Bye Depok Ekspress

Hari ini, Sabtu, 2 Juli 2011. Itu tandanya, KRL Commuter Line sudah diberlakukan. Sedih. Iya, sedih. Bukan lebay atau meng-ada-ada, tapi itu lah kenyataannya. Gue sedih harus berpisah sama 1 kendaraan yang selalu menyelamatkan gue kalau gue bangun sesudah jam 5.30 pagi. Kereta Api Depok Ekspress, namanya.

Kendaraan yang senantiasa mengantarkan cowok bertubuh subur dan tinggi ini, hari ini dan seterusnya (*berharap ini hanya semantara) sudah ditiadakan. Bayangin aja, kalau gue bangun kesiangan dan kendaraan ini tidak ada, entah apa jadinya gue. Rumah orang tua gue yang ber-lokasi di Ciputat, cukup jauh dan melelahkan kalau harus berangkat ke kampus yang ber-lokasi di Depok.

Kalau gue dari rumah mau ke kampus dan dalam kondisi ujian harus menggunakan angkutan umum, minimal gue berangkat jam 5.30 WIB. Karena, kalau berangkat jam 6, gue akan bertemu dengan situasi yang amat sangat dibenci warga Jakarta, MACET! Kalau gue mau nyantai, gue bisa menggunakan Kereta Ekspress Depok ini. Walaupun ongkosnya sedikit lebih mahal, 14ribu rupiah, langsung dari Ciputat dan turun di St. KA UI, tapi enggak menjadi masalah buat gue. Karena dengan uang segitu, gue sampai di Depok 1 jam atau bahkan 1,5 jam lebih cepat daripada gue harus naik angkutan umum. Naik angkutan umum memang jauh lebih murah. Ga begitu jauh juga sih, cuma beda 4ribu perak. Tapi kondisi yang harus gue terima adalah, macet, macet dan macet. 3 daerah yang gue lewatin semuanya daerah macet. Ciputat, Lebak Bulus, Cilandak dan bahkan Lenteng Agung adalah daerah macet-nya di Jakarta.

Dengan berlakunya KRL Commuter ini sama saja gue menggunakan angkutan umum. Dan waktu perjalanannya juga bakal sama. Bakal lebih lama pastinya. Sebenernya naik Kereta Ekspress Depok ini kondisinya ga jauh beda dari Kereta Api Ekonomi, padat dan desek-desekan. Tapi bedanya, Ekspress jauh lebih aman. Dan kondisi padat seperti itu ga lama, begitu sampai di Tanah Abang, kondisinya sudah kembali selayaknya Kereta Ekspress, AC nya berasa dan gue bisa duduk.

Tapi gue ber-terimakasih ke Allah, karena KRL Commuter ini berlaku setelah gue tidak perlu mondar-mandir ke kampus lagi. Palingan kalau emang gue keterima kerja di daerah Cawang atau Depok, gue akan sangat-sangat membutuhkan kereta ini.

Sorry, bukan bermaksud egois, tidak memikirkan yang lain, tapi ini lah kenyataan yang ada. I really miss you, Depok Ekspress (lebay geilaaaaa..)

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

Tinggalkan Balasan