BOSAN

Seorang kawan bertanya pada saya tentang apa yang saya rasakan saat ini. Dengan cepat saya menjawab BOSAN. Iya, saat ini saya tengah berada di titik kebosanan.

Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Dengan catatan, saya tidak bosan dengan pekerjaan dan tempat saya bekerja. Saya hanya butuh piknik dan refreshing dalam arti yang sebenarnya. Saya bosan setiap hari harus naik kereta, ojeg, dan angkutan umum. Saya mau naik pesawat dan kapal laut.

Saya juga bosan bangun tidur dan tersadar masih berada di atas tempat tidur yang sama dan ruangan yang sama pula. Saya mau bangun tidur dan tersadar tengah berada di tenda atau pemukiman penduduk.

Saya juga lagi bosan dengan teman-teman yang setiap hari saya jumpai. Baik itu di kantor, lapangan, dan tempat liputan. Termasuk Waskenyir. Saya ingin berinteraksi dengan orang baru, yang tidak mengenal apa itu kemoderenan. Ya, saya ingin berkenalan dengan mereka yang hidup di pedalaman. *padahal sih, saya kangen sama teman-teman di atas*

Saking bosannya, saya sudah berapa lama tidak buka blog ini. Entah itu untuk memeriksa apakah ada komentar terbaru, update pluggin, atau apalah.Padahal waktu blog ini sempat di-suspend, paniknya bukan main. Dan sebenarnya, saya ada beberapa ide yang ingin sekali dituliskan, cuma belum jalan juga. Pun dengan Twitter, saya hanya berkicau satu kali dalam sehari.

Path, saat ini menjadi sarana bagi saya meluapkan apa yang ada di pikiran saya. Saya banyak menulis di sana. Path dipilih karena mudah untuk di-akses layaknya Tumblr. Wait, wait, saya pikir masih lebih mudah Path ketimbang Tumblr.

Di Path, nulis ya tinggal nulis. Segala kejadian semua saya ceritakan di Path. Saya sadar, EYS saya ini masih buruk, saya butuh wadah untuk menulis sesuatu yang tidak terlalu serius. Yaialah, di Liputan6.com kan sudah menulis yang selalu serius.

Ada kekecewaan yang saya rasakan, sehingga saya juga bosan berkomunikasi dengan orang yang itu-itu saja. Saya butuh orang untuk dapat diajak berbicara, tanpa saya harus mengaguminya, sehingga rasa kecewa itu tidak pernah ada.

“Lantas, apa rencanamu?,” tanya si kawan itu lagi. CUTI! Saya mau cuti. Tapi saya masih jadi ‘tahanan kota’. Atau saya izin saja selama beberapa hari, agar dapat merealisasikan ini? Entahlah.

Tapi saya rasa, orang pun pasti ada rasa bosan tiap kali bertemu saya. He he he …

Oia, semoga kamu-kamu pembaca blog ini tidak pernah bosan, ya. *ketjups*

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

7 comments

  1. Piknik atau liburan yuk, gaes!

  2. Memang harus ambil cuti. Pergi jalan-jalan bergaul dengan orang baru.

    1. Iya, kak. Akan segera kulakukan

    1. Yuk, kak. Ajarkan aku cara untuk berani travelling

  3. mungkin butuh menyendiri mas, sekedar merenung, atau traveling kagetan sendiri kemana gitu, alam bebas, tidak perlu yg repot2, sekedar ke kebun atau puncak sendiri, hehe, atau ke pantai sendiri. Kadang kalau bosan saya terlalu sering berinteraksi, sampai lupa menikmati lamunan ataupun kenangan.

  4. maka itu jalan jalan lah kaaaaaaaaakkkk

Tinggalkan Balasan