelas Tidak. Malah Semakin Menjadi-jadi
jelajah gizi 2017 di kota malang
Seperti Ini Penampakan Rawon Steak Hasil Racikan Pengabdi Ketan. Tampak Biasa Saja, Tapi Aslinya Enak Banget. Sumpah.

Saking paniknya, saya sampai ngetok-ngetokin telur asin ke meja selayaknya memisahkan telur ayam rebus dan cangkangnya. Padahal, telur asin yang akan digunakan untuk remahan agar lebih krenyes cukup dibelah dua, kemudian diserok menggunakan sendok, dan dicincang halus.

Hore! Selesai! Kami bisa maklum jika Revo agak basa-basi menilai Rawon Steak racikan Pengabdi Ketan. Dia bilang enak, tapi selalu diakhiri dengan tapi kalau dimasak agak lebih lama rasanya jauh lebih enak. Baik. Barangkali Revo merasa terancam. Dia takut pas pulang bakal kita cegat kalau memberikan komentar yang aneh.

jelajah gizi 2017 steak rawon
Pengabdi Ketan Foto Bersama Chef Revo dan Ahli Gizi Prof Ahmad Sulaeman Sebagai Juri. Jurinya Payah, Ngga Mau Disogok.

Tantangan terakhir ini, jelas bukan kami yang menang. Pengabdi Ketan juara 5. Pupus harapan meraih juara 1.

Tim Pengabdi Ketan Juara II pada Jelajah Gizi 2017

jelajah gizi 2017 kuliner khas malang
Akhirnya Panitia Jelajah Gizi 2017 Memutuskan Tim Pengabdi Ketan Juara 2. Lumayan. Alhamdulillah. Uangnya Buat Jajan Kuliner Khas Malang

Satu demi satu tantangan yang diberikan berhasil kami selesaian. Secara penilaian grup, kami diganjar juara 2. Juara 1 diberikan ke Bakoel Apel, kelompok yang memang berisikan orang-orang doyan makan dan suka masak.

Pengabdi Ketan kalah di gim terakhir. Andai pada tantangan itu kami mendapatkan juara 2, sudah bisa dipastikan bahwa Pengabdi Ketan yang berhak membawa pulang uang Rp2 juta dari Jelajah Gizi 2017. Namun, tak apa-apa.

Selain juara grup, masing-masing anggota dari tim Pengabdi Ketan mendominasi juara perorangan. Kahfi keluar sebagai juara yang paling aktif dan kompetisi foto, saya menang untuk media sosial, Adit dan Ardi memenangkan gim tambahan dari panitia.

Kami berlima baru benar-benar dekat di acara Jelajah Gizi 2017. Kecuali sama Firsta, yang sudah kenal lumayan lama. Sama Ardi juga baru dua kali ketemu. Sedangkan Kahfi, selama ini hanya mendengar namanya saja karena sering banget disebut sama bosnya. Dengan Adit, belum berkenalan secara langsung, hanya sekadar tahu karena kami berada di satu grup WhatsApp yang sama.

Meski baru kenal, kami sudah langsung klop, dan sejalan dalam menentukan konten di media sosial.

Itulah sepenggal cerita kami, dari sekte Pengabdi Ketan, untuk Jelajah Gizi 2017 di Malang.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

6 comments

  1. Dengar-dengar Jelajah Gizi 2017 bakal ke Maldives. Ikutan lagi, ah!

  2. Sakte pengabdi ketan
    Piye daftar angota om ?
    Kepengen ikod aku kayaknya makan makan terus nih sakte hahaha

    1. Daftarnya kudu bayar, Gus.

      Berminat?

  3. wah serunya acaranya ya

    1. Banget. Parah. seru sekali

  4. Duh… duh… duuuh…, ini sih kegiatan super duper asyik 🙂 Jadi kangen sama kota Malang. Dulu, cintaku pernah tertambat di situ 🙂

Tinggalkan Balasan