Blogger Bicara Vaksin Dan Imunisasi Bersama Bio Farma

Jumat kemarin, saya dan teman-teman Depok Blogger lainnya mendapatkan undangan dari Bio Farma untuk hadir dalam acara Launching Info Imunisasi Dan Workshop “Tentang Vaksin Dan Imunisasi Untuk Blogger” Yang diselenggarakan di Kantor Bio Farma yang terletak di Jl. Pasteur No. 28 , Bandung.

Diundangan tertera kalau acara ini dimulai pukul 09.00 WIB. Rombongan Depok Blogger sampai tepat pada waktunya. Setelah semua peserta yang jumlahnya cukup banyak duduk rapi di tempat yang telah disediakan, workshop pun dimulai. Sebelumnya diberitahukan bahwasanya acara Jumat itu akan cukup panjang. Mulai dari workshop, launching website, mengelilingi kantor Bio Farma, masuk ke pabrik produksi, mengunjungi museum Bio Farma, sampai yang terakhir talkshow bersama pakar marketing.

Pertama-tama dijelaskan sejarah mengenai Bio farma. Ternyata, PT Bio Farma merupakan Badan Usaha Milik Negara yang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Dan, Bio Farma merupakan satu-satunya produsen Vaksin yang berkualitas Internasional di Indonesia. PT Bio Farma juga merupakan perusahaan terbaik di Asia yang menangani soal kesehatan, yang sudah mengadikan diri sejak tahun 1890.

KANTOR BIO FARMA

Sebelum mendirikan perusahaan di kota kembang Bandung, Bio Farma sendiri pertama kali ada di kota Batavia, Jakarta. Katanya, tempatnya dulu itu kini sudah berubah fungsi menjadi RSPAD Gatot Soebroto.

Bagi siapa yang bekerja di Bio Farma, paling tidak, kesehatan sudah dijamin 100%. Bayangkan saja, luas kantornya ini 9 hektar. Yang terdiri dari kantor dan beberapa laboratorium.  Ditambah lagi, para pekerja (sepertinya) diberikan vaksin yang membuat tubuh pekerjanya kebal terhadap penyakit. Jadi, tidak alasan “sakit” untuk bolos kerja. Hahaha …

Ngomongin laboratorium di Bio Farma, para blogger diizinkan untuk masuk dan melihat isi dalaman dari laboratorium yang dimiliki PT Bio Farma , lho. Keren. Sayangnya, tak ada aktifitas “narsis-narsisan” di dalam lab. Dilarang keras soalnya. Hihiihi …

Oia, satu yang harus diingat. Bio Farma merupakan salah satu dari 30 perusahaan yang telah mendapatkan prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia dari World Health Organization (WHO) dari total 200 perusahaan produsen vaksin di dunia.

Kemarin juga sempat menyinggung soal logo baru yang terdapat pada PT Bio Farma. Banyak kabar yang beredar, kalau logo tersebut ada sangkutpautnya dengan Yahudi. Karena logo yang dipakai perusahaan itu merupakan LAMBANG ZIONIS. Bisa dipastikan bahwasanya itu keliru. Itu tidak benar sama sekali.

LOGO BARU BIOFARMA (sumber: GOOGLE)

Pada kesempatan kali itu dijelaskan bahwasanya logo tersebut merupakan bentuk dari Glicoprotein. Itu menekankan bahwasanya Bio Farma merupakan perusahaan yang bergerak dibidang vaksin dan serum.

Pendar bintang sendiri dimaknai sebagai semangat dan dinamika Bio Farma yang memiliki masa depan yang cemerlang. Kalau untuk warna-warna yang terdapat pada logo, HIJAU sendiri kalau dilihat secara psikologis artinya suatu nilai higienitas dan kesehatan. Sedangkan JINGGA dan KUNING menyiratkan semangat progresif dan keberanian untuk berinovasi agar selalu menjadi yang terdepan.

Lagian ya, ada-ada aja sih, yang menyangkutpautkan sesuatu yang berbentuk bintang atau apalah yang menurut orang kita aneh dengan Yahudi? Hmmmm.. *mikir*

Oke, lupakan sejenak soal Yahudi dan Zionis dan sebangsanya. Topik pembicaraan selanjutnya yang dibahas adalah mengenai imunisasi dan vaksin.

Ngomongin soal imunisasi dan vaksin, siapa yang kecilnya dulu belum diimunisasi dan divaksin? Semoga tidak ada, ya. Kalau misalnya ada, hmmmmm.. seharusnya dijauhin, sih. Hahahah *jahat*.

Ilustrasi (sumber: GOOGLE)

Siapa diantara narablog yang sebentar lagi akan menjadi ibu? Ayo, tunjuk jari. Ingat ya, jangan lupa diimunisasi anaknya. Imunisasi itu perlu, lho. Karena, dengan berimunisasi secara otomatis ibu sudah mencegah penyakit menular masuk ke dalam tubuh anaknya. Untuk pencegahan penyakit menular pada bayi dan balita, disarakan untuk imunisasi lengkap. Kabarnya, dalam kurun waktu 4 sampai 6 minggu setelah melakukan imunisasi, akan timbul antibody spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit.

Kalau ada yang beranggapan dengan ASI si anak sudah kebal akan penyakit, itu sepertinya rada keliru. ASI tidak selamanya bisa membuat anak kebal akan penyakit, lho. Makanya, diperlukan yang namanya imunisasi ini.

Para bayi dan balita yang telah diberikan imunisasi memiliki perlindungan tidak mudah tertular dan menularkan penyakit pada bayi dan balita lain. Hal ini mampu mencegah terjadi wabah dan kematian yang disebabkan oleh penyakit menular.

Tapi anehnya, banyak orang tua yang kekeuh tidak mau anaknya diimunisasi. Malah yah, kemarin itu saya sempat kesedeg (baca: keselek) waktu mendengarkan ada orang tua yang mengaku ragu memberikan imunisasi ke anaknya karena takut anaknya menderita AUTISME.

Nah, lho! Kok bisa sih, si ibu berfikiran seperti itu? Aneh. Memangnya autisme itu penyakit? Ugh.

Sampai saat ini, belum ada bukti konkrit yang menyatakan bahwasanya imunisasi – jenis apapun itu – dapat menyebabkan AUTISME. Baik dari WHO sendiri maupun dari Departemen Kesehatan dan Kesos RI merekomendasikan pemberian semua imunisasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Khawatir merupakan satu hal yang wajarlah (menurut saya). Tapi, yang harus diketahui bahwasanya vaksin yang diberikan telah  melalui suatu penelitian yang sangat panjang. Tidak 1, 2, 3 atau 5 tahun waktunya. Tapi, 15 tahun. Mulai dari tahapan pembuatan seed vaksin atau yang disebut dengan bibit vaksin, sampai vaksin dapat digunakan.

Soal kualitas, tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, proses pembuatan vaksin dilakukan secara bertahap dengan proses yang sangat rumit. Tidak hanya sampai disitu. Apabila proses telah selesai, izin edari dari Badan POM kudu diperoleh dulu. Baru deh, vaksin bisa dipergunakan.

Buat narablog yang merasa sudah remaja dan bahkan dewasa, dianjurkan untuk melakukan vaksin Hepatitis B. Soalnya, vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBsAG, yang tidak menginfeksi yang dihasilkan dari biakan sel ragi dengan tekhnologi rekayasa DNA.

Nah, kalau karyawan Bio Farma sendiri nih, karena mereka hitungannya karyawan, disarankan untuk melakukan vaksin Flubio atau vaksin influenza HA. Vaksin influenza HA merupakan suspense jernih atau sedikit berwarna keputihan (slightly turbid), mengandung haemagglutinin dari antigen virus influenza. Dengan catatan, vaksin ini bersifat musiman. Suku virus yang diproduksi disesuaikan dengan rekomendasi WHO.

Makanya, karyawan Bio Farma kalau mau bolos tidak bisa dengan alasan sakit. Hihihi .. Kasihan. Yah, habisnya gimana lagi. Mereka kan divaksin dengan vaksin influenza HA ini. Efeknya, mereka akan kebal terhadap penyakit selama setahun. Kecuali, kalau ajal Tuhan sudah berbicara, ya. Puk puk karyawan Bio Farma. 😛

Oia, saya lupa. Dalam kesempatan kali  itu juga, diluncurkan website INFO IMUNISASI yang bertujuan membantu para orang tua yang ingin mengetahui soal imunisasi dan vaksin. Semuanya lengkap disitu.

Narablog bisa mengakses di http://www.infoimunisasi.com

Di website itu juga, para orang tua dalam melakukan interaksi berupa tanya jawab bersama dokter yang disediakan oleh bio farma. Ada 2 dokter. Yaitu, Dr Erwin dan Dr Novi. Mau berinteraksi sama mereka? Jangan lupa registrasi dulu ya, di sini.

Mau bertanya soal apa saja yang berkaitan dengan imunisasi, vaksin, dan kesehatan lainnya.. Insya Allah akan direspon oleh dokter-dokter itu. Mau baca artikel soal imunisasi dan vaksin, juga ada disitu.

Atau, kalau misalnya ibu serta bapak tidak sempat mengakses ke website tersebut, tinggal mention saja ke @infoimunisasi. Nanti adminnya yang ternyata masih muda dan single akan membantu menjawab pertanyaan maupun keluhan atau apa sajalah dari kalian semua.

Tunggu apalagi. Akses segera website tersebut. Ambil semua informasi soal imunisasi dan vaksin. Dan, jangan sampai tidak melakukan imunisasi ya, ibu-ibu sekalian. Kan, untuk anak ibu sendiri dan pastinya untuk orang banyak 🙂

Artikel terkait :

BANG ASWI : Imunisasi Untuk Rakyat

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

26 comments

  1. Ayoooo. Jangan sampai tidak diimunisasi ya bu, anak-anaknya. Semoga semuanya sehat walafiat !

  2. Lho kok enggak kasih kabar, padahal bumil di rumahku kan perlu tahu banyak tentang imunisasi ini.. *keplak Adiitoo*

    1. Emang gak dikasihtau, Gie? Saya pun hadir di sana loh. Oiya, salam kenal ya, Dit … ^_^

      1. Halo Bang Aswi. Ini bikers yang blogger juga itu ya? Yang dari Bandung? Salam kenal juga, Mas 🙂

    2. Ampunnnnnn Mas Gie. Saya dapat kabar dari milis. Sumpah. *lirik Kak Brad*

  3. langsung meluncur ke tkp gan!
    informatif banget tulisan ente,
    jadi ntar kalo ne udah punya anak insyaAllah gak akan lupa di imunisasi deh

    hehehe

  4. ihiiiyy.. keren postingannya, dit… ^o^

  5. banyak pro-kontra Dit kalo ngebahas masalah imunisasi. yang penting mah ya itu tadi, banyak2 mencari info biar makin paham harus ikutan pro atau kontra. banyak belajar, mumpung belum jadi orang tua. hehe 😀

    1. Yah, saya pun sadar akan hal itu. Makanya itu, banyak-banyaklah membaca soal imunisasi dan vaksin itu sendiri 😀

    1. Sudah, kaka.

      Soalnya sudah numpuk di kepala. Kalau tidak segera dituliskan, bisa-bisa lupa 😀

  6. mantaps… tetep semangat!!!

  7. imunisasi memang harus wajib… tapi ya tetap harus pilih pilih juga.. tidak semua penyakit harus di imunisasi. contohnya imunisasi influenza… menurut saya sih ga butuh butuh amat..

    saya juga di imunisasi influenza.. tapi nyesel banget.. heheheehhehe

    1. Ooo kaka pernah di imunisasi influenza? Kenapa menyesal?

  8. Jadi saya perlu di imunisasi nggak nih kakak? Saya jadi galau nih #dikemplang

    Wah tulisan ini komplit banget. Lengkap banget Dit hehehe

    1. Perlu atau tidaknya,silahkan dibicarakan di atas kasur bersama Kak Cici, kaka. Hahaha #dikeplak

  9. tertarik ngomongin soal logonya juga, hehehe, bayak yg mengira bintang di tengah itu semacam bintang david gitu ya, hehehe emang ketika kebencian kita akan sesuatu itu telah menutupi akal sehat, melihat sesuatu selalu saja dihubung2kan dnegan apa yang kita benci itu :p

  10. kebutuhan warga akan vaksinasi ini masih cukup besar, terlepas dengan beberapa pertentangan tentang ada zat haram atau tidak. karena kekebalan manusia semakin rusak oleh makanan dan polusi

  11. hihi, saya sendiri takut dengan vaksin, karena vaksin yang saya kenal pada jaman dulu selalu disuntikkan

    saya lari bolos dari sekolah sd karena akan diimunisasi cacar 😀

  12. bio farma bikin obat cuma buat manusia saja ya…
    untuk hewan kayaknya juga ada kan
    maksudnya tanya saja, nggak minta yg buat hewan loh

  13. immunisasi memang diperlukan bagi anak2 di usia dini, karena memperkuat kekebalan anak terhadap penyakit,
    btw kalo mau tahu berita seputar jakarta silahkan kunjungi
    http://108jakarta.com/
    ada berita seputar kulliner dan sepakbola
    terima kasih sebelumnya kalo kalo mau mampir

Tinggalkan Balasan