Habiskan Sabtu Sore di Coffee Breath Kafe Kemang

Sabtu kemarin saya, Dita `Peri Gigi` dan Arie `Goiq` Pitax diundang JakartaVenue.com untuk icip-icip makanan dan minuman yang ada di Coffee Breath, yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kurang lebih, 6 jenis minuman dan 4 jenis makanan berhasil masuk dengan sempurna ke perut kami masing-masing.

Tampak Depan
Berderet mesin kopi dan biji kopi serta berderet cemilan manis

 

Kalau dilihat dari nuansa dan tema yang diusung, Coffee Breath ini sangat cocok disinggahi bagi kamu yang ingin nongkrong, kencan, meeting, atau kopdar dengan nuansa yang sedikit berbeda. Terlebih, buat kamu para penikmat kopi. Sebab, di Coffee Breath kamu dapat memilih aneka macam kopi lokal berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Kamu mau kopi dari daerah mana? Toraja? Ada! Wamena? Ada juga! Misalnya kamu mau menyicipi kopi Luwak, di Coffee Breath juga tersedia, lho! Selain itu, kamu juga dapat melihat secara langsung para barista meracik biji-biji kopi menggunakan mesin khusus yang didatangkan dari negeri Paman Sam, Amerika.

Begitu kamu memasukin kafe yang cukup luas itu, akan disambut dengan hiasan berupa pohon yang di atasnya bertengger banyak burung-burung. Di sisi kiri, kamu akan melihat lemari cukup besar yang berisikan buku-buku, mesin mini kopi, dan scrappbook. Selain itu juga, di dinding kafe itu–baik kanan atau kiri–kamu juga akan melihat banyak lukisan yang keseluruhannya dapat kamu beli. Sebab, semua lukisan itu bersifat konsyinyasi.

Ornamen di dinding

Sore itu yang disajikan empunya kafe, Lita Juswandani, bukanlah yang berbau kopi. Melainkan, jenis minuman lain seperti Mango Mint, Mojito Blossom Buble, Strawberry Bland, Ginger Coffee, Taro Bland, Choco Mint Bland. Sedangkan untuk makanannya sendiri, yang disajikan kepada kami ada Sup Buntut Saus Tiram, Prata Manis, Pisang Goreng Keju, dan Chicken Tartein. 

Oke, saya akan mulai memberikan pendapat mengenai makanan ini satu per satu.

1. Mango Mint dan Mojito Blossom Bubble

Mango Mint dan Mojito Blossom Buble

Untuk Mango Mint-nya sendiri, menurut saya rasanya STD BGT alias standar banget. Rasanya ya gitu, cuma rasa mangga dan mint-nya pun hanya sedikit terasanya. Buble yang ada di Mango Mint pun, rasanya juga mangga. Jadi, mangga ketemu mangga, tidak ada yang spesial. Pointnya, 6 dari 10.

Berbeda jauh dengan Mojito Blossom Buble, yang rasa dan kesegarannnya berbeda jauh dari Mango Mint. Minuman satu ini terdapat dua rasa dalam satu gelas. Rasa asam dari buah Pome dan rasa asam dari markisa. Rasa markisanya itu terdapat di dalam buble-nya. Bila kamu gigit buble-nya itu, akan lebih terasa lagi markisanya. Apalagi, kalau kamu menyicipi bublenya bersamaan dengan Mojito Blossom-nya itu. Sebab, rasa asam segar dari buah pome akan bergabung dengan rasa asam markisa, dicampur rasa mint. Sumpah, segar banget. Point-nya, 8 dari 10.

2. Strawberry Bland

Strawberry Bland

Sebenarnya Strawberry Bland ini sama seperti Mango Mint, yang hanya memiliki satu rasa dalam satu gelas itu. Tapi bedanya, terdapat di bubble-nya yang meletup-letup di mulut, ketika kamu menggigitnya. Ya, walaupun bubble-nya itu rasanya tetap strawberry, ya 🙂 Point-nya, 7 dari 10.

3. Taro Bland & Choco Mint Bland

Taro Bland
Choco Mint Bland
  1. Menurut saya, dari kedua jenis minuman ini yang paling saya rekomendasikan adalah Choco Mint Bland. Kenapa? Soalnya, Taro Bland itu ‘kan, terbuat dari talas, sedangkan saya sendiri tidak terlalu familiar terhadap talas itu sendiri. Jadinya aneh saja. Cuma, Taro Bland pun tidak bisa begitu saja dibilang tidak enak, ya. Enak. Dua-duanya segar, cuma saya lebih jatuh hati sama Choco Mint Bland. Cokelat dan mint-nya itu berhasil menyatu dalam satu gelas, dan cream yang ada di atasnya pun tidak terlalu berlebihan dan tidak membuat saya eneg.
  2. Biasanya, kalau minum yang terlalu manis gigi saya akan nyut-nyutan. Entah kenapa, ketika menyicipi kedua minuman itu gigi saya aman-aman saja. Itu pertanda, manis yang ditawarkan pas, tidak berlebihan.
  3. Pointnya, 8 dari 10 untuk Choco Mint Bland dan 7 dari 10 untuk Taro Bland.

 

 4. Ginger Coffee

Ginger Coffee

Eh, kopi yang ini saya belum menyicipinya. Karena saya kurang suka kopi, sore itu sudah terlalu eneg sama minuman manis. Jadinya saya skip. Mending tunggu review-an dari Arie Pitax saja, ya.. Soalnya dia yang ngabisin ini. :p

Makanan

1. Sup Buntut Saus Tiram

Sup Buntut

Biasanya kalau saya makan sup buntut di mana pun itu–termasuk di rumah sendiri–seringkali dagingnya itu nyelip di gigi dan kurang empuk. Tapi Sup Buntut Saus Tiram ala Coffee Breath ini, berhasil bikin saya jatuh hati padanya. Dagingnya, empuk banget. Sumpah. Saus tiramnya juga berada di dagingnya. Sangking empuknya, dagingnya itu lepas sendiri dari tulangnya.

Untuk kuahnya sendiri, segar banget. Tidak terasa asin, dan kaldu dari daginya itu berasa banget. Apalagi kemarin disajikan dalam keadaan yang masih hangat gitu, jadinya keduanya ini terpadu sempurna.

Point-nya, 8,5 dari 10 🙂

2. Prata Manis & Pisang Goreng Keju

Prata Manis
Pisang Goreng Keju
  1. Antara Prata Manis dan Pisang Goreng Keju, saya paling suka yang prata manis-nya. Biasanya, saya makan prata ala Melayu yang disiram kuah kari. Saya hampir tidak pernah tahu bagaimana rasanya prata manis itu. Kecuali, roti canai manis, ya. Saya tidak tahu, resep apa yang digunakan empunya menu terhadap makanan satu ini. Soalnya, kulitnya itu tidak terlalu kering, dan manis dari susu yang ada di atasnya juga tidak terlalu manis. Kemarin saja, saya dan yang lainnya menyicipi ketika prata sudah mulai dingin. Andaikan saja dalam keadaan panas, pasti lebih enak dan terasa garingnya.
  2. Untuk Pisang Goreng Keju, saya tidak terlalu banyak menyicipinya. Menurut saya, pisangnya hari itu rada keras dan terlalu besar. Tapi, coba tanya yang lain, mungkin pendapatnya beda.
  3. Point-nya, 9 dari 10 untuk Prata Manis dan 7 dari 10 untuk pisang goreng keju.

3. Chicken Tartein

Chicken Tartein

Mendadak saya lupa bagaimana rasanya. Saya bahkan lupa, apakah kemarin saya memakannya atau tidak!? –*#dikeplak

Itu tadi pendapat saya mengenai makanan dan minumannya, berikut pendapat saya mengenai tempat dan lain-lainnya.

  1. Coffee Breath yang terletak di Jalan Benda, Kemang menurut orang yang sering ke sana katanya sangat strategis. Berhubung kemarin itu saya baru pertama kali ke daerah Kemang, saya merasa agak jauh. Bahkan sempat nyasar. Tapi menurut Bang Arie dan Kak Dita, justru jalan Benda itu kawasan paling strategis dan mudah untuk dicari.
  2. Coffee Breath ini terdiri dari 3 lantai, tapi yang digunakan hanya 2 lantai. Lantai 1 biasa digunakan untuk umum, sedangkan lantai 2 bisa dijadikan tempat untuk ngumpul-ngumpul besar. Misalnya saja, acara komunitas.
  3. Coffee Breath sama sekali enggak sumpek. Malah adem, sangking luasnya. Walaupun ada banyak AC, saya yakin AC-nya disetel tidak terlampau tinggi. Tapi tetap, berasa adem dan tidak kedinginan gitu.
  4. Kamar mandi di Coffee Breath bersih. Airnya mengalir dengan sangat lancar.
  5. Pelayan di Coffee Breath, juara ramahnya. Baik-baik banget. Oia, satu lagi. Pelayan di sana paham bagaimana caranya mengambil gambar yang bagus, ketika dimintai tolong untuk memoto saya dan kawan-kawan 😛 #inipenting, yes!?
  6. WiFi? Sudah jelas ada. Kencang atau enggaknya, wah, kurang tahu. Soalnya kemarin paket data masih banyak. Sorry, kalau paket data masih banyak, anti menggunakan WiFi :p
  7. Parkir? Luas!
  8. Mau merokok? Bisa, tapi di luar.
  9. Intinya, kalau mau nyantai sambil ngopi-ngopi centil memang paling nyaman di Coffee Breath, deh. Homey banget. Paduan warna wine dan hijau tidak membuat mata sakit.
  10. Di lantai atas  meja panjang serasa sedang di kedai, dan dapat menghadap langsung ke jalan.
  11. Soal harga, tidak terlalu menguras kantonglah. Apalagi buat para jomblo! Yakinlah. Harga dibandrol mulai Rp. 15 ribu sampai Rp. 50.000.
Salah satu spot di lantai 2.Dindingnya penuh quote gitu
Masih di Lantai Atas
Kak Dita Fokus Banget, sih!

 

Coffe Breath – The Broadway Kemang Building,
Jalan Benda No.46, Cilandak Timur,
Jakarta Selatan 
Jam Operasi : From 07:00 WIB until 22:00 WIB (last order)
 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

33 comments

  1. Kamu dengan siapa dit? *maksudnya pasangan*
    Pisang gorengnya enaknya, apalagi hujan2 begini 😀

    1. Hooh, sayangnya kemarin lagi ga hujan :p

  2. Jakarta Selatan itu surganya pecinta kopi, Dit. Sudah banyak banget kafe kopi dan ini Coffe Breath juga datang meramaikan..

    Emang iya sih, sekarang ini katanya konsumsi kopi orang Indonesia itu semakin naik. Duh sayangnya aku kemarin ga jadi ke sana ya. Maafkeun ya.. 🙂

    1. Iya, Mas. Aku juga bingung. Kenapa sekarang semakin banyak saja pecinta kopi, ya? Bukan kopi sachet gitu. Apa karena tuntutan pekerjaan, yang membuat kopi akhirnya jadi primadona?

      HAhahaha, santai saja, Mas Gie. Gak papa kok 😀

  3. Keren n fun banget ini cafe. Makanannya juga menggiurkan semua termasuk minumannya 😀
    Asyik banget buat gathering ini….

    1. Ayo, Gathering bloggerdetik di sini saja

  4. Dari penampakannya aku pengen cicipi Taro Bland, kayanya mak nyus banget 🙂

  5. okeh saya ngiler dan saya belum makan siang baca postingan ini,,, mana Jombang lagi panas-panasnyaaaa,,, Mango mintnya boleh deh sini saya sruputtt

    1. sini. Nanti aku ajak ke sini 🙂

  6. Paling penting itu gak bisa merokok dalem ruangan! Suka banget deh..

  7. makanan dan minumannya enyak-enyak… hati senang perut kenyang :))

  8. Aaahhh….
    Prata.
    Eh benar itu kata Gie. Jakarta Selatan itu banyak kedai kopi. Bukan karena banyak pecinta kopi juga sih, tapi kedai kopi umumnya menyasar segmen yang dianggap “mencintai dan mau beli kopi bercita rasa”…

    1. jadi, kapan kita ngopi, kak?

    1. mampir dong ke sana.

  9. Ayok Adit.. kita beredar nyobain cafe2 seru lainnya…

    Anyway, favorite ku sop buntut dan mojito blossom… *nelen ludah*

    1. sama! *tosh*

      Yuk, lagi.

  10. Wah, rekomendasi yang menarik. Ke sana ah hari ini. Cuss!

    1. wah, ada kak Roy. Silahkan, kak

  11. Hmm…referensi yg menarik. daris emua sajian yang ada…hanya satu aja yang naksir…Ginger Coffee. Bentuknya speerti cappucino…seperti biasa kopi kesukaan gw ya ituh hehe…lainnya…hmmm blm pengen nyuba

    1. Katanya sih enak, kak. CUma daku memang gak nyoba. Gak suka kopi 🙁

  12. ih Adit memfoto makanannya superb deh, jadi pengen ngiler.
    kualitas potonya dari waktu ke waktu tambah juara deh kamu *sok jadi juri poto* :))

    1. Ah, kamu, bikin aku GR. Hatur nuhun.

  13. Enak .. pelayan na ramah dan sopan

Tinggalkan Balasan