Blogger Camp Indonesia, Belajar Konten Sambil Kemping

Dua tahun vacum, acara kumpul-kumpul blogger hadir lagi dengan konsep berbeda. Bernama blogger camp Indonesia 2015 , delapan puluh blogger dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung diangkut menggunakan bus Big Bird dari Hotel Harris Tebet ke Hulu Cai di Bogor lalu kemping untuk merayakan Hari Blogger Nasional 2015 pada Selasa, 27 Oktober 2015.

Blogger camp diadakan serentak di empat kota; Jakarta, Purwokerto, Surabaya, dan Makassar. Tak heran jika selama satu hari kemarin taggar #bloggercampid merajai trending topic Indonesia. Apakah #lovekonten juga? Sebentar, saya tanya adminnya!

Tidak sekedar kumpul, api unggunan, nyanyi-nyanyi, dan bagi-bagi hadiah dari sponsor; Blue Bird Group, Tauziah, dan Sunpride, blogger juga diberi pembekalan mengenai konten blog yang kredibel oleh Ndoro Kakung, Iman Brotoseno, serta budayawan Nirwan Dewanto.

Peserta blogger camp Indonesia 2015 tidak hanya blogger kemarin sore. Hadir juga mereka yang mulai menulis blog di platform tidak ada kolom komentar, pasang foto selfie dianggap tabuh, tidak ada tempat buat nge-share hasil tulisan. Sebut saja mbak Nuniek, pakde Mbilung, Ndoro Kakung si pria wangi, Tikabanget duta lipen Indonesia, Nico Wijaya, dan mbak Nyai Wiwiek.

Menurut Nirwan Dewanto, pada dasarnya semua orang bisa menulis, cuma butuh konsistensi. Dia juga bilang, menulis itu sarana bercakap-cakap yang membutuhkan kedisplinan. Kamu blogger? Blogger yang seperti apa? Fokus pada satu topik atau campur-campur macam gado-gado seperti adiitoo.com yang hari ini berulangtahun ke-empat?

Hati-hati buat blogger macam saya ini. Jika blogger menulis satu topik A lalu menulis topik lain, bisa-bisa tulisan lain tidak bakal dipercaya oleh pembacanya. Sedangkan yang fokus pada satu topik, lebih dipercaya karena blogger tersebut sudah membangun reputasi diri selama bertahun-tahun.

Jika kalian blogger campur-campur tapi menulisnya β€˜tidak asal’, saya rasa nasibnya bisa sama seperti blogger yang fokus pada satu topik seperti Ariev Rahman, Trinity Traveler, dan Iman Brotoseno yang kerap menulis tentang sejarah di halaman blognya.

Terpenting, menulislah, tak usah cemas apa kata orang. Kitalah yang menentukan standar diri kita sendiri. Dan tulisan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Mas Iman Brotoseno, penulis mengenai sejarah terutama tentang mantan Presiden RI Pertama Soekarno ini mengatakan, sudah saatnya para blogger membangun kredibilitas diri di blognya supaya personal brandingnya semakin ciamik. Sebab, ke depan blog yang kita urus itu bisa jadi personal branding untuk dirinya sendiri.

Kata Mas Iman lagi, blogger itu akan mengunjungi ke blog yang tulisannya sesuai dengan mintanya.

Dari workshop berdurasi satu jam di Hari Blogger Nasional 2015 ini, para blogger juga diberitahu kalau konten tak selalu tulisan. Gambar dan video juga bisa digunakan untuk menggambarkan siapa kita. Nah, yang sering di-endorse brand-brand besar, jangan asal ambil saja. Ketahui dulu seluk beluk brand tersebut.

Aneh dong, ketika blogger menulis tentang brand A tapi tidak tahu apa saja produk dari brand tersebut. Ketika ditanya malah melempem!

Kalau mau blognya selalu dikunjungi orang lain, cantumkan di biodata Twittermu.

Semalam, saat api unggunan, Ndoro Kakung sempat memberikan tips supaya jumlah pengunjung blog kita banyak. Kalau bisa sih, kaedah penulisan harus diperhatikan. Harus EYD. Perhatikan juga jenis, ukuran, dan warna font. Campur-campur cukup blognya saja, warna tulisan kalau bisa jangan campur-campur, bikin sakit mata. Selain itu, jangan lupa mencantumkan gambar yang dapat dijadikan jedah antara baris satu dan baris kedua. Itu adalah hal-hal standar yang seringkali dilupakan para blogger yang hadir ke blogger camp Indonesia 2015, termasuk adiitoo.com .

Selamat Hari Blogger Nasional 2015, sejawat. Ingat, pembayaran itu dilakukan 90 hari kerja plus kalau pihak pemakai jasa tidak lupa. Sabar saja, anggap itu tabungan. Salam!

Terimakasih sponsor utama untuk acara ini, Indosat.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

15 comments

  1. acaranya yang sebetulnya mengugah banget, apalagi ada pakar2nya seperti ndoro kakung, Imam Broto seno dan lainnya, semoga tahun depan bisa join lagi hahaha

    1. Doakan tahun depan ada lagi ya, Mas πŸ™‚

  2. Uwoooh. Baca blognya Adit lagi tapi kok ya tapi kok ya tentang Bloggercamp lagi. Huhuhuhu. Pengen garuk tanah rasanya gak bisa ikutan kemaren. πŸ™

    1. Tahun depan ikut ye

  3. Waaah kemaren ke sana ya kak? Aku gak tahu yang manaaa. Hihihih soalnya masih tergolong blogger kemaren sore nih. \:D/

    Tapi emang seru banget tuh workshopnya kemareen. Rasanya kok ya kurang kalo cuman sejam? HARUSNYA 29429356013 JAM!! Muehehehe. Salam kenal yaa! \(w)/

    1. Hai Mas Kresno. Iya, saya ikut ke sana.

      Terimakasih. Tahun depan ikut lagi ya

  4. Wah, ulang tahun blog-nya Adit dirayain di mana nih? Undang-undang yaak

    1. Party di mana enaknya, Mas? πŸ˜†

  5. Aku blogger tadi pagi, jadi ngak datang. Minder ama yg udah kmrn sore πŸ™

    1. Apalagi aku, Kak Cum

  6. wah jadi pengen ikut, namun sayag rumah saya berada diplosok desa

  7. Happy belated bday untuk blognya mas… barengan sama hari blogger nasional ya? Kerennn….

    Mantap sharingnya mas. Saya hanya bisa memantau lewat TL doang. πŸ˜€

  8. HOho seru banget kalo gathering gitu ada model api unggunnya hehe πŸ˜€

Tinggalkan Balasan