[Coretan Kawan] Cause Life Is About Set A Dream

“You have the power to make your dreams come true”

Berawal di tahun 2009, sesaat setelah kelulusan saya dari Biologi ITB dengan predikat Cum Laude. Dimulailah kegalauan tentang masa depan yang memang bisa dibilang “telat”. Kenapa telat? Karena biasanya orang-orang sudah tau mau ke mana sebelum lulus. Kerja kah? Nikah? Lanjut S2? Sehingga gak luntang lantung gak jelas setelah lulus.

Saya waktu itu masih jadi mahasiswa yang culun dan go with the flow aja. Fokus dulu ngerjain Tugas Akhir dan nulis skripsi juga belajar buat sidang. Fokus dulu untuk lulus, setelah itu baru pikir gimana ke depannya. Nah, setelah lulus, kemudian saya berpikir mengenai passion saya, saya benar-benar senang dan nyaman ketika belajar atau pun mengajar. Jadi, cita-cita saya ya jadi pengajar, dan saat itu ingin sekali menjadi dosen, sehingga keputusan untuk melanjutkan kuliah pun menjadi mantap. Tidak puas diam di satu tempat saja (Bandung), saya saat itu memiliki mimpi untuk kuliah di luar negri, entah itu EROPA, JEPANG, AMERIKA, atau AUSTRALIA, walaupun saat itu saya sangat ingin kuliah di Belgia.

(foto : dokumentasi pribadi)

Why studying abroad? Berikut beberapa alasan saya:

Pertama, field yang saya inginkan, sangat berkembang di luar negri, jika saya hanya lanjut S2 di Indonesia, ilmu saya tentang nutrisi sulit berkembang. Dan saya menemukan di Belgia ini human nutrition-nya sangat baik. Tidak hanya belajar tentang nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tapi juga studi tentang populasi, perekonomian, pengembangan pedesaan, yang terkait dengan nutrisi, bisa juga belajar kaitan antara nutrisi dengan cell and molecular biology. Sangat menarik.

Kedua, tentu semenjak saya sadar bahwa: SAYA ADALAH WARGA DUNIA (I AM A WORLD CITIZEN). I have to go out and see the world. Karena dunia gak hanya INDONESIA saja, bung!! Anda semua patut menginjakkan kaki di seluruh dunia ini, di bumi Tuhan tercinta.

Ketiga, saya ingin “tumbuh”. Saya selama ini hanya diam di tempat, tinggal di Bandung, Zona Nyaman saya. Selain itu, paling hanya Kerja Praktek di Jakarta, itu pun setiap minggu pulang. Dan saya sepenuhnya sadar, kalau saya terus di Bandung, saya tidak akan “tumbuh”, gak banyak belajar, karena manusia itu tumbuh di zona tidak nyamannya, manusia belajar saat dia dihadapkan pada hal-hal baru, menantang dan keras.

Keempat, dan yang terpenting: ini adalah perintah Allah. Allah menyuruh manusia untuk menuntut ilmu. Tuhan juga menyuruh manusia untuk berjalan di muka bumi. Mengenal dunia, mengambil pelajaran dari setiap perjalanan.

Tentunya, masih banyak alasan saya ingin kuliah di luar negri, seperti: mencari jodoh, belajar masak, belajar hidup mandiri, berkenalan dengan teman-teman baru, melihat salju dan segala keunikakan negara temperata

Tahun pertama mengejar mimpi berakhir pahit. Ditolak oleh beasiswa Vlir-UOS ke Belgia, Fulbright ke Amerika dan Monbusho ke Jepang. Self Esteem saya saat itu menurun drastis. Ibaratnya saat itu saya yang hanya mengandalkan transcript records saya yang luar biasa dan gelar Cum Laude saya, ditampar dengan keras, jatuh dengan keras, seolah diingatkan kalau saya tidak boleh sombong.

Dan tentunya belajar bangkit dari kegagalan yang mungkin jarang didapatkan semasa kuliah, juga belajar dari kesalahan untuk usaha berikutnya, memperbaikinya atau melakukan sesuatu yang baru supaya kesalahan tidak terulang.

Bukankah itu hakikat kehidupan? Bangkit dari kegagalan, dengan tidak mengulangi kesalahan, justru melakukan hal baru yang lebih baik untuk usaha berikutnya? Terus seperti itu sampai akhirnya berhasil…

Dan itulah yang saya lakukan di tahun 2010. Flashback apa saja yang belum saya lakukan dan kira-kira kesalahan apa yang saya lakukan. Ternyata, saat itu saya hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa, terlalu yakin bahwa saya akan mendapatkan beasiswa itu, sehingga saya tidak punya Plan B, C dan seterusnya. Saya terlalu bergantung sama 1 mimpi itu. Padahal, sesungguhnya yang terbaik dalam hidup adalah sibuk ketika menunggu. Ya, lakukan apa saja sambil menunggu mimpimu jadi nyata, apalagi ketika sudah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menggapai mimpi tersebut. Dan tentunya gak salah kalau punya mimpi-mimpi kecil sebelum mimpi besar menjadi nyata. Istilahnya adalah milestone, mimpi-mimpi kecil yang nantinya akan menuntunmu ke mimpi besarmu.

Saat itu memang mimpi besar saya adalah menjadi dosen, dengan memulai S2 di luar negri, namun ketika S2 di luar negri belum tercapai, haruskah saya bengong saja? Pasti ada cara lain. Makanya, saat itu saya menyibukkan diri dengan membantu dosen dalam penelitian, sempat ikut Konferensi Internasional juga dengan mempresentasikan hasil penelitian saya, juga membantu dosen untuk mengajar persiapan Olimpiade Sains Nasional bidang Biologi tingkat SMP dan SMA di berbagai tempat, juga olimpiade sains tingkat SD (Kuark).

Di awal tahun 2011, saya memulai lagi apply scholarship, kali ini spesifik ke Belgia saja melalui program VLIR-UOS dan LOTUS ERASMUS MUNDUS. Kebetulan saat itu Uni Eropa (Ghent University dan beberapa perguruan tinggi), bekerja sama dengan 2 Universitas di Indonesia, ITB dan UGM, karenanya kesempatan untuk mendapatkan S2 di Eropa semakin besar, tidak harus berkompetisi dengan seluruh dunia. Maka, saya beranikan diri untuk apply LOTUS ERASMUS MUNDUS ini. Selain itu, saya juga apply untuk S2 di ITB sebagai Plan B saya. Dan, saat saya sudah melengkapi aplikasi S2 ITB, tinggal kirim saja, kabar beasiswa datang. Bulan April saat itu, LOTUS ERASMUS MUNDUS menerima saya menjadi salah satu Grant Holder-nya. Luar biasa, Alhamdulillah. Perjuangan 2 tahun mengejar mimpi dengan usaha, doa, sempat jatuh dan menangis, dengan seluruh pelajarannya, terbayar sudah.

“And here I am now, living my dream as a graduate student in one of the top university in Europe, and I am ready to set a new dream, and make it come true, once again. Cause life is about set a dream, catch it, live the dream, and makenew dream, that will finally lead to your biggest dream..”

Selamat menggapai mimpi, wahai para pemimpi…..

PS. You can visit this link to know more about how to get a scholarship

  1. http://tazymaniandevil.tumblr.com/post/9745715874/winning-a-scholarship-part-1
  2. http://tazymaniandevil.tumblr.com/post/9746918475/winning-a-scholarship-part-2
  3. http://tazymaniandevil.tumblr.com/post/9747935279/winning-a-scholarship-part-3-about-lotus

 

Tazkiyah Izzati

 Penulis : Tazkiyah Izzati

 Mahasiswi asal Bandung yang sedang merampungkan S2 nya di Gent University, Belgia. Suka juga menulis pengalamannya selama di Belgia di blog pribadinya  http://myeuropelife.wordpress.com .

 Silahkan follow twitter : @TAZYeahs .

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

9 comments

  1. nice artikel, dear.

    so proud of you. hug.

  2. wow, keren

    beneran deh inspiring …

  3. wow bacanya membuat merinding.. itulah kekuatan sebuah mimpi… seneng melihat orang yang berhasil mencapai mimpinya… sekali congratulation…

  4. Wow, saya merinding bacanya. Mengingatkan saya bahwa mimpi tak hanya sekedar mimpi, tapi harus diperjuangkan, biar nggak hanya jadi sekedar “angan-angan” semata. Very inspiring.
    Salam kenal, Mas Adit dan Teh Tazy

    -@uuphii-

  5. yang mrmbedakan kita 5 tahun yang lalu dan 5 tahun yang akan datang adalah…

    pergaulan kita, dengan siapa kita bersosialisasi, bergaul..

    menurut q jika kita belajar keluar pastilah wawasan kita akan bertambah.. sudut pandang kita juga berbeda..

  6. bener, mantap sekali perjuangannya. itu membuktikan kalo kita tidak berusaha dan terlena dengan predikat “cum laude”-nya, hasilnya bisa gagal juga.
    saya juga salut, bisa belajar dari kegagalan dan akhirnya berhasil juga 🙂

  7. wah ntar S3 nya pengen ke luar negri ah! ~> *woi nikah dulu woi*

    nah ini ukuran font-nya pas, Dit 🙂

  8. Selamat buat keberhasilannya. Semoga mendapatkan semua manfaat dan ilmunya menjadi berkah.. 🙂

    Isi postingannya bagus. Menginspirasi..

  9. ya ampun awalnya sama bgt tuh sama saya, tp g pake cum laude, hehehe keren2 , sharing yg banyak ttg UG y mba..makasih 😀

Tinggalkan Balasan