hotel bintang 5 di bali

Adzan Subuh di Bali Terasa Lama Sekali

Omongan panitia yang menyebut kalau rombongan Safari Journalist Adventure akan bermalam di tempat yang mewah selama di Bali saya sambut dengan suka hati. Mereka menjamin bahwa penderitaan yang kami rasakan selama di Taman Safari Prigen tidak terulang lagi. Saya dan teman-teman jurnalis yang lain akan tidur di kamar yang luas bukan di aula, beralaskan kasur yang empuk lengkap dengan bantal dan guling, ke kamar mandi pun tidak harus jalan kaki beberapa meter dari penginapan, dan satu yang pasti bahwa kami tidak akan mati gaya karena tidak bisa internetan.

Awal-awal memang agak syok, menerima kenyataan pahit bahwa kami mesti tidur di dalam barak berisi lima tempat tidur tingkat, yang berada ratusan meter di dalam hutan tak jauh dari pintu masuk Taman Safari nomor dua di Indonesia itu. Namun, setelah kami saling membaur, kehidupan yang kami lalui selama empat hari nggak pahit-pahit amat. Kami ketawa bareng, ngomongin isi dapur redaksi masing-masing, dan membahas banyak hal yang mungkin tidak pernah ada di dalam hasil liputan kami.

tempat berlibur di bali
Penginapan saya selama beberapa hari dilihat dari kolam renang

Singkat cerita, rombongan Safari Journalist Adventure tiba di Bali. Saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pulau dewata sudah engga sabar mau bertualang di Taman Safari Indonesia yang ada di sana. Kamu baru tahu kalau Taman Safari juga ada di Bali? Sama! Ternyata, oh, ternyata, tempat wisata keluarga di Bali yang selama ini kita kenal dengan Bali Safari and Marine Park adalah bagian dari Taman Safari Indonesia.

Secara legal Bali Safari Marine Park adalah TSI nomor tiga setelah Cisarua dan Prigen, Jawa Timur. Berhubung jumlah atau tipe pengunjung yang seliweran di Gianyar, Bali, mayoritas bule-bule dari luar Indonesia, brand yang digunakan harus lebih menjual.

Hal pertama yang dibisikkan panitia ke rombongan adalah bahwa Bali Safari Marine Park tidak sama dengan Bali Zoo yang memiliki konsep lebih condong ke kebun binatang. William Santoso, General Manajer dari BSMP yang menyambut kehadiran kami kemudian mengatakan, satwa-satwa yang ada di BSMP dibiarkan berkeliaran di alam bebas. Sesuai tagline yang mereka punya We Are Not Zoo.

Menginap di Mara River Safari Lodge

Setelah tata krama dan santap siang ditemani dua ekor harimau yang sedang bersantai, sudah barang tentu juga ditemani panitia dan tuan rumah, di Tsavo Lion Restaurant, saya dan teman-teman langsung diangkut ke penginapan, yaitu Mara River Safari Lodge.

liburan di bali
Ruang tamunya saja nyaman begini
penginapan mewah di bali
Lukisan ada di mana-mana
tempat liburan di bali
Buah yang ada di meja bukan sekadar pajangan tapi bisa dimakan

Bukan Bali kalau nggak punya puluhan atau bahkan ratusan penginapan yang menawarkan konsep menarik dan unik. Termasuk penginapan yang membuat saya sulit sekali tidur dengan nyenyak dan terlelap. Penginapan ini terlalu luas dan “mengerikan” buat model macam saya yang penakut ini.

Saya engga bilang tempat ini jelek. Sungguh keterlaluan dan tidak tahu diri bila saya berkata seperti itu. Sebab, penginapan yang beroperasi pada 1 April 2008 ini menawarkan konsep yang tidak sekadar unik, tapi juga berani. Bayangkan saja, satwa-satwa khas benua Afrika seperti Jerapah dan Gajah seliweran di depan mata. Untuk beberapa jenis kamar, tamu yang menginap bisa memberi makan para satwa langsung dari balkon.

liburan ke mana di bali
Kamar ini dipilih oleh teman saya dari Detik.com
liburan ke bali
View dari kamar ini nggak cakep. Cuma semak-semak. Beda dengan saya

Sayang, kami tidak kebagian tipe kamar yang seperti itu. Melainkan kamar jenis Tembo Family Room. Terdiri dari kamar tidur lengkap dengan kamar mandi di dalam, dan ada balkon yang menghadap exhibit Badak, Gajah, dan Zebra.

Penderitaan masih berlanjut selama di Bali

“Penderitaan” bagi sebagian rombongan mungkin telah usai, tapi tidak untuk saya yang mendadak rindu tidur beramai-ramai di dalam aula, seperti di Prigen.

Tembo Family Room bergaya Afrika. Terdapat banyak sekali hiasan berupa patung dengan ragam ukiran, cat dinding khas gaya Afrika, lukisan satwa yang ada di masing-masing kamar, ruang tamu, dan ruang makan, serta kain motif tribal. Nah, pernak-pernik model beginian yang membuat saya keringat dingin ketakutan setiap malam selama tiga hari di sana.

hotel murah di bali
Nah, ini kamar tidur saya
tempat berlibur di bali
Ukiran di mana-mana. Memang mojok kamar saya ini, tapi viewnya oke banget
wisata ke bali
Buka korden langsung yang terlihat adalah kolam renang

Saya kebagian kamar yang agak sedikit mojok. Yang di bagian luar terdapat banyak pohon-pohon, dan pada bagian depan kamar terdapat hamparan sawah yang amat luas. Dari kejauhan terdengar seperti orang-orang yang sedang wiritan, tapi bukan.

Hampir setiap malam perasaan saya engga karuan. Kayak masa-masa di mana saya sakit hati mengetahui gebetan yang ternyata suka sama sahabat kami sendiri. Berjam-jam yang saya lakukan di atas kasur hanya bolak-balikin badan, memejamkan mata terasa susah, dan merasa kalau mata dari singa yang ada di lukisan yang terpajang di dinding sebelah tempat tidur selalu melihat ke arah ranjang saya.

hotel bintang 5 di bali
Bagian dari kamar mandi
hotel bintang 5 di bali
Kamar mandinya saja Instagramable ya
hotel bintang 5 di bali
View dari kamar mandi pun kolam renang

Bila bepergian ke mana-mana mengalami hal semacam ini, yang pertama kali bakal saya lakukan adalah menyalakan teve sampai pagi. Bahkan tidak jarang, saluran yang saya biarkan selama beberapa hari adalah LIVE dari Mekkah.

Namun, sewaktu menginap Mara River Safari Lodge, teve cuma ada di ruang tamu dan ngga ada saluran yang biasa saya setel. Allahuakbar! Baru kali itu adzan subuh terasa sangat lama. Sebentar-bentar melihat jam. Mau ke kamar mandi pun rada takut.

Belum lagi kebagian teman seruangan yang rada cuek. Dia sih tidur ya tidur aja gitu. Saya ketuk kamar dia berkali-kali nggak dengar, dong. Antara sengaja engga dengar atau memang sudah pulas.

Saya baru benar-benar tertidur pulas di kamar seharga Rp2 juta per malam ini sesudah menghubungi mama, dan sok-sokan bilang “Mama lagi apa?”. Padahal sudah tahu, kalau orang rumah, di jam 02.00 pagi, engga mungkin ada yang masih melek.

hotel bintang 5 di bali
Kamar yang saya dapat memang tidak bisa memberi makan satwa secara langsung. Namun, kalau berenang, berasa ditemani satwa-satwa Afrika
hotel bintang 5 di bali
Di bagian depan dari kolam renang ini adalah tempat satwa-satwa Afrika berkeliaran

Saya sampai detik ini masih belajar untuk berani. Termasuk belajar menghilangkan sifat-sifat paranoid yang hanya menyiksa diri sendiri. Saya terus berupaya menyugestikan diri sendiri bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Segala hal yang ditakutkan itu tidak benar-benar ada. Namun, semua itu terasa sulit.

Saya berani, asal jangan diberitahu hal-hal yang bikin saya malah down. Saya tahu semua tempat engga ada yang benar-benar aman, pasti menyimpan banyak cerita yang membuat bulu kuduk berdiri. Akan tetapi bagian yang seram-seram itu tidak perlu diceritakan ke saya.

Suatu hari nanti saya akan kembali ke Bali. Saya pastikan sudah jauh lebih berani daripada yang dulu. Pengalaman bermalam di Mara River Safari Lodge, Bali Safari Marine Park saya jamin tidak akan terulang lagi. Kalau sekarang diajak ke sana lagi, saya mau banget. Biar saya dapat merasakan kenyaman dan kenikmatan yang hakiki menginap di tempat yang mahal.

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

21 comments

  1. Pertanyaan penting akibat gue nggak percaya dengan kalimat pada paragraf ketiga, “Saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pulau dewata…” adalah:
    Serius, Dit, lo baru pertama kali ke Bali? Kok, nggak lo banget, deh, kayaknya?😱

    Lalu, lo kebalikan banget sama gue. Yang spooky gini justru favorit gue. Hehehe..

    But anyway, this is an interesting story. I really enjoyed reading it.👍😉

    1. Aelah, Mas… Lau ini, jangan demotivasi gitu deh. *terbang bersama Tatjana

  2. Semangat ya Diiit untuk bisa menghilangkan rasa paranoidnya. Aku waktu SD juga kayak kamu kok. Tapi seiring berjalannya waktu, udah bisa menghilangkan rasa paranoid ini dan jadi lebih berani. 😀

    1. Tapi kalau ke Rusia kayaknya aku berani deh, Kak. #teteup

      Makasih banyak supportnya, kak CHika

  3. sprainya putih banget.. bisa ketahuan kalau ada bercak 😀

    1. Maka daripada itu, Koh. Nggak bagus buat main kotor 😆

  4. sayapun juga nggak nyaman kalo tidur dirumah/ruangan yang punya banyak patung, ukiran dan sebangsanya..makanya dirumah nggak pernah pasang hiasan model begitu..
    kalo terpaksa tidur di tempat yang banyak hiasan gitunya suka nyetel Al Quran aja dari HP semalam suntuk hehehe..

    1. Itu dia masalahnya, Kak.

      Aku pun biasanya begitu, tapi waktu itu nggak ada channel khusus live dari mekkah :)))

  5. Kasur yang ada tirainya membuat imajinasi para lelaki kian menguat. Ahahaha….

    *kenapa fokus komennta di situ yak kak. Ahaha padahal ada banyak hal yg sebenernya bisa dikomenin. Wkwjw

    1. Pakai ikat-ikat tangan segala, engga?

      *malah dipancing*

  6. Hihhh jadi Adit penakut ya? Nyalakan tv sampai pagi? Marilah kita cerita2 horor duluuuu tiap Kamis malam….

    1. Besok, kak, di restoran itu. Kakak ikut, kan?

  7. Itu hotelnya kelas tinggi buanget hahahahah.
    Bali memang mengoda dengan segala fasilitasnya. Tentu akan menyenangkan kalau bisa berlama-lama mengeksplor Bali 🙂

    1. Banget. Sayang saja kemarin kurang lama

  8. Aku jg sama parnonya kalau liat pernak-pernik bali hahahah.. apalagi kalau malem2. Hotelnya terlihat asik, tapi kalau malem banyak suara-suara binatang gitu bikin tambah parno ngga sih?

    1. BANGET, Kak…

      Makanya kudu nyalain teve banget

  9. Enak ya bisa nginap disana, tapi kadang suka takut sendiri suasana hotelnya kayak gitu heheh

  10. Jangan sering-sering nonton pelem horor juga, yak. 😛 Dulu aku waktu kecil sukak nonton horor sampe pagi banget malah, semenjak SMP udah stop nonton karena sering halusinasi. Lumayan works walau masih sukak takut-takut juga kayak Kak Adit. Palagi nginep-nginep gini.

  11. Rasa-rasanya di sekitaran Bali Safari & Marine Park itu nggak ada mesjid deh. Sepertinya sih penderitaannya extend way beyod adzan subuh kalo baru mulai merasa “aman” setelah ada tanda-tanda kehidupan lain di sekitar. Hehehe. Mungkin kapan-kapan kalo ke Bali coba menginap di Inna Denpasar Mas. Dijamin lebih “mencekam”. Hehehe.

  12. Sekarang tempat tidur berkelambu itu sudah jarang. Dulu di kampung sering liat. Asik dah tidur pakai kelambu, kayak kembali ke zaman baheula.

Tinggalkan Balasan