7 Hal Unik Dari Taman Safari Prigen

Libur panjang minggu lalu saya habiskan di Taman Safari Prigen, Jawa Timur. Tidur di barak yang berada di dalam hutan TSI 2 Prigen bersama 14 rombongan Safari Journalist Adventure adalah pengalaman paling seru sejauh ini.

Pasukan Safari Journalist Adventure telah melewati segala drama begitu masuk hari ke-3

Saya sudah empat tahun jadi jurnalis. Namun belum pernah satu kali pun dinas luar kota (DLK) seseru ini. Tidur di barak tanpa ada WiFi, sinyal yang baru muncul kalau kami sudah di atas, tidak ada televisi, tidur tanpa alas karena kami memilih rebahan di aula dibanding barak, dan hal-hal lain yang hampir tidak pernah saya temukan selama jadi jurnalis. Saya juga belajar banyak dari mereka. (Baca: Gara-gara KTP Hilang Saya pun Harus Bermalam di Hutan)

Perjalanan tempo hari menjawab semua ketidaktahuan saya tentang Taman Safari Indonesia. Selama ini saya mengira Taman Safari itu cuma di Bogor, sedangkan di kota-kota lain sekadar kebun binatang (bonbin) biasa. Di Bali juga ada Taman Safari, tapi brand yang mereka gunakan selama tujuh tahun berdiri adalah Bali Safari and Marine Park. Tidak lain karena mayoritas pengunjung adalah turis mancanegara.

Inilah 7 hal unik dari Taman Safari Prigen, Jawa Timur, versi saya;

1. Luas 350 hektare

Taman Safari Prigen merupakan yang terluas dibanding Taman Safari Indonesia di Cisarua dan yang ada di Bali. Konsep yang diusung ala Afrika dengan membiarkan satwa bebas di alam terbuka.

Pengunjung yang nggak biasa jalan kaki pasti gempor menelusuri setiap zona yang ada. Maklum saja, Taman Safari Prigen yang memang pantas disebut sebagai tempat konservasi satwa ketimbang kebun binatang, berada di dataran tinggi sehingga medannya agak berliku dan berkelok.

Melihat satwa memang bisa menggunakan mobil pribadi, mobil wisata, atau tramp yang telah disediakan. Hanya saja pengunjung tetap harus jalan kaki apabila mau ke zona-zona lainnya. Taman Safari Indonesia Prigen memiliki sarana rekreasi dengan beragam program menarik. Ada animal educational show. Mau main wahana juga ada. Mau berenang juga bisa. Kolam renangnya gedak gila. 

Satwa yang ada di Taman Safari Prigen

Tenang, kalian nggak bakal keringatan sehingga tak perlu khawatir maskara dan make up luntur. Namanya juga berada di kawasan pegunungan, sudah pasti pengunjung akan merasakan udara segar yang sangat sejuk.

Menurut maps, jarak dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, ke Taman Safari Prigen sekitar 50 kilometers. Ya, estimasi waktu 1 sampai 1 jam 45 menit, lah.

Sayang ‘kan sudah jauh-jauh ke sana tapi tidak menjajal semua fasilitas itu. Masa gara-gara jalan yang menanjak-menurun-menanjak jadi malas gerak?

2. Gajah birahi

Hari kedua rombongan Safari Journalist Adventure diajak melihat “dapur” dari Taman Safari Indonesia 2 Prigen. Termasuk singgah ke rumah gajah. Tempat mereka diberi makan, ditimbang, dan dikurung jika sedang birahi.

Sama kayak manusia, jika hasrat seksual tinggi tapi tak ada tempat menumpahkan keinginan itu, mood pastinya aur-auran, kan? Begitu juga dengan gajah. Doi kalau lagi birahi, sensitif parah. Bisa marah-marah.

Bukan gajah ini yang saya maksud. Boro-boro membidik tampang dari gajah yang sedang birahi itu, mendekat saja tidak boleh. Gendutan gw!

Zoo keeper menyebut kondisi itu sebagai masa emas dari seekor gajah. Tanda libido gajah sedang naik, keluar lendir di antara mata dan telinga gajah.

Zoo keeper tahu banget kapan gajah-gajah di sana berada di masa emas. Kalau gajah sedang birahi, hal serupa akan mereka lakukan saat menghadapi pasangan yang PMS, jaga jarak!

3. Makanan sehari-hari kayak menu diet manusia

Taman Safari Prigen memiliki 2.500 ekor satwa dari 250 spesies. Harimau Sumatera, Gajah Afrika, singa, penguin, chetha, dan sebentar lagi bakal ada penghuni baru, kangguru dan koala.

Saya juga masuk ke tempat penyimpanan makanan-makanan mereka. Pihak Taman Safari Indonesia 2 Prigen menjamin makanan yang disantap para satwa telah dihitung sesuai berat badan. Sekali pun bergizi tetap tidak boleh berlebihan. Yang harus diingat adalah satwa yang terlihat kurus belum tentu tidak sehat dan yang gemuk belum tentu sehat.

Beliau adalah dokter gizi yang menangani semua makanan satwa-satwa di Taman Safari Indonesia II Prigen

Makanan para satwa terdiri dari berbagai macam daging, termasuk daging kangguru yang didatangkan langsung dari Australia. Ada rumput, wortel, buah-buahan juga lengkap. Kalah menu diet saya.

4. Kenalan sama Taba, si binatang ganjen

Taba itu nama bayi singa yang berada di dalam kandang di rumah sakit satwa Taman Safari Indonesia 2. Tadinya sempat kepikiran mau mengadopsi si Taba. Habis lucu banget. Tapi nggak jadi, deh.

Lihat tuh, ganjeng banget, kan?

Taba ini jantan. Tapi gelendotan maunya sama yang cowok-cowok juga. Tiba-tiba nemplok di Emzy, reporter ANTV, coba. Nggak jadi saya adopsi. Masa gatelnya sama cowok. Nanti apa kata tetangga?

5. Ajang lari 5K sambil selfie bersama satwa

Ya, tujuan utama kami ke Taman Safari Indonesia (TSI) 2 Prigen untuk meliput ajang lari 5K atau Safari Run 2016. Pertama kali diadakan pada 2015.

Seru banget Safari Run 2016 ini. Saya yang tadinya malas malah ikutan lari. Pengalaman yang luar biasa.

Safari Run 2016 bukan ajang lari 5K yang biasa. Selain medan yang harus mereka lewati bukan jalanan yang lurus, melainkan berkelok, pelari bakal melintas di exhibit bukan satwa buas. Peserta juga bisa mengajak selfie satwa yang diinginkan. Ada gajah, zebra, badak, dan masih banyak lagi.

Peserta yang mencapai garis finish pertama adalah bocah perempuan berumur 8 tahun. Menekuni lari sejak umur 6 tahun. Sebelum Safari Run 2016, si bocah terlebih dulu ikut ajang lari 10K.

6. Melihat gajah ditimbang

Kami melihat proses penimbangan berat badan seekor gajah betina bernama Linda. Nama yang sangat familiar! Saya juga punya teman namanya Linda yang tempo hari latihan bareng di 20Fit. *runrun small*

Timbangan gajah terbuat dari lempengan baja yang dihubungkan dengan kabel dan monitor. Begitu zoo keeper bilang siap, baru si Linda dikeluarkan dari kandang yang besarnya enam kali lipat dari ruang tamu rumah orangtua saya.

Linda, gajah betina penghuni Taman Safari Prigen, Surabaya, memilik berat 2,6 Ton

Penimbangan rutin dilakukan guna memonitor apakah gajah-gajah mendapat asupan makanan bergizi yang cukup, kurang, atau malah berlebih. Umur Linda 35 tahun. Kalau umur segitu belum juga menikah, Linda pasti jadi omongan gajah-gajah lain. Berat Linda 2.640 kilogram atau 2,64 Ton.

Rombongan berjumlah 15 orang. Kalau kami semua berdiri untuk dihitung total berat badan, tak mungkin tercukupi. Kayaknya berat segitu setara dengan berat 30 orang seukuran saya.

Dari raut wajah yang terlihat bahagia, Linda menyimpan masa lalu yang kelam. Linda yang asli Lampung harus tumbuh dan berkembang di Kalimantan. Karena menjadi korban konflik antar suku di sana, Linda dibawa ke Prigen untuk dirawat.

7. Ada Jaliteng

Ada 14 sapi jaliteng di Taman Safari Indonesia 2 (TSI 2), Prigen, Jawa Timur. Jaliteng merupakan hasil perkawinan sapi bali dan banteng jawa. Konon, pembuliabiakan satwa ini bertujuan meningkatkan produktivitas, menguatkan ketahanan akan penyakit, dan memperbaiki genetik sapi.

Berat badan mereka bisa mencapai 400 kilogram. Sehari-hari dikasih makan dua sampai tiga kilogram pelet dan 25 kilogram rumput. Kalau saja Jaliteng ini boleh dikonsumsi, pasti dijadikan hewan kurban. Satu Jaliteng kayaknya cukup buat menggantikan tiga ekor sapi bali.

Kira-kira inilah 7 hal unik yang saya dapat selama di Taman Safari Indonesia 2 Prigen, Jawa Timur. Tadinya saya mau mengadakan give away (GA) tapi kelupaan mau beli barang-barang lucu yang ada di sana. Kalau saya jalan-jalan ke tempat lain, janji bakal bikin GA.

Kalian sendiri sebenarnya tahu nggak kalau Taman Safari Indonesia tidak hanya di Bogor, tapi ada juga Taman Safari Prigen dan Taman Safari Indonesia di Bali atau akrab disebut Bali Safari and Marine Park?

Taman Safari Prigen

Alamat : Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia.

Nomor telepon : +62 343 6743000

Jam buka : 08.30 sampai 16.30 WIB

Harga tiket Taman Safari Prigen : Rp 85 ribu (reguler), Rp 120 ribu (terusan), dan Rp 135 (unlimited)

Aditya Eka Prawira

Bahagia itu sederhana. Mending beri saya 10 helai baju untuk dicuci ketimbang 1 helai baju untuk disetrika :)

More from this author

28 comments

  1. Waaaakkksss kemarin ada temen yang ngajakin ikutan running di Prigen, tahu gitu ikutan biar ketemu kak Adito 😀

    Saya ke TSP udah berapa kali yak, nggak kehitung kayaknya haha, udah dari 10an kali lebih. Terakhir tahun 2015 ke sana cuma ngincer pengen foto sama orang utan wkekekekeke 😀

    1. Yah, Alid, kenapa nggak ikutan? Padahal aku nge-tweet lagi di TSI Prigen 🙁

      Alid ke TSI Prigen berapa lama perjalanannya? Seru ya tempatnya, adem, tapi jauh dari peradaban 😆

  2. Wakssss aku ndak diajakin hiksss … kan mau main2 ama Emzy eh Taba jugaaaaa :3

    Btw, kok aku kayaknya punya kenalan yg namanya Linda ya … Apa jgn2 sama ya hmm …

    1. Kamu mau main sama Emzy? Ke Rasuna Said aja, Tim, dia kerja di ANTV 😆

      Kamu punya kenalan namanya Linda juga? Kenalin!

  3. Wah, jadi pengen ikutan nih. Belum pernah ke taman safari. 😀

    1. Ajak pasangan, Mas. 😆

  4. aku belom pernah main ke taman yang ada hewan dilepas kayak gini.. di palembang cuma ke punti kayu doank hahahhaha

    1. Punti Kayu? Ceritain dong, pengen tahu

  5. wah, seru yaaa…tau nggak, aku blom pernah masuk taman safari 😀

    1. Horeeeee… Aku adanya temannya

  6. Adit, saya penasaran dengan jaliteng. Kok tidak ada fotonya?

    1. Nah, itu dia, Mbak… Fotonya burem seburem-buremnya. Maaf 🙁

  7. Beruangnya lucu ya. Pengen peluk

  8. aku masih inget mobil mogok pas di turunan gajah itu. untung di gajah sih, bukan di harimau..

    1. Ya ampun, kak, kemarin juga ada yang mogok di kandang orangutan. Jiper sih pastinya itu

  9. si taba lucu

    1. Yang lucu tabanya atau yang digigit? 😆

  10. Awalnya saya kira ini juga Taman Safari yang di Bogor, eh gak taunya bukan hehehe nanti kapan-kapan nyobain kesana ah 😀

  11. wah, pengen banget digelendotin si Taba! malah kalau boleh pelihara, pengen melihara sendiri di rumah, hahaha 😀

    1. Ndak boleh. Taba satwa yang dilindungi, kak

  12. wkwkkw nimbang berat gajah 2 ton… salut ga jebol tuh timbangan :v coba pake timbangan adonan kue

  13. Aku ga berani kalau disuruh pegang2 macan, dkk.. mending menjauh aja

  14. Saya pernah menginap 2 hari 1 malam di TSI Cisarua. Itupun belum cukup menikmati seluruh areanya. Kalau di Pringen kayaknya harus lebih dari 2 hari, nih

Tinggalkan Balasan