Akhirnya Ibu Melek Juga !

My Mom ware chocolate's drees (taken picture by her friend)

Dulu, ibu saya berkata ‘bang, kalau ludah sudah dibuang, jangan dijilat lagi. Jorok!’. Sepertinya sekarang, ungkapan itu harus saya balikin lagi ke ibu saya. Memang sih, kok terkesan kurang ajar. Tapi, mau bagaimana lagi? Toh, ibu saya seperti itu sekarang ini.

Dulu, saya sempat menyarankan beliau untuk membuat 1 account facebook. Tapi kala itu dia menolak mentah-mentah. Dia bilang ‘buat apa bikin facebook, semuanya di update disitu. Mau masak pun harus update juga’. Haha. Yah, itulah yang ibu saya ketahui tentang facebook, update status. Kalau saya sih berpendapat, semua itu karena faktor “U”. Iya kan, ma? *sungkem mama*

September 2010, tanpa angin dan tanpa hujan, ibu meminta saya membuatkan beliau facebook. ‘APA!? Facebook, Ma? Dulu katanya ga mau bikin, kok tiba-tiba berubah fikiran’ tanya saya penasaran. ‘Sudah, bikinkan saja, jangan banyak nanya dan nanti ajarkan mama’. Selidik punya selidik, ternyata ibu saya gerah selalu ditanya ID facebook, acapkali menerima telepon dari teman-teman sekolahnya dulu. Setelah ada dan sudah saya ajarkan, tetap saja ibu malas-malasan membukanya, katanya Nothing Special. Idih

Desember 2010, seorang sahabat SMP ibu ketika di Medan dulu, mengabarkan akan ada reunian akbar di Medan. Dan ternyata,  beberapa teman SMP mereka, sudah berkumpul di “rumah” nya Mark Zuckerberg. Ibu yang jarang membuka-buka facebook nya pun kelimpungan karena lupa password dan emailnya. Iya lho! Kalau sudah kayak gitu, mau ga mau harus bikin lagi.

Beneran kejadian, Januari 2011 itu semua berputar 180 derajat. Ibu secara per-lahan-lahan mulai ngeh akan keberadaan facebook nya. Walau hanya sekedar mampir, itu bisa dikatakan lumayanlah. Sampai pada akhirnya, Februari 2011, selepas acara reuniannya di Danau Toba, ibu benar-benar “aktif”. Kali ini bukan sekedar mampir, tapi ber-balas wall ke teman-temannya. Hihihi. Lucu sih ngelihat ibu facebook-an. Saya sebagai anaknya sih bersyukur, ibu ga buta-buta amat tentang tekhnologi. Walaupun terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Benar, bukan?

Sekarang, ibu sudah tidak capek lagi tiap kali ditanya nama facebook nya sama teman-temannya. Terkadang, malah ibu yang suka nanya nama facebook teman-temannya. Ih, ibu kayak ABG LABIL. Hahaha. Malah sekarang ya, tiap kali selesai masak memasak bekal untuk dibawa ke sekolah sama adek dan membuat sarapan untuk ayah, masak makan siang dan beberes rumah, ibu menyempatkan membuka laptop untuk membuka email dan facebook. Benar-benar ada kemajuan. Biasanya, nih, selesai bebenah, ibu masuk kamar dan ber-karaoke-ria.

Alhamdulillahnya, walaupun punya facebook, ibu tidak pernah melakukakn kebiasan seperti kebanyakan orang pada umumnya, update status. Ibu paling anti melakukan itu. Kecuali, kalau ada yang ngirim wall ke beliau, baru beliau balas. Dan kalau ada yang ngirim foto, baru deh di comment. Good mom! Semoga saja, ibu tidak menggantikan hape nya ke smartphone, BB/I-Phone. Soalnya nih, beberapa hari yang lalu ibu sempat nanya-nanya soal harga ke-2 smartphone itu.

Makanya itu, semenjak ibu “aktif” di facebook, saya dan adik saya sedikit hati-hati dalam meng-update-status. Tapi biarkanlah, toh saya sendiri sudah jarang aktif di facebook, kebanyakan di twitter. Untungnya ibu saya tidak berminat membuat account di twitter. Katanya ga bisa kirim foto-foto lama. Hahahaha.

Love you, mom!

 

 


 

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

9 comments

  1. Wah jangan-jangan bentar lagi emaknya ngeblog juga.. Hhehee

    1. Waduw.. Semoga saja, tidak. Berabeh urusannya 😀

  2. Wih…emaknya gaul banget ya 😀
    Emak gue aja gak tau main internet.
    Jangankan main internet, sms pun paling anti, ribet katanya 😆
    Alhasil, pulsanya suka habis buat telpon :mrgreen:

    1. antara gaul dan terpaksa untuk gaul. Hahaha. Selagi facebook doang, no problemlah.. Asal jangan minta bikinin blog aja 😀

  3. hebat donk emaknya….banyak kali orang tua yang lebih milih mantau anaknya dari facebook ketimbang mantau langsung..

    1. tapi untungnya, anaknya ga pernah mengumbar yang macem-macem di facebook

  4. hihihi, sama persis sama mamah saya…
    akhir-akhir ini malah hampir jadi aktivis facebook tuh,
    rajin banget FBan 🙂

    1. Wah keren mamahnya. Ibu saya belum kepikiran sampai situ sepertinya 🙂

  5. ibuku gak bisa FB-aaannn… Paling kalo lagi ngumpul sama anak2nya, dimintain buka FB kami dan biasanya kami menunjukkan teman2 kami, juga beliau baca2 blogku, haha
    email mah juga “numpang” email kami, itupun cuma sekali dua kali 🙂
    love mom, too!

Tinggalkan Balasan