Batman v Superman: Dawn of Justice, Bokong Ben Affleck Adalah Koentji

Spoiler film Batman v Superman: Dawn of Justice sudah bertebaran di Path saya sejak Rabu pagi. Terselip di antara celotehan sejumlah kawan yang gagal mencoba layanan gratis dari Blue Bird.

Sementara saya baru menonton film yang dibintangi Ben Affleck (Batman), Henry Cavill (Superman), Jesse Eisenberg (Lex Luthor), dan Gal Gadot (Wonder Woman) malam harinya di Plaza Senayan Premier. Finally, begini toh sensasi menonton sambil bobo-bobo cantik? Enak juga.

Saya masuk ke dalam studio satu saat layar menampilkan sosok Bruce Wayne memeluk anak kecil yang sedang menangis di tengah rerentuhan gedung perkantoran. Begitu duduk di bangku sesuai nomor yang tercantum di secarik tiket, adegan yang muncul Superman sedang menyelamatkan jurnalis perempuan yang disandera pria kulit hitam.

Karena tidak jago mereview film, saya coba mengulas Batman v Superman: Dawn of Justice dari sudut pandang lain. Biarlah masalah emosi Batman dan Superman yang kurang greget, alasan klise kedua jagoan saling membenci sampai akhirnya menjadi sahabat karena sebuah kebetulan yang tampak dipaksakan, atau akting Lois Lane yang begitu-begitu saja menjadi ranah penulis lain.

Tokoh superhero yang muncul di film Batman v Superman: Dawn of Justice

Justru yang menarik bagi saya adalah membahas bokong Ben Affleck, keseksian Henry Cavill dari ujung rambut sampai ujung kaki saat masih menjadi sosok Clark Kent, dan pahanya Gal Gadot yang terasa pas dengan kostum Wonder Woman yang dikenakannya.

Saya sungguh iri sama bokong Ben Affleck yang bikin penonton perempuan jejeritan. Bagaimana bisa pria matang seumuran dia memiliki bokong sesempurna itu? Coba kalian perhatikan saat Bruce Wayne berlari di tengah kota di menit-menit pertama atau di sejumlah scen saat Ben mengenakan kostum Batman. Fokuskan mata di bagian bokong, kalian akan menemukan bokong yang mengkel kayak mangga baru matang. Sempurna.

Saya lalu mencari semua informasi bagaimana Ben Affleck menjaga tubuhnya tetap bugar dan membentuk bokong seseksi itu. Ben memang layak menjadi sosok Batman. Untuk memerankan sosok manusia kelelawar, seorang aktor harus memiliki stamina yang mempuni, lincah, dan bentuk badan yang oke. Semua yang dimau ada di diri Ben, otot yang besar, perut kotak-kota, dan bokong yang terlihat kencang saat mengenakan pakaian slim fit.

Tak lama mencari tentang ini. Ketemu, baca satu per satu, dan langsung menelan ludah. Dia makan lima kali dalam sehari yang terdiri dari makanan sehat kayak putih telur, oatmeal dengan pisang, ubi jalar panggang, ayam panggang, almond, bayam, brokoli, dan kacang hijau. Dia memang memprogram tubuhnya untuk mengonsumsi 5.000 kalori setiap hari.

Meniru pola makan kayak begitu saya juga bisa. Gancil! Selain nggak ribet, pola diet semacam itu untuk figur sekelas Ben Affleck tentu tergolong murah. Remahan jasjus macam saya begini masih sanggup membeli makanan-makanan itu.

Nah, yang bikin saya jiper pas membaca pola latihan yang dilakukan Ben enam hari setiap minggu. Sabtu yang seharusnya dipergunakan untuk cheating day, malah tetap dipakai untuk olahraga. Semua itu telah menjadi rutinitas Ben, jauh sebelum mendapat tawaran memerankan tokoh Batman di film Batman v Superman: Dawn of Justice karya Zack Snyder. Di bawah bimbingan personal trainer terkemuka, Gunnar Peterson dan Walter Norton Jr.

1. Senin : Upper Body

Latihan yang dilakukan Ben Affleck untuk Film Batman v Superman

2. Selasa : Back dan Lower Body

Berat banget kan latihannya?

3. Rabu : Lower Body

Belum apa-apa sudah jiper duluan

4. Kamis : Lower Body

Menatap nanar bokong sendiri

5. Jumat : Back dan Barbell

Semakin tidak kuat

5. Sabtu : Lower Body

Luar biasa latihannya.

N.B : Sumber di sini

Ada satu adegan di film Batman v Superman: Dawn of Justice yang mengharuskan Bruce Wayne angkat beban, dorong-dorong ban berukuran besar, dan melatih fisiknya agar kuat melawan Superman. Ben terlihat sekali memiliki stamina yang kuat. Semua latihan yang dikerjakannya membuahkan hasil. Ya, meski rada menyebalkan dan mau teriak ‘NGGAK GUNA LO. BUKANNYA BANTUIN MALAH DUDUK DOANG’ di bagian akhir. Masa Superman dan Wonder Woman susah payah melenyapkan monster ciptaan Lex Luthor, dia malah santai-santai saja. Terlepas dari segala kekurangan Batman di film ini, bokong Ben Affleck adalah koentji.

Sementara Henry Cavill, si jurnalis tampan yang menjelma menjadi sosok Superman, terlihat lebih charming kala masih menjadi sosok Clark Kent. Kacamata menyesuaikan bentuk wajah, rahang sempurna, dan badan yang bakal menjadi bagian tubuh paling favorit perempuan menyandarkan sejenak kepalanya. Satu lagi, dagunya minta dijawit.

Kalau di sini ada jurnalis yang kayak begitu pasti cepat banget jadi idola baru. Mudah banget menambah jumlah pengikut di Twitter. Karier juga cepat meroket (cepat juga turun pamornya). Bermula jadi jurnalis, lalu News Anchor, tak lama kemudian menjadi Presenter, merambah dunia host gosip yang doyan nyinyir, terakhir menjadi pemeran utama di FTV SCTV. Sayang, itu tidak bakal terjadi.

Situasi yang dihadapi Superman di Batman v Superman: Dawn of Justice mirip judul lagu Raisa di album kedua, serba salah. Sudah berjuang menyelamatkan banyak manusia, masih ada saja yang membenci dan protes kalau cara dia bertarung menyalahi aturan. Di sisi lain ada kaum yang memujanya bak dewa.

Satu hal yang membuat saya penasaran adalah merk pomaid yang dipakai Henry. Mau situasi kayak bagaimana pun itu rambut masih rapi aja dong. Bertarung sama Batman rambut masih rapi. Menolong pacar yang hampir kehabisan napas saat berusaha mengambil ‘tongkat ajaib’ di kolam sebuah gedung tua tak berpenghuni, rambut tidak berantakan sama sekali. Terbang setinggi apa pun, bahkan sampai ke luar dari bumi sambil bertarung dengan monster, rambut tetap memesona.

Wonder Woman bisa dibilang hanya pemanis di film Batman v Superman: Dawn of Justice. Dese muncul belakangan. Nggak ada dia pun salah satu tokoh kayaknya bakal tetap dibikin mati. Tapi kemunculan Gol Gadot mengenakan kostum superhero  membuat saya bergumam ‘ADUH. ITU. PAHA. BAGUS. BANGET’. Siapa yang setuju?

Saya suka wanita yang memiliki paha seperti itu. Nggak tipis kayak gagang sapu. Jalan menghentak dengan sepatu hak tinggi akan membuat wanita tersebut terlihat sangat sempurna. Apalagi jika dia mengenakan kebaya rancangan Ane Avantie yang belahannya terkadang sampai pinggang, pasti sempurna banget. Modelan Kimi Jayanti atau Dominique mah lewat.

Begitulah kira-kira ulasan saya mengenai Batman v Superman: Dawn of Justice. Pesan saya bagi yang belum menontonnya adalah tidak usah berkhayal terlalu tinggi. Kalau tidak sesuai kenyataan bakal kecewa. Nikmati saja scen demi scen dari film itu. Bagus atau tidaknya tergantung kalian yang menilai.

Menurut saya, Batman v Superman: Dawn of Justice tidak terlalu buruk tidak juga bagus. Standar. Batman v Superman: Dawn of Justice bukan juga kelanjutan dari Batman dan Superman yang sudah ada. Ini beda cerita.

Terakhir, jika kamu bernama Martha atau punya kekasih bernama Martha saya ucapkan selamat. Jika kelak punya anak, didik mereka, ajarkan ilmu agama dan ilmu bela diri. Siapa tahu bisa menjadi superhero kayak tokoh-tokoh di film Batman v Superman: Dawn of Justice.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

36 comments

  1. Cobain gerakannya ah di FF

  2. Harusnya kasih spoiler alert. Kasihan ama yang belum nonton kalau baca ini. :))

    1. Lupa :))))

      Tapi kayaknya nggak spoiler-spoiler amat, kak.

  3. Sudut pandang yang beda nih om. Hehehe. Ngakak bagian duduk2 santai. Yahhh… Gmn ya. Batman kan yang paling manusia di antara bertiga.
    Mampir ke review film Batman V Superman saya dong.

    1. Kalau mau duduk jangan di situ kali, Mas Batman.

      Mending duduk di rumahku sini 😆

  4. Bahahahahaha. Gw gak ngeh soal bokong sampe lu bilang ini Dit. Iya juga ya. Dan emberan loh soal Kent, gw juga mikir, ini orang kok lebih ganteng waktu jadi Clark Kent ya? Kalo misalkan di Indonesia ada jurnalis cem gini pasti laris deh jadi presenter dan dunia keartisan. Hahahahaha….. Ternyata dirimu lebih jauh berpikir sampe ke dunia FTV. RoTFL

    1. Nah bener kan kalau Clark Kent lebih ganteng saat jadi manusia biasa.

      Kalau bokong ketara banget, dia naik turun tangga juga yang ke-shoot bokong

  5. Keren sudut pandangnya. Ga semua blogger punya kejelian kaya gini hehe

    1. Terimakasih, Mas Jarhie.

      Saya nggak jago review film soale

  6. Kalau kata gue wonder women bukan cuma pemanis, tapi juga penyelamat. Setelah bersimpati terhadap bruce wayne yang ingin balas dendam, malah kecewa gara-gara jadi temen dengan begitu doang. Apanya yang keren dari nama martha. Gue berasa gak pengen nonton lagi sumpah, untung ada gal-gadot, paha dia membalikan kekecewaan. Yah walau durasinya dikit, wonder women kelihatan bad ass lah.

    1. Anjir.

      (((paha dia membalikkan kekecewaan)))

  7. baru kali ini baca review film lebih berat ke bokongnya haha joss mas

    1. Hahaha.. Terimakasih, Mas

  8. dari kemaren timeline gw dipenuhi keyword bokong batman. hahahahaha

    1. Yoi. Karena bokong Batman adalah pemandangan indah (bagi mereka)

  9. Hahahaha dari awal baca ngikik bayangin bokong ama paha. Ulasan apik mas 😀

    1. Terimakasih, Om Halim. Bagi voucher hotel, dong. #dijitak

  10. Hahaha… Kalo kamu lihat dari sisi Batman, aku lihat dari sisi Supermannya.. Lihatin ada dadanya montok banget dan berbulu.. Sampe2 pake kostum bulu nya keluar… Bikin pengen wax.

    1. Hahaha… Benar banget. seharusnya diwaxing dulu sebelum jadi Superman.

      Tapi terlepas dari itu, Superman sunggu memesona

  11. gal gadot njir bukan gol gadot. emang dia cantik :v

    1. Setuju dong berarti? 😆

  12. Ini review film apa review artisnya??
    Tapi Ben emang seksi sih, coba nonton Gone Girl, ada adegan doi naked dan disorot bokong nya??.
    Ohya, Ben dan Henry ada kesamaan loh, sama2 punya cleft chin a.ka dagu yg terbelah. Itu menambah keseksian merekaaaah????

    1. Review dua-duanya, kak Mia 😆

      Gone Girl? Noted! Iya, dagu mereka berdua sama. Terbelah gitu. Menambah keseksian,

  13. Knp pandanganku kesorot di bokong mengkel kyk mangga mateng, hahahaha… ya ampun bang, please deh

    1. Coba kamu tonton Mbak, fokus ke bokong. Pasti setuju banget.

  14. Saat cowok2 di TL ku ngomongin dadanya Gal Gadot yg dienhance pakai CGI, kamulah satu2nya cowok yg ngomongin pantatnya Ben Affleck… Laaaaffff!!!

    1. Aku iri sama bokongnya. di usia yang tak lagi muda, punya bokong semontok itu tentu nilai plus tersendiri, kak. Aku pengen kayak begitu 😆

  15. Ahahahaha aku belum nonton kak. Tapi, entah kenapa yang kebayang malah bokongnya Gaston Castanyo. Duh aku salah fokus. :))

    1. WOI!!!

      Mas Kres, ah!

  16. hm, kepengen nonton tapi kurang semangat karena gak ada Spiderman di situh.

    1. Berarti nanti aja pas civil war 😆

  17. Dan gw ngantuk nonton film ini, menurut gw basi banget ngak jelas blassss

    1. Kamu kurang fokus kak Cum. Coba minum Aqua. :p

  18. for fvck sake dude, ente cowok dan merhatiin bokong cowok lain? hahahah

  19. Wewww dari sisi fitnesnya ternyata. Filmnya seru walo endingnya begituh

  20. Padahal sekilas udah baca judul postinganmu (blm baca isinya krn takut spo-iler), tp kok ga inget merhatiin bokongnya Ben Affleck pas di film Lulz … 😀

Tinggalkan Balasan