Commuter Line Oh Commuter Line

“Menurut hemat saya, untuk saat ini commuterline adalah the best transport ever. Entah sampai kapan itu !”

Walaupun harus berdesak-desakan di dalam kereta api, saya tidak pernah bisa menolak untuk tidak menggunakan moda transportasi satu ini. Soalnya, hanya kereta apilah yang dapat mempersingkat waktu perjalanan saya dari rumah ke kantor yang terletak dikawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Bayangkan saja, kalau saya harus menaiki bus menuju kantor, waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 2-2,5 jam. Dengan catatan, habis subuh, mandi, lalu berangkat. Tanpa bisa bercengkrama bersama orang rumah, maupun masak sendiri bekal untuk sarapan dan untuk dibawa ke kantor.

Termasuk yang terjadi pada pagi hari tadi. Beuhhhh.. Penuhnya ampun-ampunan, deh. Yang bisa masuk, bersyukurlah mereka. Yang tidak, ya, bersabar. Bersabar menunggu kereta api selanjutnya yang mereka juga tidak tahu apakah sepi atau malah semakin rame? Dan, bersabar kalau-kalau disemprot sama bos karena telat ngantor.

Kalau saya termasuk yang bersyukur, walaupun pada akhirnya saya mengendur πŸ˜€

Usut punya usut, ternyata kereta api yang hari biasanya berangkat dari stasiun Serpong, tadi pagi harus berangkat pertama kali dari stasiunParung Panjang. Pasalnya, ada beberapa kereta ekonomi yang tidak jalan, dan penumpang di stasiun Parung Panjang semakin membludag. Alhasil, penumpang yang mempunyai tiket kereta ekonomi, harus hijrah ke kereta ekonomi AC. Makanya, kereta yang seharusnya tiba di Sudimara jam 07.14, harus mundur menjadi jam 07.30.

Suasana didalamnya pagi ini benar-benar membuat sebagian orang susah untuk bernafas. Untungnya saya tinggi, bisalah bernafas walaupun tak banyak. Walaupun penuh sesak, saya masih bisa mengambil kamera saku yang senantiasa saya bawa-bawa didalam tas, dan mengabadikan situasi yang terjadi didalamnya. πŸ˜€

Desek-desekan sampai di pintu
Enaknya Tinggi Bisa Ngambil Gambar Dari Atas Walau Penuh Sekalipun

Disaat seperti inilah saya mengharapkan kehadiran Pak Dahlan Iskan. Bak Lala di sinetron Bidadari ketika memanggil ibu perinya, saya pun terkadang suka memanggil-manggil nama Pak Dahlan “Pak Dahlan Iskan, tolong Adit. Di kereta api jurusan Serpong – Tanah Abang ini rame sesak. Bapak kesini, dong. Suruh sebagian mereka turun, biar agak legaan. Pak Dahlan.. Pak Dahlan.. Pak Dahlan. Pliss, help me!” #khayalanbabu. Siapa tahu, karena aksinya Pak Dahlan, PT KAI membenahi sistemnya mereka dan menambah jumlah kereta apinya. Iya, ‘kan?

Oia, saya pun sempat merekam situasi kepadatan di dalam kereta api tadi, lho. #gapenting.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

30 comments

  1. yang bacanya ikutan seseknafas, itu kalau kondisi udah penuhnuhnuh macam itu, udah ngga perlu lagi cari pegangan kalau saya Dit, udah dijepit sana sini
    kapan yahh bisa naik commuterline yang duduk rapih, kalopun berdiri ya rapih gitu, ngga bejubel macem dawet begitu

    1. Sebenarnya duduk kelamaan juga ga bagus. Lebih bagus berdiri. Kalau aku sih maunya, walaupun berdiri tetap rapi.

  2. beuh, kalo aku berdiri di situ, tengok kanan = ketek, tengok kiri = ketek.
    maju kena, mundur kena.
    untung itu pagi2 yang semua masih baru mandi dan pake rexona ya πŸ™‚

    1. aku tidaka menciumnya, soalnya aku kan tinggi. hehehe πŸ™‚

  3. Ampun sesak banget ya, itu klo pagi mending masih harum wangi menawan sepanjang hari #hadah
    coba klo balik kerja gimana ya…

    eh itu cewenya malu-malu mau tuh di ambil gambarnya hahaha #ga penting

    1. aku tidak pernah menciumnya, soalnya yang aku cium bau kepala. Aku tinggi soalnya. Yang ada, ketekku yang harus senantiasa wangi, karena penumpang lain bakal menyium aroma ketekkku. Hahaha

  4. ini parah banget ya…. jadi mari pilih gubernur yang benar nih… semoga ada perubahan ya…

    1. Amin. Siapa pun Gubernurnya nanti, harus mikirin gimana caranya transportasi tidak seperti ini lagi πŸ™

  5. Udah desek-desekan, ada copetnya pulak. Pernah punya pengalaman lihat copet nggak?

    1. Bukan pernah melihat lagi. Tertimpah pada diri sendiri juga pernah. Cuma, ga di dalam kereta πŸ˜€

  6. kok ya ngimpi terus tu, sebenarnya beliau kerjanya ngafain saja yaaaa… studi banding teruskah? πŸ˜€

    1. Ngebandingi harga pakaian kali, yaaa. Hmmm –“

  7. Kelihatannya sistem per kereta apian harus diperbarui lagi.

  8. Kamu naik dari serpong to dit… I see…
    deket kampusku di gading serpong hehehe πŸ˜›

  9. ck ckckc banyak and bejubel begitu???kasian yang punya asma.heeh.
    Tapi jujur sampe sekarang aku masih punya impian tuk naek kereta*hehhee*salam kenal bung ditoo. . .

    1. Haha . Iya, saya juga kefikiran. Gimana sama mereka yang punya asma, ya? Kasihan πŸ™

  10. sejak pindah ke Jakarta lagi, belum pernah naik KRL atau Commuter . Sekarang lebih milih naek trans jakarta kalo untuk angkutan umum dan naek motor tentunya… hahahahaha

    1. ah, serius bang? cobain deh sesekali naik KRL atau commuterline. Seru.

  11. hahahhaha, doa nya keren tuh Dit.. eh ntar kalo doanya bener2 terkabul yaa, pas kamu doa gitu mendadak pak dahlan nongol mendadak di depan kamu, segera bilang ke dhe yaa.. dhe juga mau ikutan doa gitu.. πŸ˜†

    kalo di Palembang mah, kereta apinya masih suka ngaret.. molornya bisa sampe 1 jam bahkan lebih.. #suram

    1. Disini pun sebenarnya masih suka ngaret Dhe πŸ™

  12. Jadi ingat ketika dulu kuliah di Depok, klo kuliah sore, masuk kereta susah, mau turun lebih susah berjuangnya hahaha .. btw bisa2nya kamu Dit, foto2 dalam kereta dan ngerekam pula, itu pas nge-shoot awal, ada mbak2 yg senyum2 ke kameramu πŸ˜€

  13. Sampe segitu padatnya ya di dalam kereta api. Mungkin ini termasuk transportasi massal yang murah makanya ini diburu orang, Dit.

  14. ya ampun, padat sekali

    saya tiap hari naik angkot, jaraknya sih hanya sekitar 10km dari rumah sampai tempat kerja, waktu tempuh biasanya 15menit, tapi kalau kadang angkot kelamaan lewat ya bisa sampai 30menit. lebih banyak menunggunya sih

  15. sesaknya hidup di ibukota. fyuuuhh.. sesak nafas liat fotonya sampe gitu.

  16. dan pak dahlan pun datang ikut berdesak πŸ˜€

  17. Sauna murah πŸ˜†

  18. setuju banget. *gak pernah absen menggunakan KRL. hehehe *

Tinggalkan Balasan