Divonis Mandul, Usia 45 Tahun Melahirkan

Di usianya yang tak lagi muda, pengusaha wanita yang satu ini masih saja terlihat anggun dan menawan. Tak ada rasa lelah yang ia tunjukkan pagi itu, di mana banyak orang sedang bertandang ke ‘ladang’ nya yang luas, dan ingin bertemu dengannya.

Karena sifatnya yang ramah dan terbuka, membuat saya tak segan untuk berbincang langsung dengannya, bertanya banyak tentang dirinya, apa yang sedang dilakukannya sekarang, dan apa sih rahasianya suksesnya.

“Kamu, makannya yang banyak. Semua pesertanya cewek, makannya sedikit. Cuma kamu sama dia (menunjuk Mas Tommy) yang menjadi peserta prianya. Jadinya, kalian berdua harus menghabiskan ini. Ini sehat, lho,” sapanya sewaktu saya mengatre untuk makan siang.

“Saya makannya sedikit kok bu, lagi diet,” jawab saya.

“No, no, no, kamu masih muda. Jangan diet-dietan. Rajin olahraga saja dan makannya dikontrol. Kecuali untuk hari ini, makanlah sepuasnya!” katanya lagi.

Pada akhirnya, dialah yang mengambilkan menu-menu apa saja yang harus saya santap. Dan, benar saja, piring saya siang itu penuh. Ketika saya santap, subhanallah, enak sekali makannya.

Selesai makan siang, saya coba melirik ke mejanya. Apakah dia sudah selesai makan apa belum. Kalau sudah, saya mau bertanya sesuatu kepadanya untuk urusan kerjaan.

Ternyata, beliau sudah selesai makan. Saya beritahu ke panitianya, kalau saya ingin mewawancarai pengusaha sukses satu itu. Si wanita itu akhirnya memanggil saya, dan ia meminta izin sebentar untuk memakai gincu. Hehehee 😀

Karena pada saat itu sedang marak-maraknya jamu berbahan kimia obat beredar luas di pasaran, dan (kabarnya) minat masyarakat Indonesia menurun untuk mengonsumsi jamu, maka pertanyaan pertama saya adalah apa tanggapannya tentang kabar yang sedang meresahkan masyarakat itu.

Untuk yang satu itu, kamu dapat membaca ulasannya di sini [baca: Martha Tilaar: Jamu Memiliki Energi Yin dan Yang] *sekalian promosi* #ditabok

Dari tanya jawab itu saja, ia menunjukkan kalau ia adalah sosok yang pintar dan jenius. Sangking pintarnya dia, saya sendiri sempat kewalahan dengan bahasa-bahasanya yang terlampau ilmiah, dan membuat saya menganga.

Di obrolan berikutnya, ada satu cerita yang membuat saya mengangak tak percaya.

Bagaimana bisa, seorang wanita yang divonis mandul oleh 4 profesor yang berasal dari Holland, Switzherland, Amerika, dan Belanda, di usianya ke-45 tahun ia justru melahirkan anak-anak yang sehat, dan kini telah tumbuh menjadi orang yang sukses, sama seperti dirinya.

“Saya sempat dikatakan mandul oleh 4 orang dokter yang berasal dari Holland, Switzherland, Amerika, dan Belanda,” ceritanya kepada saya.

Meski pun dirinya divonis seperti itu, yang saya salut darinya adalah, ia tak pernah berkecil hati dan pasrah begitu saja. Justru ia dan suami terus bermimpi untuk kelaknya dapat memiliki momongan.

Banyak cara yang ia lakukan, beberapa diantaranya melakukan pengobatan rutin dan tidak lupa untuk senantiasa meminum jamu.

Setelah 3,5 tahun melakukan semuanya itu, tiba-tiba saja ia tak lagi merasakan datang bulan. Karena itulah, akhirnya ia memutuskan untuk ke dokter.

Tapi, apa yang diterimanya? Dokter malah mengatakan kalau wanita yang menyebut dirinya ‘bakul jamu’ sudah memasuki pre menopause.

Setelah mendapatkan tidak mengenakkan itu, ia memutuskan untuk pulang dan bertemu dengan suaminya. Di sini nih, momen di mana saya dapat melihat ekspresi lucunya ketawa, ketika ia menceritakan kalau ia sudah ikhlas jika seandainya suaminya mau nikah lagi 😆

“Aku bilang ke suami, ‘Pa, aku pre menopause. Jadi, kalau kamu mau kawin lagi, silakan’. Gampang banget ngomongnya. Tapi hatiku teriris-iris”. curhatnya.

Bersyukurlah ia memiliki suami yang super pengertian dan sangat sayang kepadanya, apa pun yang terjadi pada dirinya.

Sang suami pun lalu menggandeng tangan Martha untuk menunjukkan sesuatu kepadanya dan mengatakan kalau ia sudah memiliki istri kedua dan bahkan jumlahnya sangat banyak.

“Aku sudah punya kok, istri kedua. Banyak lagi. Lalu, dia menuntun saya ke perpustakaannya dan menunjukkan buku-bukunya sebagai istri keduanya,” cerita Martha menirukan ucapan suaminya.

Pada akhirnya, manusia boleh berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan.

Setelah sempat pasrah dan meminta suaminya untuk menikah lagi, ternyata Tuhan menitipkan janin ke dalam rahimnya.

Martha mengatakan kalau sebelum bayinya lahir, para profesor meminta kepada Martha menerima seperti apa pun bayi yang akan lahir dari rahimnya, harus diterima olehnya mengingat usianya yang sudah tak mungkin bisa hamil.

Martha mengatakan, “Profesornya bilang ke saya sebelum anak saya lahir ‘Martha, kalau nanti ini cacat, mongoloid syndrome, ini bukan tanggung jawab saya,’. Lalu aku bilang ‘Aku percaya pada-Mu Tuhan, kalau kau akan memberikan yang terbaik untukku’.”

Sekarang, Martha dapat tersenyum lebar. Ia memiliki 4 orang anak yang semuanya terlahir dan besar dalam keadaan sehat dan jauh dari kecacatan.

Setiap kali Martha melihat anak-anaknya yang sukses, Martha mengatakan, kalau ia merasa flashback ke ucapan-ucapan yang dikatakan para profesor kepadanya.

“Sudah 45 tahun, sudah oma-oma, melahirkan. Melahirkan anak-anak yang sehat pula,” kata Martha.

Inti dari apa yang diomongin olehnya adalah tak ada kata yang tak mungkin kalau kita sebagai umat manusia untuk selalu berusaha. Dan menyerahkan semua kepada-Nya.

Terlebih lagi buat yang sudah menikah. Momen-momen seperti inilah, (sepertinya) Tuhan menguji umat-Nya, sekuat apa kita bisa menerimanya, dan sekuat apa pula kita dan pasangan untuk senantiasa mempertahankan mahligai pernikahan.

Tuhan tak pernah tidur. Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk umat-Nya. Tinggal, apakah umat-Nya mampu bertahan dan menunggu yang akan diberikan Tuhan kepadanya.

Buat kakak-kakak yang sudah menikah dan belum dikarunia seorang anak, jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Percayalah, ada masanya Tuhan akan memberikan apa yang kamu dan pasangan impi-impikan.

Mungkin saat ini, ada rencana indah yang sedang dipersiapkan Tuhan untukmu. Aminnn…

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

32 comments

  1. Mungkin itu kali ya yang namanya muhjizat.
    Segala sesuatu yang gak mungkin menjadi mungkin.
    Tapi karena buah kerja kerasnya juga sih.
    Hebat ya mental dan usahanya 🙂

    1. Iya, makanya jangan pernah mengeluh dan merasa tidak mampu, kalau belum dicoba

  2. Kisahnya inspiratif, saya nggak bisa membayangkan tingkat kesabarannya.

  3. Keren dit sharingnya….
    dan kata2mu yg terakhir “Mungkin saat ini, ada rencana indah yang sedang dipersiapkan Tuhan untukmu.”
    Amin,,, semoga Tuhan mempersiapkan itu semua buatku…
    Btw enak yah jadi reporter bisa ketemu orang2 hebat… *envy…

    1. namanya juga kerjaan, Van 😀

  4. Ah manis sekali kisahnya.
    Jadi ingat banyak teman yang belum rezeki mendapatkan anak… semoga mereka tidak menyerah dan terus berusaha…

    1. amin ya rabbal’alamin

  5. Saya pernah baca disebuah majalah, setelah divonis mandul Ibu Martha Tilaar “dirawat” oleh ibunya dengan cara rutin dipijat dan diberikan ramuan jamu untuk merangsang kesuburan rahimnya…
    Dengan menemukan keajaiban khasiat ramuan warisan leluhur ini menjadikan beliau lebih powerfull untuk mengembangkan jamu ini. CMIIW 🙂

    1. nice share, Mas. terima kasih 🙂

  6. wah mak dueng banget,
    tapi, anak dan kehamilan itu kadang aneh,
    ada pasangan yang kebetulan kenal,
    suami istri, sehat, nggak ada yang mandul, 6 tahun nggak punya anak, eh suatu saat, rame, sama sama selingkuh, yang wanita hamil oleh PILnya, yang prianya WILnya juga hamil,
    aneh…

    1. ga boleh berprasangka buruk gitu

  7. Wah berarti saya harus minum jamu dong ya supaya subur :D. Tapi ditempatku sini ga ada tukang jamu hiks :(.

    1. olah sendiri, Kak. tapi, sabar saja, Kak. Pasti kaka dapat, kok 🙂

  8. aku terharu kamu ndak typo lagi T____T

    1. kakkkkkk ! –“

  9. kayak yang di acara kick andy nih…. ada Ibu Martha dengan suaminya yang bekas dosennya dia itu.. luar biasa ceritanya..

    1. oh, ya, di Kick Andy ada? saya #barutahu

  10. waah menariik sekali ceritanya 🙂 sungguh keajaiban Tuhan.

  11. wooo bu Marthe Tilaar melahirkan 4 anak setelah usia 45 tahun ya? heybat!

    semoga Tuhan menyiapkan rencana2 indah untukmu juga Dit. amin 🙂

  12. Tuhan ngasih rejeki emang nggak sia-sia. Asalkan yakin dan percaya.

  13. Postingan ini toh yg pas kickandy kemaren dipromosikan.. hehehhee.. kebetulan aku gak nonton kickandynya. jadi terobati baca tuliasan ini 😀

  14. Apapun itu jika Tuhan YME sdh berkehendak…sapah yang bisa nelak coba…nice post gan

  15. Saya sempet lihat kisah-kisah para pasangan yang lama sekali mendambakan anak di Kick Andy, sungguh menginspirasi kisah-kisah tersebut.

  16. mengagumkan ya beliau. Memang Tuhan yang menentukan sih ya Dit. Kagum sama kepasrahan dan keikhlasan beliau.

  17. aku sempat baca dimana yah cerita bu Martah ini.. lupaa

  18. ini lah keajaiban alloh yang nyata,dengan segala kesabaran semua ujian pasti akan berakhir..!!

  19. Thanks you . Your words makes me feel so good today. Grettings

  20. Ijin share yaa…

  21. Tokoh besar Martha Tilaar ternyata juga punya kisah inspiratif…. Bagiamanapun manusia berikhtiar dan berdoa Tuhan memutuskan

Tinggalkan Balasan