Malapetaka Omongan Semoga Cepat Punya Anak

Selalu dapat pengetahuan baru setiap bertemu Zoya Amirin. Kayak kemarin, dia bilang, omongan semoga cepat punya anak yang kerap kita lontarkan ke pasangan suami istri baru tak jarang malah jadi beban untuk mereka.

Rona bahagia yang terpancar dari pasangan yang sudah resmi menikah membuat saya, bahkan mungkin kalian, selalu ingin mendoakan mereka agar cepat dikasih anak, bukan? Semoga cepat punya anak semacam doa wajib dari tamu ke teman, saudara, atau bahkan mantan yang dinyatakan sah berbuat yang haram-haram.

Hasil dari obrolan selama satu jam di ruang Pemimpin Redaksi sore itu, ternyata tindakan saya selama ini salah. Kalimat pendek yang secara tersirat punya makna baik, justru hanya menambah beban psikologis pasutri itu. Kalau kata Zoya, mau kapan mereka punya anak, bukan urusan kita.

Untuk punya anak itu nggak gampang, butuh persiapan matang. Mereka sudah lama hidup sebagai suami istri tapi tak jua dapat momongan, kita yang bukan siapa-siapa, apalagi kita yang sekadar mantan, tak usah rempong mencampuri urusan mereka, termasuk bertanya kapan punya anak?

Zoya yang saat ini punya program bernama Sexpedia juga bilang, pasutri yang selalu ditanya kapan punya anak, akan berhubungan seksual tidak lagi didasari rasa cinta, melainkan mirip atlet yang akan bertanding.

Mana enak berhubungan seksual pakai jadwal segala. Lagipula anak itu ‘kan buah cinta. Gara-gara kondisi ini juga, orang-orang sulit berpikir jernih dan malah percaya mitos-mitos terkait kesuburan; angkat anak supaya hamil dan makan tauge supaya laki-laki subur.

1. Angkat anak supaya perempuan hamil

Zoya menganggap angkat anak supaya cepat hamil adalah mitos. Bukan anak itu yang bisa memancing perempuan bisa hamil, melainkan secara psikologis anak tersebut telah membantu menghilangkan beban pasutri dari setiap pertanyaan orang lain yang hanya membuat mereka jengah.

Punya anak harus bagaimana?

Dia menilai bahwa sebenarnya masyarakat kita itu kejam. Omongan mereka yang selalu beranggapan orang yang telah menikah harus punya anak hanya bikin kuping panas dan beban saja.

Jelas, ini nggak adil untuk anak yang diangkat itu. Anak angkat malah dimanfaatkan untuk menghilangkan tekanan yang sadis dari lingkungan sosial. Bagaimana perasaan anak itu kalau tahu dia anak yang diangkat sebagai pancingan. Secara psikologis kita telah menciptakan masalah baru.

2. Makan tauge supaya subur

Asli, mitos tauge ini menurut saya sungguh mengganggu. Apa banget makan tauge bisa bikin subur.

Zoya mengingatkan agar pasutri jangan mudah percaya mitos-mitos tentang segala sesuatu yang bisa bikin cepat punya anak.

Yakin makan tauge bikin subur?

Zoya membenarkan tauge memiliki kandungan vitamin E paling tinggi di antara rekan sejawatnya. Vitamin E diperlukan untuk proses pembuahan. Biar cepat “jadi” di lima jam pertama, pasangan butuh vitamin E yang banyak.

Hanya masalahnya, vitamin E sebesar itu didapat dari tiga kilogram tauge. Situ mau makan tauge sebanyak itu? Jangan mentang-mentang hari ini makan tauge seiprit, besok seucrit, besoknya lagi secentong, lalu bisa jadi subur begitu saja. Enggak ngaruh sama sekali.

Pasangan yang ingin punya anak harus merencanakan dengan benar tanpa ada paksaan. Termasuk dari kita yang rempong-rempong ini. Kalau saja dibawa santai, kemungkinan berhasil sangat besar.

Dan yang paling penting, berhenti mengucapkan “semoga cepat punya anak” ke pasangan yang baru saja menikah. Ubah kalimat itu dengan have fun, cukup itu saja, itulah doa yang sesungguhnya.

Ngucapin selamat menikah kok kayak begitu, bok. Cepat-cepat punya momongan, berasa ikutan lomba harus cepat-cepat,” kata Zoya.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

7 comments

  1. Saya msh dalam tahap ‘kapan married’ *kabuuuuur*

    1. Jadi, Timo kapan married? *jalan santai*

  2. Untung gak bilang, kalo gak bisa saya siap bantuin :p

    1. WOIIII. Memang bisa? #disepak

  3. Padahal itu sebenarnya doa ya. Namun memang secara sugesti bisa membuat pasangan sedikit ada beban.

    1. Hooh, kak. Nanti pas aku nikah kakak mau kasih doanya apa?

  4. Semoga cepat pny anak #eh… ga ding nikmati aja dulu masa pengantin barunya, pacaran halal slng kenal. Met happy. Mampir tempatku jg ya

Tinggalkan Balasan