Angkringan Blok M Square : Harga Bintang Lima, Rasa Kaki Lima

Sekitar 3 Minggu lalu, saya ditemani Indra Yust, Thia Soediro, dan Wahyu, menyaksikan film Indonesia yang diadaptasi dari buku best seller karya Dee Lestari di bioskop Blok M Square.

Film dimulai sekitar pukul /7 WIB dan berakhir sekitar pukul 8.15WIB. Selesai nonton, kami bertiga memutuskan untuk mengisi perut yang sudah kelaparan ini. Tiba-tiba saja, Mas Indra merekomendasikan untuk makan dan bergibah ria di angkringan Blok M Square.

Blok M Square

Ternyata eh ternyata, dan ini saya sendiri #barutahu, di Blok M Square kalau malam hari banyak pedagang makanan yang menjajakan masakan-masakan kampung. Dan ya, tempat ini sendiri berkonsep angkringan.

Yang ada di otak saya, angkringan itu berarti harganya murah. Soal rasa, saya sadar diri. Karena sudah terprogram di otak saya ‘murah’, saya pun memesan beberapa item.

Menu di Angkringan Blok M Square

Selesai makan dan ber-hahaha-hihihi-huhuhu bareng Indra, Thia, dan Wahyu, saya memutuskan untuk bayar dan bergegas pulang. Ketika saya menanyakan berapa harga yang harus saya bayarkan atas menu yang saya makan, betapa kagetnya saya kalau ternyata menu yang saya pilih dihargai Rp 28 ribu. *shock*

Karena sedikit kaget dan tak percaya, saya kembali meminta si ibu untuk menghitung kembali apa saja yang saya makan, plus sebotol air mineral. Dan ya, hasilnya masih tetap sama.

Njrit. Tiba-tiba saja saya menyesal menerima ajakan Mas Indra untuk makan di angkringan. Ternyata, angkringan Blok M Square: Harga Bintang Lima, Rasa Kaki Lima.

Seingat saya, waktu saya menjajal angkringan yang ada di Yogyakarta, saya tak sampai merogeh kocek sebesar itu. Menu yang saya pilih di Jogja pun, termasuk banyak banget.

Ini menu yang saya pilih malam itu..

Taraaaa..

Menurut teman-teman semua, bagaimana? Dengan menu yang saya pilih ini, kira-kira pantaskah dihargai Rp 28 ribu ?

Tapi kan Dit, bayar gedungnya mahal.

Okei, kalau soal sewa gedung mahal, saya rasa masih tidak manusiawi memberikan harga seperti itu.

Ini menurut saya, ya …

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

37 comments

  1. kamu bayar satenya yg mahal dit

    1. satenya kalau di tempat biasa dihargai 3500 sampai 4000 lho, Cih :p

  2. bhahahaak..

    aku juga pertama kali kesana shock dit,

    tapi lumayan mengobati rasa rindu kalau lagi kangen “rumah”..

    1. Kangen rumah apa kangen Wahyu? #eh

  3. mahal bangeeeeet.. di warteg udah bisa makan berlimpah ruah itu…

    1. setuju deh, sama kamu ๐Ÿ˜†

  4. jadi ingat pertama kali makan lontong sayur di daerah petak sembilan.. menu nya biasa lontong ma tahu aja pas mo bayar hampir 30 rb he he

    1. 30ribu? *geleng geleng kepala*

  5. tulisannya bagus, jadi ikut terenyuh, apalagi liat fotonya, bener-bener lain kali enakan bawa bekal sendiri ya mas, hehe..Kirain ada empalnya, taunya?

    1. Terimakasih ๐Ÿ™‚

  6. Baru tahu ada angkringan Blok M square, disebelah mananya ya Dit?. ๐Ÿ˜€

    1. Pas di halaman luar Blok M Square-nya, Kak ๐Ÿ™‚

  7. normal aja sih kl buat aku, “kemewahan” menu kek gitu emang jarang ada di JKT, coba aja cari 1 tempat dgn menu yg serupa xixixixixixi

    1. iya ya, Mas? Baiklah ๐Ÿ˜€

      1. hahaha bukan membela sih, tp memang ada tempat yg menunya gak bakal ditemukan di warung lain di JKT, kl ada pasti jauh dr rumahku, so value harganya disitu plus pasti palak(an) premannya besar juga jadi terasa wajar ^^

  8. muahaaallll banget ๐Ÿ˜€

  9. Hahahaha…. Mahal banget emang Dit segitu duapuluhlapanrebu.
    Baru sempet mampir sini lagi inih. apa aja yang ketinggalan ya?

    1. iya nih, mahal.

      Hahahaha.. Iya Mas, aku udah lama ga update dan blogwalking ๐Ÿ™

  10. Ini daftar rincian harga menu yang kamu makan malam itu:
    * 1 Tempe Goreng = Rp.3000(kedelai&tepung impor dari Jepang)
    * Kikil=Rp.4.000(kulit sapinya impor dari Australia)
    * Bumbu Kacang=Rp.1000(kacang tanah impor dari USA)
    * Tahu=Rp.3.000(kedelai impor dari Jepang)
    * Nasi Putih= Rp.4000(beras impot dari Vietnam)
    * Jeroan Tusuk=Rp.4000(ayam impor dari Australia)
    * Telur Puyuh Tusuk=Rp.6000(Burung pyuh udah agak langka karena pemansan global)
    * Urap Sayur=Rp.1500(sayurnya lokal dari Sukabumi)
    * Air Mineral=Rp.500(ini paling murah karena asalnya dari Bogor)
    *+uang servis minjam sendok Rp.1000

    Semoga penjelasan ini dapat menjawab komplain anda ๐Ÿ˜€

  11. menurutku sih memang gak wajar harganya tapi apa-apa di jakarta memang serba mahal jadi diwajar-wajarin aja ๐Ÿ˜€
    *Ngelus dada beruntung aku gak tinggal di Jakarta*

    1. sebenarnya, ngga semua makanan di Jakarta ini mahal-mahal, lho. sumpah. pas aja dapatnya yang ngga wajar ๐Ÿ˜€

  12. Sy jg pernah ngalaminya di monas..duluu skali,kala pedagang msh nangkring bebas disana. Masa mie ayam yg kala itu msh sehrg 3rb perak jadi 20rb..gila gaak.!

  13. kyknya emang sblm makan dimanapun, harus tanya harga dulu biar ga keblondrok ๐Ÿ˜€

  14. mahaaaal!

    harga segitu mah udah bisa makan enak sbenernya.

    1. iya, betul itu Melly ๐Ÿ™

  15. iyaaa.. mahal hehehe..

  16. jangan kayak orang susah deh #eh
    *bakar slip gaji*

    1. ya, Kak, aku ini memang susah ๐Ÿ™

  17. Di situ yg menarik adalah pilihan lauknya Dit. Soal harga mmg cukup mahal utk kelas kaki lima, rasanya biasa saja. Jadi filmnya bagus ga?

  18. Sering lewat sana, tapi belum pernah icip-icip, dan ternyata harganya mahal ya.. kalo diliat dari menu yg kamu makan sih itu emang mahal -_-

  19. haha..
    rasa kaki lima emang gimana??
    aku baru denger ..

  20. Review Pertama kali penulis memasuki The Ours Cafe kemudian melihat daftar menu dan harganya, sempat sedikit berburuk sangka membayangkan rasanya mengingat harganya yang sangat murah untuk ukuran kafe gaul. Sebab menurut pengalaman penulis, tidak banyak kafe sejenis yang mengutamakan rasa meskipun harganya tidak murah, umumnya hanya mengutamakan suasana. Menu yang penulis coba waktu itu antara lain minuman bernama โ€œBuket Creme Blendโ€œ. Minuman ini berkomposisi antara lain kopi, butiran coklat,coklat,susu dan mungkin beberapa bahan lain. Pelayan kafe mempromosikan minuman ini sebagai minuman yang โ€œcowok bangetโ€œ. Dan ternyata rasanya mantap sekali, lebih mantap dari sekedar chocolate milk shake, dengan rasa yang bahkan lebih unik. Rasa kopi, coklat dan susu nya membentuk sebuah kombinasi rasa yang sangat sinergis. Sambil menikmati Buket Creme Blend, penulis mencoba beberapa menu makanan kecil seperti fries dan nugget. Yang membedakan fries di The Ours Cafe dengan tempat lain adalah, fries di The Ours dilengkapi pilihan rasa : Barbeque atau Keju. Dan rasa barbeque atau keju nya benar-benar berasa dari fries tersebut, tidak hanya sekedar โ€œlabelโ€ . Snack lain yang penulis coba adalah chicken nugget, yang rasanya juga patut diacungi jempol, gurih. Sayangnya sedikit sekali menu โ€œmakanan besarโ€ yang tersedia, itu pun saat itu penulis tidak mencobanya.

Tinggalkan Balasan