Cek Toko Sebelah

Review Film Cek Toko Sebelah

Rasa pengin untuk menonton lagi muncul setelah film Cek Toko Sebelah berakhir. Biar film bagus garapan Ernest Prakasa ini balik modal, mengingat yang jadi saingannya adalah Raditya Dika. Baru tayang beberapa hari di bioskop, jumlah penonton film Hangout sama kayak jumlah pengikut Lambe Turah di Instagram yang sudah tembus satu juta! Semoga hal serupa juga dialami film Cek Toko Sebelah.

Setelah berhasil menceritakan dengan fasih hidup sebagai kaum minoritas yang kerap mengalami diskriminasi dan bully lewat film Ngenest (2015), Ernest kembali bercerita tentang hidupnya. Ernest mengangkat fenomena yang terjadi pada kelurga keturunan Cina, di mana seorang anak yang sudah sekolah tinggi-tinggi malah disuruh jaga toko. Apabila anak menolak, orangtua dengan cepat mengeluarkan berbagai macam jurus yang bisa bikin si anak merasa bersalah.

Film Cek Toko Sebelah yang dibintangi Ernest Prakasa (Erwin), Dion Wiyoko (Yohan), Chew Kin Wah (Koh Afuk), secara garis besar memperlihatkan gambaran para orangtua yang suka membandingkan anak-anaknya. Orangtua selalu beranggapan bahwa seorang anak yang merupakan lulusan dari universitas dengan akreditasi terbaik pasti mampu meneruskan usaha milik orangtuanya. Sementara anak yang lain, yang hidupnya penuh masalah dan berantakan, langsung dicap anak tidak berguna, yang tidak bakal bisa melakukan apa-apa karena untuk mengurus hidupnya sendiri masih belum becus.

Cek Toko Sebelah
Poster Cek Toko Sebelah (Film Bor.com)

Jujur, saya rempat ragu untuk menonton film ini setelah melihat trailer yang pertama dan kedua. Ada kesan lawakan yang hadir lewat guyonan para komika terlalu dipaksakan. Berbeda saat saya menonton proses reading para pemain di channel Youtube pribadi Ernest kira-kira empat bulan yang lalu. Perasaannya pengin buru-buru melihat akting Adinia Wirasti (Ayu) yang semakin ke sini semakin matang dan mengalami peningkatan.

Kerja keras Ernest menggabungkan unsur drama dan komedi menjadi satu paket komplit patut diacungkan jempol. Ernest mampu membuat penonton terpingkal, sedih, kemudian balik lagi untuk ketawa terbahak dalam satu waktu tanpa jeda yang panjang. Semacam ingin memberi penekanan bahwa Cek Toko Sebelah adalah film komedi yang di dalamnya ada unsur drama bukan malah sebaliknya. Lawakan yang berusaha Ernest tampilkan pun mudah dimengerti tapi tidak basi. Bagaimana Ernest mengarahkan komika untuk bermain maksimal pun saya rasa cukup berhasil. Coba saja tengok di bagian Dion Wiyoko sedang β€œmain” sama tiga orang temannya, saya jamin perut kalian pasti sakit.

Saya suka sekali chemistry yang tercipta antara Chew Kin Wah dan Dion Wiyoko, dan Adinia Wirasti dengan Dion Wiyoko. Ya, meski saya sedikit kecewa sama Ernest yang tidak memaksimalkan keberadaan Adinia Wirasti yang punya kualitas akting mempuni. Hal yang sama kembali terjadi setelah Riri Riza dan Mira Lesmana menyiakan kemampuan Adinia Wirasti di film Ada Apa dengan Cinta? 2. Mungkin Ernest ingin memperlihatkan kemampuan akting Gisella Anastasia (Natalia) yang kalau diasah tidak menutup kemungkinan bisa sebagus Asti.

Kekurangan lain dari film Cek Toko Sebelah, Ernest tidak memberi kesempatan para penonton untuk mengenal karakter dari setiap peran yang dimainkan oleh para aktor dan artis. Saya sendiri bertanya-tanya, sebenarnya Dion Wiyoko itu orang kaya apa orang miskin? Kalau kaya kenapa pinjam uang ke ayahnya dan kalau miskin kenapa sang istri dengan santainya berkata “Biasanya dandanin motor dulu”. Kemudian, ketika Adinia Wirasti bertemu dengan mantannya, saya berharap terjadi sebuah konflik yang membuat Asti dapat mengeluarkan kemampuan aktingnya. Saya juga masih bingung, Asti di sini adalah pemilik toko atau karyawan biasa?

Original Soundtrack Cek Toko Sebelah

Dari jajaran pengisi original soundtrack film Cek Toko Sebelah, Ernest kembali mempercayai grup The Overtunes untuk menulis beberapa lagu baru. Dan hal lain yang bikin saya happy keterlibatan Gamaliel, Audrey, dan Cantika yang berkolaborasi dengan The Overtunes. Saya suka semua lagu di film Cek Toko Sebelah yang sudah ada di Spotify.

Buat kalian yang butuh hiburan di liburan pergantian tahun ini, saya sarankan untuk pergi ke bioskop dan menonton Cek Toko Sebelah. Ada putranya Pak Jokowi, lho! Aktingnya lumayan oke. Bisa kamu lihat di bagian awal film. Plis, ini film bagus, hargai kerja keras orang-orang yang ada di dalamnya dengan tidak menonton bajakan atau hasil rekaman yang kemudian di-upload ke Youtube.

Kalau kata @popokman, after taste setelah menonton Ngenest dan Cek Toko Sebelah masih sama, keluar dari bioskop, perasaan jadi hangat.

Review Cek Toko Sebelah menjadi postingan terakhir saya di 2016. Semoga saya lebih konsisten dalam menulis blog di tahun yang akan datang.

 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

15 comments

  1. Wah, berarti filmnya oke buat ditonton ya … πŸ™‚

    1. Oke banget, Timo

  2. Belum sempet nonton CTS, baru nonton hanggout kemarin. Boleh juga di coba nanti buat ngisi waktu liburan.
    Semoga tidak mengecewakan. Makasih juga untuk tidak spoler film CTS

    1. Lagi belajar menulis review tanpa spoiler Mas. Hehehe

  3. Pas nonton trailer nya gw ragu, abis kok garing lawaknya. Tapi baca review ini jd mempertimbangkan.. cuma blm sempet nonton jg

    1. Tonton, lah. Bagus kok filmnya

  4. Ini film menurut gw OK banget, tidak hanya sekedar komedi tapi ada pesan yang bisa diambil dari film ini. Gw kehibur banget dan ada rasa lain yang muncul, 2 thumbs deh buat film ini. Jauh banget dibanding nonton HO yang ide ceritanya mengadopsi dari film luar, jadi rasanya hambar.

    1. Film Hangout juga oke, tapi ya nggak sebagus Cek Toko Sebelah. Lebih banyak hal menarik ketimbang Hangout. Namun, dua-duanya patut diapresiasi

  5. Aku belom nontooon. Review orang-orang sih bagus-bagus yaaa

  6. Wah saya protes ini. Gisella Anastasia biasa aja :)))))))))))
    Aktingnya malah menurut saya paling… nggak enak dilihat. *berlindung dari gempuran penggemarnya Gisella Anastasia*

    1. Ya, kalau dibandingin sama Adinia Wirasti memang Gisel ini nggak ada apa-apanya. Cuma untuk pendatang baru dan beradu akting sama Ernest mayanlah

  7. wah… penasaran ane gimana filemnya… ane belum ngliat filmnya.. hiks..hiks.. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan