Malaysia Berhak Mengklaim Memiliki Batik

Kurang lebih 2 tahun lalu, bangsa ini sempat mengalami perang dingin dengan negara tetangga, Malaysia. Banyak hal yang membuat anak bangsa ini marah besar dengan masyarakat negeri Jiran tersebut. Bukan, bukan karena Manohara mengalami kekerasan yang dilakukan suaminya, melainkan, banyak hal yang bangsa Indonesia punya diklaim oleh mereka. Salah satunya, batik. Masih ingat kasusnya, ‘kan?

Pada saat itu, tak sedikit anak bangsa ini yang mendadak mempunyai rasa nasionalisme tinggi – termasuk saya. Saya yang kala itu hanya mempunyai 1 batik, dan hampir tidak pernah dipakai, menjadi marah karena tahu batik diklaim bangsa merekalah yang punya. Oo Tuhan, betapa naifnya saya.

Sebulan setelah kejadian panas itu, saya sempat mengobrol sama seorang teman dikala SMP dulu, yang saat itu sedang menetap di Malaysia untuk menempuh pendidikan. Dia mengatakan, kalau mereka – Malaysia – mempunyai batik yang khas juga. Tapi, motif yang mereka punya tak seunik yang bangsa Indonesia miliki. Bisa dibilang standar lah. Saya tak percaya, karena saya tetap beranggapan kalau batik hanya Indonesia yang punya.

Ternyata, saya salah. Apa yang teman saya katakan itu benar adanya. Saya mendapatkan jawaban itu, melalui buku The Journeys 2 : Cerita Dari Tanah Air Beta , pada bagian perjalanan seorang @Vehandojo. Saya #barutahu, bahwasanya batik bukan hanya milik bangsa ini, tapi bangsa lain juga memilikinya, termasuk Malaysia. Menurut Iwan Tirta (alm) yang kita kenal sebagai maestro batik Indonesia, secara harfiah, batik adalah tekhnik menghias permukaan kain menggunakan etode menahan pewarnaan (dye resist) . Banyak artefak berupa kain yang dihias dengan metode ini. Ternyata, yang paling tua berasal dari Mesir pada abad keempat sebelum masehi, dan dari Cina pada abad kedepalan masehi. Malaysia berhak mengklaim kalau mereka juga punya batik, tapi itu adalah batik Malaysia.

Lebih lanjut Ve mengatakan dalam bukunya. Yang membedakan batik Indonesia dengan Malaysia terletak pada canting. Tau canting, dong? Itu, loh, alat membatik seperti pena yang terbuat dari kayu dan bermata tembaga. Lalu, kenapa canting yang menjadi pembeda? Jadi gini, penggunaan canting untuk membuat batik tulis ini yang pada akhirnya membuat batik Indonesia berbeda dengan yang lain. Lihat saja pada motif-motif batik Indonesia, lebih detail dan halus, bukan? Sementara, di Malaysia, para pebatiknya menggunakan kuas. Ternyata, seniman-seniman batik selain di Indonesia tidak ada 1 pun yang menggunakan canting.

Klik Gambar Untuk Mengetahui Sumber

Lalu, batik Indonesia bisa menjadi sangat istimewa karena nilainya yang melebihi dari sekadar bahan pakaian. Maksudnya? Ve memberikan contoh seperti ini. Kalau ditanya ke pebatik di Malaysia, apa makna motif bunga mawar yang mereka gambar pada kain, maka mereka hanya menjawab dengan sini “Ya, artinya itu bunga mawar! Mau makna apalagi”.

Beda sama di Indonesia. Dari sehelai kain saja, kita bisa belajar banyak hal tentang Indonesia. Misalnya, kita tanya apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik Indonesia asal Solo.. Maka kita akan menerima jawaban seperti ini, “Oh, ini adalah motif Sawat, dan sayap-sayap itu adalah sayap garu, alias garuda. Garuda ini adalah burung dalam mitologi Hindu-Jawa yang menjadi kendaraan buat Dewa Wisnu ke khayangan. Kenapa bisa muncul di kain batik Indonesia asal Solo? Karena dulu Pulau Jawa itu dikuasai kerajaan Hindu, dan seterusnya.” Wowwww..

Ngomongin soal batik, berapa helai batik yang teman-teman punya? Hehe .. Kalau saya masih sedikit. Terbentur oleh ukuran. Kerap kali ada yang saya suka, malah ukurannya yang ngga ada. Tapi, ada 1 batik yang menjadi favorit saya, yaitu batik batak.

Batik Batak

Batik ini perpaduan antara Batik dari ranah Jawa digabungkan dengan Ulos dari ranah Batak. Dengan motif batak tentunya. Dan yang bikin gw tambah tertarik itu warnanya. Merah merah unyu. Batik batak ini saya dapatkan ketika saya berkunjung ke pusat UKM, SMESCO terletak di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

29 comments

  1. koreksi sedikit: nama maestro batik Indonesia adalah IWAN Tirta

  2. oooo.. gitu toh 🙂

  3. ngeliat harga batik di SMESCO mahalmahal 🙁

    1. Batik batak itu ga mahal, loh.
      Ga sampe 500ribu.
      Lagian menurutku, wajar loh kalau batik mahal. Prosesnya itu ga gampang

  4. nice to read mas adiit..
    Saya bisa mbatik duluuu….
    jadi pengen batik lagii..

    Dulu pas masih kuliah cuma punya 1 batik seragam magang, skrg pas udah kerja, punya batik banyak, secara tiap jumat harus pake batik..

    Love batik deh pokoknya

    1. Wah, keren. Ajarin, dong! Saya ingin sekali belajar ngebatik..
      Batik apa yang menjadi favorit kamu?

      1. siapin canting sama lilin batiknya dong…
        batik sidomukti yang keren

        1. Wah wah, boleh tuh ! Yuk yuk yuk *excited*

  5. Besok saya pakai batik loh.. Batik Kantor 🙂

  6. Owh..saya malah baru tau 😀
    Tapi bagaimanapun juga, syukurnya batik Indonesia lebih beragam ya 😀
    Btw, saya baru punya batik jawa, itupun cuma 2 biji 😀
    Pengen dong mas batik bataknya, hahahha 😆

    1. Pastinya dong, Zip. Cuma Indonesia yang motif dan coraknya beragam. Barter sama batik papua, yuk!

  7. tiap daerah punya kekhasan batiknya ya… ternyata ada juga batik batak 😀

    1. Iya.. Dan ternyata, batik batak ini ada yang harganya 12 jtan loh. Yang menjadi istimewa, karena memakai sutra dan ada semacam emas-emas nya gitu

  8. Sudah kuduga kalau di luar juga ada yang namanya batik juga… Ternyata saya salah di definisi batik itu sendiri, saya kiranya batik itu malah yang dibuat pakai canting…

    1. Iya, mas. Saya malah lagi naksir sama batik papua

  9. wah saya bru tahu info tentang hal tsb.
    Untk koleksi batik,saya bru punya beberapa..
    Kunjungan perdana n Salam kenal.

    1. Sama. Saya juga baru beberapa 🙂

      salam kenal kembali

  10. Saya ko ga bisa liat gambar Batik Batak nya?? :(, cuma bisa liat yg gambar canting

  11. Saya suka pakai batik,
    sayang batik2nya batik abal2 alias batik bikinan industri besar.
    kalo batik yg asli bisa dibeli di kampung2 batik tuh 😀

    1. Iya, ingin sekali saya ke kampung2 batik dan melihat proses langsungnya .

  12. Adit, saya punya batik cuman satu. Ulasan Adit bagus. Ternyata batik memang warisan dunia, cuma berbeda corak dan alat.

    Kalau gitu, saya usulkan agar Canting itu didaftarkan ke hak patent.

    1. Wah, terimakasih bli.
      Iya juga, ya.. Seharusnya canting harus segera didaftarkan sebagai hak patent

  13. postingan yang sangat menarik 🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. 🙂

  14. mana toh dit, gambar batik bataknya?
    *penasaran
    *sebagai orang batak

Tinggalkan Balasan