Gagal Menipu, Malah Melecehkan Secara Verbal

Saya mungkin acuh jika yang melakukan pelecehan secara verbal adalah perempuan. Kalau yang melecehkan sama-sama pria tapi menganggap saya ini perempuan, kasihan benar si peleceh itu. Salah sasaran.

Saya coba mengingat-ingat mimpi buruk apa dua hari yang lalu. Semalam, keluar dari lift tempat fitness, tahu-tahu saya terlibat ke dalam percecokan pasangan suami istri dengan seorang perempuan cantik. Dari keributan yang terjadi di luar mall itu, perempuan cantik tersebut adalah selingkuhan si suami.

Nah, tadi siang, belum ada setengah jam sampai di kantor usai menghadiri sebuah seminar, nomor tidak dikenal menghubungi saya. Saya pikir teman-teman PR, meminta konfirmasi untuk seminar besok.

Ternyata itu nomor seorang pria yang mengaku sebagai tim undian berhadiah dari Telkomsel. Dia bilang nomor saya terpilih sebagai pemenang bulanan yang berhak mendapat uang tunai Rp 10 juta. Biasa, ujung-ujungnya minta nomor rekening.

Dari awal saya sudah curiga. Kalau memang benar tim dari Telkomsel, seharusnya tidak memanggil saya ‘Ibu’. Begitu saya pancing, kalau saya ini perempuan, jawaban yang saya terima sungguh tidak mengenakkan.

Saya : Wah, yang benar saya menang? Bapak pasti bercanda.

Dia : Ibu tidak percaya?

Saya : Kalau boleh tahu, nama yang tertulis di database bapak, siapa?

Dia : biji gadit. *CMIIW*

Saya : ah??? siapa itu?

Dia : ibu tahu biji gadit?

Saya : Tidak. Bahasa mana itu, Pak? Bapak salah orang kali.

Dia : Tidak mungkin. Biji kadit itu biji-biji yang ada di dalam vagina.

Saya : APAAA???

Dia : Bijinya itu kalau dimasukin penis yang besar akan terasa asyik. Memangnya suami ibu tidak pernah melakukan itu? Sayang sekali.

Saya : *shock* *langsung menyudahi obrolan itu*

Belum ada satu menit, dia kembali menghubungi saya.

Saya : Ya, Pak, kenapa?

Dia : ibu itu tidak sopan. Saya menghubungi ibu baik-baik. Kalau memang ibu tidak mau sama hadiahnya, ngomong, dong.

Saya : Bapak salah orang.

Dia : Ibu sudah menyakiti hati saya. Saya tidak mungkin salah orang. Kan sudah saya bilang, kalau memang suami ibu belum melakukan itu, sini sama saya saja. Bulu-bulu ibu lebat, ‘kan? Pas sama punya saya.

Saya : Bapak tidak usah ngomong hatinya disakiti. Saya sering pak hatinya disakiti, nggak sampai curhat kayak bapak. Baper amat.

Dia : Ngomong baik-baik, dong.

Saya : Bapak ngomongnya kurang ajar. Yasudah, saya minta maaf. Saya tidak bisa menerima uang itu.

Dia : Kalau ajakan buat itu bagaimana?

Saya : Bapak tahu menghubungi siapa? Saya ini orang Kepolisian.

Dia : ibu, ibu, kalau mau menggertak saya pakai cara yang lain. Jangan kayak orang tidak berpendidikan gitu. Kalau memang ibu istri polisi, matikan saja telepon dari saya ini.

Saya : LHO. SAYA SUDAH MEMATIKANNYA, BAPAK BELUM ADA SEMENIT SUDAH KANGEN SAYA. BAGAIMANA, SIH?

Dia : suara ibu itu ngangenin. Yakin tidak mau sama saya? Saya bisa puaskan kamu.

Saya : Oke. Kalau begitu, sekali lagi saya mohon maaf. Sudah yah, Pak, saya masih ada kerjaan. Kalau mau menipu, ke yang lain saja. Bapak orang ke seratus yang menipu saya.

Dia : Dasar, sok-sokan. *telepon dimatikan*

Saya langsung mengadu ke Telkomsel via Twitter. Minta tolong blokir nomor itu. Tapi jawaban mereka, hubungin langsung pihak berwajib. Duh, malas banget membawa perkara ini ke pihak berwajib.

Saya bingung harus sedih, masa bodoh, atau bagaimana? Saya jadi kepikirkan, kira-kira apa yang bakal dilakukan si pemilik nomor 081368744445,  kalau tahu orang yang dia lecehkan secara verbal adalah pria?

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

12 comments

  1. Selalu ada tempat pengaduan untuk sms penipuan seperti itu.
    Indosat ada tuh Dit.

    1. Makanya, kak. Rada bingung aku ketika mereka bilang nggak ada. ZBL

  2. Terlalu si bapak2. Nakutin dit, udah cabul lebih galak pula

    1. Itulah, Mbak. Bodoh kali dia

    1. Kemarin itu kejadiannya pas saya di ruang redaksi. Teman-teman mau mendengar obrolan itu. Kalau dia macam-macam, tinggal kami serang aja. Niat awalnya sih begitu 😆

  3. Widih serem amat…

    Kalau niat dipanjangin, minta temen2 mas Adit buat bully rame – rame.

    1. Janganlah kak Sally..

      Nomornya juga tidak aktif lagi

  4. Kalau tahu yang dihubungi pria.. gondoknya dua kali lipat ya :))

    Anyway, semestinya polisi bisa bikin situs khusus untuk laporan2 soal nomor HP yang ngga betul, ya. Jadi ngga perlu ribet para korbannya.

    1. Mungkin dia akan mandi karena merasa dirinya kotor, mas Bay 😆

      Nah, betul itu. Seharusnya polisi melakukan hal seperti itu. Jadinya nggak perlu ribet lagi. Mana admin providernya nggak tahu pula untuk menangani kasus kayak begini

  5. kenapa kalau telepon malah susah diadukan ya, padahal setahuku kalau sms malah bisa? 🙁

  6. aduh males banget deh kl mesti lapor ke pihak berwajib. Makanya para penipu itu gak kapok2 ya krn tau kita males kl urusannya smp ke sana.

Tinggalkan Balasan