Bikin Keramik di Rumah F Widayanto

Rupanya Depok menyimpan satu tempat liburan edukatif yang bisa kita kunjungi bersama si Kecil, adik, sepupu, keponakan, atau teman-teman satu geng. Tempat ini bernama Rumah Keramik F Widayanto.

Pekarangan sangat luas yang ditanami beraneka macam tumbuhan, beralaskan rumput, pepohononan rindang menambah kesan adem, sejuk dan teduh, belum lagi ada kamar yang bisa disewa jika mau, pengunjung dibuat tak percaya kalau sedang berada di Depok. Kota yang macetnya hampir sama seperti di Kebon Jeruk.

Meski namanya sama-sama berawalan ‘W’, tapi ini bukan Pak Widayanto. Ini Wayan. (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)

Lima tahun tinggal jauh dari orangtua demi dapat gelar sarjana ilmu komputer (yang ternyata hanya dipakai selama dua tahun) di sana, tak pernah dengar satu orang pun ngomong kalau Depok punya tempat untuk rekreasi seayik Rumah Keramik F Widayanto ini.

Zaman itu, tempat piknik yang paling sering saya datangi bersama teman-teman kampus atau kosan, kalau nggak ke Dufan, Ancol, Kota Tua, ya mentok-mentok ke Kebon Raya Bogor. Paling jauh ke Curug, sekalianย touringย motor. Dufan itu pun cuma sekali. Pas lagi diskon 70 persen kalau tercatat sebagai nasabah bank anu-anu dan menunjukkan kartu mahasiswa. Harga normal mahal boooo! Gaji bulanan asisten dosen laboratorium di kampus cuma cukup buat biaya nge-print dan mainan Friendster di warnet.

Tapi aku cintanya hanya sama dia, Pak. (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)

Mungkin kalau OT Group tidak mengadakan piknik seru sehari di sini, sekitar empat atau lima bulan lalu, sampai hari ini saya tidak pernah tahu ada tempat sebagus ini.

Selain tukar pikiran, menyampaikan segala uneg-uneg yang terkadang bikin eneg, bermain games seru di mana tim saya pemenangnya, rujakan sambil cemal-cemil wafer Tango dan produk lain, lalu menelusuri satu demi satu ruangan yang ada, kami juga belajar membuat keramik.

Maunya ala-ala film Ghost, dipeluk dari belakang sama mas-mas yang setidaknya punya badan dan muka mirip mendiang pakde Patrick Swayze. Namun semesta tak mendukung, alat rusak dan mas-masnya ndak ada yang tsakep. ๐Ÿ™

Bikin keramik tak semudah yang saya bayangkan. Tidak sekedar masukin tanah liat ke atas cetakan, tekan dengan jari, lalu jadi sesuai bentuk yang diinginkan. No, no, no!

Mas Instruktur yang sangat baik. (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)

Kalau jenis tanah liatnya tidak sesuai, lalu tekanan dari jarinya kurang kuat, jangan harap keramik itu jadi. Beruntung, ada instruktur profesional yang mau mengajarkan teknik-teknik bikin keramik yang benar, dan memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang dunia keramik itu sendiri.

Mereka juga menjelaskan asal tanah lempung atau tanah liat apa yang sebaiknya dipakai untuk membuat keramik, proses cutting menggunakan benang, proses pewarnaan, dan pembakaran.

Intinya, proses sampai keramik yang kita buat itu benar-benar jadi tidak sebentar. Menurut kita sudah oke, belum tentu mereka mengatakan hal serupa. Kalau jelek, harus dirapikan terlebih dahulu sebelum dibakar lalu diwarnai. Kurang lebih dua minggu proses pengerjaannya. Tunggu saja nanti dikirim.

Tampang yang punya tangan sih metal tapi bikin keramiknya bebek. (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)
Cincin boleh akik, dua pula, tapi bikin keramiknya inisial nama sendiri. sigh. (Rumah Kerami F Widayanto/ADIITOO.com)
Tiga keramik kecil yang ada di depan tangan si pemahat itu punya saya (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)

Ngomongin soal tanah liat lalu dibikin jadi keramik, tentu tidak bisa lepas dari kotor-kotoran. Kondisi yang paling sering dihindari orangtua. Sejumlah pakar mengimbau agar kita sebagai orangtua atau orang yang dituakan, jangan melarang seorang anak untuk kotor-kotoran. Apalagi kalau kotor-kotorannya di kondisi seperti ini.

Sekadar informasi saja. Membiarkan anak bermain kotor, maksudnya main tanah, lari-larian, atau bermain apa saja yang membuat tubuh dan bajunya jadi kotor, sama saja melatih mereka peka terhadap lingkungan sekitar. Terlalu higienis juga tidak bagus keleus.

Apalagi kalau kotor-kotorannya karena bikin keramik. Kita telah membantu mereka mengembangkan kemampuan motorik, daya imajinasi mereka, dan buat mereka jadi lebih pintar. Terpenting adalah mereka dapat bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

Belum bisa bikin anak, bikin keramik saja dulu (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)
Catnya bagus-bagus (Rumah Kemarik F Widayanto/ADIITOO.com)
Ini keramiknya siapa, kok bagus? (Rumah Keramik F Widayanto/ADIITOO.com)

 

Namanya juga rumah keramik, selain ada tempat untuk belajar bikin keramik, ada juga tempat khusus menyimpan semua hasil karya dari F Widayanto itu sendiri. Yang punya hobi mengoleksi keramik, kurang afdol saja kalau tidak berbelanja keramik-keramik lucu nan artistik di sini. Semuanya ada. Untuk penggunaan sehari-hari juga ada. Bentuk yang beragam dan sudah tentu terbuat dari tanah liat berkualitas wahid.

Dari sekian banyak hasil tangan Pak Widayanto
Drupadi dan teman-temannya ini juga hasil tangannya Pak Widayanto

Kata si mas instruktur, tanah liat yang dipakai sang kreator berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, dipanaskan di suhu yang sangat panas, sekitar 1.000 derajat celcius.

Kalau merasa semua harga keramik di sini masih mahal, tunggu dulu, ada yang namanya promo cuci gudang akhir tahun. Semua harga turun sampai 40 persen.

Yuk, piknik sambil belajar di Rumah Keramik F Widayanto ini.

RUMAH MODEL KERAMIK & WISATA KERAMIK

JL. CURUG AGUNG NO. 1 TANAH BARU BEJI DEPOK 16428
TELP (021) 775 7685, 775 7686. FAX (021) 7757686

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

26 comments

  1. Oalah baru tau di Depok ada yang kayak gini,
    Thanks infonya Dit

    1. sama-sama. Beneran baru tahu juga, Ky?

      1. haha iya baru tau banget padahal orang depok wkwkwk
        btw lo pake kamera apa?bagus2 fotonya

        1. Kamera Samsung biasa, Cky.

  2. keren banget nih mas adiitoo..apalagi model modelnya lucu lucu gitu kramiknya

    1. Terimakasih, Mas. Itu semua karya teman-teman juga

  3. Dulu pernah baca juga sih tentang rumah keramik ini. Terima kasih sudah diingatkan bahwa ada yang keren juga di Depok, ๐Ÿ™‚

    1. sama-sama, Mas Alris. Iya, baru tahu juga ada yang beginian.

  4. Aaakk, aku suka banget kreasi tanah liat yang dibikin jadi mangkok motif daun. Rasanya kok malah nambah selera makan. #Lho

    1. Itu cangkir, kak. :p

  5. deBlogger pernah survei ke sini utk acara HUT sekitar 5 tahun lalu. Disambut ramah sama manajernya Mas Iggy (dia masih di sana gak?).
    Tapi ya itu, paketnya mahal. Gak jadi deh bersenang-senang di sana. Padahal tempatnya keren banget.

    1. Yah, lima tahun lalu belum masuk deBlogger ๐Ÿ™

      Iya sih Om, mihil banget. Untungnya dibayarin OT

  6. Kak Adit, berapakah kalau hendak masuk dan ikut workshopnya di sini?

    Reviewnya menarik kak, jadi pengin bawa temen-temen juga ke sini.

    1. Kalau tidak salah, untuk membuat keramik (1 keramik saja) sekitar Rp 50 sampai 70 ribu. Cukup mahal, sih. Kalau untuk gathering gitu saya kurang tahu. Mungkin bisa hubungin langsung, Mas ๐Ÿ˜€

  7. Dateng per-orangan gitu boleh? Ga harus rombongan gitu.

    1. Boleh kok Makchic. Waktu itu aku lihat ada ibu, bapak, sama anak-anaknya doang.

    2. Wah pengen ke sini videoin. Ajak siapa yaaaa

      1. Ajak anak Kojak, Mas Goen

  8. Wah kreatif banget nih nih Kak Adit… Jadi pengen berkunjung kesana ๐Ÿ™‚
    Terimakasih infonya ๐Ÿ™‚

    1. silahkan, Mas Bowo

  9. Edan lah belum bisa bikin anak terus mainan keramik gitu. Hahahaha

    1. Belajar, biar nanti ditularkan ke anak :p

  10. Waahhhh Mas Adiitoo terima kasih telah memposting dan menshare pengalamannya yang menarik di tempat kami…, sekarang juga bisa lohh berkunjung ke Factory nya yang di Tapos Bogor bisa lihat peroses produksi dan sekalian wisata di sana, tempatnya juga menarik untuk di kunjungi tapi harus booking dulu.

    1. Kalo saya dari arah RS Bhakti Yudha, terus belok kiri ke Jl. Tanah Baru kan, sebelah mana patokannya ya?

      Tq for Sharing..

Tinggalkan Balasan